Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Personal Selling: Arti, Pengertian dan Contohnya

    Personal selling bisa diartikan sebagai pertemuan tatap muka antara penjual dan calon pembeli

    Dalam berbisnis, hal yang sering dianggap sebagai kendala besar untuk meraih keuntungan adalah tentang pemasaran dan penjualan. Strategi yang baik diperlukan dalam pemasaran supaya jumlah penjualan meningkat. Berbagai cara pun dilakukan oleh pebisnis, salah satunya dengan metode personal selling. 

     

    Apa pengertian personal selling? Lalu seperti apa contoh personal selling yang bisa kamu terapkan untuk bisnismu? Mari kita bahas satu per satu! 

     

    Pengertian Personal Selling

    Secara harfiah, personal selling terdiri dari dua kata dalam bahasa inggris yaitu personal dan selling. Personal berarti perorangan atau bersifat pribadi, dan selling memiliki arti menjual atau kegiatan penjualan dengan memanfaatkan teknik pemasaran tertentu.

     

    Secara garis besar, personal selling adalah bertemunya penjual dan calon pembeli dengan bertatap muka untuk menginformasikan dan memberikan pemahaman dari sebuah produk atau brand yang ditawarkan supaya calon pembeli bersedia mencoba dan membelinya.

     

    Personal selling bisa juga diartikan sebagai suatu kegiatan yang dilakukan oleh setiap pelaku bisnis untuk mempertahankan dan  mengembangkan bisnisnya dengan mendapatkan keuntungan dari konsumen.

    Pengertian Personal Selling Menurut Para Ahli

    Beberapa orang yang ahli di bidang ini ternyata memiliki pemahaman masing-masing akan pengertian personal selling. Berikut penjelasan mereka. 

     

    • Pride dan Ferrel

    Pride dan Ferrel mengemukakan bahwa personal selling adalah suatu bentuk komunikasi yang dijalin secara pribadi untuk memberikan informasi kepada pelanggan dan membujuknya untuk membeli produk yang ditawarkan.

     

    • William G. Nickel

    William G. Nickel dalam bukunya 'Swastha' menjelaskan bahwa personal selling adalah bentuk interaksi yang dilakukan secara langsung dan individu agar mampu menciptakan, memperbaiki, dan juga menguasai serta mempertahankan penjualan yang saling menguntungkan antar keduanya.

     

    • Henry Simamora

    Henry Simamora berpendapat bahwa personal selling adalah penyampaian secara lisan atau percakapan antara satu atau lebih calon konsumen dengan penjual agar konsumen mau melakukan penjualan.

     

    • Abdurrahman

    Abdurrahman mendefinisikan, personal selling adalah bentuk presentasi yang dilakukan secara pribadi oleh salesman perusahaan agar melakukan penjualan dan menciptakan hubungan yang baik dengan konsumen.

     

    • Eric N. Berkowitz 

    Menurut Eric N. Berkowitz, personal selling adalah komunikasi dua arah antara pembeli dan penjual yang bertujuan untuk memengaruhi keputusan pembelian seseorang atau sekelompok orang.

     

    • Tjiptono

    Tjiptono berpendapat bahwa personal selling adalah bentuk komunikasi yang dilakukan secara langsung atau secara tatap muka antara penjual dengan calon konsumennya yang bertujuan mengenalkan produk dan membentuk pemahaman konsumen atas suatu produk, sehingga mereka mau membelinya.

     

    • Basu Swasta DH dan Irawan

    Basu Swasta DH dan Irawan memiliki pendapat bahwa personal selling adalah upaya penyampaian secara lisan dalam suatu pembicaran dengan calon pembeli untuk menciptakan adanya penjualan produk.

     

    • McDaniel

    McDaniel berpendapat bahwa personal selling adalah bentuk komunikasi langsung yang terjadi antara pihak  penjual dengan satu konsumen atau lebih dari satu konsumen untuk memengaruhi mereka membeli produk.

     

    Berdasarkan berbagai pengertian personal selling tersebut, bisa kamu simpulkan bahwa personal selling adalah kegiatan promosi penjualan yang dilakukan dalam dua arah dan dinilai efektif untuk menjual produk. 

    Definisi lain dari personal selling adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh salesman dengan konsumen yang melibatkan emosi serta pikirannya secara langsung.

     

    Jenis-jenis Personal Selling

     

    1. Trade Selling

    Trade ialah penjualan yang akan terjadi saat produsen dan pedagang besar memperbolehkan pengecer, dalam usaha untuk menambah jumlah distributor produk-produk mereka.

     

    2. Missionary Selling

    Missionary adalah proses penjualan yang berusaha ditingkatkan dengan mendorong konsumen-konsumen untuk membeli barang dari para distributor perusahaan.

     

    3. Technical Selling

    Yang dimaksud dengan Technical yaitu meningkatkan angka penjualan dengan cara memberikan saran dan nasihat kepada konsumen atau pembeli dari barang dan jasanya.

     

    4. New Business Selling

    Adalah berusaha menciptakan transaksi baru dengan mengubah calon konsumen menjadi konsumen. Jenis penjualan ini umumnya paling sering digunakan oleh perusahaan asuransi.

     

    5. Responsive Selling

    Responsive maksudnya adalah penjualan yang diharapkan bisa memberikan reaksi terhadap permintaan pembeli. Dua jenis penjualan disini yaitu Route Driving dan Retail.

     

    Selain lima jenis personal selling di atas yang bisa kamu temukan dalam buku 'Swastha', di sisi lain, Djasmin Saladin dan Yevis Merti Oesman memberikan penjelasan bahwa ada tiga bentuk personal selling.

     

    • Retail selling 

    Retail selling adalah kegiatan personal selling yang dilakukan oleh tenaga penjualan dengan cara melayani konsumen yang mampir ke toko atau perusahaannya. 

     

    • Field selling 

    Field selling adalah bentuk personal selling yang dilakukan oleh perusahaan dengan cara mendatangi lokasi konsumen. Field Selling sering dilakukan dengan cara tenaga penjualan melakukan penjualan mendatangi satu rumah ke rumah lainnya atau bisa juga dari perusahaan ke perusahaan lainnya.

     

    • Executive Selling 

    Executive selling adalah bentuk personal selling yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan, dengan kata lain, pemimpin perusahaan atau pemilik sebuah bisnis juga bertindak sebagai salesman. Executive Selling bisa dalam bentuk hubungan yang dilakukan oleh pemimpin perusahaan dengan pemimpin perusahaan lainnya atau pemerintah dengan tujuan melakukan penjualan.

     

    Dalam situasi dan kondisi tertentu, ketiga bentuk personal selling tersebut bisa ditemukan secara bersamaan atau bisa juga hanya digunakan salah satunya saja. 

     

    Di sini pihak perusahaan sebaiknya mampu menentukan bentuk personal selling mana yang dinilai paling tepat dan efektif untuk digunakan. Umumnya keputusan ini diambil berdasarkan faktor produk atau jasa yang ditawarkan, kemampuan pasar, dan juga kondisi sosial pasar.

     

    Dengan memberikan pemahaman produk secara langsung, diharapkan konsumen mau untuk membeli. 

    Tujuan Personal Selling

    Sebenarnya apa tujuan personal selling? Tujuan utamanya adalah agar terjadinya transaksi pembelian. Tapi selain itu, bertujuan juga untuk memengaruhi secara langsung para calon konsumen dengan produk yang ditawarkan. 

     

    Personal selling diharapkan bisa menjadi metode pendekatan yang  lebih mudah menjangkau calon konsumen dan memberikan penjelasan pada mereka mengenai kelebihan dari produk yang ditawarkan. Dengan adanya personal selling konsumen bisa mengerti mengenai informasi lebih detail mengenai produk yang mungkin belum diketahui oleh masyarakat luas.

     

    Shimp memberikan penjelasan bahwa tujuan utama personal selling adalah memberikan informasi pada pelanggan, menyediakan produk yang berguna, membantu kegiatan pemasaran, dan memberikan layanan serta dukungan yang baik kepada konsumen.

     

    Sedangkan menurut Boyd Walker tujuan dari personal selling adalah untuk meningkatkan penerimaan produk baru oleh konsumen, memperoleh pelanggan baru, mempertahankan loyalitas pelanggan, menyempurnakan fasilitas penjualan, dan juga mendapatkan informasi di pasar.

     

    Contoh Personal Selling

    Beberapa kegiatan dari personal selling ini mungkin sebagian besar selama ini sudah pernah kamu temukan. Misalnya, saat ada seorang penjual atau salesman yang mendatangi rumah dan menawarkan produknya. Bisa juga saat ada Sales Promotion Girl (SPG) di sebuah pameran yang mendekat dan memberitahukan produk yang dia jual.

     

    Untuk lebih jelasnya, berikut ada beberapa contoh personal selling dari berbagai produk yang sudah kamu kenal. 

     

    • Contoh personal selling yang pertama ada dalam pemasaran produk Tupperware. Seperti yang kamu tahu, Tupperware adalah produk yang digemari oleh banyak sekali para perempuan dan ibu rumah tangga dalam beberapa tahun terakhir. 

     

    Dalam memasarkan produknya, Tupperware menggunakan jaringan di masyarakat umum dengan sistem personal selling. Produk Tupperware yang dominan dan sedikitnya jumlah kompetitor, menjadikan penjual Tupperware lebih mudah memengaruhi calon pembelinya untuk menggunakan produk yang ditawarkan. 

     

    Personal selling dalam sistem pemasaran Tupperware dikenal sebagai penjualan yang paling efektif dan bisa langsung menghasilkan transaksi yang berujung pada keuntungan besar.

     

    • Contoh Personal Selling berikutnya ada pada produk Wardah. Sama dengan Tupperware, salah satu strategi penjualan produknya dilakukan secara personal atau tatap muka dengan calon konsumen. 

