Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Penilaian Kinerja Karyawan: Pengertian, Indikator, & Contoh

    Penilaian Kinerja Karyawan: Pengertian, Indikator, & Contoh

    Penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan setiap bulan, setiap kuartal, atau setiap tahun

    Setiap perusahaan tentu memiliki metode penilaian kinerja karyawan yang berbeda. Penilaian kinerja karyawan dapat dilakukan dengan melihat hasil kerja karyawan selama kurun waktu tertentu, mulai dari setiap bulan, setiap kuartal, atau bahkan setiap tahun. Dalam penilaian tersebut, terdapat berbagai indikator yang digunakan untuk menilai kinerja karyawan.

    Indikator kinerja karyawan tentu disesuaikan dengan target capaian yang diharapkan. Penilaian kinerja karyawan dilakukan untuk melihat kualitas karyawan selama bekerja di perusahaan yang bersangkutan. Nah, bagaimana dengan contoh penilaian kinerja karyawan yang baik dan dapat dijadikan acuan? Apa saja yang perlu menjadi indikator dalam penilaian kinerja karyawan?

    Langsung saja, simak informasi mengenai penilaian kinerja karyawan selengkapnya melalui artikel ini.

    Penilaian Kinerja Adalah

    Dikutip dari Inc, penilaian kinerja karyawan dapat disebut juga sebagai performance appraisal. Dalam hal ini, penilaian kinerja adalah proses yang dilakukan perusahaan untuk mengevaluasi dan memberikan feedback mengenai kinerja karyawan. Proses penilaian ini juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji atau promosi.

    Secara garis besar, penilaian kinerja karyawan atau performance appraisal adalah serangkaian proses yang dilakukan untuk mengevaluasi tingkat kecakapan karyawan dalam melakukan pekerjaannya berdasarkan indikator yang ditentukan. Selanjutnya, hasil penilaian kinerja karyawan tersebut akan diberitahukan pada karyawan yang bersangkutan. Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, proses penilaian ini dilakukan dengan menilai dan mengukur kecakapan karyawan dalam melakukan tugas dan bertanggung jawab pada setiap pekerjaannya.

    Menurut Snell dan Bohlander, pihak yang dapat melakukan penilaian kinerja karyawan adalah manajer atau supervisor, karyawan itu sendiri, rekan kerja, serta bawahan dari karyawan yang bersangkutan. Sementara itu, menurut Valamis, penilaian kinerja karyawan memiliki beberapa tujuan sebagai berikut:

    • Agar karyawan mendapatkan pengakuan dan penghargaan pencapaian dan/atau kontribusi yang dilakukan.
    • Agar karyawan mendapatkan kesempatan untuk menerima promosi dan/atau bonus.
    • Agar karyawan dapat menentukan area spesifik dari keterampilan yang ingin ditingkatkan.
    • Agar karyawan dapat mengidentifikasi kebutuhan pendidikan tambahan atau pelatihan yang dapat menunjang perkembangan kariernya.
    • Agar karyawan merasa termotivasi dan merasa dilibatkan dalam perkembangan kariernya.
    • Sebagai wadah diskusi antara karyawan dengan perusahaan mengenai target jangka panjang.

    Menurut sumber lainnya, tujuan penilaian kinerja karyawan dibagi menjadi dua jenis, yakni tujuan penilaian kinerja secara umum dan tujuan penilaian kinerja secara khusus dengan penjelasan sebagai berikut:

    1. Penilaian kinerja umum

    Penilaian kinerja secara umum dilakukan untuk memperbaiki tata cara karyawan bekerja dengan memberikan bantuan yang dibutuhkan agar karyawan mampu memanfaatkan setiap potensi miliknya dengan lebih maksimal. Hal ini juga bertujuan agar perusahaan dapat membagi beban pekerjaan dengan baik untuk para karyawannya. Dengan demikian, perusahaan akan memiliki inventarisasi sumber daya manusia yang tercatat dengan rapi.

    2. Penilaian kinerja khusus

    Penilaian kinerja secara khusus dilakukan untuk memberikan penghargaan pada karyawan, memberikan penilaian yang akan menjadi bahan pertimbangan promosi jabatan, menegakkan kedisiplinan, dan  untuk kepentingan bersama, dan menghentikan praktik kerja yang keliru. Informasi yang diperoleh dari penilaian kinerja khusus tersebut dapat digunakan sebagai kriteria dalam tes dengan tingkat validitas yang tinggi. Selain itu, informasi tersebut dapat digunakan sebagai feedback untuk karyawan dalam meningkatkan efisiensi kinerjanya. Di sisi lain, informasi tersebut juga dapat digunakan oleh perusahaan atau manajer untuk mengidentifikasi pembagian beban kerja secara tepat.

    Selain tujuan, penilaian kinerja karyawan juga memiliki manfaat tersendiri bagi perusahaan, pihak yang memberikan penilaian, serta karyawan itu sendiri. Bagi karyawan yang bersangkutan, penilaian kinerja karyawan memiliki manfaat sebagai berikut:

    • Mengetahui kelemahan dan memperbaiki kelemahan tersebut.
    • Mengetahui kelebihan dan mengembangkan kelebihan tersebut.
    • Mengetahui standar yang ditetapkan oleh perusahaan.
    • Mengetahui harapan perusahaan setelah melihat kelebihan yang dimiliki karyawan tersebut.
    • Memotivasi karyawan untuk melakukan pekerjaan dengan lebih baik.
    • Menjalin komunikasi yang baik melalui diskusi dengan atasan, rekan kerja, dan bawahan.

    Baca juga: Kumpulan Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya

    Indikator Kinerja Karyawan

    Penilaian kinerja karyawan berperan penting dalam merencanakan pengembangan karir lebih lanjut bagi karyawan yang bersangkutan. Di sisi lain, kinerja karyawan memiliki pengaruh besar terhadap upaya perusahaan untuk mencapai tujuan. Oleh sebab itu, perusahaan tentu akan mempekerjakan karyawan dengan kinerja yang baik.

    Dalam proses penilaian, terdapat beberapa indikator kinerja karyawan yang menjadi tolok ukur, yaitu sebagai berikut:

    1. Tepat waktu

      Indikator pertama dalam penilaian kinerja adalah tepat waktu. Indikator ini banyak digunakan oleh perusahaan dengan tenggat waktu atau deadline pekerjaan yang tidak bisa dilanggar. Ketepatan waktu dan kecepatan menjadi kunci dan gambaran efisiensi karyawan dalam bekerja. Semakin singkat waktu yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan, semakin efisien karyawan dalam menyelesaikan pekerjaannya.

    2. Bertanggung jawab

      Bertanggung jawab menjadi indikator kinerja karyawan selanjutnya yang tidak kalah penting. Indikator ini menjadi tolok ukur untuk penilaian sikap bertanggung jawab atas peran yang dimiliki karyawan. Indikator kinerja karyawan ini sering digunakan untuk karyawan yang baru bergabung dengan perusahaan.

    3. Kuantitas dari hasil pekerjaan

      Penilaian kinerja karyawan juga dilakukan berdasarkan tercapainya target dalam kurun waktu tertentu, seperti harian, mingguan, ataupun bulanan. Selanjutnya, target tersebut akan dikonversi dalam ukuran kuantitas, seperti target penjualan. Kuantitas menjadi indikator kinerja karyawan yang umum digunakan karena dianggap lebih mudah untuk dikonversi menjadi angka.

    4. Kualitas Pekerjaan

      Kualitas pekerjaan adalah indikator kinerja karyawan yang tidak kalah penting dari kuantitas. Indikator ini dapat menentukan kecakapan, keterampilan, dan tingkat kompetensi karyawan. Hasil pekerjaan yang berkualitas tentu akan memenuhi standar sudah ditetapkan perusahaan.

    5. Kehadiran

      Tingkat kehadiran menjadi cerminan kedisiplinan dan juga komitmen karyawan dalam bekerja. Selain itu, tingkat kehadiran karyawan juga menunjukkan kepatuhan karyawan dalam menjalankan peraturan perusahaan tentang waktu kerja. Akan tetapi, tingkat kehadiran karyawan juga wajib diukur berdasarkan ketepatan waktu masuk dan penyelesaian pekerjaan. Keterlambatan yang dilakukan secara berulang akan mengurangi jam kerja yang berpengaruh pada tingkat produktivitas karyawan.

    6. Karakter

      Indikator kinerja karyawan selanjutnya yang tidak bisa diabaikan adalah karakter. Bagi sebagian besar perusahaan, karakter karyawan yang sesuai dengan budaya perusahaan menjadi syarat utama dalam bekerja.

    7. Perilaku

      Tidak jauh berbeda dengan karakter, perilaku juga menjadi salah satu indikator kinerja karyawan. Bagi karyawan yang masih berstatus kontrak atau sedang dalam masa percobaan, perilaku tentu menjadi bahan pertimbangan yang sangat penting bagi perusahaan. Karyawan yang mampu memenuhi target yang ditetapkan bisa saja tidak bertahan karena memiliki perilaku buruk, seperti tidak disiplin, menolak perintah dari atasan, terlibat konflik dengan rekan kerja, dan lain sebagainya.

    8. Inisiatif

      Sebagian besar perusahaan memiliki pandangan positif pada karyawan yang memiliki inisiatif dalam bekerja. Karyawan yang memiliki inisiatif biasanya adalah seorang pekerja mandiri yang mampu melakukan tanggung jawabnya tanpa memerlukan supervisi dari atasan.

    9. Bekerja sama dalam tim

      Bekerja sama dalam tim menjadi indikator kinerja karyawan yang juga menjadi bahan pertimbangan. Dimulai dari cara karyawan menjalin komunikasi dengan atasan, rekan kerja, dan bawahan, menerima perintah dan melakukannya, serta berkolaborasi dengan anggota tim lainnya. Walau mampu menyelesaikan pekerjaan dengan baik, nyatanya tidak sedikit karyawan yang tidak mampu memposisikan diri saat diminta bekerja sama dalam sebuah tim.

    10. Kepemimpinan

      Kepemimpinan adalah sebuah keterampilan sosial yang menjadi salah satu indikator kinerja karyawan, terutama jika karyawan tersebut memiliki bawahan. Dengan kemampuan kepemimpinan yang kuat, seorang karyawan akan memberikan pengaruh positif untuk anggota timnya.

    Baca juga: 7 Aplikasi Absensi Karyawan Online Beserta Manfaatnya

    Indikator kinerja karyawan dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan perusahaan

    Contoh Penilaian Kinerja Karyawan

    Beberapa ahli mengemukakan metode penilaian kinerja karyawan yang berbeda. Contoh penilaian kinerja karyawan menurut Werther dan Davis adalah menggunakan metode sebagai berikut:

    1. Penilaian yang berorientasi

    Metode penilaian ini memiliki kecenderungan untuk melihat kembali pilihan yang sudah diambil oleh karyawan dan tidak dapat diubah lagi. Tujuannya, agar dapat diperoleh feedback terhadap berbagai upaya yang telah dilakukan.

    2. Rating scale

    Contoh penilaian kinerja karyawan selanjutnya menggunakan metode skala rendah hingga tinggi. Evaluasi penilaian dilakukan berdasarkan pendapat dari pemberi nilai. Walau terkesan sangat subjektif, metode ini mudah dilakukan, dapat diterapkan pada banyak karyawan, dan tidak membutuhkan banyak biaya.

    3. Critical incident method

    Metode  penilaian ini dilakukan dengan mengukur perilaku ekstrem yang baik maupun buruk yang dilakukan karyawan saat menghadapi waktu kritis. Metode penilaian ini digunakan untuk melengkapi metode teknik ranking.

    4. Field review method

    Contoh penilaian kinerja karyawan yang juga sering digunakan adalah field review method. Dalam metode ini, bagian kepegawaian akan turun langsung ke tempat kerja untuk menilai dan memberikan feedback.

    Baca juga: Menerapkan Format dan Contoh Slip Gaji Karyawan Secara Tepat

    Penutup

    Setiap perusahaan tentu memiliki metode penilaian kinerja karyawan yang berbeda. Penilaian yang dilakukan setiap bulan, setiap kuartal, atau setiap tahun ini menggunakan indikator kinerja karyawan yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan. Selanjutnya, hasil dari penilaian ini akan digunakan sebagai bahan pertimbangan bagi perusahaan untuk memberikan kenaikan gaji atau promosi.

    Selain penilaian kinerja karyawan, perluas pengetahuanmu dengan informasi lain yang akan membantu mengembangkan bisnis yang kamu miliki. Mulai dari laporan keuangan, bisnis, hingga ekonomi, temukan berbagai informasi yang kamu butuhkan di sini. Jangan lupa pilih majoo untuk menemani perjalanan bisnismu, ya. Manfaatkan berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan. Saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?