Retur Penjualan Adalah: Arti, Pencatatan, dan Contohnya

Ditulis oleh Nisa Destiana

article thumbnail

 Pengembalian barang mungkin dilakukan konsumen bila barang yang diterima konsumen rusak atau keliru.

Retur penjualan adalah hal lazim dalam bisnis yang memproduksi dan menjual barang. Karena satu dan lain hal, konsumen memang mungkin mengembalikan barang.

Tentunya, pengembalian tersebut akan memengaruhi jumlah inventori dan profit. Maka dari itu, kamu perlu mendokumentasikan setiap retur penjualan dalam pembukuan perusahaan atau bisnis.

Mengingat dampaknya yang krusial terhadap keuntungan perusahaan, setiap pemilik usaha idealnya memahami hal ini dengan baik. 

Pemahaman pemilik usaha tentang retur penjualan atau sales return akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan bisnis dan pelacakan profit perusahaan. Jadi, mari kita pelajari pengertian, penyebab, pencatatan, contoh, hingga jurnal retur penjualan!

Apa yang Dimaksud dengan Retur Penjualan?

Secara sederhana, retur penjualan adalah pengurangan nilai penjualan yang terjadi saat konsumen mengembalikan barang karena alasan apa pun. 

Meskipun sales return bisa dianggap sebagai pengurangan penjualan, tetapi pengurangan ini tidak melibatkan pengeluaran kas perusahaan.

Adapun pengembalian barang tersebut umumnya terjadi karena beberapa alasan di bawah ini.

  • Kelebihan jumlah barang

Dalam proses pemesanan barang, konsumen kadang memesan barang lebih dari jumlah yang sebenarnya dibutuhkan. 

Kasus lainnya, penjual mungkin tidak sengaja mengirimkan barang dengan jumlah lebih banyak dari pesanan sebenarnya.

Dalam kondisi demikian, konsumen akan mengembalikan kelebihan jumlah barang tersebut kepada penjual.

  • Keterlambatan pengiriman

Konsumen mungkin mengembalikan barang bila barang tersebut sudah tidak dibutuhkan lagi.

Sebagai contoh, konsumen membutuhkan barang pada tanggal tertentu, tetapi ada keterlambatan pengiriman sehingga barang tersebut sampai lebih dari tanggal yang seharusnya.

Konsumen mungkin mengembalikan barang dalam kondisi demikian.

  • Tidak sesuai ekspektasi konsumen

Seperti yang sudah diketahui, kini banyak bisnis yang melakukan transaksi secara online.

Jadi, konsumen pun dapat memesan produk secara online atau melalui telepon tanpa melihat barangnya secara langsung. Ketika barangnya tiba, mungkin ada ukuran atau warna yang berbeda dari yang diharapkan konsumen. 

Selain itu, barang yang tidak sesuai ekspektasi bisa disebabkan oleh kekeliruan penjual, yaitu penjual salah mengirim barang. Nah, konsumen kemungkinan besar akan mengembalikan barang tersebut.

  • Barang rusak atau cacat

Ada produk yang tiba dalam keadaan rusak atau cacat baik karena proses pembuatan ataupun pengiriman. Biasanya, konsumen akan mengirim barang-barang ini kembali ke perusahaan untuk diganti.

Jika diamati lebih dalam alasan retur di atas, pengembalian penjualan merupakan bagian penting dari proses penjualan karena memungkinkan perusahaan untuk terus menyediakan barang dan layanan berkualitas tinggi untuk pelanggan.

Retur juga membantu bisnis membangun hubungan baik dengan pelanggan. Langkah ini penting supaya konsumen mau melakukan repurchase dan membuka peluang penjualan baru.

Tentu saja perusahaan dapat menetapkan kebijakan retur sendiri. Beberapa perusahaan mungkin menerima retur gratis dalam jangka waktu tertentu atau membebankan biaya penyetokan ulang. 

Perusahaan juga bisa hanya menerima pengembalian barang yang dilengkapi tanda terima. Beberapa perusahaan mungkin menawarkan penggantian barang dengan kredit toko. 

Setelah permintaan retur diverifikasi dan diketahui sesuai dengan kebijakan perusahaan, staf keuangan atau akuntan perusahaan bisa mencatat transaksi ini dalam akun retur penjualan.


Bagaimana Pencatatan Retur Penjualan yang Benar?

Jika retur yang diajukan pembeli sudah sesuai dengan kebijakan perusahaan, kamu bisa menyetujui pengembalian barang tersebut dan mencatatnya dalam pembukuan perusahaan.

Nah, dalam poin ini, kita akan membahas cara pencatatan retur penjualan. Namun, sebelum masuk ke langkah-langkah pencatatannya, mari ketahui dulu alasan pentingnya mencatat retur penjualan.

Pentingnya mencatat retur penjualan

Pemilik bisnis perlu mencatat pengembalian barang agar memiliki data yang akurat sehingga membantu dalam pengambilan keputusan bisnis penting. Bila kita kupas lebih rinci, pencatatan pengembalian barang dapat membantumu dalam hal-hal berikut ini.

  • Memahami laba

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, sales return memengaruhi nilai penjualan dan laba perusahaan. 

Apabila konsumen meretur barang, perusahaan perlu mengganti atau mengembalikan uang pembelian. Pengembalian dana ini tentunya mengubah total keuntungan perusahaan. 

Karena itu, perusahaan perlu melacak pengembalian barang untuk memastikan keakuratan neraca.

  • Menganalisis tren

Retur penjualan bisa dimanfaatkan oleh perusahaan sebagai bahan evaluasi performa suatu gerai atau barang tertentu dalam setiap periode. 

Sebut saja, pengembalian barang di salah satu cabang gerai ritel milikmu lebih banyak daripada yang lain. Kamu dapat menyelidiki penyebabnya dan membuat prediksi atau penyesuaian untuk membantu bisnis.

  • Membuat perubahan

Perusahaan dapat menggunakan akun retur penjualan sebagai dasar dalam melakukan perbaikan. 

Jika pemilik bisnis melihat beberapa pelanggan mengembalikan barang yang mereka beli secara online karena ukurannya lebih besar dari yang diharapkan, bisnis dapat mengubah spesifikasi produk agar lebih akurat. 

Kamu juga bisa merevisi deskripsi dan bagan ukuran di website sehingga pengembalian barang di periode berikutnya diharapkan menurun.

Baca Juga: Perbedaan Jurnal Retur Pembelian dan Jurnal Retur Penjualan

Cara mencatat retur penjualan

Selanjutnya, beberapa dari kamu mungkin masih kebingungan tentang cara pencatatan retur penjualan. Nah, kamu dapat menggunakan langkah-langkah berikut ini untuk membantu mencatat sales return.

  1. Catat jenis retur

Pastikan kamu mengetahui metode pembayaran yang digunakan pelanggan dan metode perusahaan mengembalikan dana. Catat secara jelas, pelanggan membayar tunai atau kredit toko. 

Pengertian kredit toko ialah konsumen membeli barang dengan jangka waktu tertentu sebelum jatuh waktu pembayaran. 

Mengetahui metode pembayaran pelanggan akan memudahkanmu dalam mencatat dan menyeimbangkan transaksi retur.

  1. Verifikasi retur, pastikan sesuai dengan kebijakan perusahaan

Selanjutnya, verifikasi retur dan pastikan pengembalian barang tersebut mengikuti kebijakan retur perusahaan yang telah disepakati. 

Sebagian besar perusahaan menetapkan periode retur yang dapat diterima. Jadi, ada batas waktu pengembalian bisa diproses dan bila melebihi batas waktu tersebur, retur akan ditolak oleh perusahaan.

  1. Mencatat transaksi retur penjualan

Selanjutnya, kamu dapat menggunakan informasi pengembalian barang untuk mencatat retur penjualan pada akun perusahaan. 

Untuk penjualan tunai dan kredit, kamu bisa mencatat uang tersebut di akun retur dan potongan penjualan. Kamu juga perlu mencatat sumber uang ini berasal untuk menyeimbangkan pembukuan. 

Pengembalian uang tunai akan menyebabkan penurunan akun kas. Sementara itu, pengembalian barang yang dibeli secara kredit akan mengurangi piutang.

Baca Juga: Pentingnya Mengenal Pengertian Jurnal Penjualan dalam Bisnis

Contoh dan Jurnal Retur Penjualan

Apakah penjelasan tentang pencatatan retur penjualan di atas sudah cukup jelas? Kalau kamu masih bingung, yuk lihat contoh retur penjualan dan cara membuat jurnalnya di bawah ini!

PT Hidup Bahagia yang bergerak di bidang ritel melakukan transaksi dengan pelanggan dan mencantukkan kebijakan retur di dalam faktur, yaitu pengembalian barang dalam waktu 30 hari.

Transaksi penjualan yang tercipta sebesar Rp100.000.000 untuk bulan Mei 2023. 60% penjualan dilakukan secara tunai, sedangkan sisanya dilakukan secara kredit. 

Pada akhir neraca Mei 2023, PT Hidup Bahagia mempunyai Rp62.000.000 dalam bentuk piutang dan Rp5.000.000 dalam bentuk tunai.

Adapun harga pokok penjualan ialah Rp80.000.000, sedangkan persediaan penutupan menunjukkan saldo Rp44.000.000. 

Lalu, 10% barang yang terjual dikembalikan akibat adanya kerusakan produk dan PT Hidup Bahagia mendapatkan margin kotor sebesar 40% dari penjualan.

Sebelum kamu membuat jurnal retur penjualan untuk contoh kasus di atas, kamu perlu menghitung beberapa hal terlebih dahulu, yaitu:

  • Perhitungan pengembalian penjualan

Pengembalian penjualan = 10% x Penjualan

Pengembalian penjualan = 10% x Rp100.000.000

Pengembalian penjualan = Rp10.000.000

  • Pengembalian 60% tunai dan 40% kredit

  • Akun kas dikreditkan sejumlah 60%

Akun kas = 60% x Pengembalian

Akun kas = Rp6.000.000

  • Akun piutang dikreditkan sebesar 40%

Akun piutang = 40% x Pengembalian

Akun piutang = Rp4.000.000

  • Saldo persediaan

Persediaan dikurangi Rp10.000.000 kurang dari 40% margin, jadi:

Rp10.000.000 - Rp4.000.000 = Rp6.000.000 

Nantinya, kamu perlu melakukan penambahan persediaan dan pengurangan HPP dengan jumlah yang sama.


Jurnal retur penjualan dicatat seperti di bawah ini.


Penyesuaian harga pokok penjualan:


Setelah melihat contoh kasus sekaligus contoh jurnal pengembalian barang di atas, semoga kamu sudah lebih memahami cara menangani retur penjualan

Meskipun terasa menyulitkan, perlu diingat bahwa retur penjualan adalah peluang bagi bisnis untuk bisa memberikan produk dengan kualitas terbaik dan menjaga kepuasan pelanggan. 

Apabila kamu masih merasa kesulitan dalam proses pendokumentasian retur, mungkin kamu perlu mempertimbangkan penggunaan aplikasi POS yang sudah dilengkapi laporan keuangan.

Jadi, kamu bisa menarik laporan keuangan bulanan secara praktis tanpa harus repot membuatnya secara manual. Mau aplikasi POS atau kasir online yang memiliki fitur laporan keuangan? Jatuhkan pilihan pada majoo!


Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo