Pengertian Sistem Pembayaran Non Tunai dan Contohnya

article thumbnail

Siapa yang tidak mengenal sistem pembayaran non tunai? Rasanya mungkin hampir tidak ada. Mayoritas orang sudah banyak mengenal dan menggunakan sistem pembayaran non tunai untuk berbagai transaksi. Baik pribadi maupun bisnis. 

Di era kemajuan teknologi seperti saat ini, sistem pembayaran non tunai menjadi salah satu inovasi yang mengubah cara manusia melakukan transaksi keuangan. Dari penggunaan kartu debit dan kredit hingga perkembangan e-wallet dan pembayaran online, metode pembayaran tanpa uang tunai semakin mendominasi.

Sistem ini tidak hanya memudahkan kehidupan sehari-hari, tetapi juga memberikan sejumlah manfaat lainnya. Mulai dari keamanan transaksi hingga kemampuan untuk melacak setiap transaksi dan mengelola keuangan dengan lebih efektif. 

Apa Itu Sistem Pembayaran Non Tunai?

Sistem pembayaran non tunai adalah metode pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai atau cash secara fisik. Jadi, transaksi dilakukan menggunakan instrumen keuangan elektronik atau digital. Contohnya, kartu kredit, kartu debit, transfer elektronik, mobile banking, e-wallet, dan sebagainya.

Sistem ini pertama kali dikenalkan dalam transaksi ritel pada tahun 1990-an. Kehadirannya tidak dimaksudkan untuk menggantikan peran sistem pembayaran tunai, melainkan sebagai pelengkap antara satu sama lain.

Meskipun penggunaan uang tunai di transaksi pembayaran lebih praktis, tapi seiring dengan berkembangnya kebutuhan masyarakat dan teknologi yang semakin canggih, penggunaan uang tunai dianggap kurang aman dan kurang praktis. Oleh karena itu, kehadiran sistem pembayaran non tunai adalah konsep baru yang bisa menjadi solusinya.

Beberapa contoh sistem pembayaran non tunai yang biasa digunakan dalam berbagai transaksi antara lain:

  • Kartu Debit dan Kartu Kredit: Pengguna dapat menggunakannya untuk melakukan pembayaran di toko fisik atau secara online.

  • Mobile Banking, yaitu aplikasi perbankan seluler yang mempermudah pengguna untuk melakukan transaksi melalui perangkat seluler mereka. Seperti transfer dana, membayar tagihan, dan melakukan transaksi keuangan lainnya.

  • E-Wallet (Dompet Digital). Pengguna dapat menyimpan uang di dalam aplikasi e-wallet dan menggunakan saldo tersebut untuk pembayaran online atau di beberapa toko fisik.

Baca Juga: Multi Payment adalah: Manfaat dan Cara Pembayarannya

Sistem pembayaran non tunai dinilai lebih praktis dan aman.

Penyelenggaraan Sistem Pembayaran Non Tunai

Penyelenggaraan sistem pembayaran non tunai terdiri dari berbagai tahapan dan entitas yang bekerja sama untuk memastikan kelancaran dan keamanan transaksi. Berikut adalah beberapa elemen penting dalam penyelenggaraannya.

1. Infrastruktur Teknologi

Semua pihak yang terlibat perlu membangun dan menjaga infrastruktur teknologi yang mendukung sistem pembayaran non tunai. Termasuk jaringan komunikasi, server, database, dan perangkat lunak yang diperlukan untuk menyelenggarakan transaksi.

2. Bank dan Lembaga Keuangan

Bank dan lembaga keuangan berperan penting dalam penyelenggaraan sistem pembayaran non tunai. Mereka menyediakan rekening, kartu debit/kredit, dan layanan perbankan online yang mendukung transaksi non tunai.

3. Otoritas Regulator

Otoritas keuangan dan regulator, seperti bank sentral, memiliki peran dalam mengawasi dan mengatur sistem pembayaran non tunai. Mereka memastikan bahwa semua pihak yang terlibat mematuhi peraturan dan kebijakan yang berlaku.

4. Pengelola Pembayaran

Ada pihak atau lembaga yang bertindak sebagai pengelola pembayaran, seperti switch pembayaran atau penyedia payment gateway. Mereka menyediakan infrastruktur dan layanan untuk menghubungkan berbagai pihak yang terlibat dalam transaksi.

5. Pedagang 

Pedagang memerlukan peralatan dan teknologi yang sesuai untuk menerima pembayaran non tunai, seperti terminal kartu kredit, perangkat QR scanner, atau integrasi sistem pembayaran online.

6. Pengguna (Konsumen dan Bisnis)

Pengguna, baik konsumen maupun pemilik bisnis, harus memiliki alat pembayaran non tunai, seperti kartu debit/kredit, e-wallet, atau akses ke layanan perbankan online.

7. Keamanan

Perlindungan keamanan adalah elemen paling penting dalam penyelenggaraan sistem pembayaran non tunai. Hal tersebut melibatkan enkripsi data, pengelolaan risiko keamanan siber, dan perlindungan terhadap penipuan.

Sistem pembayaran non tunai di Indonesia juga terdiri dari berbagai pihak dan lembaga yang bekerja sama. Mereka bersama-sama menyelenggarakan infrastruktur, layanan, dan regulasi yang mendukung penggunaan metode pembayaran non tunai. 

Sebagai bank sentral, BI memiliki peran penting dalam mengatur dan mengawasi sistem pembayaran di Indonesia. BI mengeluarkan kebijakan, regulasi, dan standar untuk memastikan keamanan serta stabilitas sistem pembayaran, termasuk untuk sistem pembayaran non tunai.

Selain itu, OJK (Otoritas Jasa Keuangan) juga merupakan pihak yang bertanggung jawab mengawasi lembaga keuangan, termasuk bank dan fintech yang terlibat dalam layanan pembayaran. OJK berperan dalam melindungi konsumen, mendorong inovasi, dan menjaga stabilitas sistem keuangan.

Baca Juga: Mengenal Komponen Sistem Pembayaran untuk Bisnis

Kelebihan Sistem Pembayaran Non Tunai

Bila dibandingkan dengan sistem pembayaran tunai, konsep pembayaran tanpa uang cash ini dinilai memiliki beberapa kelebihan. Keunggulan atau kelebihan sistem pembayaran non tunai, di antaranya adalah:

1. Lebih Aman

Penerapan pembayaran transaksi non tunai biasanya memerlukan otentikasi ganda, enkripsi, dan tindakan keamanan lainnya. Tujuannya adalah untuk melindungi informasi finansial pengguna. Adanya penerapan ini memastikan sistem pembayaran non tunai adalah sistem yang aman.

2. Pelacakan Transaksi yang Lebih Mudah

Sistem pembayaran non tunai mempermudah proses pelacakan transaksi. Pengguna dapat dengan cepat dan akurat melihat riwayat pembayaran mereka, membantu dalam manajemen keuangan pribadi.

3. Lebih Mudah dan Praktis

Pembayaran non tunai dapat dilakukan dengan cepat , praktis, dan mudah. Baik dalam bentuk pembayaran online maupun dengan menggunakan kartu atau dompet digital. Ini mengurangi kebutuhan untuk menangani uang tunai secara fisik.

4. Kemudahan Bertransaksi Jarak Jauh

Kelebihan sistem pembayaran non tunai berikutnya adalah memungkinkan transaksi dari jarak jauh, termasuk pembayaran online dan transfer dana elektronik. Hal tersebut secara otomatis mempermudah operasional bisnis.

5. Fleksibilitas

Pengguna dapat memilih dari berbagai opsi pembayaran non tunai. Mulai dari kartu kredit, debit, e-wallet, hingga transfer elektronik. Pemilihan ini bisa disesuaikan dengan preferensi dan kebutuhan mereka.

Baca Juga: Keuntungan Menerapkan Pembayaran Cashless Untuk Bisnismu

Kelemahan Sistem Pembayaran Non Tunai

Sebagai suatu sistem, bila ada kelebihan biasanya diiringi juga dengan berbagai kekurangan. Meskipun memiliki berbagai kelebihan, sistem pembayaran non tunai juga memiliki beberapa kelemahan. Kelemahan sistem pembayaran non tunai tersebut antara lain:

1. Ketergantungan pada Teknologi

Sistem pembayaran non tunai sangat tergantung pada infrastruktur teknologi. Jika terjadi gangguan sistem atau pemadaman listrik, dapat menghambat kemampuan untuk melakukan transaksi.

2. Kerentanan terhadap Keamanan Cyber

Meskipun dinilai lebih mampu mengamankan data finansial pengguna, celah terhadap ancaman keamanan tetap ada. Transaksi non tunai rentan terhadap ancaman keamanan siber, termasuk pencurian data, serangan phishing, dan peretasan. 

3. Biaya Transaksi

Beberapa metode pembayaran non tunai, seperti penggunaan kartu kredit, biasanya dikenakan biaya transaksi atau biaya layanan. Hal tersebut bisa saja menjadi beban tersendiri bagi sebagian pengguna atau pedagang.

4. Keterbatasan Penggunaan untuk Kelompok Tertentu

Beberapa kelompok, seperti orang-orang yang tidak memiliki rekening bank (unbanked) atau tidak memiliki akses ke teknologi, mungkin kesulitan menggunakan atau mengakses sistem pembayaran non tunai.

5. Kurangnya Keterampilan Digital

Tidak bisa dimungkiri bahwa masih ada sebagian orang yang belum memiliki keterampilan digital, apalagi yang terkait dengan transaksi keuangan. Selebihnya, ada juga sebagian orang yang memang menolak untuk mempelajari dan memahami sistem ini dengan berbagai alasan. Padahal, ini bisa jadi kendala yang harus diselesaikan.

Fitur majoo Pay

Kesimpulan

Pengertian sistem pembayaran non tunai adalah metode pembayaran yang tidak menggunakan uang tunai atau cash sama sekali. Transaksi pembayaran dilakukan menggunakan instrumen keuangan elektronik atau digital. Contohnya, menggunakan kartu kredit, kartu debit, transfer elektronik, mobile banking, e-wallet, dan lain-lain.

Dapat kamu pahami bahwa sistem pembayaran non tunai telah menjadi pilar utama dalam transformasi ekosistem keuangan. Dalam upaya mencapai kemudahan, keamanan, dan efisiensi, teknologi terus membimbing manusia menuju era tanpa uang cash

Namun, seiring dengan segala kelebihan yang ditawarkan, ada tantangan dan kendala yang muncul dari sistem ini. Oleh karena itu, perlu untuk terus mempertimbangkan solusi yang menjaga keseimbangan antara kemudahan akses dan perlindungan terhadap privasi serta keamanan finansial. 

Salah satu solusinya adalah dengan menggunakan aplikasi majoo Pay. Fitur ini adalah layanan pembayaran digital terintegrasi yang memungkinkan kamu untuk melakukan pembelian, transfer uang, atau pembayaran tagihan dengan mudah. Selain itu, layanan ini sudah dilengkapi akses otomatis ke laporan penjualan. 

Jadi, memang lebih praktis bila digunakan untuk mengatur dan mengelola keuangan bisnis. Bagaimana? Tertarik pakai majoo? Coba langganan sekarang, yuk!


Sumber: 

https://geograf.id/jelaskan/pengertian-sistem-pembayaran-non-tunai/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo