Ketahui 6 Sumber Devisa Negara, Fungsi, dan Macamnya

article thumbnail

Sumber devisa negara yang penting dalam menjaga stabilitas ekonomi dan meningkatkan daya saing.

Ketika kita berbicara tentang devisa, sering kali dikaitkan dengan transaksi perdagangan antarnegara. Secara sederhana, devisa adalah alat pembayaran yang dipakai oleh suatu negara untuk melakukan pembayaran ke luar negeri.

Devisa negara bisa berwujud mata uang asing, emas, atau instrumen keuangan lainnya. Jika kamu ingin memahami lebih dalam tentang definisi devisa, fungsi, dan sumber-sumbernya, yuk, simak penjelasannya berikut ini! 

Pengertian Devisa

Devisa adalah aset moneter yang dapat dikonversi menjadi mata uang asing dan digunakan dalam transaksi internasional. Pengertian devisa menurut beberapa sumber dan tokoh ekonomi terkenal akan dijelaskan dengan detail di bawah ini. 

1.        Menurut Bank Sentral

  • Bank Sentral Indonesia (BI) mendefinisikan devisa sebagai aset moneter dalam bentuk mata uang asing yang dimiliki oleh bank umum dan bank sentral negara yang bisa digunakan dalam perdagangan internasional.

  • Bank Sentral Amerika Serikat (Federal Reserve) menjelaskan bahwa devisa adalah aset dalam bentuk uang tunai, simpanan bank, atau instrumen keuangan lainnya yang dapat dengan mudah dikonversi menjadi mata uang asing. 

2.        Menurut Organisasi Internasional

  • Dana Moneter Internasional (IMF) mendefinisikan devisa sebagai aset luar negeri yang dapat dengan cepat digunakan untuk membayar impor, utang luar negeri, atau memenuhi kebutuhan pembayaran internasional lainnya.

  • Bank Dunia menjelaskan bahwa devisa adalah aspek penting dalam ekonomi negara-negara yang melibatkan transaksi internasional dan sering diukur dalam bentuk cadangan devisa yang dimiliki oleh bank sentral. 

3.        Pendapat Tokoh Ekonomi

  • John Maynard Keynes adalah seorang ekonom terkenal yang menyatakan bahwa devisa adalah aset moneter dalam bentuk mata uang asing yang digunakan oleh negara untuk membayar impor dan memenuhi kewajiban pembayaran internasional. Keynes juga meng-highlight tentang pentingnya cadangan devisa dalam menjaga stabilitas ekonomi suatu negara.

  • Milton Friedman adalah seorang ekonom penerima Nobel yang memandang devisa sebagai instrumen untuk memfasilitasi perdagangan internasional dan memungkinkan transfer aset moneter antarnegara dengan fleksibilitas.

Secara umum, pengertian devisa adalah aset moneter dalam bentuk mata uang asing yang digunakan dalam transaksi internasional, baik untuk membayar impor, memenuhi kewajiban pembayaran internasional, maupun untuk menjaga stabilitas ekonomi suatu negara. Devisa juga dapat berperan sebagai indikator penting dalam mengukur kesehatan ekonomi dan stabilitas keuangan negara. 

Fungsi Devisa

Devisa memiliki beberapa fungsi penting yang berkontribusi terhadap stabilitas ekonomi negara. Selain itu terdapat banyak fungsi devisa yang perlu ketahui.

1.    Alat Pembayaran dalam Perdagangan Internasional

Fungsi pertama devisa yaitu sebagai alat pembayaran dalam perdagangan internasional, seperti pada kegiatan ekspor dan impor. Devisa akan mempermudah transaksi perdagangan internasional karena penggunaannya  penggunaan mata uang asing.

2.    Alat Pembayaran dalam Hubungan Internasional

Selain digunakan dalam perdagangan internasional, devisa juga digunakan untuk membiayai kegiatan dalam menjalin hubungan internasional, seperti perjalanan dinas atau kegiatan diplomatik di luar negeri. Semua biaya tersebut dibiayai menggunakan devisa negara, termasuk biaya operasional kedutaan dan jaminan keuangan. Selain itu, devisa juga berfungsi sebagai sumber pembiayaan untuk kegiatan kenegaraan di luar negeri. 

3.    Alat Pembayaran Utang Luar Negeri

Pengelolaan cadangan devisa suatu negara sangat penting, lho! Devisa yang tersedia juga berfungsi sebagai alat pembayaran utang negara. Ketika suatu negara meningkatkan pengeluaran devisa untuk membayar utang atau untuk menjaga stabilitas nilai tukar mata uang, cadangan devisa negara akan cenderung menurun. Misalnya, dalam rangka mempercepat pembangunan nasional, diperlukan anggaran besar.

Seperti yang sedang dilakukan oleh Indonesia saat ini, pembangunan terus dilakukan tanpa henti guna mencapai kemajuan dan kekuatan ekonomi. Untuk merealisasikan proyek-proyek tersebut, dana yang besar sangat diperlukan. Oleh karena itu, penggunaan cadangan devisa setiap negara harus diatur dengan baik untuk membangun perekonomian yang kuat. Devisa tidak hanya digunakan untuk membayar utang, tetapi juga dialokasikan untuk sektor-sektor lainnya, ya. 

4.    Sumber Pendapatan Negara

Devisa juga berfungsi sebagai sumber pendapatan negara dan pendapatan ini digunakan untuk pembangunan nasional serta memperkuat perekonomian negara.


Apa Saja Sumber Devisa?

Berikut ini beberapa sumber devisa yang terkait dengan aktivitas keuangan internasional antarnegara. Sumber devisa negara, antara lain: 

1.    Penggunaan Jasa di Luar Negeri

Salah satu sumber devisa adalah melalui penggunaan jasa tenaga kerja di luar negeri. Misalnya, Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang sering disebut sebagai ‘pahlawan devisa’ karena mereka mendapatkan imbalan atas jasa yang mereka berikan di negara lain. Selain itu, beberapa negara juga menjual layanan tertentu ke negara lain untuk mendapatkan mata uang, contohnya Singapura terkenal pandai menjual jasa komersial melalui pelabuhan, bank, dan jasa transshipment. 

2.    Bantuan atau Hadiah dari Negara Lain

Bantuan dari luar negeri, baik berupa barang maupun valuta asing, dapat menjadi sumber devisa negara penerima. Jika bantuan tersebut berupa barang, negara penerima akan mendapatkan manfaat karena tidak perlu mengeluarkan devisa untuk membeli barang tersebut. Sementara itu, bantuan dalam bentuk valuta asing secara langsung meningkatkan cadangan devisa negara penerima. 

3.    Kegiatan Impor dan Ekspor

Sumber utama penambahan devisa negara adalah melalui kegiatan ekspor dan impor barang dan jasa. Setiap negara berupaya memperkenalkan produk-produk buatan dalam negerinya agar banyak terjual di pasar perdagangan internasional. Semakin tinggi volume ekspor dan impor, semakin tinggi pula penerimaan devisa negara tersebut. 

4.    Pemungutan Bea Masuk

Sumber devisa negara bisa berasal dari pemungutan bea masuk. Ketika barang impor masuk ke dalam negeri, akan dikenakan biaya administratif yang disebut bea masuk. Semakin banyak barang impor yang masuk, semakin besar penerimaan devisa negara. 

5.    Utang Luar Negeri

Utang luar negeri juga merupakan sumber penerimaan devisa negara. Pinjaman tersebut dapat digunakan untuk keperluan belanja negara, meskipun pada akhirnya negara peminjam harus mengembalikan pinjaman tersebut. 

6.    Sektor Pariwisata

Sektor pariwisata juga merupakan salah satu sumber utama penerimaan devisa negara. Ketika wisatawan asing berkunjung atau berwisata ke suatu negara, mereka menukarkan mata uang negara asal mereka ke mata uang negara yang dikunjungi. Ketika wisatawan tersebut menghabiskan uangnya untuk kegiatan wisata di negara tersebut, uang tersebut menjadi penerimaan devisa negara. 

Baca Juga: Devisa adalah Alat Pembayaran Luar Negeri. Ini Contohnya!

Macam-Macam Devisa

Berikut ini berbagai jenis devisa yang perlu kamu ketahui, yakni: 

1.    Devisa Umum

Devisa umum merujuk pada devisa yang diperoleh melalui aktivitas perdagangan internasional, seperti ekspor, impor, penerimaan modal, pengadaan jasa, dan sejenisnya. Dana dari devisa umum ini akan digunakan untuk mengembangkan kualitas produksi perusahaan yang melakukan aktivitas perdagangan. 

2.    Devisa Kredit

Devisa kredit mirip dengan devisa umum karena keduanya harus dikembalikan sebagai utang. Namun, perbedaannya bisa dilihat dari perolehannya. Devisa kredit diperoleh melalui pinjaman atau kredit dari luar negeri dan umumnya digunakan untuk kepentingan masyarakat. 

3.    Devisa Pelengkap

Devisa pelengkap adalah devisa yang penggunaannya diatur oleh pemerintah dan devisa ini dimiliki oleh sektor swasta. Sumber dana devisa ini biasanya berasal dari hasil penjualan jasa dalam bentuk valuta asing. 

4.    Devisa Negara

Devisa negara adalah devisa yang dimiliki oleh suatu negara. Dana ini diperoleh melalui ekspor, pajak, bea masuk, dan sumber lainnya. Cadangan devisa merupakan aspek penting yang perlu diperhatikan dalam konteks devisa negara, karena mencerminkan kestabilan ekonomi. 

5.    Devisa Ekspor

Devisa ekspor mirip dengan devisa pelengkap, tapi sumber dana devisa ini berasal dari hasil ekspor barang atau ‘visible goods’. Penggunaan devisa ekspor harus diawasi dan sesuai dengan peraturan yang berlaku. 

Contoh Devisa

Sebelumnya, kita sudah membahas bahwa devisa adalah aset moneter yang dapat digunakan untuk pembayaran antarnegara dan diakui secara internasional. Berikut ini adalah beberapa contoh devisa: 

1.    Valuta Asing

Setiap negara memiliki mata uang yang berbeda. Contohnya, Indonesia menggunakan Rupiah, Jepang menggunakan Yen, Korea menggunakan Won, dan Thailand menggunakan Baht. Mata uang asing atau valuta asing adalah contoh devisa. Mata uang ini sering digunakan dalam transaksi pembayaran internasional. Indonesia mendapatkan devisa melalui penukaran mata uang asing ke Rupiah. 

2.    Emas

Emas dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi internasional. Namun, ada pengecualian bahwa hanya emas dalam bentuk batangan yang dianggap sah sebagai devisa.

Pembayaran dengan menggunakan emas batangan harus memiliki nilai yang setara dengan nilai barang yang dibeli. Selain itu, pembayaran menggunakan emas juga harus memperoleh izin dari pemerintah sesuai dengan regulasi yang berlaku di negara tersebut. 

3.    Surat-surat Berharga

Surat-surat berharga dapat digunakan sebagai alat pembayaran dalam transaksi internasional, seperti SDR (Special Drawing Rights), Cable Order, TC (Traveller Cheque), dan wesel.

Bagi negara anggota IMF (International Monetary Fund) terdapat SDR yang merupakan hak kredit untuk membantu negara-negara yang mengalami kesulitan dalam pembayaran internasional.

Cable order adalah jenis cek yang dikirimkan melalui telegram dari bank dalam negeri ke bank tujuan di luar negeri, sedangkan traveller cheque adalah cek yang sering dibawa oleh wisatawan ketika mereka bepergian ke negara asing dan cek tersebut bisa dicairkan di bank perwakilan tertentu di negara tujuan. 

Baca Juga: Masalah Ekonomi Modern: Contoh dan Faktor yang Memengaruhi

Kesimpulan

Dari informasi di atas, dapat kita pahami bahwa devisa memiliki peranan penting sebagai alat pembayaran dalam transaksi antarnegara. Devisa juga berfungsi untuk mengukur stabilitas ekonomi suatu negara dan pertumbuhan ekonominya.

Jika kamu memiliki usaha atau bisnis, perkembangannya dapat tercermin dari catatan keuangan bisnis. Namun, pencatatan manual sering kali tidak akurat, bukan?

Untuk mendapatkan metode pencatatan yang lebih akurat dan mudah, kamu dapat menggunakan aplikasi majoo. Aplikasi ini menyediakan berbagai layanan untuk memudahkan pengelolaan bisnis. Dengan majoo, kamu dapat mengelola inventori, mengatur karyawan, mencatat aktivitas keuangan, menganalisis bisnis, dan bahkan melakukan kampanye pemasaran untuk bisnis yang kamu kelola. 

Tunggu apa lagi? Yuk, manfaatkan majoo sekarang juga untuk kemudahan mengelola bisnismu!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo