Punya pertanyaan tentang majoo? Kami dapat membantu!
Icon majoo chat
majoo fab
Hai, majoopreneurs!

Punya pertanyaan terkait fitur dan paket berlangganan majoo? Yuk, segera terhubung dengan kami!

Klik Ingin Berlangganan
majoo fab
Ingin Berlangganan majoo fab
Klik Hubungi CS
majoo fab
Hubungi CS majoo fab

Table of Content

    Piutang: Pengertian, Ciri-ciri, dan Jenis-jenis Piutang


    Dalam bisnis, piutang adalah sejumlah uang yang kita pinjamkan pada pihak lain.


    Piutang, atau yang dalam sering disebut AR atau Account Receivable, bisa diartikan sebagai salah satu jenis transaksi akuntansi yang berkaitan dengan penagihan kepada konsumen yang telah berhutang.


    Secara umum, piutang adalah sejumlah pinjaman yang terjadi karena penjualan barang atau jasa secara kredit, atau sejumlah pinjaman seseorang kepada orang lain yang dapat ditagih dalam jangka waktu tertentu. Dalam arti luas, piutang merupakan tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang atau jasa yang dijual secara kredit.


    Piutang umumnya timbul akibat dari transaksi penjualan barang dan jasa perusahaan, di mana pembayaran oleh pihak yang bersangkutan baru akan dilakukan setelah tanggal transaksi jual beli. Dikarenakan piutang merupakan harta perusahaan atau bisnis  yang sangat penting, maka penting adanya untuk melakukan prosedur yang wajar dan cara-cara yang cukup aman dan nyaman dengan para debitur demi kesejahteraan perusahaan.

    Pengertian Piutang

    Piutang adalah tuntutan terhadap pihak lain yang berupa uang, barang atau jasa yang dijual secara kredit. Jika merujuk pada Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian piutang adalah uang yang dipinjamkan (yang dapat ditagih dari seseorang) atau tagihan uang perusahaan kepada para pelanggan yang diharapkan akan dilunasi dalam waktu paling lama satu tahun sejak tanggal keluarnya tagihan.


    Sementara pengertian piutang dalam ilmu akuntansi,  yaitu salah satu unsur dari aktiva lancar dalam neraca perusahaan, yang timbul akibat adanya penjualan barang, jasa atau pemberian kredit terhadap debitur, yang pada umumnya diberikan tempo 30 hingga 90 hari untuk pembayarannya. Intinya, dalam akuntansi, piutang digunakan untuk menjelaskan adanya tuntutan pada pihak luar perusahaan, yang diharapkan akan selesai dengan penerimaan sejumlah uang tunai.

    Pengertian Piutang Menurut para Ahli

    Soemarso 

    Piutang merupakan kebiasaan bagi perusahaan untuk memberikan kelonggaran-kelonggaran kepada para pelanggan pada waktu melakukan penjualan. Kelonggaran-kelonggaran yang diberikan biasanya dalam bentuk memperbolehkan para pelanggan tersebut membayar kemudian atas penjualan barang atau jasa yang dilakukan.


    Wibowo dan Abu Bakar Arif  

    Piutang adalah klaim terhadap sejumlah uang yang diharapkan akan diperoleh pada masa yang akan datang.

    Rusdi Akbar 

    Pengertian piutang meliputi semua hak atau klaim perusahaan pada organisasi lain untuk menerima sejumlah kas, barang, atau jasa di masa yang akan datang sebagai akibat kejadian pada masa yang lalu.

    Enny Pudjiastuti

    Piutang (receivables) merupakan proses penjualan barang hasil produksi secara kredit.

    Martono dan Harjito 

    Piutang dagang (account receivable) merupakan “tagihan perusahaan kepada pelanggan atau pembeli atau pihak lain yang membeli produk perusahaan”.

    Warren Reeve dan Fess 

    Piutang meliputi semua klaim dalam bentuk uang terhadap pihak lainnya, termasuk individu, perusahaan atau organisasi lainnya.

    Horne 

    Piutang meliputi jumlah uang yang dipinjam dari perusahaan oleh pelanggan yang telah membeli barang atau memakai jasa secara kredit.

    Mohammad Muslich

    Piutang terjadi karena penjualan barang dan jasa tersebut dilakukan secara kredit yang umumnya dilakukan untuk memperbesar penjualan.


    Perbedaan antara Piutang dengan Utang

    Perbedaan antara piutang dengan utang bisa dilihat dari definisinya secara sederhana. Dalam KBBI, arti hutang atau utang yaitu uang yang dipinjam dari orang atau pihak lain, atau kewajiban membayar kembali apa yang sudah diterima.


    Dalam bisnis, utang didefinisikan sebagai hak milik orang atau pihak lain yang masih ada di dalam bisnis kita. Hak tersebut dapat berupa barang atau uang, sedangkan piutang merupakan kebalikannya, yaitu hak milik kita atau perusahaan yang belum dibayarkan oleh orang lain atau pihak lain. Ketika menerima piutang, biasanya ada penerimaan tambahan yang disebut bunga piutang, sedangkan saat membayar hutang, biasanya ada tambahan beban yang disebut beban bunga. 


    Agar lebih mudah dipahami, berikut perbedaan mendasar antara piutang dan utang.

    1. Beda aktivitas

    Perbedaan hutang dan piutang yang paling mendasar ada pada aktivitasnya. Piutang adalah pihak pemberi hutang atau yang memberikan pinjaman, sedangkan hutang adalah aktivitas pinjaman.

    2. Sebutan pelaku

    Perbedaan berikutnya ada pada pelaku utang dan piutang. Pemilik piutang atau pihak yang memberikan utang disebut sebagai kreditur. Sementara pihak yang berhutang dipanggil debitur.

    3. Jenis Penggunaan

    Dalam dunia keuangan, piutang termasuk dalam aktiva lancar. Aktiva adalah seluruh aset kekayaan yang dimiliki oleh perusahaan dan dapat dicairkan dalam uang tunai.

    4. Perbedaan Nilai

    Nilai yang dimaksud dalam utang dan piutang adalah nilai positif dan negatif antara keduanya. Utang cenderung memiliki nilai negatif karena aktivitas uang pasif. Maksudnya adalah orang yang berhutang tidak produktif dan ada beban untuk mengembalikan. Utang bisa berubah menjadi nilai positif bila dimanfaatkan dalam modal usaha, maka uang menjadi aktif. Hal ini berbeda dengan piutang yang selalu bernilai positif. Ini dikarenakan piutang adalah dana yang dipinjamkan akibat dari kerja sama. Selain itu, piutang termasuk kekayaan perusahaan yang aktif menghasilkan nilai walau digunakan orang lain.

    5. Aturan yang Berlaku

    Piutang memiliki aturan lebih kuat dibandingkan utang. Hal ini disebabkan piutang lebih banyak digunakan di kalangan bisnis atau perusahaan besar.Pemberian piutang tergantung dari persyaratan masing-masing pihak. Syarat atau aturan utang biasanya  lebih ringan. Cukup dengan menyertakan data diri dan jaminan untuk memperoleh utang.

    6. Hak Milik

    Dalam dunia bisnis, piutang adalah hak milik dari suatu perusahaan yang belum dibayarkan oleh pihak lain. Sedangkan utang berarti hak milik pihak atau orang lain.

    7. Jenis Bunga

    Penerima piutang dan utang sama-sama memiliki bunga. Dalam piutang, jenis bunga disebut sebagai piutang bunga. Piutang Bunga adalah bunga dari dana yang dipinjamkan oleh perusahaan kepada pihak lain. Bunga dalam piutang akan menjadi hak perusahaan. Sementara dalam utang, peminjam akan dibebankan biaya tambahan sebagai balas jasa kepada pemberi hutang yang disebut beban bunga. 


    Adanya jatuh tempo adalah salah satu ciri-ciri piutang.


    Ciri-Ciri Piutang

    Ada nilai jatuh tempo

    Pembeli yang melakukan transaksi dengan cara kredit bukan hanya membayar sejumlah nilai barang yang telah dibeli, tetapi juga bunganya karena meminta waktu untuk membayar barang tersebut dengan tempo. Nilai jatuh tempo adalah penjumlahan dari nilai transaksi utama lalu ditambah dengan nilai bunga yang dibebankan untuk dibayarkan pada tanggal jatuh tempo.

    Ada tanggal jatuh tempo

    Tanggal jatuh tempo bisa diketahui dari lamanya atau umur piutang. Penjual biasanya menggunakan dua jenis pengukuran umur, yaitu bulan dan hari. Bila menggunakan hitungan bulan, maka tanggal jatuh temponya sama dengan tanggal pembeli melakukan transaksi kredit tersebut. Tapi, bila berpatokan pada harian, maka wajib dilakukan perhitungan untuk menentukan kapan tanggal jatuh temponya secara pasti.

    Ada bunga yang berlaku

    Terjadinya piutang dikarenakan pembeli memutuskan melakukan transaksi secara kredit. Hal inilah yang menimbulkan bunga. Bunga dibayar sebagai bentuk konsekuensi pembeli yang meminta waktu pembayaran tertentu dan sebagai keuntungan bagi penjual karena sudah bersabar dalam menunggu pelunasan kredit tersebut. Besaran bunga biasanya sesuai kebijakan dari penjual dalam menentukan tingkat bunga yang dipakai.

    Jenis-Jenis Piutang

    Jenis-jenis piutang diklasifikasikan menjadi piutang dagang dan piutang bukan dagang. Piutang dagang merupakan jenis piutang yang bukan menjadikannya sebagai penjamin, tetapi rekening terbuka. Umumnya memiliki tempo pembayaran yang relatif pendek yaitu 30 sampai 90 hari. Contoh piutang dagang adalah piutang usaha dan wesel tagih.

    Piutang Usaha

    Piutang usaha adalah suatu jumlah pembelian kredit dari pelanggan atau pembeli yang muncul sebagai akibat dari penjualan barang atau jasa. Piutang ini biasanya diperkirakan akan tertagih dalam waktu 30-60 hari. Secara umum, piutang usaha adalah  piutang terbesar yang dimiliki perusahaan.

    Wesel Tagih

    Wesel Tagih adalah surat formal yang diterbitkan sebagai bentuk pengukuran utang. Wesel tagih memiliki waktu tagih antara 60-90 hari bahkan lebih lama serta mewajibkan pihak yang berhutang untuk membayar bunga. Wesel tagih dan piutang usaha yang disebabkan karena transaksi penjualan biasa disebut dengan piutang dagang (trade account).


    Jenis-jenis piutang berikutnya adalah piutang bukan dagang. Yang termasuk dalam piutang bukan dagang adalah piutang lain-lain yang merupakan jenis piutang yang mencakup selain piutang dagang. Secara umum piutang ini bukan berasal dari kegiatan operasional perusahaan. Oleh karena itu, piutang jenis ini diklasifikasikan dan dilaporkan pada bagian yang secara terpisah di neraca.


    Contoh piutang bukan dagang antara lain :

    • Penjualan surat berharga atau kepemilikan selain barang dan jasa.

    • Pembayaran di awal pembelian.

    • Saham yang harus disetor.

    • Uang muka bagi para pemegang saham, direktur, pejabat, karyawan dan perusahaan afiliasi.

    • Setoran awal untuk menjamin kontrak atau pembayaran biaya.

    • Tuntutan atas kerugian atau kerusakan produk.

    • Setoran kepada kreditur, perusahaan keperluan umum, dan serta lembaga lainnya.


    Itulah beberapa hal yang perlu kamu ketahui mengenai piutang. Piutang usaha menunjukkan piutang yang timbul dari penjualan barang maupun jasa yang dihasilkan oleh perusahaan, yaitu tagihan-tagihan yang dilunasi dengan uang. Untuk piutang yang timbul dari penjualan secara angsuran, akan dipisahkan menjadi aktiva lancar dan tidak lancar tergantung pada jangka waktu dari angsuran tersebut. 


    Piutang dalam bisnis adalah hal penting yang harus dikelola dengan baik untuk mendapatkan manfaat bagi suatu bisnis atau usaha. Mengelola piutang bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan. Namun, kamu bisa memanfaatkan aplikasi pembukuan digital yang memberikan kemudahan melalui berbagai fiturnya untuk menerapkan pengelolaan piutang untuk usaha yang kamu jalankan.


    Kamu bisa mencatat dan menyimpan daftar piutang dan mengelolanya dengan baik serta bisa melacak umur piutang, notifikasi piutang jatuh tempo dalam memastikan piutang tertagih secara on-time.


    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.
    Notulen Rapat: Fungsi, Tujuan, dan Contohnya
    Notulen rapat adalah sebuah rekaman berupa catatan dari semua ide yang diusulkan dalam rapat serta hasil kesimpulan yang akan dibutuhkan oleh perusahaan.
    Debt to Equity Ratio (DER): Definisi dan Rumus Menghitungnya
    Debt to Equity Ratio adalah rasio utang terhadap ekuitas, yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan atas komposisi utang dan ekuitas perusahaannya.