Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Masalah Ekonomi Modern: Contoh dan Faktor yang Memengaruhi

    Masalah Ekonomi Modern: Contoh dan Faktor yang Memengaruhi

    Masalah pokok ekonomi modern dan faktor-faktor yang memengaruhinya.

    Apa itu masalah ekonomi?

    Masalah ekonomi modern adalah terbatasnya bahan baku untuk melakukan proses produksi. Keterbatasan sumber daya itu disebabkan oleh kebutuhan manusia yang semakin beragam dan cenderung sulit dikendalikan. Dengan semakin rumitnya kebutuhan dalam masyarakat, maka bisa menimbulkan masalah ekonomi dan ketergantungan sosial.

    Permasalahan ekonomi di era modern semakin kompleks. Salah satu faktor yang memengaruhinya adalah perkembangan teknologi.

    Oleh karena itu, masalah ekonomi modern selalu seru untuk dibahas dan diperdebatkan. Karena, perekonomian tidak bisa berhenti, apapun yang terjadi. Jika proses ekonomi terhenti, maka sebuah bangsa ikut berhenti alias kolaps.

    Selain itu, masalah ekonomi modern menjadi salah satu masalah krusial di seluruh dunia. Permasalahan ini menyangkut hajat hidup orang banyak. Campur tangan negara harus dilakukan agar masalah ekonomi tersebut bisa terselesaikan.

    Perubahan pola konsumsi dan tingkah laku masyarakat ikut melatarbelakangi masalah ekonomi modern. Karena masyarakat semakin mudah terpapar dengan informasi dan teknologi, kebutuhan dan permintaan mereka menjadi bermacam-macam dan semakin besar. Namun, terbatasnya sumber daya tidak bisa menopang permintaan tersebut.

    Pandemi COVID-19 menyebabkan terhentinya aktivitas manusia dan lumpuhnya perekonomian dunia. Hal ini merupakan salah satu bentuk masalah ekonomi modern.

    Contoh lain dari masalah ekonomi modern adalah terkait penghasilan. Di antara kita pasti ada yang selalu merasa gajinya kurang. Meskipun setiap tahun terjadi kenaikan, tapi masih saja terasa kurang. Selalu ada saja kebutuhan yang belum bisa terpenuhi dengan gaji yang kamu hasilkan setiap bulannya. Ini termasuk masalah ekonomi modern.

    Baca juga: Mengetahui Kebutuhan Primer, Sekunder, dan Tersier

    Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa masalah ekonomi adalah masalah yang timbul saat keinginan dan kebutuhan tidak selaras dengan sumber daya yang terbatas. Dan pola seperti ini sudah pasti bisa ditemukan dalam kehidupan sehari-hari.

    Setiap negara akan menghadapi masalah ekonomi modern. Selama ketersediaan sumber daya tidak dapat mencukupi kebutuhan, maka masyarakat harus membuat pilihan.

    Sehingga, penting bagi kita semua untuk mempelajari pengertian, contoh, dan jenis-jenis masalah ekonomi modern. Selain karena semua orang akan mengalaminya dalam kehidupan sehari-hari, masalah ekonomi modern sangat berperan penting dalam jalannya suatu negara.

    Sebelum kita membahas secara spesifik tentang masalah pokok ekonomi modern, majoo mau membahas tentang masalah ekonomi, nih.

    Apa saja sih masalah ekonomi modern? Apa saja jenis-jenisnya dan contoh masalah ekonomi modern yang ada di Indonesia? Mari simak penjelasannya di bawah ini.

    Baca Juga: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Tradisional

    Perbedaan Masalah Ekonomi Modern dan Klasik

    Masalah pokok ekonomi dibedakan menjadi dua, yaitu masalah pokok ekonomi klasik dan masalah pokok ekonomi modern.

