Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Pengertian Resign, Alasan, dan Cara Tepat Mengajukannya

    Pengertian Resign, Alasan, dan Cara Tepat Mengajukannya

    Ungkapkan alasan yang jelas saat mengajukan resign.

    Dalam perjalanan karier seseorang, pasti pernah tebersit pikiran dan keinginan untuk mengundurkan diri dari pekerjaan yang saat ini sedang dijalani. Walau terlihat baik-baik saja, nyatanya ada lebih dari seribu alasan mengapa pada akhirnya seseorang memutuskan untuk resign. Keputusan tersebut tentu bukan hal yang mudah, membutuhkan waktu lebih dari sehari untuk meyakinkan diri sendiri hingga akhirnya siap untuk melangkah pergi.

    Di sisi lain, sebagai seorang pekerja, menyampaikan keputusan untuk resign pada atasan yang bertanggung jawab juga harus dilakukan secara tepat. Tidak bisa asal-asalan, apalagi sampai meninggalkan kesan buruk. Sebab, hal ini dapat mempengaruhi karier orang tersebut di tempat kerjanya yang baru.

    Dengan demikian, tidak heran jika resign menjadi keputusan yang sulit diambil oleh banyak orang. Terlebih jika orang tersebut sudah menekuni pekerjaan di perusahaan tempatnya bekerja selama bertahun-tahun. Tidak hanya mempengaruhi perjalanan karier, secara tidak langsung resign juga akan mempengaruhi kehidupan sehari-hari, khususnya dalam hal keuangan.

    Akan tetapi, jika merasa resign adalah jalan keluar satu-satunya, tentu tidak ada pilihan lain selain meyakinkan diri dan melakukannya. Jika sedang berada dalam kondisi seperti ini, akan lebih baik jika kamu mengetahui lebih dulu apa yang dimaksud dengan resign, alasan yang tepat untuk resign, juga cara mengajukan resign. Jangan sampai memutuskan resign tanpa pamit dan membuatmu dianggap tidak profesional dan tidak menghormati perusahaan tempatmu bekerja.

    Langsung saja, simak informasi tentang resign selengkapnya melalui artikel ini.

    Resign Adalah, Resign Artinya, Resign Kerja Adalah…

    Resign adalah tindakan pengunduran diri dari suatu pekerjaan secara sukarela. Jika perusahaan menyetujuinya, hubungan kerja antara perusahaan dan pekerja pun akan berakhir. Dengan demikian, sebagai pekerja kamu akan melepaskan semua tanggung jawab yang berkaitan dengan pekerjaan. Selain itu, kamu juga akan kehilangan sejumlah tunjangan yang diberikan oleh perusahaan, seperti asuransi kesehatan.

    Sementara itu, dalam bahasa Indonesia resign memiliki arti mengundurkan diri, menyerah, dan juga berhenti. Kata ini sering dipakai oleh seseorang yang sudah tidak nyaman lagi dengan pekerjaanya. Dalam dunia kerja, resign kerja adalah hal yang lumrah dilakukan, khususnya jika memiliki banyak alasan yang menjadi faktor pendukung untuk melakukannya.

    Faktor pendukung tersebut bisa berasal dari diri sendiri, maupun lingkungan sekitar yang tidak mendukung. Alasan umum yang menjadi faktor pendukung resign mulai dari jenuh, merasa tidak lagi kompeten, hingga gaji yang tidak lagi dianggap memenuhi kebutuhan hidup. Sementara itu, yang menjadi faktor lingkungan sekitar, seperti konflik internal dengan rekan kerja atau atasan, larangan menikah dengan rekan kerja, dsb.

    Walau terasa mendesak, sebaiknya pertimbangkan dengan matang segala konsekuensi sebelum memutuskan untuk resign. Pastikan kamu sudah yakin bahwa kamu bisa mendapatkan pekerjaan atau tempat kerja yang lebih baik.

    Baca juga: 5 Alasan Karyawan Merupakan Aset Perusahaan yang Nomor Satu

    Jangan lupa merapikan semua barang pribadi saat memutuskan untuk resign.

    Alasan yang Tepat untuk Resign

    Memutuskan untuk meninggalkan pekerjaan memang bukan hal yang mudah. Apalagi, jika kamu memiliki rekan kerja atau atasan yang suportif dan lingkungan kerja yang positif. Akan tetapi, jika kamu sudah yakin untuk melakukannya, jangan lupa siapkan alasan yang tepat untuk resign.

    Alasan resign sebaiknya bersifat profesional karena akan disampaikan kepada atasan dan rekan kerja. Berikut ini adalah beberapa alasan yang tepat untuk resign yang bisa menjadi bahan pertimbanganmu.

    1. Ingin mengembangkan diri
      Pekerjaan yang monoton dapat membuat seseorang merasa kurang berkembang, apalagi jika banyak skill di luar pekerjaan yang ingin dipelajari. Hal ini dapat menjadi salah satu alasan yang tepat untuk resign agar kamu bisa mendapat kesempatan untuk mempelajari skill baru sekaligus membuka peluang baru.
    2. Passion yang berubah
      Tidak bisa dipungkiri, passion memiliki pengaruh yang besar terhadap perjalanan karier seseorang. Jika passion-mu berubah dan ingin membangun karier baru, hal ini tentu menjadi alasan yang tepat untuk resign. Akan tetapi, penting untuk mempertimbangkan potensi karier baru yang akan dijalani selanjutnya.
    3. Mendapatkan pekerjaan lain
      Tidak sedikit pekerja yang melamar di perusahaan lain untuk mencari peluang kerja yang lebih baik. Dengan demikian, mendapatkan pekerjaan lain yang lebih cocok juga bisa menjadi salah satu alasan yang tepat untuk resign.
    4. Kondisi perusahaan yang tidak stabil
      Kondisi perusahaan yang tidak stabil, khususnya dalam hal keuangan dapat menyebabkan penunggakan gaji yang merugikan pekerja. Jika saat ini kamu mengalami kondisi tersebut, hal ini tentu menjadi alasan yang tepat untuk resign.
    5. Gaji tidak sesuai dengan kebutuhan
      Setiap orang memiliki kebutuhan yang berbeda dan terus berubah dari waktu ke waktu. Tidak heran jika di titik tertentu, kamu merasa bahwa gaji tidak sesuai dengan kebutuhan. Apalagi, jika kamu menerima gaji di bawah UMR yang jumlahnya tidak seberapa. Saatnya berterus terang kepada perusahaan untuk meminta kenaikan gaji melalui negosiasi. Jika tidak berhasil, hal ini dapat menjadi pertimbangan dan alasan yang tepat untuk resign.
    6. Ingin melanjutkan pendidikan
      Melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya, seperti S2 atau S3 bisa menjadi salah satu alasan yang tepat untuk resign. Apalagi, jika kuliah yang ingin dijalani tidak bisa dilakukan sambil bekerja. Dengan demikian, mengajukan resign untuk melanjutkan pendidikan tentu tidak bisa dipungkiri.
    7. Ingin menjalankan bisnis pribadi
      Memiliki ide bisnis out of the box dan modal bisnis yang lebih dari cukup? Tidak perlu menunggu lama, hal ini tentu menjadi alasan yang tepat untuk resign. Ubah kariermu sekarang, sebab perusahaan yang baik tentu tidak akan melarang pekerjanya untuk meraih mimpi mereka.
    8. Masalah kesehatan
      Hal terakhir yang bisa menjadi alasan yang tepat untuk resign adalah masalah kesehatan. Jika kamu merasa tidak bisa lagi bekerja dengan optimal karena penyakit yang diderita dan membutuhkan perawatan intensif jangka panjang, resign tentu menjadi tindakan yang tepat untuk dilakukan.

    Baca Juga: 18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru

    Cara Mengajukan Resign

    Setelah mendapatkan alasan yang tepat untuk resign, simak langkah-langkah berikut ini sebagai cara mengajukan resign.

    • Pilih waktu yang tepat untuk resign

    Hal pertama yang harus disiapkan sebelum resign adalah memilih waktu yang tepat untuk melakukannya. Biasanya, perusahaan menerapkan aturan one month notice kepada pekerja yang mengajukan resign. Tidak bisa mendadak, kamu harus memperhitungkan waktu one month notice tersebut.

    • Beri tahu alasan resign kepada atasan

    Setelah memilih waktu yang tepat, saatnya mempersiapkan diri untuk memberitahu alasan resign kepada atasan. Temui atasanmu dan ungkapkan dengan jelas alasan mengundurkan diri dari pekerjaan. Bersikap jujur saat mengungkapkan alasan resign dapat membuatmu terlihat profesional. Jika alasan yang diungkapkan masuk akal, atasan pasti akan memberikan persetujuan dan bahkan surat rekomendasi untuk bekerja di perusahaan selanjutnya.

    Baca juga: Proses Rekrutmen Karyawan Lebih Mudah dengan Aplikasi HR

    • Siapkan surat pengunduran diri

    Setelah memberitahu alasan resign kepada atasan, siapkan surat resign yang mencantumkan tanggal efektif pengunduran diri dan tanda tanganmu. Dalam surat tersebut, kemukakan kembali alasan pengunduran diri dari pekerjaan dan ucapkan terima kasih kepada atasan juga rekan kerja yang selama ini telah bekerja sama denganmu.

    • Selesaikan semua pekerjaanmu

    Setelah menyiapkan surat pengunduran diri dan mendapatkan izin, waktunya kembali fokus untuk menyelesaikan semua pekerjaan yang tertunda. Jika sudah ada pengganti yang ditugaskan untuk mengerjakan pekerjaanmu, beritahu secara detail agar tidak terjadi kesalahan.

    • Berpamitan dengan atasan dan rekan kerja

    Hal bukan hal formal yang wajib dilakukan, nyatanya tidak ada salahnya untuk berpamitan dengan atasan dan rekan kerja yang selama ini bekerja sama denganmu. Sebab, menjaga hubungan baik sangat penting untuk perjalanan kariermu selanjutnya. Selain mengucapkan kata perpisahan, jangan lupa ucapkan terima kasih dengan tulus.

    Baca juga: Sejauh Mana Kita Perlu Mengenal Karyawan Kita? 

    Siapa Saja yang Boleh Mengajukan Resign?

    Kalau kamu pikir, resign hanya bisa dilakukan oleh pekerja dengan status karyawan tetap, itu tidak sepenuhnya benar. Karena karyawan kontrak pun ternyata bisa mengajukan resign. 

    Umumnya, hubungan kerja antar pihak perusahaan dan karyawan yang didasarkan pada perjanjian kerja waktu tertentu (PKWT) akan berakhir otomatis dengan selesainya jangka waktu atau pekerjaan yang diperjanjikan. Di luar itu, hubungan kerja juga dapat berakhir apabila salah satu pihak, baik pengusaha maupun pekerja, memutus kontrak yang tengah berjalan.

    Karyawan PKWT atau yang biasa kamu kenal dengan istilah karyawan kontrak nyatanya juga dapat memutus kontrak melalui pengunduran diri (resign) sebelum habisnya jangka waktu atau selesainya pekerjaan. 

    Namun, bila ada karyawan kontrak yang resign, pihak perusahaan hanya memberikan uang kompensasi. 

    Rangkuman

    1. Bolehkah resign mendadak?

    Tidak dianjurkan untuk resign mendadak. Biasanya, perusahaan menerapkan aturan one month notice kepada pekerja yang mengajukan resign. Tidak bisa mendadak, kamu harus memperhitungkan waktu one month notice tersebut.

    2. Apakah karyawan kontrak bisa resign?

    Bisa. Karyawan kontrak dapat memutus kontrak melalui pengunduran diri (resign) sebelum habisnya jangka waktu atau selesainya pekerjaan.

    3. Berapa hari sebelum mengajukan resign?

    Umumnya perusahaan akan menerapkan waktu one month notice, alias kurang lebih satu bulan sebelumnya. 

    4. Berkas apa saja yang diperlukan untuk resign?

    Surat resign atau pengunduran diri yang mencantumkan tanggal efektif pengunduran diri dan tanda tangan.

    Penutup

    Keputusan untuk resign adalah keputusan besar yang perlu dipikirkan berulang kali hingga matang. Jangan sampai resign membuat citramu terlihat buruk dan justru menjadi batu sandungan dalam perjalanan kariermu. Demikian penjelasan tentang pengertian resign (resign adalah, resign kerja adalah, resign artinya), alasan yang tepat untuk resign, dan cara mengajukan resign.

    Selain resign, kamu juga membutuhkan informasi seputar bisnis dan ekonomi secara umum? Temukan di sini selengkapnya khusus untukmu. Akan tetapi, jika membutuhkan aplikasi praktis untuk menemani perjalanan bisnismu, langsung saja pilih majoo. Manfaatkan berbagai fiturnya, saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.