Nilai Residu adalah: Pengertian, Metode, dan Cara Menghitung

article thumbnail

Metode hasil produksi termasuk salah satu metode perhitungan nilai residu pada sebuah perusahaan.

Di rumahmu ada barang-barang yang sudah lama digunakan dan mengalami penurunan fungsi atau nilainya, kan? Nah, begitu pula dengan aset-aset yang dimiliki oleh perusahaan pastinya akan mengalami penurunan. Cara menghitungnya adalah dengan nilai residu. 

Jadi, fungsi dari nilai residu adalah menghitung penyusutan atas suatu taksiran nilai aset tetap dan usia ekonomis yang sebelumnya sudah digunakan.

Kamu perlu tahu, perhitungan nilai residu umumnya dilakukan untuk membantu mengetahui adanya penyusutan aset tetap dan nilai dalam aset tersebut sudah tidak lagi memiliki manfaat. Sehingga perusahaan dapat menghentikan penggunaan aset tersebut atau menjualnya.

Bagaimana cara menghitung nilai residu? Apakah ada cara menentukan nilai residu dengan tepat? Sekarang, kita coba menjawab pertanyaan tersebut dengan membahas tentang nilai residu di dalam artikel ini, ya. 

Baca juga: Contoh Transaksi Keuangan Dalam Kehidupan Sehari-hari 

Pengertian Nilai Residu

Sebelum melanjutkan pembahasannya, kita awali dengan pengertian atau definisi nilai residu terlebih dahulu. Apa itu nilai residu?

Nilai residu atau residual value adalah nilai aset tetap pada akhir masa manfaatnya. Sebagai pertimbangan umum, semakin lama umur aset, semakin rendah nilai jual kembali atau salvage value.

Sementara itu, pengertian nilai residu pada PSAK 16 (2011:16.3), nilai residu aset adalah jumlah atas estimasi yang dapat diperoleh entitas saat ini dari pelepasan aset. Setelah itu dikurangi estimasi biaya pelepasan, jika aset telah mencapai umur dan kondisi yang diharapkan pada akhir umur manfaatnya.

Perusahaan melakukan penghitungan nilai residu biasanya untuk membantu mengetahui adanya penyusutan aset tetap dan nilai dalam aset tersebut sudah tidak lagi memiliki manfaat. Sehingga perusahaan dapat menghentikan penggunaan aset tersebut atau menjualnya.

  • Pengertian Nilai Residu dalam Dunia Akuntansi

Sekarang, kamu perlu mengetahui bahwa nilai residu juga berkaitan erat dengan laporan keuangan di sebuah perusahaan pada setiap tahunnya. Sehingga akuntan yang bekerja di perusahaan tersebut harus menghitungnya secara rutin setiap tahunnya.

Pertanyaannya adalah, apa sebenarnya nilai residu dalam bidang akuntansi? Jadi, nilai residu adalah sebuah nilai atau jumlah perkiraan yang akan didapatkan dari sebuah entitas saat ini.

Pada suatu pelepasan aset, setelah dikurangi dengan perkiraan biaya pelepasan, jika aset tersebut sudah mencapai umur maksimalnya atau mencapai kondisi akhir pemanfaatannya.

Misalnya, mesin produksi yang sudah lama digunakan bertahun-tahun dan sudah waktunya diganti dengan yang baru. Karena sudah tidak dapat berfungsi dengan optimal dan mengganggu kinerja produksi pada perusahaan tersebut.

Ada beberapa pendapat ahli yang menyebutkan bahwa nilai residu adalah nilai sisa pada suatu aset atau barang yang sudah berakhir umur ekonomisnya. Artinya di dalam bidang akuntansi nilai tersebut sering dihitung dengan cara mengurangi biaya overhead.

Metode Perhitungan Nilai Residu

Untuk mencari nilai residu dalam suatu penghitungan biaya penyusutan, kamu perlu mengetahui bahwa nilai residu bisa didapat dari adanya perhitungan biaya penyusutan. Karena nilai ini digunakan sebagai suatu nilai taksiran, maka nilai sisa ini digunakan agar perusahaan mampu menghitung besaran nilai penyusutannya.