     

    Selain mengoptimalkan kinerja para Sales Promotion Girl, agar mudah masuk ke dalam lingkungan masyarakat, Wardah melakukan berbagai macam cara, salah satunya adalah mengadakan seminar yang bekerja sama dengan universitas-universitas di indonesia. Di acara itu pihak Wardah mendapat tempat dan waktu khusus untuk menjelaskan langsung bagaimana produk Wardah bisa menjadi seperti sekarang ini serta menjelaskan apa manfaat dari produk Wardah tersebut.

     

    Kamu pasti sudah paham bahwa Wardah adalah satu merk kosmetik yang sedang digemari di pasaran. Di awal kemunculannya, Wardah mengkhususkan diri bagi kaum wanita muslim berhijab, tapi saat ini Wardah memperluas model pemasarannya. 

     

    Personal Selling adalah cara yang diambil oleh manajemen Wardah sebagai strategi pemasaran baru, karena target pemasarannya saat ini tidak hanya untuk wanita muslim berjilbab saja. Wanita yang tidak berjilbab dan non muslim pun diharapkan bisa menjadi konsumen tetap merk kosmetik halal ini.

     

    Contoh personal selling lainnya adalah produk obat dari Multi Level Marketing (MLM) yang sering ditawarkan oleh beberapa produk ternama. MLM memasarkan produknya menggunakan metode personal selling. 

     

    Dengan metode pemasaran personal selling maka penjual lebih mudah menjelaskan tentang kelebihan produknya pada calon konsumen. Hal ini bertujuan untuk memengaruhi mereka agar membeli produk dan brand yang ditawarkan. 

     

    Tenaga pemasaran dan penjualan produk MLM ini biasanya sudah dibekali dengan berbagai macam media interaksi yang lebih inovatif dan bisa dicerna dengan mudah. Pasar yang mereka datangi pun biasanya adalah komunitas, ajang arisan PKK atau perkumpulan organisasi yang memang memungkinkan untuk berinteraksi langsung dengan banyak orang.

     

    • Oriflame merupakan contoh personal selling berikutnya. Oriflame selama ini dikenal menawarkan produk kosmetik dan perawatan kulit berkualitas tinggi melalui jaringan personal selling.

     

    Metode pemasaran personal selling yang digunakan oleh Oriflame membantu para tenaga pemasaran dan penjualan lebih mudah menjelaskan tentang keunggulan-keunggulan secara langsung melalui agen mereka yang biasa disebut sebagai beauty consultant.  

     

    Para beauty consultant ini biasanya sudah dibekali dengan ilmu pengetahuan produk Oriflame melalui pelatihan dan seminar-seminar keanggotaan yang rutin mereka adakan. Beauty consultant  direkrut dari para wanita dan ibu rumah tangga yang ingin menambah keterampilan dan penghasilan. 

     

    Dengan begitu, pendekatan langsung ke calon konsumen menjadi lebih praktis. Calon konsumen tidak merasa digurui karena informasi produk yang mereka dapatkan berasal dari para beauty consultant yang mungkin seusia dan seprofesi dengan mereka.

     

    • Contoh personal selling yang terakhir bisa kamu lihat dari penjualan alat kebutuhan sehari-hari yang dilakukan secara door-to-door alias dari satu rumah ke rumah lainnya. Sebut saja produk alat cukur seperti Gillette, produk Abate sebagai pembasmi nyamuk, atau minuman dalam kemasan. 

     

    Metode personal selling yang biasanya mereka gunakan adalah mendatangi satu per satu tempat atau rumah dan menawarkan langsung produknya. Produk ini dijual dengan harga khusus atau bundling dengan harga diskon yang masih di bawah harga pasaran agar lebih mudah menarik minat konsumen. 

     

    Misalnya, bila satu produk alat cukur yang kamu beli di supermarket dengan harga sepuluh ribu rupiah, maka dengan metode personal selling yang mereka terapkan ini kamu bisa mendapatkan dua alat cukur hanya dengan harga lima belas ribu rupiah.

     

    Penutup

    Dari pembahasan lengkap mengenai pengertian personal selling dan beberapa contohnya di atas, bisa disimpulkan bahwa personal selling adalah kegiatan promosi penjualan yang dilakukan secara dua arah dan dinilai efektif untuk meningkatkan penjualan produk. 

     

    Selain itu, bisa diartikan pula bahwa personal selling adalah bentuk komunikasi yang dilakukan oleh salesman dengan konsumen yang melibatkan emosi serta pikirannya secara langsung.

     

    Tujuan metode personal selling ini untuk bisa meningkatkan angka penjualan yang lalu berdampak pada keuntungan perusahaan atau sebuah bidang usaha bisnis.

     

    Namun tidak semua penjualan produk bisa menerapkan metode personal selling ini, untuk itu, kamu sebagai pemilik bisnis atau perusahaan sebaiknya jeli dalam memilih dan menentukan strategi pemasaran dan penjualan yang sesuai dengan bisnismu. 

     

    Untuk membantu menghitung angka penjualan dan keuntungan yang didapat dalam bisnis atau perusahaanmu, kamu bisa coba untuk menggunakan aplikasi majoo mulai dari sekarang. 

     

    Karena bukan hanya lebih efisien dan praktis, tapi tragedi salah hitung pun bisa diminimalisir. Jadi jangan ragu untuk pakai majoo ya! 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.