Punya pertanyaan tentang majoo? Kami dapat membantu!
Icon majoo chat
majoo fab
Hai, majoopreneurs!

Punya pertanyaan terkait fitur dan paket berlangganan majoo? Yuk, segera terhubung dengan kami!

Klik Ingin Berlangganan
majoo fab
Ingin Berlangganan majoo fab
Klik Hubungi CS
majoo fab
Hubungi CS majoo fab

Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Melakukan Manajemen Sumber Daya Manusia secara Efektif

    Melakukan Manajemen Sumber Daya Manusia secara Efektif

    Manajemen sumber daya manusia adalah kunci untuk operasional bisnis yang mulus

    Setiap pelaku usaha tentu menyadari bahwa menjalankan operasional bisnis tanpa melakukan manajemen sumber daya manusia merupakan sesuatu yang mustahil untuk dilakukan. Bagaimana tidak, proses produksi dan distribusi yang semulus apa pun, pada akhirnya akan berantakan pula jika tenaga kerja yang bertanggung jawab atas pengelolaannya tidak diatur dengan baik, bukan?

    Namun, sebenarnya seperti apa manajemen yang tepat, efektif, serta efisien yang perlu dilakukan oleh pelaku usaha untuk mengelola tenaga kerja yang dipekerjakannya? Sebenarnya, apa saja, sih, yang bisa digolongkan sebagai sumber daya manusia?

    Agar tidak salah dalam memahami topik yang satu ini, mari kita simak pembahasannya secara mendetail!

    Baca juga: Aplikasi POS: Manajemen SDM Lebih Efektif dan Efisien

    Apa yang Dimaksud dengan Sumber Daya Manusia?

    Sumber daya manusia adalah jenis sumber daya selain sumber daya alam. Apa sih sebenarnya yang dimaksud sumber daya?

    Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible).

    Sumber daya manusia adalah orang-orang atau manusia yang dipekerjakan di dalam suatu unit usaha untuk menjalankan suatu pekerjaan sesuai dengan peran yang dimilikinya. Karena tugas setiap tenaga kerja disesuaikan dengan perannya masing-masing, terkadang terjadi pemisahan tugas atau pembagian kerja.

    Sebagai contoh, tak jarang dalam satu perusahaan ada orang yang secara khusus ditugaskan untuk merancang strategi bisnis, ada yang bertugas untuk mengimplementasikan strategi tersebut, dan ada juga yang secara khusus ditugaskan untuk melakukan evaluasi terhadap implementasi strategi bisnis. Namun, tak sedikit pula pelaku usaha yang kemudian menggabungkan beberapa peran untuk dikerjakan oleh satu orang secara sekaligus.

    Tergantung dari kesiapan modal dan beban kerja yang dimiliki, menggabungkan beberapa peran kerja untuk dikelola oleh satu sumber daya manusia saja memang dapat dilakukan, tetapi sesungguhnya tidak disarankan karena lambat laun akan menghambat operasional bisnis itu sendiri.

    Realitanya, tidak semua sumber daya manusia itu berkualitas, Ada juga beberapa sumber daya manusia yang kurang baik dan bisa memberikan efek buruk pada perusahaan. 

    Sumber daya manusia yang berkualitas adalah individu yang senantiasa mengantisipasi tuntutan masa depan, cenderung selalu mempunyai sikap positif, berwawasan luas, memiliki perilaku terpuji, dan mempunyai keterampilan, kemampuan, serta keahlian yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang dan sektor. 

    Manajemen sumber daya manusia memiliki kaitan erat dengan beberapa hal tersebut. Perusahaan harus memiliki sistem manajemen yang baik, sehingga bisa mempertahankan SDM berkualitas mereka untuk terus memberikan benefit bagi organisasi atau perusahaan dan SDM itu sendiri.

    Untuk menghindari masalah di atas, melakukan pengelolaan secara tepat agar pembagian kerja dapat efektif serta efisien. Bagaimana, ya, caranya?