Saat biaya tersebut menjadi pengeluaran utama perusahaan setelah masa manfaat atau fungsinya telah habis, maka untuk mengatasinya terdapat 4 rumus atau metode penyusutan,yaitu:

1. Metode Penyusutan Garis Lurus

Cara pertama yang bisa digunakan adalah penyusutan garis lurus. Cara ini adalah cara yang paling banyak digunakan untuk mencari biaya penyusutan karena dianggap sebagai cara yang paling sederhana dan mudah untuk dilakukan.

Selain itu, cara ini juga biasanya lebih difokuskan pada penyusutan sebagai suatu fungsi dari waktu, bukan dalam hal penggunaannya. Untuk itu, diperlukan salvage value dalam proses perhitungannya. 

Nah, rumus perhitungannya adalah: Penyusutan = Harga perolehan – nilai residu : umur ekonomis.

Berdasarkan rumus tersebut, kita bisa lihat bahwa untuk mencari nilai penyusutan bisa dicari dari harga perolehan yang dikurangi dengan nilai residu, lalu dibagi dengan umur ekonomis pada suatu aktiva tetap.

Oleh karena itu, salvage value sangat berkaitan dengan biaya penyusutan pada suatu aktiva tetap.

2. Metode Penyusutan Jumlah Angka Tahun

Cara kedua yang bisa dilakukan untuk mengetahui nilai residu adalah sum of years digit method atau metode penyusutan jumlah angka tahun. Dalam metode ini, akan terlihat bahwa nilai penyusutan akan terus berkurang setiap tahunnya.

Selain itu, cara ini juga akan menggunakan nilai residu dalam proses perhitungannya. Rumusnya: penyusutan = sisa umur penggunaan : jumlah angka tahun x harga perolehan dikurangi nilai residu.

3. Metode Penyusutan Satuan Jam Kerja 

Untuk mendapatkan nilai residu, kita juga bisa menggunakan metode penyusutan dalam satuan jam kerja. Sama dengan metode penyusutan dalam hitungan tahun, maka nilai residu dalam hal ini juga berkaitan dengan harga perolehannya. Rumusnya adalah: tarif penyusutan per jam = harga perolehan – nilai residu + total jumlah jam kerja pada penggunaan aktiva tetap.

Berdasarkan rumus di atas, nilai residu memang tidak berkaitan langsung dengan metode penyusutan. Namun, nilai residu akan tetap memengaruhi besarnya nilai penyusutan. Karena hal tersebut akan memengaruhi salah satu pada variabel di dalamnya.

4. Metode Hasil Produksi

Cara terakhir yang bisa digunakan adalah metode hasil produksi. Dengan metode ini, beban biaya penyusutan pada aktiva tetap akan diketahui berdasarkan jumlah satuan produk yang bisa dihasilkan dalam kurun waktu yang berkaitan.

Jadi, beban depresiasi akan dihitung berdasarkan nilai satuan hasil produksi, sehingga nilai depresiasi dari setiap periode akan terus berubah sesuai dengan fluktuasi hasil produksi. Rumusnya adalah: tarif penyusutan per satuan produk = harga perolehan – nilai residu : jumlah total produk yang mampu dihasilkan.

Berdasarkan rumus tersebut, maka nilai residu akan sangat erat kaitannya dengan harga perolehan.

Cara Menentukan Nilai Residu

Mungkin timbul pertanyaan di benak Majoopreneurs, bagaimana menentukan persentase residual pada depresiasi? Coba kita lihat pada simulasi perhitungan di bawah ini, ya. 

Kamu tahu sekarang bahwa nilai residual dihitung sebagai:

Nilai Residual = % biaya dipulihkan dari penjualan * Biaya asli

Ini berarti bahwa jika kamu membeli barang / aset senilai Rp2.000.000,- dan jika pemulihan kamu adalah 10% dari biaya asli, maka nilai residunya adalah Rp200.000,-.

Persentase residual dihitung dengan rumus ini:

Residual % = Biaya asli / Nilai residual

Dari contoh tersebut:

Residual = 2.000.000 / 200.000

= 10%

Bagaimana Cara Menghitung Nilai Residu?

Dari definisi di bagian sebelumnya, nilai residu adalah depresiasi yang dikurangkan dari harga asli aset. Kita coba menggunakan rumusnya, yuk!

Berikut adalah rumus untuk nilai residu:

Rumus Nilai Residual:

Nilai Residual = (perkiraan salvage value) – (biaya pembuangan aset)

Rumus Salvage Value:

S = P- (I * Y)

S = Salvage value

P = Harga awal

I = Depresiasi

Y = Jumlah tahun

Contoh kasus:

Total Biaya 40.000.000

Kurang: Nilai Residual (19.000.000)

Jumlah terdepresiasi 21.000.000

Masa Manfaat 3 Tahun

Biaya Penyusutan Tahunan ( 21.000.000 / 3) 7.000.000

Total Biaya 40.000.000

Kurang: Nilai Residual (19.000.000)

Jumlah yang dapat diprediksi 21.000.000

Masa Hidup yang Berguna 3 Tahun

Biaya Penyusutan Tahunan (21.000.000/3) 7.000.000

*dalam rupiah

Karena banyak perusahaan produksi membuat keputusan berdasarkan mesin mereka untuk produktivitas berkelanjutan, tentunya memerlukan evaluasi peralatan yang mereka miliki, termasuk klasifikasi berdasarkan penggunaan dan kualitas aset.

Jadi, ada berbagai alasan bagi perusahaan untuk membuat aset hemat biaya. Selain itu, perusahaan harus memastikan bahwa produk yang diproduksi juga ekonomis dari sudut pandang pelanggan.

Secara keseluruhan, perusahaan harus menghitung efisiensi mesin untuk menjaga relevansi pasar.

 Dampak dari nilai residu di dalam akuntansi adalah prediksi arus kas dalam kurun waktu tertentu.

Apa Dampak Dari Nilai Residu pada Akuntansi?

Ternyata nilai residu dapat digunakan untuk mendeteksi nilai arus kas yang dihasilkan perusahaan mengikuti kerangka waktu yang digunakan untuk melakukan sebuah prediksi.

Misalnya dalam perkiraan sepanjang 15 tahun operabilitas perusahaan, perusahaan perlu mengevaluasi arus kas selama 15 tahun ini.

Jadi, di dalam hal ini arus kas akan didiskon oleh perusahaan untuk mendapatkan nilai bersih mereka. Nilai bersih saat ini kemudian ditambahkan ke nilai pasar perusahaan.

Artinya, ketika akuntansi dilakukan atau mungkin ketika perusahaan ingin menjual aset setelah masa manfaatnya, nilai residual adalah elemen yang menyajikan gambaran yang lebih jelas.

Baca juga: Elemen-Elemen Laporan Keuangan yang Perlu Kamu Ketahui 

Kesimpulan

Berdasarkan penjabaran dan pengertian nilai residu di atas, bisa disimpulkan bahwa nilai residu adalah nilai jual kembali pada sebuah barang atau aset yang sudah tidak berguna atau tidak memiliki manfaat lagi untuk perusahaan.

Nilai residu adalah sebuah nilai yang berhubungan erat dengan biaya penyusutan pada suatu aset perusahaan. Metode perhitungan ini umumnya diterapkan di perusahaan-perusahaan besar maupun kecil.

Ada berbagai cara bagi industri yang berbeda menghitung nilai residu. Hal tersebut dapat terjadi karena nilai residu berdampak pada jadwal penyusutan suatu perusahaan.

Sekarang kamu sudah memiliki gambaran tentang nilai residu sebuah aset tetap di dalam perusahaan. Semoga artikelnya bermanfaat dan lanjut ke artikel seputar akuntansi perusahaan di blog majoo, ya!



Referensi: 

  • https://klikpajak.id/blog/nilai-residu/
  • https://www.online-pajak.com/tentang-pajak/nilai-residu
  • https://kledo.com/blog/nilai-residu/
  • https://accurate.id/akuntansi/nilai-residu-adalah/
  • https://www.harmony.co.id/blog/nilai-residu-apa-itu-dan-peran-pentingnya-bagi-penyusutan-aset-bisnis

Sumber gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo