Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Soft Skill Adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Meningkatkan

    Soft Skill Adalah: Pengertian, Contoh, dan Cara Meningkatkan

    Soft skill menjadi poin penting dalam sesi wawancara pekerjaan.

    Untuk kamu yang sudah malang melintang di dunia kerja, istilah soft skill dan hard skill tentu bukan hal yang asing lagi di telinga. Walau demikian, nyatanya tidak banyak yang benar-benar memahami apa itu soft skill, contoh soft skill adalah apa saja, sampai dengan cara untuk meningkatkannya, bahkan beberapa orang menganggap soft skill sebagai kemampuan yang tidak penting untuk dimiliki. Padahal, dalam dunia kerja maupun kehidupan sehari-hari, soft skill adalah kemampuan yang dibutuhkan dan penting untuk dikembangkan semaksimal mungkin.

    Soft skill kerap kali menjadi poin penting yang ditanyakan oleh recruiter dalam sesi wawancara pekerjaan. Berbagai soft skill yang dimiliki bisa menjadi penentu diterima atau tidaknya kamu di perusahaan tersebut. Di sisi lain, sebagai individu, kamu tentu perlu membangun hubungan yang baik dengan orang lain, pandai berkomunikasi di depan umum, juga memperluas pergaulan untuk membuka kesempatan yang lebih luas. Lantas, sebenarnya apa itu soft skill dan bagaimana cara untuk meningkatkannya? Langsung saja, simak informasi selengkapnya melalui artikel ini!

    Baca juga: Kumpulan Pertanyaan Interview Kerja dan Cara Menjawabnya

    Apa Itu Soft Skill?

    Berbeda dengan hard skill, soft skill adalah kemampuan yang berhubungan dengan komunikasi, keterampilan dan kecerdasan sosial, dan lain sebagainya. Dikutip dari The Balance Careers, soft skill adalah kemampuan komunikasi, karakteristik seseorang, kecerdasan sosial yang melekat, serta kemampuan beradaptasi dengan baik di dalam kehidupan maupun dunia kerja. Kemampuan ini dapat menunjukkan cara seseorang untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain di dalam dunia kerja.

    Tidak seperti hard skill yang teorinya dapat dipelajari melalui buku, soft skill cenderung lebih mengarah pada emosi dan cara dalam bersikap dan memperlakukan orang lain. Sesuai dengan pendapat yang dikutip dari Monster, soft skill adalah kemampuan yang tidak bisa diukur dan tidak berwujud. Hal tersebut tentu berbanding terbalik dengan hard skill yang dapat diukur dan dibuktikan. Secara sederhana, soft skill merupakan pelengkap dari hard skill. Tanpa soft skill, bukan tidak mungkin seseorang akan merasa sulit untuk berkomunikasi dengan orang lain dan beradaptasi di lingkungan baru.

    Sementara itu, beberapa ahli memiliki pengertian tersendiri tentang apa itu soft skill seperti yang dijabarkan berikut ini:

    • Menurut Bernthal (dalam Muqowim, 2012: 5), soft skill adalah perilaku personal dan interpersonal yang mengembangkan dan memaksimalkan kinerja manusia.
    • Menurut Elfindri, dkk (2011: 10), soft skill adalah keterampilan yang digambarkan dengan sikap jujur, kerja keras, disiplin, serta visioner, dan dapat menentukan keberhasilan seseorang. Lebih lanjut, Elfindri juga menjelaskan bahwa soft skill adalah keterampilan dan kecakapan hidup yang harus dimiliki baik untuk sendiri, berkelompok, atau bermasyarakat, serta berhubungan dengan Sang Pencipta. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa soft skill sangat dibutuhkan untuk kecakapan hidup seseorang.
    • Menurut Giblin dan Sailah (dalam Sucipta: 2009: 1), soft skill adalah kunci untuk menuju hidup yang lebih baik, memiliki lebih banyak sahabat, meraih kesuksesan yang lebih besar, dan kebahagiaan yang lebih luas.
    • Menurut Kaipa dan Milus (2005: 3-6), soft skill adalah kunci untuk meraih kesuksesan, termasuk di dalamnya kepemimpinan, pengambilan keputusan, penyelesaian konflik, komunikasi, kreativitas, kemampuan presentasi, kerendahan hati dan kepercayaan diri, kecerdasan emosional, integritas, komitmen, dan kerja sama.

    Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, soft skill akan mempengaruhi keterampilan dalam bersosialisasi. Kemampuan tersebut tentu sangat berguna untuk mendukung perkembangan kariermu.

    Beberapa soft skill penting dimiliki untuk mendukung karier seseorang.

    Contoh Soft Skill Adalah

    Pada dasarnya, soft skill adalah pelengkap dari hard skill. Tanpa kemampuan ini, seseorang akan kesulitan beradaptasi di lingkungan baru, khususnya lingkungan pekerjaan. Berikut ini terdapat contoh soft skill adalah yang wajib dimiliki untuk mendukung kariermu.

    1. Komunikasi

    Pertama, contoh soft skill adalah komunikasi. Baik dalam kehidupan sehari-hari maupun dalam setiap bidang pekerjaan, komunikasi menjadi soft skill yang sangat penting untuk dimiliki. Sebab, kemampuan berkomunikasi secara efektif dapat membantu meningkatkan hubungan baik dengan orang lain. Contoh soft skill komunikasi yang perlu kamu miliki adalah, keterampilan komunikasi non verbal, mendengarkan secara aktif, rasa empati, hingga negosiasi.

    2. Adaptasi

    Walau terdengar sepele, soft skill kedua yang perlu dimiliki adalah adaptasi, terutama jika kamu bekerja di perusahaan yang sangat dinamis. Untuk mendukung proses adaptasimu di lingkungan kerja yang baru, penting untuk meningkatkan kemampuan komunikasi, juga fleksibilitas.

    3. Public speaking

    Ketiga, contoh soft skill adalah public speaking. Walau sulit untuk sebagian orang, nyatanya kemampuan ini dapat membantumu meraih kesuksesan dalam pekerjaan. Kemampuan public speaking sangat dibutuhkan saat melakukan presentasi di depan rekan kerja, client, dan lain-lain.

    4. Time management

    Berikutnya, contoh soft skill adalah time management. Kemampuan ini dapat mendukung seseorang untuk menggunakan waktu yang dimiliki secara efektif dan produktif. Dengan manajemen waktu yang baik, kamu tentu dapat menyelesaikan lebih banyak pekerjaan dengan sempurna.

    5. Decision making

    Baik dalam kehidupan sehari-hari, maupun saat bekerja, kamu tentu tidak bisa terus-menerus mengandalkan orang lain. Oleh sebab itu, sangat penting untuk memiliki kemampuan decision making atau pengambilan keputusan secara tepat, terutama jika kamu adalah seorang manajer atau menempati posisi lain yang tidak kalah penting dan wajib bertanggung jawab untuk setiap keputusan yang diambil.

    6. Problem solving dan critical thinking

    Selanjutnya, contoh soft skill adalah problem solving dan critical thinking. Tidak diragukan lagi, perusahaan tempatmu bekerja pasti sangat menghargai jika kamu memiliki kemampuan memecahkan masalah dan berpikir kritis. Sebab, kemampuan ini berkaitan dengan keterampilan berpikir logis, menganalisis, kreatif, dan rasa ingin tahu yang tinggi.

    7. Conflict resolution

    Contoh kemampuan interpersonal yang berkaitan dengan soft skill adalah menyelesaikan masalah atau conflict resolution. Kemampuan Ini sangat berguna untuk menyelesaikan berbagai permasalahan di lingkungan kerja agar dapat mencapai kesepakatan bersama. Kemampuan conflict resolution tentu juga kan membantumu dalam berkolaborasi atau bekerja sama dengan baik.

    8. Kepemimpinan

    Berikutnya, contoh soft skill adalah kepemimpinan. Well, bukan berarti kamu harus menjadi seorang manajer atau pemimpin perusahaan, tetapi kamu perlu memiliki kemampuan leadership untuk mengambil keputusan, mentoring, serta manajemen proyek.

    9. Etika kerja

    Tidak hanya kepemimpinan atau leadership, soft skill yang tidak kalah penting untuk dimiliki adalah etika kerja. Kemampuan ini berguna untuk membangun hubungan yang positif dengan rekan kerja. Kemampuan ini juga dapat menunjukkan cara yang kamu miliki dalam bekerja sama sebagai sebuah tim.

    10. Networking

    Terakhir, contoh soft skill adalah networking. Memiliki networking yang luas nyatanya sangat berguna dalam mengembangkan kariermu. Sebab, semakin besar dan luas networking yang dimiliki, semakin banyak peluang atau kesempatan bisa kamu dapatkan.

    Baca juga: 8 Contoh Resume: Mulai Resume Lamaran Kerja Hingga Seminar

    Cara Meningkatkan Soft Skill

    Tidak jauh berbeda dengan hard skill, soft skill dapat ditingkatkan kemampuan dengan pengalaman dan latihan. Tidak perlu menunggu hingga bekerja, soft skill dapat kamu tingkatkan sejak masih berada di bangku perkuliahan. Lantas, bagaimana cara meningkatkan soft skill? Dikutip dari Indeed, terdapat beberapa cara untuk meningkatkan soft skill berikut ini:

    Tentukan soft skill yang ingin ditingkatkan

    Tidak terikat pada batasan waktu, meningkatkan soft skill dapat dilakukan kapan saja asalkan kamu memiliki niat untuk melakukannya. Dalam meningkatkan soft skill, kamu perlu bersikap disiplin dan tidak boleh melanggar aturan yang sudah ditetapkan. Sebagai contoh, jika kamu ingin meningkatkan kemampuan manajemen waktu, usahakan agar selalu melakukan berbagai hal dengan tepat waktu, sesuai jadwal yang sudah kamu buat. Mulai dari bangun tidur, berangkat ke kantor, menyelesaikan pekerjaan, hingga bertemu dengan teman pun semuanya harus dilakukan dengan tepat waktu. Ingat, hal tersebut perlu dilakukan secara konsisten agar bisa menjadi rutinitas yang baik.

    Amati soft skill positif dari orang lain

    Di lingkungan pekerjaanmu tentu tidak sedikit orang yang bekerja secara profesional dengan berbagai soft skill yang mereka miliki. Coba luangkan waktumu untuk mengamati soft skill dan tiru cara mereka menerapkannya dalam bekerja.

    Tetapkan target

    Tetapkan target yang kamu inginkan saat meningkatkan soft skill. Perhatikan kembali apakah target yang ditetapkan sudah tercapai dengan baik. Untuk memastikannya, kamu bisa mengevaluasi diri sendiri berdasarkan catatan yang sudah dibuat sebelumnya. Selain itu, kamu juga bisa bertanya langsung kepada rekan kerja dan jangan ragu untuk meminta feedback dari mereka. Ingat, penting untuk bersikap terbuka dengan kritik dan saran yang bersifat membangun.

    Temukan tempat untuk belajar

    Membaca berbagai buku, mengikuti kelas online, dan lain sebagainya dapat menjadi tempat belajar yang kamu pilih dalam meningkatkan soft skill. Kamu bisa memilih yang gratis hingga berbayar, tinggal sesuaikan dengan kebutuhanmu saat ini.

    Baca juga: Belajar Bisnis Online dari Nol Tanpa Modal: untuk Pemula

    Penutup

    Tidak sedikit orang yang berpikir jika hard skill lebih penting daripada soft skill. Padahal, menurut Charles Riborg dalam laporannya yang berjudul A Study of Engineering Education, 85% kesuksesan dalam pekerjaan didukung oleh soft skill. Sementara itu, 15% sisanya didukung oleh hard skill.

    Dalam tahap melamar kerja, hard skill tentu bisa menarik perhatian recruiter karena kemampuan yang kamu miliki dianggap memenuhi kualifikasi yang ada. Akan tetapi, soft skill dapat membuatmu lolos interview dan diterima di perusahaan yang kamu inginkan. Ya, dengan kemampuan komunikasi yang baik, kamu bisa menjawab berbagai pertanyaan selama proses wawancara.

    Saat bekerja, hard skill tentu akan membantumu menyelesaikan pekerjaan. Akan tetapi, soft skill lah yang membantumu untuk bertahan dan berkembang. Sebab, dalam setiap pekerjaan tentu dibutuhkan komunikasi, koordinasi, problem solving, dan lain sebagainya. Pada dasarnya, hard skill dan soft skill adalah penting untuk dipelajari dan dikembangkan, sebab kombinasi keduanya sangat berpengaruh dalam pekerjaan.

    Selain informasi mengenai apa itu soft skill, contoh soft skill adalah, dan cara meningkatkannya, kamu juga bisa mendapatkan berbagai informasi menarik lainnya yang berhubungan dengan wawancara kerja, cara berbisnis, kondisi para, dan hal-hal seputar ekonomi di sini. Selain memperkaya wawasan dengan informasi yang kamu butuhkan, jangan ragu untuk memilih majoo yang setia menemani perjalanan bisnismu. Manfaatkan berbagai fitur praktis dan menarik yang dapat disesuaikan dengan segala kebutuhan. Tunggu apa lagi? Saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kenali Apa Itu CV ATS Friendly
    CV ATS Friendly adalah CV yang secara otomatis dapat disortir melalui sebuah aplikasi yang disebut ATS. Lalu, bagaimana membuat CV ATS Friendly yang baik?
    NPV adalah: Rumus, Contoh, dan Cara Menghitung
    Tidak hanya bermanfaat untuk menganalisis untung rugi, perhitungan NPV juga akan sangat membantu dalam menyusun perencanaan keuangan perusahaan.
    Bisnis Proposal atau Proposal Bisnis? Mana yang Benar?
    Apa itu bisnis proposal? Apakah sama dengan proposal bisnis? Sebelum membuatnya, pahami pengertian dan ciri-ciri proposal bisnis lebih dulu.
    Bank Digital adalah Kebutuhan Masyarakat Saat Ini. Kok Bisa?
    Bank digital adalah transformasi layanan perbankan dari luring menjadi daring. Kemunculannya semakin marak di Indonesia. Mau jadi nasabahnya?