    Baca juga: Era Digital, UMKM Perlu Kembangkan Sumber Daya Manusia

    Jenis Sumber Daya Manusia 

    Secara umum, jenis sumber daya manusia dapat dibagi menjadi dua, yaitu :

    Sumber Daya Fisik

    Sumber daya fisik maksudnya adalah adanya energi yang tersimpan dalam otot sumber daya manusia. Energi fisik tersebut dapat digunakan untuk bekerja dalam berbagai bidang, seperti bidang perindustrian, transportasi, perkebunan, perikanan, perhutanan, dan lain-lain.

    Sumber Daya Mental

    Manusia memiliki kemampuan untuk berpikir yang merupakan elemen penting bagi sumber daya manusia. Kenapa begitu? Karena berpikir adalah landasan utama bagi kebudayaan. 

    Sebagai makhluk hidup yang berbudaya, manusia dapat mengolah dan mengubah sumber daya alam untuk kepentingan hidupnya berkat adanya kemajuan ilmu dan teknologinya. Kemudian, manusia juga bisa menggunakan akal dan budinya untuk memanfaatkan sumber daya alam secara bijaksana. 

    Lantaran itulah, manusia tidak hanya dilihat sebagai sumber energi, tapi yang paling utama adalah sebagai sumber daya cipta (sumber daya mental) yang penting bagi perkembangan kebudayaan manusia.

    Contoh Sumber Daya Manusia

    Ada banyak contoh sumber daya manusia yang bisa kamu temukan dalam keseharian. Jika dilihat dari standar usia sumber daya manusia, yakni orang yang mempunyai usia produktif, contoh sumber daya manusia antara lain adalah:

    • Karyawan
    • Seseorang dengan usia 18 tahun ke atas yang mempunyai skill tertentu 
    • Mahasiswa yang mempunyai skill tertentu
    • Pencari kerja yang mempunyai keahlian di bidang tertentu
    • Pemimpin perusahaan
    • Tenaga ahli dan teknisi, dan sebagainya.

    Skill atau kemampuan tertentu dari masing-masing contoh sumber daya manusia tersebut akan lebih baik bila dapat dikembangkan dalam suatu perusahaan atau industri.

    Efektif Menerapkan Manajemen Sumber Daya Manusia

    Perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning (HRP) merupakan proses peramalan yang bersifat sistematis dengan cara menghubungkan kebutuhan sumber daya manusia suatu perusahaan dengan strategi dan tujuan perusahaan.

    Alasannya adalah karena pihak perusahaan perlu memastikan bahwa sumber daya manusia yang dimiliki sudah memadai, berkualitas, dan kompeten, dalam mencapai tujuan perusahaan tersebut.

    Mengutip dari Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), pengertian perencanaan sumber daya manusia adalah sebuah potensi individu yang bisa dikembangkan dan dilatih untuk kepentingan proses produksi.

    Perencanaan sumber daya manusia yang baik sangat diperlukan untuk memastikan manajemen yang dilakukan dapat berjalan secara efektif dan efisien. Tanpa adanya perencanaan, pelaku usaha akan kesulitan dalam mengatur tenaga kerja yang dimiliki karena tidak bisa fokus pada implementasinya, tetapi mungkin perlu mengurai kekusutan yang ada terlebih dahulu.

    Ada beberapa tips yang bisa coba diterapkan oleh pelaku usaha untuk memastikan adanya perencanaan yang baik sebelum mulai melakukan manajemen:

    1. Identifikasi Beban Kerja yang Dibutuhkan

    Langkah pertama yang perlu dilakukan jelas mengenali terlebih dahulu seberapa banyak beban kerja yang perlu diselesaikan agar operasional bisnis dapat dijalankan dengan lancar. Untuk melakukannya, jelas pelaku usaha harus memahami terlebih dahulu proses bisnis yang ingin digelutinya.

    Bisnis dengan proses yang menyeluruh dari hulu ke hilir, atau mulai dari proses produksi hingga distribusi dan pemasaran, tentu akan menghasilkan beban kerja yang lebih banyak dibanding bisnis yang tidak mencakup kegiatan produksi.

    Tak ada salahnya untuk meluangkan waktu sebentar untuk memetakan beban kerja yang mungkin perlu diselesaikan hingga sedetail mungkin. Dengan menerapkan sistem ini, pelaku usaha dapat memahami seberapa banyak sumber daya manusia yang dibutuhkan untuk menjalankan operasional bisnis.

