Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Pasar Monopsoni: Definisi, Ciri, Kelebihan, serta Contohnya

    Pasar Monopsoni: Definisi, Ciri, Kelebihan, serta Contohnya

    Pasar monopsoni menguasai produksi barang di daerah tertentu.

    Pasar merupakan sebuah tempat bertemunya penjual dengan pembeli untuk melakukan transaksi jual beli, begitu pula dengan pasar monopsoni. Pasar monopsoni merupakan suatu bentuk pasar yang memiliki banyak penjual tapi hanya terdapat satu pembeli atau disebut dengan pembeli tunggal di dalamnya.

    Selain pengertian di atas, kamu juga perlu mengetahui apa saja ciri-ciri, kelebihan, kekurangan, serta contoh pasar monopsoni secara lengkap. Berikut penjelasan yang telah kami siapkan untuk kamu.

    Definisi Pasar Monopsoni

    Secara umum, pengertian pasar monopoli merupakan salah satu bentuk pasar yang di dalamnya terdapat satu konsumen yang menjadi pembeli tunggal dan menguasai seluruh pasar komoditas.

    Pasar monopsoni juga bisa diartikan sebagai suatu kondisi pasar yang seluruh barang produksinya dibeli oleh satu perusahaan atau individu yang menguasai seluruh penerimaan pasokan barang di wilayah tersebut.

    Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan terbentuknya pasar monopsoni ini, seperti:

    • Lokasi yang cukup sulit dijangkau.
    • Tidak ada pembeli yang antusias pada pasar tersebut.
    • Kondisi pasar yang kurang memadai.
    • Tingginya biaya operasional yang dibutuhkan. 

    Kondisi tersebut menyebabkan penjual mengalami kendala untuk dapat menemukan pembeli yang bisa membeli barang produksi mereka dengan harga yang pantas, sehingga penjual tidak memiliki pilihan lain selain menjual barang produksi kepada pembeli yang menguasai sebagian besar produksi di wilayah tersebut.

    Hal ini membuat kondisi tawar-menawar pasar menjadi tidak sehat karena banyak penjual yang hanya bergantung kepada satu pembeli saja.

    Namun, kegiatan pasar monopsoni telah diatur dalam Undang-Undang Pasal 18 Nomor 5 Tahun 1999, tentang:

    1. Pelaku usaha dilarang menguasai pasokan atau menjadi pembeli tunggal atau barang atau jasa di dalam pasar yang bisa mengakibatkan terjadinya praktik monopoli atau persaingan usaha yang tidak sehat.
    2. Pelaku usaha patut untuk diduga atau dianggap menguasai penerimaan pasokan atau menjadi pembeli tunggal sebagaimana dalam ayat (1) apabila pelaku usaha atau satu kelompok pelaku usaha telah menguasai lebih dari 50% pangsa pasar suatu jenis barang atau jasa tertentu.

    Ciri-Ciri Pasar Monopsoni

    Lantas, apa saja ciri ciri pasar monopsoni? Nah, ciri-ciri yang bisa kamu lihat untuk mengidentifikasi pasar monopsoni, di antaranya:

    • Hanya Ada Satu Pembeli

    Ciri pasar monopsoni yang pertama adalah adanya pembeli tunggal yang akan menerima barang dari beberapa penjual dengan kualitas yang baik dan juga harga yang cenderung lebih murah. 

    Pembeli ini nantinya akan menjual kembali barang tersebut kepada produsen dengan harga yang lebih mahal guna mendapatkan keuntungan.

    • Produk yang Dijual Berupa Bahan Mentah

    Umumnya, produk yang diperdagangkan di pasar monopsoni adalah barang-barang mentah, sehingga pembeli di dalam pasar monopsoni bukanlah merupakan konsumen akhir melainkan seorang pedagang atau produsen.

    • Pembeli Dapat Memengaruhi Harga Barang

    Dalam pasar monopsoni yang hanya memiliki pembeli tunggal, biasanya mereka mempunyai kemampuan untuk menentukan harga barang yang akan mereka beli, sehingga terkadang harga yang ditawarkan pembeli tidak sesuai dengan harapan penjual.

    Namun, untuk mengupayakan agar harga yang diterima penjual tidak terlalu rendah, pembeli akan mengikuti aturan dan ketentuan yang akan membuat pembeli mempertimbangkan harga yang diberikan, misalnya dengan memberikan harga yang sesuai dengan harga di pasaran.

    • Pendapatan Tidak Merata

    Pendapatan yang tidak merata disebabkan karena tidak adanya kemampuan penjual untuk menentukan harga barang yang akan mereka jual. Ketimpangan ini tentu membuat para penjual merugi dan sulit untuk berkembang. 

    • Sering terjadi Perselisihan antara Penjual dengan Pembeli

    Ketidakadilan yang dirasakan penjual untuk bisa menentukan harga barang yang akan mereka jual menjadi penyebab terjadinya perselisihan antara penjual dengan pembeli. 

    Ditambah lagi dengan tidak adanya pihak ketiga, seperti pemerintah, yang bisa membantu mengatur harga sebuah produk agar pembeli maupun penjual sama-sama bisa mendapatkan keuntungan.

    Baca juga: Kenali Pengertian, Ciri, Jenis, dan Contoh Pasar Oligopoli

    Pasar monopsoni merupakan jenis pasar yang hanya memberi keuntungan kepada pembelinya saja.

    Kelebihan dan Kekurangan Pasar Monopsoni

    Setelah mengetahui ciri-ciri pasar monopsoni, berikut ini kelebihan dan kekurangan pasar monopsoni yang perlu kamu ketahui, yaitu:

    Kelebihan Pasar Monopsoni

    • Kualitas Barang Terjamin

    Dengan kekuasaan yang dimiliki oleh pembeli membuat penjual harus bisa memenuhi permintaan pembeli baik dari segi harga maupun kualitas barang yang mereka jual.

    Jika produk yang dihasilkan penjual memiliki kualitas yang rendah, pembeli tidak akan mengambil produk tersebut. Sebab, pembeli hanya akan mengambil barang dengan kualitas yang baik saja, sehingga penjual harus bisa menjaga atau meningkatkan kualitas dari produknya.

    • Meningkatkan Kreativitas Penjual untuk Terus Berinovasi

    Dengan adanya tuntutan yang mesti dipenuhi, dapat memicu penjual untuk terus meningkatkan kreativitas dan berinovasi agar bisnis yang mereka jalankan bisa terus bersaing.

    Salah satu strategi yang bisa mereka lakukan adalah dengan mencari bahan baku pengganti dengan harga yang lebih mudah namun kualitasnya sama, atau menggunakan alat bantu produksi yang lebih efektif untuk menghasilkan produk berkualitas dengan jumlah yang lebih banyak.

    • Kemudahan dalam Menentukan Harga

    Kekuasaan yang dimiliki pembeli untuk bisa menentukan harga menjadi salah satu pembeli bisa selalu mendapatkan barang dengan harga murah tanpa terpengaruh dengan adanya inflasi atau deflasi negara.

    • Jalur Distribusi Lancar

    Umumnya, proses pembelian barang yang terjadi di pasar monopsoni dilakukan secara borongan atau grosir, sehingga penjual bisa terus memproduksi barang dan menjualnya secara langsung kepada pembeli.

    Dengan begitu, proses distribusi barang bisa dilakukan secara terus-menerus tanpa ada kendala dalam proses distribusinya.

    • Penjual Tidak Perlu Melakukan Promosi untuk Mendapatkan Pembeli

    Kelebihan pasar monopsoni yang terakhir adalah penjual tidak perlu melakukan promosi untuk menawarkan barang dagangan mereka, sebab pembeli di pasar monopsoni akan selalu menanyakan ketersediaan barang yang penjual miliki. 