    Apa Itu Masalah Ekonomi Klasik

    Teori masalah ekonomi awalnya dipelopori oleh Adam Smith setelah ia mengeluarkan bukunya yang terkenal The Wealth of Nations (1776). Pemikiran Adam Smith tersebut kemudian dikembangkan oleh kalangan pakar ekonomi klasik, seperti Jean-Baptiste Say –sang pencetus Hukum Say, Anne-Robert-Jacques Turgot, Thomas Robert Malthus, hingga David Ricardo.

    Mereka mengemukakan bahwa masalah ekonomi klasik berfokus pada siklus produksi, distribusi dan konsumsi atas barang yang dihasilkan. Sehingga, inti dari masalah pokok ekonomi klasik adalah tentang kekuatan pasar untuk memenuhi kebutuhan barang dan jasa.

    Dalam pelaksanaannya, paham ekonomi klasik menolak keterlibatan atau campur tangan pemerintah. Karena, tujuan utama mereka hanya satu, yaitu kemakmuran.

    Teori ekonomi klasik sangat berpengaruh di Eropa pada abad ke-18 dan abad-19. Di masa itu, perekonomian memang sangat tergantung pada jumlah barang yang tersedia dan besarnya kebutuhan masyarakat.

    Baca Juga: Mengenal Monopoli: Pasar, Perdagangan, dan Dampaknya

    Proses Produksi

    Dalam masalah ekonomi klasik, proses produksi memiliki peranan sangat penting. Saat itu, masyarakat dipancing untuk memikirkan bagaimana caranya dapat menghasilkan barang dan jasa agar bisa memenuhi berbagai kebutuhan. Dengan memproduksi, maka produsen dapat memetakan dan menguasai kebutuhan pasar.

    Proses Distribusi

    Barang yang telah selesai diproduksi pada akhirnya harus disalurkan ke konsumen. Proses distribusi barang atau jasa dari produsen ke konsumen inilah yang disebut dengan distribusi. Dalam hal ini, penyalur memegang peranan penting. Sebab mereka yang memiliki strategi agar barang dan jasa bisa diterima ke konsumen dengan cepat.

    Proses Konsumsi

    Barang yang  telah diproduksi tidak akan berarti apa-apa jika masyarakat enggan mengonsumsinya. Sehingga, semua hal yang dilakukan oleh konsumen menjadi benchmark atau panduan bagi produsen dalam memproduksi barang atau jasa.

    Apa Itu Masalah Ekonomi Modern

    Sementara itu, masalah ekonomi modern berfokus pada bagaimana cara mengalokasikan sumber daya untuk dapat memenuhi kebutuhan manusia yang kian beragam. Sebagai bagian dari ekonomi mikro, masalah ekonomi modern terjadi karena perilaku konsumen dan perkembangan teknologi.

    Baca juga: Ekonomi Mikro Adalah: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Kemajuan zaman tidak dimungkiri membuat masalah ekonomi jadi semakin rumit. Sehingga, diskusi mendalam terkait permasalahan ini masih terus bergulir guna menemukan solusi.

    Teori ekonomi modern dapat dikatakan jauh lebih kompleks dari teori klasik. Sebab, masalah pokok ekonomi modern berkutat pada tiga pertanyaan: Apa yang Diproduksi, Bagaimana Cara Memproduksi, dan Untuk Siapa Barang Diproduksi.

    Beberapa tokoh yang mengembangkan teori masalah ekonomi modern di antaranya adalah Karl Marx dan John Maynard Keynes.

    Apa yang Diproduksi? (What to Produce)

    Unsur pertama dari masalah pokok ekonomi modern berkaitan dengan produk apa yang akan diproduksi. Produsen harus memprioritaskan produksi suatu barang atau jasa yang sedang dibutuhkan agar tepat sasaran dan terjangkau oleh masyarakat seluas-luasnya.

    Dengan kata lain, jumlah barang dan jasa yang akan diproduksi harus dipikirkan secara selektif dan benar-benar produk yang sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Semakin terbatasnya sumber daya (alam, manusia, dan modal) benar-benar menjadi faktor yang penting dipertimbangkan oleh produsen.

    Jika terjadi salah kalkulasi dalam menentukan jumlah produk, tentu produsen akan mengalami kerugian karena barang yang diproduksi tidak habis terjual atau tidak bisa dikonsumsi oleh masyarakat.

    Sebagai contoh, saat ini terjadi kenaikan harga minyak goreng akibat kenaikan harga CPO (Crude Palm Oil) yang menjadi bahan baku pembuatan minyak goreng. Maka, Sinar Mas Agribusiness and Food sebagai salah satu produsen minyak goreng terbesar di Indonesia meningkatkan kapasitas pabriknya untuk memproduksi minyak goreng kemasan dengan harga terjangkau untuk mencukupi kebutuhan masyarakat. Mereka juga menggelar operasi pasar untuk membantu pemerintah dalam stabilisasi harga minyak goreng di pasaran,

    Contoh lainnya, jelang Hari Lebaran tiba, bahan-bahan pokok menjadi prioritas kebutuhan masyarakat. Sehingga, produsen bahan-bahan pokok akan meningkatkan produksi sembako. Mereka akan menunda proses produksi barang atau jasa yang kurang mendesak dan kurang dibutuhkan oleh masyarakat.

    Baca Juga: Pengertian, Contoh dan Ciri-Ciri Sistem Ekonomi Campuran

    Bagaimana Cara Memproduksi? (How to Produce)

    Setelah selektif dalam memproduksi barang dan jasa, produsen juga harus menentukan cara dan metode terbaik untuk memproduksi barang dan jasa tersebut. Karena terbatasnya sumber daya yang ada, maka produsen harus mampu menentukan teknik produksi yang paling efektif (tepat sasaran) dan efisien (hemat biaya).

    Mau tidak mau, produsen harus memikirkan beberapa strategi agar proses produksi yang dilakukan terencana dan terkelola dengan matang. Tidak hanya terkait sumber daya, tapi produsen juga harus bisa menentukan sistem produksi yang tepat guna.

    Jika membutuhkan sumber daya manusia, maka produsen harus memikirkan besaran upah yang akan diberikan. Sedangkan, jika produsen memutuskan untuk menggunakan mesin, maka mereka harus menghitung berapa investasi yang akan dikeluarkan untuk membeli mesin dan biaya perawatannya.

    Sebagai contoh, sebuah perusahaan kertas bisa memproduksi kurang lebih 19 juta ton produk tisu, kemasan makanan, kertas, dan pulp secara efektif dan efisien setiap tahunnya. Mereka menggunakan serat yang diperoleh dari 100 persen kayu perkebunan, sehingga hasilnya dapat dipertanggungjawabkan, terbarukan, dan dapat didaur ulang. Selain itu, mereka menerapkan proses manufaktur berefisiensi tinggi untuk melestarikan lingkungan.

    Contoh lainnya, alih-alih impor, perusahaan farmasi lokal memproduksi sendiri alat tes COVID-19 agar bisa lebih terjangkau oleh masyarakat. Atau, sebuah produsen pakaian olahraga membutuhkan tenaga kerja manual, sehingga mereka mendirikan pabrik di wilayah padat penduduk untuk menyerap tenaga kerja.

    Baca juga: 10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Untuk Siapa Diproduksi? (For Whom to Produce)

    Ini hampir sama dengan masalah ekonomi klasik, yaitu terkait distribusi. Produsen harus memikirkan siapa calon pembeli barang atau jasa. Masalah ini meliputi pasar mana yang dituju, bagaimana demografinya, berapa kisaran penghasilan, jenis kelamin, serta usia.

    Dengan menilai daya beli dan minat konsumen, maka produsen dapat mengetahui segmentasi pasar agar barang dan jasa yang diproduksi bisa tepat sasaran. Jika barang yang diproduksi tepat sasaran, maka alur distribusi dari produsen ke konsumen lebih cepat tergambarkan. Sehingga, efektivitas produksi berhasil tercapai.

    Misalnya, perusahaan air minum memproduksi air mineral dengan pH tinggi dengan target pasar keluarga kelas menengah ke atas yang peduli kesehatan.

    Jika dituangkan dalam sebuah tabel, berikut perbedaan masalah ekonomi modern dan masalah ekonomi klasik.

    Masalah Ekonomi Klasik

    Masalah Ekonomi Modern

    Bertujuan untuk mencapai kemakmuran

    Menghadapi masalah berupa keterbatasan sumber daya

    Berfokus pada proses produksi, distribusi dan konsumsi

    Berfokus pada barang apa yang akan diproduksi (what), bagaimana cara memproduksinya (how), dan untuk siapa barang diproduksi (for whom)

    Proses distribusi masih belum merata karena masih banyak wilayah yang sulit diakses dan alat transportasi yang masih sederhana

    Produsen harus selalu berinovasi dan pangsa pasar harus fokus karena persaingan yang semakin ketat

    Teknologi belum berkembang, sehingga kebutuhan masyarakat masih sederhana

    Teknologi sudah semakin maju, sehingga kebutuhan masyarakat semakin beragam

    Pertumbuhan masyarakat masih rendah

    Pertumbuhan masyarakat kian tinggi dan beragam, sehingga sulit untuk menentukan target pasar


    Baca Juga: Pengertian, Prinsip, serta Keunggulan Sistem Ekonomi Islam

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Masalah Ekonomi

    Dari unsur-unsur yang terjadi dalam permasalahan ekonomi, baik masalah ekonomi klasik maupun masalah ekonomi modern, dapat disimpulkan beberapa faktor yang memengaruhi timbulnya masalah ekonomi:

    1. Sumber Daya Alam

    Segala hal yang berasal dari alam dan dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan hidup seluruh manusia disebut sebagai sumber daya alam. Kehadiran dan ketersediaan sumber daya alam sangat erat kaitannya terhadap masalah ekonomi. Sebab, bahan baku untuk produksi sebagian besar berasal dari sumber daya alam.

    2. Sumber Daya Manusia

    Proses produksi membutuhkan tenaga profesional dan tenaga ahli yang disebut dengan Sumber Daya Manusia (SDM). Mereka berperan sebagai individu produktif yang bekerja dan bergerak mengendalikan elemen sumber daya yang lain, seperti modal dan teknologi.

    3. Modal

    Salah satu sumber daya yang penting adalah modal. Proses produksi dapat tercapai jika modal kerja tersedia. Modal kerja diperoleh dari pembiayaan sektor perbankan atau dari unsur-unsur aktiva lancar misalnya kas, surat-surat berharga, dan piutang.

    4. Proses Distribusi

    Barang yang sudah diproduksi tentu harus disalurkan ke masyarakat, bukan sekadar disimpan di dalam gudang. Aktivitas distribusi yang tepat akan membantu dalam mencapai profit perusahaan.

    Proses distribusi menjadi salah satu faktor dalam masalah ekonomi modern.

    5. Tingkat Konsumsi

    Kemajuan teknologi dan derasnya arus informasi menciptakan gaya hidup. Akibatnya, tingkat konsumsi juga ikut meningkat.

    Kesimpulan

    Di era modern, permasalahan ekonomi menjadi sangat kompleks. Sehingga, tidak mengherankan jika masalah ekonomi modern membuat aktivitas dan proses membangun bisnis menjadi penuh tantangan.

    Salah satu tantangan dalam membangun bisnis dalam masalah ekonomi modern adalah bagaimana caranya dalam mengoptimalkan pembukuan usaha. Tapi, kini sudah hadir aplikasi majoo yang dengan senang hati membantu para wirausahawan dalam mengelola bisnis agar menjadi lebih maju. Aplikasi berbasis ekosistem digital ini akan membuat bisnis menjadi lebih berkembang.

    Segera gunakan fitur akuntansi yang efisien dan akurat dengan aplikasi kasir online majoo agar bisnismu kian maju dan berkembang.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?