Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Sustainability adalah Keberlanjutan, Apa Artinya di Bisnis?

    Sustainability adalah Keberlanjutan, Apa Artinya di Bisnis?

    Sustainability adalah sebuah tanggung jawab moral yang harus kita semua miliki.

    Bagi mereka yang memiliki perhatian lebih pada lingkungan, mungkin sustainability adalah istilah yang sudah tidak asing lagi. Pasalnya, kata yang satu ini memang kerap digunakan untuk mendorong penerapan praktik yang ramah lingkungan dalam kehidupan sehari-hari.

    Meski demikian, istilah ini tidak hanya digunakan untuk menjelaskan sesuatu yang berhubungan dengan lingkungan saja, lho, karena pelaku usaha pun dapat menerapkan konsep ini dalam menjalankan operasional bisnisnya. Kurang paham maksudnya? Jangan cemas, langsung saja kita bahas bersama-sama tentang penerapan konsep sustainability dalam praktik bisnis!

    Apa Itu Sustainability?

    Sustainability adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan secara bebas menjadi keberlanjutan. Istilah ini banyak dipakai oleh pecinta lingkungan untuk menjelaskan gagasan bahwa sumber daya alam yang kita miliki sebenarnya terbatas karena ada beberapa sumber daya yang tak dapat diperbarui, sehingga penggunaannya harus diperhatikan agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan manfaatnya dapat dinikmati terus-menerus.

    Namun, sebagai sebuah konsep, istilah keberlanjutan ini sebenarnya bisa diterapkan pada aspek atau bidang-bidang lain, yaitu dengan memastikan penggunaan sumber daya apa pun yang kita butuhkan tidak dilakukan secara berlebihan sehingga kegiatan-kegiatan yang membutuhkan sumber daya tersebut pun dapat dijalankan secara berkelanjutan atau terus-menerus.

    Jadi, apabila menemui pertanyaan ‘apa itu sustainability’, tidak perlu bingung dalam menjawab, ya! Cukup jelaskan saja terkait suatu kegiatan yang dilakukan secara terus-menerus dalam waktu yang sangat panjang. Nah, lalu apa kaitannya dengan operasional bisnis? Mari kita lanjutkan ke pembahasan yang berikutnya!

    Apa yang Dimaksud dengan Business Sustainability?

    Seperti yang sempat dibahas sebelumnya, konsep keberlanjutan ini sesungguhnya dapat diterapkan dalam bidang apa pun dengan melakukan suatu kegiatan secara terus-menerus dalam rentang waktu yang panjang. Dalam dunia bisnis, konsep ini dapat diterapkan dengan business sustainability atau sebuah bisnis yang berkelanjutan.

    Sederhana saja, kok, setiap pelaku usaha tentu ingin agar bisnis yang dijalankannya dapat bertahan lama sehingga bisa terus-menerus menghasilkan keuntungan, kan? Bahkan, tak sedikit pula yang memiliki ekspektasi bahwa bisnisnya tidak hanya sekadar bertahan, tetapi juga maju dan berkembang.

    Nah, ekspektasi tersebut sebenarnya dapat diwujudkan dengan menjalankan bisnis yang berkelanjutan ini, lho! Oleh karena itu, setiap pemilik usaha diharapkan memahami dengan benar konsep bisnis yang berkelanjutan tersebut agar dapat mengambil keputusan bisnis secara tepat untuk memastikan keberadaan bisnisnya dapat bertahan hingga waktu yang lama–jika perlu bahkan sampai bergenerasi-generasi!

    Namun, sebenarnya seberapa penting, sih, menerapkan konsep bisnis yang berkelanjutan? Tujuan atau manfaat apa yang sebenarnya dapat dinikmati oleh pemilik usaha yang menerapkan konsep ini?

    Baca juga: Melakukan Manajemen Sumber Daya Manusia secara Efektif

    Tujuan Apa yang Ingin Dicapai Business Sustainability?

    Dengan bahasa yang mudah, tujuan akhir dari penerapan business sustainability adalah memastikan pemilik usaha dapat terus memperoleh keuntungan bisnis dengan menjalankan sebuah usaha yang dapat bertahan lama. Akan tetapi, jika ditelaah lebih dalam, tujuan penerapan bisnis yang berkelanjutan sebenarnya tidak hanya terpaku pada keuntungan bisnis semata, lho!

    Tujuan yang ingin dicapai dengan menjalankan bisnis yang berkelanjutan tidak terbatas pada keuntungan secara materi atau ekonomi saja, tetapi juga mencakup aspek sosial dan juga lingkungan.

    Dengan menerapkan konsep bisnis yang berkelanjutan, pemilik usaha tidak terfokus sepenuhnya dalam mencari keuntungan yang sebanyak-banyaknya dalam waktu yang singkat atau dengan modal yang sekecil mungkin, tetapi juga berupaya untuk melestarikan lingkungan agar sumber daya bisnis yang ada dapat digunakan dalam jangka waktu yang lebih panjang.

    Tentu saja dengan melakukan upaya tersebut, proses produksi yang dapat dilakukan sepanjang waktu bukanlah satu-satunya manfaat yang bisa dinikmati. Praktik ini juga membantu kita untuk menjaga kelestarian lingkungan sehingga masyarakat yang bukan menjadi bagian dari proses bisnis pun dapat merasakan manfaatnya. Karena itulah bisnis yang berkelanjutan juga dirasa mencakup aspek-aspek sosial dan juga lingkungan.

    Baca juga: Kenali Threat SWOT Lebih Dalam untuk Bisnis yang Lebih Siap!

    Apa Cara Terbaik untuk Mencapai Business Sustainability?

    Ketika seorang pemilik usaha benar-benar memahami apa itu sustainability, menyusun strategi untuk memastikan usaha yang dikelolanya dapat dijalankan dengan konsep bisnis yang berkelanjutan pun sebenarnya bukanlah perkara yang terlalu rumit.

    Setidaknya, ada tiga cara yang dapat dilakukan untuk memastikan bisnis yang tengah dipegang dapat bertahan lebih lama dan dalam jangka panjang menghasilkan keuntungan bisnis yang juga lebih besar.

    Business sustainability adalah salah satu upaya untuk memastikan bisnis dapat bertahan serta terus maju dan berkembang.

    1. Meningkatkan Efisiensi Kerja

    Cara pertama yang dapat dilakukan untuk mencapai business sustainability adalah dengan memastikan operasional bisnis dapat dijalankan dengan seefektif dan seefisien mungkin.

    Selalu tanamkan bahwa sumber daya bisnis yang dibutuhkan untuk memastikan usaha dapat terus bertahan merupakan sesuatu yang memiliki batas dan dapat habis sewaktu-waktu. Padahal, ketika sumber daya tersebut habis, sudah barang tentu operasional bisnis pun akan terganggu–bahkan, bukan tidak mungkin operasional bisnis berhenti sepenuhnya karena sudah tidak ada lagi sumber daya yang dapat diolah.

    Dengan menanamkan pikiran tersebut, memastikan setiap sumber daya benar-benar digunakan secara tepat sesuai kebutuhan pun akan menjadi target utama yang ingin dicapai. Misalnya saja, pemilik usaha dapat mengurangi kegiatan operasional di malam hari agar listrik yang terpakai tidak terlalu berlebihan dapat menjadi salah satu upayanya.

    Mengurangi penggunaan kertas, contohnya dengan memanfaatkan beragam aplikasi dan platform digital untuk mengelola administrasi bisnis, juga termasuk dalam efisiensi yang mampu membuat bisnis bertahan lebih lama. Coba cari-cari kembali efisiensi seperti apa yang bisa dilakukan untuk mengurangi kebutuhan sumber daya bisnis.

    Jangan lupa juga, efisiensi ini juga akan membantu memperbesar margin keuntungan karena biaya yang seharusnya dikeluarkan untuk proses produksi pun sebenarnya bisa dipangkas jika memang tidak terlalu dibutuhkan, kan!

    Baca juga: 10 Contoh Bisnis yang Menguntungkan Tanpa Batasan Waktu

    2. Membangun Reputasi Bisnis

    Langkah berikutnya yang dapat dilakukan untuk memastikan bisnis memiliki sustainability adalah dengan membangun reputasi bisnis sebaik mungkin. Yah, kenapa tidak? Sayang juga, kan, jika operasional bisnis sudah dibuat seefisien mungkin, tetapi tidak diikuti dengan brand awareness yang sesuai?

    Apabila bisnis yang dikelola memiliki reputasi yang baik, pelanggan pun tidak akan segan untuk terus datang melakukan pembelian berulang, sehingga bisnis pun akan semakin mudah bertahan di tengah persaingan yang semakin sengit. Oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk terus membangun reputasi bisnis.

    Secara berkala meningkatkan kualitas produk dan layanan yang diberikan kepada pelanggan dapat dilakukan agar reputasi bisnis semakin baik. Cobalah untuk membuat survei kepuasan pelanggan untuk mengetahui produk atau jasa seperti apa yang sebenarnya mereka butuhkan sehingga pengembangan bisnis pun dapat dilakukan dengan terarah.

    3. Menumbuhkan Kepedulian Lingkungan

    Selanjutnya, pemilik usaha juga dapat mulai menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan agar semakin sempurna dalam menjalankan bisnis yang berkelanjutan. Kepedulian ini tidak terbatas pada karyawan atau staf internal yang terlibat langsung dalam operasional bisnis saja, lho! Jangan pernah ragu untuk memberikan edukasi kepada pelanggan juga, ya!

    Bagaimanapun juga, operasional bisnis akan sangat bergantung pada keinginan pasar. Jadi, sekalipun pemilik usaha sudah berupaya mati-matian untuk menerapkan konsep business sustainability, bukan tidak mungkin upaya tersebut akan gagal jika pelanggan yang dimiliki belum teredukasi dan menuntut untuk memperoleh layanan yang sebenarnya berkebalikan dengan konsep bisnis yang berkelanjutan.

    Tak perlu ragu untuk memberikan pengertian kepada pelanggan, misalnya terkait penggunaan kantong belanja yang digantikan dengan paper bag atau kemasan lain yang lebih ramah lingkungan. Beberapa pemilik usaha bahkan memanfaatkan langkah ini untuk memberikan nilai tambah bagi bisnisnya, mengingat kesadaran lingkungan di masyarakat secara umum juga sebenarnya sudah mulai meningkat.

    Mengelola Bisnis yang Berkelanjutan

    Meski memiliki niatan yang sesungguhnya mulia, penerapan konsep bisnis yang berkelanjutan bukannya tidak akan menimbulkan potensi masalah. Meski di satu sisi dapat memastikan keuntungan bisnis yang lebih besar dalam jangka panjang, konsep ini kerap harus membuat pemilik usaha mengeluarkan biaya produksi yang lebih besar.

    Kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan mungkin memang terasa sebagai sebuah konsep yang baru, oleh karena itu pemasok bahan baku yang lebih ramah lingkungan juga masih belum terlalu banyak sehingga harganya juga lebih tinggi daripada bahan baku yang biasa. Namun, bukan berarti pemilik usaha harus sepenuhnya meninggalkan konsep business sustainability ini.

    Disadari atau tidak, bisnis yang berkelanjutan akan memberikan manfaat yang jauh lebih besar dibanding keuntungan bisnis semata, oleh karena itu, jangan pernah ragu untuk mengupayakan pengelolaan bisnis yang lebih ramah terhadap lingkungan. Lakukan evaluasi dan cobalah cari pendekatan bisnis yang lebih tepat sesuai dengan kondisi agar bisnis dapat dipertahankan tanpa harus merusak bumi dan menghabiskan sumber daya alamnya.

    Jika belum, cobalah untuk memanfaatkan berbagai platform digital yang dapat membantu mengelola bisnis dengan lebih efisien, misalnya dengan menggunakan aplikasi majoo yang dapat membantu mengatur bisnis dengan mudah, kapan pun, dari mana pun! Yuk, karena sustainability adalah tanggung jawab kita bersama, mari ciptakan bisnis yang benar-benar maju dan berkembang bersama aplikasi majoo!

    Baca juga: Studi Kelayakan Bisnis: Pengertian, Tujuan, dan Contohnya

    Pertanyaan Terkait

    • Sustainability adalah sebuah kata dalam bahasa Inggris yang dapat diterjemahkan secara bebas menjadi keberlanjutan. Istilah ini banyak dipakai oleh pecinta lingkungan untuk menjelaskan gagasan bahwa sumber daya alam yang kita miliki sebenarnya terbatas karena ada beberapa sumber daya yang tak dapat diperbarui, sehingga penggunaannya harus diperhatikan agar sumber daya tersebut tidak cepat habis dan manfaatnya dapat dinikmati terus-menerus.
    • Dengan bahasa yang mudah, tujuan akhir dari penerapan business sustainability adalah memastikan pemilik usaha dapat terus memperoleh keuntungan bisnis dengan menjalankan sebuah usaha yang dapat bertahan lama. Akan tetapi, jika ditelaah lebih dalam, tujuan penerapan bisnis yang berkelanjutan sebenarnya tidak hanya terpaku pada keuntungan bisnis semata, lho!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.