    Baca juga: Mengenal Monopoli: Pasar, Perdagangan, dan Dampaknya

    Kekurangan Pasar Monopsoni

    • Perilaku Pembeli Tidak Adil

    Adanya pembeli tunggal yang menguasai perdagangan membuat penjual tidak bisa menjual barang-barang produksi mereka kepada pihak lain. Namun, terkadang pembeli meminta harga yang tidak sesuai dengan keinginan penjual.

    • Pihak Pembeli Tidak Memedulikan Penjual

    Para penjual yang tidak memiliki kemampuan untuk menentukan harga jual barang mereka akan merasa terus dirugikan. Terlebih lagi saat pembeli tidak menghiraukan keluhan yang penjual rasakan, seperti harga jual produk, proses produksi, hingga waktu yang diberikan untuk melakukan proses produksi tersebut.

    • Permasalahan Ekonomi Hanya Ditanggung Penjual

    Dalam situasi ini, penjual dituntut untuk bisa mengatasi berbagai kondisi ekonomi yang terjadi, misalnya deflasi, inflasi, kesulitan bahan baku, hingga permasalahan terkait proses produksi lainnya.

    Sedangkan, pembeli yang memiliki kemampuan untuk menentukan harga beli barang hanya akan memilih keputusan yang bisa menguntungkan mereka saja, tanpa menghiraukan kesulitan-kesulitan yang dialami oleh penjual.

    Contoh Pasar Monopsoni

    Adapun contoh pasar monopsoni yang sering ditemukan adalah sebagai berikut:

    • Seorang pengusaha ternak susu sapi hanya bisa menjual hasil susu sapi mereka kepada seorang pembeli saja karena di daerah mereka hanya terdapat satu orang atau kelompok pembeli yang mau membeli barang produksi mereka.
    • Seorang produsen yang mengelola penjualan produk dengan bahan baku kopi membeli biji kopi yang mereka butuhkan dari beberapa macam perkebunan kopi yang ada di sekitarnya.

    Baca juga: Strategi Bisnis bagi UMKM yang Ingin Merambah Pasar Ekspor

    Kesimpulan

    Itu tadi penjelasan mengenai pasar monopsoni yang perlu kamu ketahui. Dalam penjelasan di atas disebutkan bahwa jenis pasar yang satu ini merupakan bentuk pasar tidak sempurna yang memberikan kerugian bagi para penjualnya. 

    Ketidaksempurnaan ini disebabkan oleh adanya ketimpangan yang terjadi karena penjual tidak mampu menentukan harga jual dari produk yang mereka pasarkan, sehingga mereka harus menanggung kerugian produksi mereka sendiri.

    Sedangkan si pembeli tidak akan merasakan kerugian yang dialami oleh penjual, sebab mereka bisa menentukan harga beli sesuai dengan keinginan dan kebutuhan mereka. 

    Meskipun begitu, pemerintah telah berupaya untuk menanggulangi permasalahan yang terjadi terkait dengan pasar monopsoni ini dengan menerbitkan Undang-Undang yang mengatur tentang kegiatan jual beli pasar yang diharapkan dapat memberi keuntungan bagi kedua belah pihak.

    Selain itu, dengan melakukan kegiatan jual beli di pasar sempurna, kamu bisa menghindari kerugian-kerugian yang mungkin dialami oleh para pelaku di pasar monopsoni ini.

    Nah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, ada baiknya agar kamu bisa melakukan seluruh proses pencatatan keuangan yang lebih tepat dan teratur, guna mengetahui perputaran dana perusahaan secara lebih detail dan mengurangi terjadinya transaksi yang tidak dibutuhkan perusahaan.

    Salah satu media yang bisa kamu gunakan untuk melakukan pencatatan seluruh transaksi keuangan secara lebih detail adalah dengan menggunakan aplikasi POS seperti majoo.

    Semua fitur yang disediakan majoo akan memudahkan kamu mengelola keuangan perusahaan hingga membuat laporan secara lebih rinci dan mudah. Kelola bisnis jadi lebih maju bersama majoo! Yuk, coba majoo sekarang!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!