Modal Usaha Perorangan Diperoleh dari Mana?!

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Bingung modal usaha perorangan diperoleh dari mana kerap menjadi alasan utama mengapa banyak orang memilih untuk menjadi karyawan yang bekerja kepada orang lain, alih-alih mendirikan usaha sendiri.

Wajar saja, sebenarnya. Pasalnya, membangun usaha perorangan jelas bukanlah perkara yang mudah, modal yang diperlukan juga tak bisa dibilang sedikit. Di samping itu, usaha perorangan juga rentan terhadap berbagai risiko.

Tidak seperti usaha yang dimiliki dan dikelola bersama, hanya ada satu orang saja yang menjadi motor penggerak usaha perorangan. Artinya, apabila orang tersebut berhalangan untuk mengurus usahanya, misalnya karena sakit ataupun alasan lainnya, bukan tidak mungkin proses produksi yang seharusnya terus berjalan akan berhenti seketika.

Tanpa adanya modal usaha yang cukup, jelas kita akan kesulitan dalam mengelola usaha perorangan. Selain karena tak bisa cepat mencari sumber daya yang baik untuk pengelolaan bisnis, proses produksi itu sendiri pun akan bergantung pada modal, terlebih di fase-fase awal pendirian usaha.

Modal Usaha Perorangan Diperoleh dari Mandiri

Sebenarnya, modal usaha perorangan diperoleh dari banyak sumber, baik sumber mandiri maupun dari sumber-sumber lainnya. Tergantung jenis usahanya, modal yang dibutuhkan tidak harus selalu berupa materi, lho!

Sebagai contoh, untuk usaha yang bergerak di bidang furnitur, misalnya saja, selain workshop atau bengkel produksi, terkadang pelaku usaha juga perlu menyiapkan lahan khusus sebagai gudang untuk menyimpan produk-produk yang selesai dibuat, tetapi belum sempat dipasarkan.

Jadi, apabila belum punya modal yang terlalu besar, tetapi memiliki lahan yang bisa digunakan untuk usaha, sebenarnya sudah bisa setengah jalan, lho! Situasi ini yang kerap membuat banyak orang enggan untuk langsung membangun usahanya sendiri. Tak sedikit pelaku usaha yang kini telah sukses, memutuskan untuk menjadi karyawan bagi orang lain untuk beberapa saat terlebih dahulu guna mengumpulkan modal.

Selain materi dan juga lahan, relasi yang kuat juga bisa menjadi modal usaha yang cukup menjanjikan. Dengan adanya relasi, pemasaran produk atau jasa yang ditawarkan jelas akan lebih mudah jika dibanding harus mengerjakan semuanya sendiri.

Jadi, tak perlu merasa segan jika memang belum bisa memulai usaha sendiri, bekerja untuk orang lain sembari mengumpulkan modal dan juga membangun relasi tetap bisa menjadi pilihan yang tak salah untuk dicoba.

  • Contoh Usaha yang Modalnya Berasal dari Satu Orang

Ada banyak sekali contoh usaha yang modalnya berasal dari satu orang, sekalipun mungkin skala usahanya tergolong mikro, kecil, maupun menengah.

Toko kelontong, contohnya saja, bisa dijalankan hanya dari modal yang dikumpulkan sendiri. Demikian juga usaha rumahan lainnya yang sebenarnya tak membutuhkan modal yang terlalu besar, sehingga masih bisa dicukup secara mandiri.

Salah satu pilihan bisnis yang bisa dijalankan sendiri dengan modal yang cukup terjangkau adalah bisnis reseller dengan metode dropship. Beda dengan reseller biasa yang mengharuskan kita untuk membeli barang dari produsen guna dijual kembali, sistem dropshipper tak mengharuskan kita untuk melakukan pembelian awal.

Sistem ini bisa menjadi contoh usaha yang modalnya berasal dari satu orang dan tak terlalu besar. Dalam praktiknya secara umum, pelaku usaha dropshipper hanya membutuhkan gawai untuk menerima pesanan dan meneruskan pesanan tersebut kepada produsen. Nantinya, produsen yang akan bertanggung jawab dalam menyediakan dan bahkan menyelesaikan pesanan tersebut.

Tidak perlu merasa khawatir atau takut saat ingin memulai usaha sendiri, cobalah cari jenis usaha yang tidak membutuhkan modal besar sehingga tetap realistis untuk dijalankan sekalipun secara mandiri.

Baca Juga: 9 Jenis Sumber Modal Usaha untuk Memulai Bisnis

Modal usaha perorangan diperoleh dari program bantuan dapat dijadikan pilihan pengembangan bisnis.

Modal Perusahaan Perorangan dari Sumber Lain

Kebanyakan pelaku usaha merasa akan menghabiskan waktu yang terlalu lama apabila mencoba mengumpulkan modal perusahaan perorangan secara mandiri. Kekhawatiran ini sangat masuk akal, karena sering kali pengelolaan bisnis bersifat momentum.

