Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Memahami Risiko Bisnis adalah Langkah Pertama Hindari Rugi

    Memahami Risiko Bisnis adalah Langkah Pertama Hindari Rugi

    Memahami risiko bisnis adalah langkah pertama hindari kerugian bisnis yang lebih besar.

    Bagi para pemilik usaha, memahami risiko bisnis adalah salah satu hal penting yang harus benar-benar diperhatikan dalam mengelola bisnis. Pasalnya, memahami risiko bisnis ini merupakan langkah pertama untuk menghindari kerugian bisnis. Artinya, bukan tidak mungkin bisnis yang sudah susah payah dibangun harus gulung tikar jika sampai mengabaikan hal yang satu ini.

    Memangnya, apa yang dimaksud dengan risiko bisnis, sih? Bagaimana jika kita bahas bersama-sama sekarang juga? Yuk!

    Risiko dalam Bisnis adalah …

    Terkadang, risiko dalam bisnis adalah sesuatu yang tak dapat dihindarkan, tetapi bukan berarti tak bisa diidentifikasi di awal sehingga upaya-upaya penanggulangannya pun dapat direncanakan terlebih dahulu.

    Karena setiap pemilik usaha tentu ingin yang terbaik bagi bisnisnya, mengidentifikasi serta mengukur dampak risiko dalam bisnis adalah salah satu kemampuan yang diperlukan untuk memastikan bisnisnya dapat terus bertahan meski diterpa berbagai ancaman.

    Cara termudah untuk memulainya tentu dengan mengenali sumber-sumber apa saja yang bisa memunculkan risiko bisnis.Oleh karena itu, langsung saja kita coba kenali apa saja sumber-sumber tersebut, yuk!

    Baca juga: Memahami Branding sebagai Strategi Kesuksesan Bisnis

    Mengenal Beberapa Sumber Risiko Bisnis

    Sebenarnya, apa yang menyebabkan terjadinya risiko bisnis? Sejujurnya ada banyak sekali hal yang berpotensi menyebabkan munculnya risiko bisnis. Secara teknis, risiko bisnis ini dapat terjadi karena adanya kesalahan perhitungan atau munculnya situasi di lapangan yang jauh berbeda dengan yang dibayangkan dan tak pernah diperkirakan sebelumnya.

    Penjabaran di atas memang tergolong cukup luas sehingga jika berdasarkan penjelasan tersebut saja, mungkin kita akan sulit dalam mengidentifikasi risiko bisnis. Namun, sebenarnya kita masih dapat meminimalkan potensi terjadinya risiko bisnis dengan mengenal terlebih dahulu beberapa sumber risiko bisnis, lho! Setidaknya, dengan mengetahui sumber-sumber ini, kita bisa membuat perhitungan yang lebih matang dalam mengelola bisnis.

    Apa saja, sih, sumber-sumber yang dimaksud? Langsung saja kita uraikan satu per satu, yuk!

    1. Perubahan Situasi Politik

    Perlu diakui bahwa pengelolaan bisnis, sekalipun dalam skala usaha terkecil, sama sekali tidak bisa dilepaskan dari situasi politik yang terjadi di suatu negara. Apabila situasi politiknya cukup stabil dan tak banyak berubah, pengelolaan bisnis pun dapat dijalankan dengan lancar sesuai rencana.

    Sebaliknya, apabila di negara tersebut situasinya tidak begitu stabil dan sering berubah, terlebih jika perubahannya cenderung negatif, pengelolaan bisnis sesuai dengan rencana dan strategi yang telah ditetapkan sebelumnya pun akan sulit untuk dilakukan.

    Sebagai contoh, apabila situasi politik tidak stabil, umumnya masyarakat akan banyak melakukan demonstrasi yang sebenarnya baik karena dapat membantu kita menyampaikan aspirasi, tetapi di sisi lain juga dapat menimbulkan kerugian karena kegiatan-kegiatan semacam ini dapat membuat terhentinya atau terganggunya kegiatan produksi serta distribusi. Belum lagi jika sampai muncul perang yang jelas akan membawa kerugian yang lebih besar di beragam aspek kehidupan.

    Oleh karena itu, dalam upaya untuk meningkatkan ekonomi, pemerintah selalu memastikan bahwa situasi politik di negaranya stabil terlebih dahulu.

    Baca juga: Alasan Penting dan Strategi Follow Up

    2. Kegagalan Perencanaan

    Mau tidak mau, kita harus mengakui bahwa dalam upaya pengelolaan bisnis, tahap perencanaan merupakan salah satu fase penting yang dapat menentukan keberlanjutan bisnis di masa yang akan datang.

    Tak bisa dipungkiri, bisnis yang sudah direncanakan dengan baik memiliki kans yang lebih besar untuk bertahan karena seluruh kemungkinan yang bisa terjadi sudah dihitung sebaik mungkin.

    Namun, bagaimana jika penghitungan yang dilakukan tersebut memiliki sejumlah kesalahan? Hmm, sudah jelas, kan? Apabila perencanaannya saja sudah berantakan, jelas implementasinya pun akan ama kacaunya. Inilah yang membuat kegagalan perencanaan menjadi salah satu risiko kegagalan bisnis yang patut untuk diwaspadai.

    Salah satu hal yang bisa menyebabkan kegagalan perencanaan ini terjadi adalah perencanaan yang dilakukan dengan terburu-buru tanpa memperhitungkan setiap aspek yang mungkin berpengaruh dalam proses pengelolaan bisnis. Misalnya saja kesalahan menghitung return of investment yang menyebabkan perputaran arus kas menjadi tidak lancar dan dalam jangka panjang justru akan membebani keuangan bisnis.

    Memahami risiko bisnis adalah salah satu hal yang bisa dilakukan untuk meminimalkan dampak dari risiko bisnis. 

    3. Perkembangan Ekonomi

    Sumber risiko bisnis yang berikutnya adalah perkembangan ekonomi yang tidak menentu. Misalnya saja terjadinya inflasi tinggi atau adanya perubahan kebijakan ekonomi yang membuat pemilik usaha harus menyesuaikan pengelolaan bisnisnya.

    Sekecil apa pun penyesuaian yang harus dilakukan, otomatis pengelolaan bisnis pun bergeser dari implementasi strategi bisnis yang sudah direncanakan di awal, Apabila tidak dilakukan dengan hati-hati, pergeseran ini dapat membawa bisnis dalam keadaan bahaya yang bukan tidak mungkin mengarah pada kebangkrutan.

    Contoh paling mudah adalah banyaknya bisnis yang terpaksa harus gulung tikar pada saat terjadi pandemi Covid-19 yang menyebabkan pergeseran karakter transaksi dan belanja. Kebanyakan bisnis ini terpaksa harus berhenti operasi karena tak sanggup mengikuti turunnya daya beli masyarakat.

    Pun demikian, bisnis-bisnis yang mampu beradaptasi dengan situasi pandemi pun tetap terdampak secara keuangan karena penyesuaian yang dilakukan bergeser terlalu jauh dari model dan strategi bisnisnya di awal. Bahaya sekali, kan?

    Force Majeure

    Diambil dari bahasa Perancis, force majeure dapat diartikan sebagai kekuatan yang lebih besar dan tidak dapat dihindari. Dalam dunia bisnis, force majeure kerap menjadi sumber risiko yang dapat menyebabkan kerugian.

    Mengapa bisa demikian? Sederhana saja, kok! Ketika terjadi keadaan force majeure, tidak ada yang bisa dilakukan oleh pemilik usaha kecuali melakukan mitigasi maupun penyesuaian tertentu yang jelas akan membuat perhitungan bisnisnya berubah jauh dari yang sudah direncanakan di awal.

    Penerapan strategi bisnis akan sulit untuk diteruskan dalam situasi force majeure sehingga otomatis akan mengakibatkan kerugian. Inilah mengapa force majeur kerap menjadi sumber risiko dalam mengelola bisnis. Tidak main-main, lho, adanya force majeure bahkan bisa menjadi alasan pembatalan ketentuan-ketentuan dalam kontrak yang tadinya sudah disepakati bersama. Sedikit terbayang, kan, sebesar apa dampak yang bisa ditimbulkannya?

    Bencana alam dan hal lain yang tak bisa dihindari merupakan salah satu contoh peristiwa yang bisa digolongkan sebagai force majeure.

    Baca juga: Memahami Rencana Anggaran Biaya, Termasuk cara Membuatnya

    Manajemen Risiko Bisnis adalah …

    Secara singkat, manajemen risiko bisnis adalah sebuah upaya untuk meminimalkan dampak yang mungkin disebabkan oleh munculnya risiko bisnis. Atau bahkan meminimalkan kemungkinan terjadinya risiko bisnis itu sendiri bahkan sebelum risiko tersebut terwujud.

    Salah satu langkah penting dalam manajemen risiko bisnis adalah mengidentifikasi potensi-potensi risiko yang mungkin terjadi, kemudian menyusun rencana untuk menanggulangi risiko tersebut ketika sewaktu-waktu terjadi. Oleh karena itu memahami risiko bisnis pun menjadi langkah pertama untuk memastikan upaya ini dapat dilakukan dengan baik.

    Tanpa adanya pemahaman yang baik terkait risiko bisnis, sulit bagi pemilik usaha untuk mengidentifikasi potensi terjadinya, lebih-lebih lagi memikirkan cara untuk menanggulanginya.

    Cara Meminimalkan Risiko Risiko Bisnis adalah …

    Apakah risiko bisnis dapat diminimalkan? Tentu saja, meski mungkin tidak mudah untuk dilakukan. Langkah pertama dalam cara meminimalkan risiko risiko bisnis adalah mengukur terlebih dahulu seberapa besar kemungkinan risiko bisnis tersebut dapat terjadi.

    Selanjutnya, pemilik usaha dapat mengukur, apabila risiko tersebut terjadi, apa saja yang mungkin berubah dan seberapa besar dampak yang akan ditimbulkan. Apabila hal-hal ini dapat diidentifikasi, pemilik usaha pun bisa mengetahui dengan pasti keputusan bisnis apa yang perlu diambil untuk memastikan dampak risiko bisnis dapat diminimalkan sehingga bisnis bisa terhindar dari kerugian yang lebih besar.

    Inilah yang menyebabkan mampu memahami risiko bisnis adalah salah satu keahlian yang perlu dikuasai oleh pemilik usaha..

    Memastikan adanya pencatatan pengeluaran yang baik dan akurat merupakan salah satu upaya yang penting dilakukan untuk meminimalkan dampak risiko bisnis, oleh karena itu, langsung saja gunakan fitur keuangan dari aplikasi majoo yang mampu mencatat seluruh transaksi secara tepat, akurat, dan otomatis!

    Yuk, langsung saja berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Memahami Aktuaria adalah Kunci Mengukur Risiko, Benarkah?

    Pertanyaan Terkait

    • Tentu saja risiko bisnis dapat diminimalkan meski mungkin tidak mudah melakukannya. Langkah pertama dalam cara meminimalkan risiko risiko bisnis adalah mengukur terlebih dahulu seberapa besar kemungkinan risiko bisnis tersebut dapat terjadi.
    • Sejujurnya ada banyak sekali hal yang berpotensi menyebabkan munculnya risiko bisnis. Secara teknis, risiko bisnis ini dapat terjadi karena adanya kesalahan perhitungan atau munculnya situasi di lapangan yang jauh berbeda dengan yang dibayangkan dan tak pernah diperkirakan sebelumnya.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.