    2. Identifikasi Tenaga Kerja yang Dimiliki

    Ada berapa banyak karyawan yang saat ini dimiliki? Setelah mengetahui berapa banyak beban kerja yang perlu diselesaikan untuk menjalankan operasional bisnis, pelaku usaha dapat mengukur pula berapa banyak sumber daya manusia yang dibutuhkan.

    Dari karyawan yang saat ini sudah dimiliki, apakah beban kerja yang sudah diidentifikasi akan bisa diselesaikan dengan hasil yang memuaskan? Apakah dari beban kerja tersebut, karyawan yang dimiliki justru terlalu banyak? Atau mungkin sebaliknya, karyawan yang saat ini dimiliki terlalu sedikit jika dibandingkan dengan beban kerjanya?

    Dalam banyak kasus, situasi yang kerap terjadi adalah tenaga kerja yang jauh lebih kecil dibanding dengan beban kerjanya. Jika dilihat dari sisi keuangan, semakin sedikit karyawan yang dimiliki berarti semakin kecil pula biaya yang harus dikeluarkan oleh pelaku usaha. Namun, secara bisnis sebenarnya praktik tersebut tidak efisien.

    Apabila tenaga kerja yang ada tidak sesuai dengan beban kerjanya, besar kemungkinan hasilnya tidak akan pernah bisa memuaskan. Idealnya, jumlah tenaga kerja harus sesuai dengan beban kerja yang ada, dengan demikian karyawan tidak akan mudah lelah meski harus menjalankan operasional bisnis dengan hasil yang memuaskan.

    Sebaliknya, memiliki tenaga kerja yang terlalu banyak juga tidak bisa dibilang efektif karena akan ada beberapa orang yang tak memiliki pekerjaan riil, meski biaya yang dikeluarkan pelaku usaha untuk mempekerjakan orang terhitung besar.

    3. Melakukan Pembagian Beban Kerja secara Tepat

    Sama halnya dengan beban kerja yang mungkin tidak pernah sama tingkat kesulitannya, kemampuan yang dimiliki oleh tiap-tiap karyawan juga sering kali tidak setara.

    Ada beberapa orang yang kemampuannya sangat mumpuni di satu bidang, tetapi biasa saja di bidang yang lain. Memahami kenyataan tersebut, dan memetakan tingkat keterampilan yang dimiliki oleh setiap tenaga kerja merupakan kunci manajemen sumber daya manusia yang efisien.

    Tugaskan setiap tenaga kerja untuk menyelesaikan beban kerja yang memang sesuai dengan bidang yang dikuasainya masing-masing. Dengan demikian, operasional bisnis akan berjalan secara efektif dan efisien.

    Meski demikian, tak jarang pula pelaku usaha mempekerjakan seseorang dengan pengalaman kerja yang masih kosong. Tidak apa-apa. Dalam bisnis apa pun, akan tetap ada beban kerja dengan kompleksitas yang rendah dan dapat dikerjakan oleh siapa saja.

    Tenaga kerja yang masih belum berpengalaman dapat ditugaskan untuk menyelesaikan beban kerja yang sederhana, sembari diberi sejumlah tugas tambahan lain yang dapat meningkatkan kapasitas yang dimilikinya. Praktik ini juga termasuk sebagai perencanaan sumber daya manusia untuk memastikan setiap beban kerja yang muncul dapat ditangani dengan baik.

    Manajemen sumber daya manusia yang baik menjaga kesesuaian beban kerja

    4. Melakukan Evaluasi secara Berkala

    Tak selamanya ketersediaan sumber daya manusia akan selalu sesuai dengan beban kerjanya. Semakin berkembang suatu bisnis, kompleksitas dari beban kerja yang harus diselesaikan juga akan berubah, sama halnya dengan tenaga kerja itu sendiri yang semakin lama akan semakin meningkat pula kapasitasnya.

    Karenanya, dalam mengelola tenaga kerja, pelaku usaha perlu melakukan evaluasi secara berkala untuk memastikan apakah kapasitas tenaga kerja masih sesuai dengan kompleksitas beban kerjanya. Umumnya, evaluasi semacam ini sudah tercakup dalam performance review yang dilakukan setiap tiga atau enam bulan sekali.

    Agar operasional bisnis dapat tetap efektif serta efisien, evaluasi kinerja karyawan perlu dilakukan. Tujuannya tidak hanya sekadar untuk menyesuaikan kapasitas karyawan dengan beban kerjanya, tetapi juga untuk memberikan rekomendasi tindakan apabila karyawan tersebut menemukan hambatan dalam menyelesaikan beban kerjanya.

    Terkadang, dari hasil evaluasi semacam ini pula pelaku usaha dapat mengukur apakah karyawan yang dievaluasi sudah cukup kapasitasnya untuk memperoleh promosi dan memegang beban kerja yang lebih besar. Dari sisi karyawan, tentu tujuan yang satu ini dapat menjadi motivasi tambahan untuk meningkatkan performanya.

    Baca juga: Pentingnya Penghargaan untuk Meningkatkan Produktivitas

    Fungsi Manajemen Sumber Daya Manusia

    Sesuai dengan pengertian yang dimilikinya, fungsi sumber daya manusia adalah untuk menyelesaikan setiap beban kerja yang diberikan sesuai dengan perannya masing-masing. Dalam bisnis, fungsi ini memastikan operasional dapat tetap berjalan baik.

    Lalu, apa fungsi dari melakukan manajemen terhadap tenaga kerja?

    Pemberian Hak Tenaga Kerja

    Manajemen yang baik terhadap karyawan yang dimiliki akan membantu pelaku usaha untuk mengukur seberapa banyak hak yang perlu diterima oleh karyawan berdasarkan beban kerja yang diselesaikannya.

    Tanpa adanya pengelolaan tenaga kerja, pelaku usaha akan kesulitan untuk menentukan apakah performa seorang karyawan dalam menyelesaikan beban kerja yang menjadi kewajibannya sudah cukup, masih kurang, atau justru melebihi ekspektasi. Pelaku usaha juga akan kesulitan untuk menentukan apakah kompensasi atau gaji yang diterima oleh karyawan sudah pantas, kurang, atau justru berlebih.

    Pelatihan dan Pengembangan

    Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya, manajemen sumber daya manusia juga memiliki fungsi pelatihan dan pengembangan.

    Fungsi ini dapat dicapai dengan secara berkala menyesuaikan kapasitas seorang karyawan dengan beban kerja yang dimilikinya, kemudian terus meningkatkan beban kerja tersebut untuk merangsang peningkatan kapasitasnya sebagai seorang tenaga kerja.

    Karyawan yang secara stabil meningkatkan kapasitasnya dan dibuktikan pula oleh promosi yang terus diperolehnya merupakan contoh sumber daya manusia yang berhasil dikelola dengan baik. Hal yang sama pun berlaku sebaliknya, apabila seorang karyawan tidak menunjukkan perkembangan kapasitas yang stabil, pelaku usaha perlu bertanya-tanya apakah ada kesalahan dalam caranya mengelola tenaga kerja.

    Jaring Pengaman Kesejahteraan Karyawan

    Mengelola sumber daya manusia tidak semata-mata dilakukan untuk tujuan bisnis, atau sekadar memastikan tenaga kerja yang ada mampu menjalankan operasional bisnis secara efektif dan efisien untuk meningkatkan pendapatan bisnis saja.

    Pengelolaan yang baik terhadap tenaga kerja yang dimiliki juga berfungsi sebagai jaring pengaman yang memastikan setiap karyawan yang dipekerjakan dapat sejahtera.

    Tanpa adanya manajemen yang baik, sangat mungkin sekali seorang karyawan tidak memiliki pembagian beban kerja yang sesuai, dan jika hal ini tidak disadari serta diperbaiki secepatnya, kesehatan dan keselamatan karyawan tersebut yang nantinya akan terdampak.

    Pelaku usaha tak bisa beranggapan bahwa masalah yang dialami karyawan bukanlah urusannya. Karena, bagaimanapun juga, ketika seorang karyawan tidak sejahtera, produktivitasnya dalam bekerja juga patut dipertanyakan; dan tentunya secara bisnis ini bukanlah sesuatu yang diharapkan oleh pelaku usaha mana pun, kan?

    Lakukan manajemen sumber daya manusia sebaik mungkin untuk memastikan tidak ada karyawan yang overwork atau burnout, dengan demikian operasional bisnis pun akan bebas dari hambatan internal yang semestinya memang bisa dihindari. Ingat selalu bahwa masalah bagi karyawan lambat laun akan menjadi masalah juga bagi bisnis yang dijalankan.

    Rangkuman

    1. Perencanaan sumber daya manusia adalah …

    Perencanaan sumber daya manusia atau Human Resource Planning (HRP) merupakan proses peramalan yang bersifat sistematis dengan cara menghubungkan kebutuhan sumber daya manusia suatu perusahaan dengan strategi dan tujuan perusahaan.

    2. Apa yang dimaksud dengan sumber daya?

    Sumber daya adalah suatu nilai potensi yang dimiliki oleh suatu materi atau unsur tertentu dalam kehidupan. Sumber daya tidak selalu bersifat fisik, tetapi juga non-fisik (intangible).

    3. Sumber daya manusia yang berkualitas itu seperti apa?

    Sumber daya manusia yang berkualitas adalah individu yang senantiasa mengantisipasi tuntutan masa depan, cenderung selalu mempunyai sikap positif, berwawasan luas, memiliki perilaku terpuji, dan mempunyai keterampilan, kemampuan, serta keahlian yang sesuai dengan kebutuhan berbagai bidang dan sektor. 

    4. Bagaimana cara menjadi sumber daya manusia yang berkualitas?

    Dengan menerapkan perencanaan sumber daya manusia yang baik.

     

    Agar dapat mengelola setiap sumber daya manusia yang dimiliki, pelaku usaha dapat memanfaatkan aplikasi majoo dengan kelengkapan fiturnya yang dapat diandalkan. Aplikasi majoo juga dilengkapi dengan fitur pengelolaan karyawan yang mempermudah pelaku usaha dalam mengukur seberapa baik kinerja yang ditunjukkan oleh seorang karyawan, dan bahkan secara otomatis menghitung bonus yang patut diterima oleh karyawan tersebut.

    Tak ada salahnya untuk memanfaatkan aplikasi majoo dalam memastikan karyawan dapat bekerja dengan baik dan dalam keadaan yang juga sederhana. Apabila dilakukan secara konsisten, bukan tidak mungkin iklim kerja yang sehat ini juga akan memberikan dampak yang positif bagi operasional bisnis itu sendiri, lho!

    Majoo adalah aplikasi POS dengan fitur yang lengkap. Kamu bukan hanya akan mendapatkan aplikasi kasir online, melainkan berbagai fitur lain yang memudahkan pengelolaan bisnis, termasuk laporan keuangan.

    Yuk, tunggu apa lagi? Langsung saja berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: 6 Bentuk Apresiasi pada Kinerja SDM yang Bisa Kamu Berikan

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    10 Karakter Wirausaha untuk Meraih Kesuksesan Bisnis
    Menjadi seorang wirausahawan membutuhkan karakter wirausaha yang kuat agar bisa menjalankan bisnis dengan lancar sampai bisa meraih kesuksesan besar.
    Macam-Macam E-Wallet, Definisi, Kelebihan, dan Kekurangannya
    E-Wallet adalah suatu layanan elektronik yang berfungsi sebagai tempat menampung dana dan instrumen pembayaran digital untuk memudahkan segala transaksi.
    Vendor adalah: Jenis-Jenis Vendor dan Fungsinya dalam Bisnis
    Apa itu vendor? Tentu banyak yang sudah bisa menjawab. Namun, ada berapa jenis vendor dan apa saja fungsinya di dalam bisnis? Nah, simak artikel berikut!
    Pre Order adalah: Pengertian, Sistem, hingga Keuntungannya
    Pre order adalah aktivitas jual beli antara customer dan seller, yang mana customer memesanan dan membayar produk di awal, dengan estimasi waktu tertentu.