Artinya, apabila kita melewatkan momentum untuk membangun bisnis karena masih sibuk mengumpulkan modal, bukan tidak mungkin peluang tersebut akan hilang dan potensi keuntungan yang diharapkan pun sulit untuk dicapai.

Untuk menghindari ketakutan tersebut, mengumpulkan modal usaha secara mandiri juga bisa dibarengi dengan mencari potensi modal usaha dari sumber lain. Ketika kita sudah mengantongi ide bisnis yang prospeknya sangat menguntungkan, tetapi takut peluang tersebut terlewat karena kurangnya modal, melakukan crowdfunding bisa menjadi pilihan.

Dengan crowdfunding, kita bisa meyakinkan orang lain untuk menanamkan uangnya sebagai modal perusahaan perorangan yang ingin kita jalankan. Investasi semacam ini bukanlah sesuatu yang asing di dunia bisnis, dan jika proyeksi keuntungan yang kita tawarkan memang menjanjikan, investor pun akan mudah untuk menanamkan modalnya.

Baca Juga: Butuh Modal Usaha? Inilah 9 Cara Mendapatkan Modal UMKM!

Memanfaatkan Bantuan Modal Usaha Perorangan

Selain dari investasi, memanfaatkan program bantuan modal usaha perorangan juga kerap jadi pilihan para pelaku usaha yang ingin mulai segera mengeksekusi ide-ide brilian untuk bisnis yang akan dijalankannya.

Program-program semacam ini umumnya berbentuk kredit usaha yang bunganya cukup ringan dan fleksibel, sehingga dapat dimaksimalkan untuk pendirian perusahaan perorangan maupun pengembangan bisnis yang sudah berjalan. Selain itu, salah satu alasan lain mengapa sumber pendanaan ini banyak diminati adalah aksesnya yang cukup mudah bagi siapa pun yang ingin mengelola usaha sendiri.

Alih-alih mengambil pinjaman ke tengkulak ataupun penyedia layanan keuangan lain yang tak diawasi langsung oleh Otoritas Jasa Keuangan, manfaatkan beragam model program bantuan modal usaha perorangan yang disediakan oleh hampir setiap bank dan juga lembaga keuangan resmi lainnya.

Seiring dengan kuatnya dukungan pemerintah terhadap industri mikro, kecil, dan menengah, pemberian modal dalam bentuk kredit usaha semacam ini memiliki jaminan keamanan yang baik. Dalam beberapa program bantuan usaha, misalnya saja, modal usaha bukan satu-satunya yang akan didapatkan oleh pelaku usaha, tetapi juga beragam jenis pelatihan untuk meningkatkan keterampilan berwirausaha.

Hanya saja, bagi pelaku usaha yang ingin mengakses kredit usaha yang disediakan ini, ada beberapa syarat yang perlu dipenuhi untuk menjamin legalitas usaha yang dijalankan. Berbeda dengan investasi, pelaku usaha tidak perlu memberikan jaminan proyeksi keuntungan, kok. Jadi, jika memang tersedia, kenapa tidak, kan?

Pentingnya Mengelola Modal Usaha dengan Tepat

Modal usaha perorangan diperoleh dari mana pun akan tetap sia-sia apabila tak dikelola dengan baik. Hanya karena ada banyak sumber yang tersedia dan berbagai program bantuan yang bisa diakses, bukan berarti kita bisa mengelola modal usaha tersebut secara serampangan, lho!

Baik modal usaha tersebut berasal dari sumber pribadi atau dikumpulkan secara mandiri, maupun dari sumber luar seperti investasi dan juga kredit usaha, potensi kerugian akan tetap ada dalam setiap pengelolaan bisnis.

Dalam situasi tersebut, ketika modal usaha tidak dikelola dengan baik, bisnis pun akan mengalami kerugian. Jika modal usahanya datang dari sumber pribadi, mungkin kerugian bisa dengan cepat dihentikan. Namun, apabila modal usaha tersebut berasal dari sumber lain seperti pinjaman maupun investasi, bangkit dari kerugian akan sedikit sulit untuk dilakukan.

Wajar saja, kan, karena selain harus menanggung kerugian bisnis yang dialami, kita juga harus mengembalikan bagi hasil untuk investor maupun mengembalikan pinjaman yang didapatkan dari program bantuan. Jika sudah demikian, tentu akan sulit untuk terus mengembangkan bisnis, kan?

Baca Juga: Bisnis Menguntungkan dengan Modal Usaha Kecil? Ini Contohnya!


OIeh karena itu, pastikan modal usaha perorangan diperoleh dari sumber yang tepat dan dikelola dengan baik, misalnya dengan menggunakan aplikasi majoo yang mampu mencatat setiap transaksi secara tepat, akurat, dan otomatis. Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga, yuk!

Sumber Data: 

https://www.cimbniaga.co.id/id/inspirasi/bisnis/mengenal-berbagai-jenis-usaha-perseorangan-dan-contohnya

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo