Ketahui 10 Tantangan Penting Take Over Usaha!

Ditulis oleh Faiqotul Himma

article thumbnail

Kamu pasti penasaran tentang apa yang terjadi di balik layar ketika suatu perusahaan besar mengambil alih bisnis lainnya, bukan? Take over usaha adalah strategi yang sering digunakan dalam dunia bisnis untuk menguasai pasar, mengembangkan portofolio, atau menghadapi persaingan.

Di dalam artikel ini, kita akan mengupas tuntas alasan serta tantangan terkait dengan pengambilalihan usaha. Yuk, simak, ya! 

Take Over Usaha, Adalah?

Pengambilalihan usaha atau yang sering disebut sebagai take over ialah proses suatu perusahaan, individu, atau entitas lain mengakuisisi sebagian atau seluruh saham atau aset dari perusahaan lain. 

Tujuan utama dari take over usaha  ini untuk mengendalikan atau memiliki kendali yang lebih besar atas perusahaan yang diambil alih. Take over bisa terjadi dengan berbagai cara, termasuk pembelian saham, akuisisi aset, atau merger antara dua perusahaan. 

Penting untuk diingat bahwa take over bukan selalu tentang pengambilalihan saham atau aset. Terkadang, take over usaha ini mencakup pengambilalihan kendali atas manajemen atau pengambilalihan kontrol atas proses pengambilan keputusan dalam perusahaan target. 

Baca Juga: Apa Itu Pailit? Apa Bedanya dengan Bangkrut? Pahami di Sini!

Alasan Take Over Usaha

Take over usaha adalah tindakan serius yang melibatkan investasi besar dan perubahan signifikan dalam struktur bisnis. Alasan untuk melakukan take over ini bisa bervariasi, lho! Namun, ada beberapa motif umum yang mendorong perusahaan atau individu untuk mengambil langkah ini. Alasan-alasan itu adalah sebagai berikut: 

Ekspansi Pasar

Salah satu alasan paling umum untuk melakukan take over usaha adalah untuk mengakses pasar yang baru atau lebih luas. Misalnya, sebuah perusahaan mungkin mengambil alih kompetitor di pasar regional, lalu mereka ingin take over usaha tersebut untuk memperluas bisnis agar bisa masuk ke pasar internasional. 

Diversifikasi Portofolio

Perusahaan ingin mengurangi risiko dengan cara memiliki beragam bisnis atau produk. Dengan mengambil alih perusahaan yang beroperasi dalam industri atau sektor yang berbeda, mereka dapat mencapai diversifikasi portofolio yang lebih baik. 

Penghematan Biaya

Terkadang, take over usaha ini dapat menghasilkan penghematan biaya yang signifikan. Cara yang bisa dilakukan yaitu dengan menggabungkan operasional dua perusahaan yang saling melengkapi atau dengan menghilangkan redundansi. 

Akses ke Teknologi atau Keahlian

Sebuah perusahaan mungkin tertarik untuk mengambil alih perusahaan yang memiliki teknologi atau keahlian yang sangat diinginkan. Pengambilalihan ini dapat membantu mereka tetap kompetitif atau mempercepat pengembangan produk baru. 

Peningkatan Efisiensi Operasional

Dalam beberapa kasus, pengambilalihan dapat membantu perusahaan untuk menjadi lebih efisien dalam proses operasionalnya. Peningkatan efisiensi ini dengan cara menggabungkan infrastruktur, manajemen, atau perbaikan dalam rantai pasokan. 

Ekonomi Skala

Dengan menggabungkan dua perusahaan, mereka mungkin dapat mencapai ekonomi skala yang lebih baik. Bisa dikatakan, bahwa mereka dapat memproduksi atau memasok produk atau layanan dengan biaya yang lebih rendah per unit. 

Akses ke Pelanggan atau Distribusi yang Lebih Luas

Mengambil Alih perusahaan yang memiliki jaringan pelanggan atau saluran distribusi yang kuat dapat membantu perusahaan untuk mencapai lebih banyak pelanggan dengan produk atau layanannya. 

Manfaat Pajak

Beberapa pengambilalihan dapat memberikan manfaat pajak, seperti pemotongan pajak atau penggunaan kerugian fiskal yang tersedia dari perusahaan target. 

Keuntungan dari Persaingan

Take over usaha kompetitor dapat mengurangi persaingan di pasar, lho, sehingga dapat menguntungkan perusahaan untuk mengontrol harga atau memiliki pangsa pasar yang lebih besar. 

Nilai Aset dan Kekayaan Intelektual

Perusahaan mungkin tertarik dengan aset fisik atau kekayaan intelektual yang dimiliki oleh perusahaan target, seperti hak paten, merek dagang, atau hak cipta. 

Penting untuk dicatat bahwa alasan untuk melakukan take over usaha ini bisa sangat beragam, dan keputusan ini selalu berkaitan dengan strategi bisnis jangka panjang perusahaan. 

Meskipun ada potensi manfaat besar dalam take over usaha, tapi terdapat risiko yang harus diperhitungkan dengan hati-hati, ya. Oleh karena itu, analisis yang cermat dan perencanaan yang matang sangat penting sebelum memutuskan untuk melakukan take over usaha.

Baca Juga: 11 Faktor Kegagalan Usaha, Pengusaha Wajib Tahu!

Apa itu take over usaha? 

Tantangan dan Risiko Take Over Usaha

Take over usaha adalah langkah strategis yang memiliki potensi keuntungan besar, tetapi juga diiringi dengan tantangan dan risiko yang perlu diperhatikan dengan serius, lho! Mari kita bahas tantangan dan risiko take over usaha ini, ya. 

Penilaian yang Salah

Penilaian yang salah pada perusahaan target bisa menjadi risiko besar. Pasalnya, perusahaan target yang memiliki nilai terlalu tinggi, tentunya  akan di-take over dengan harga yang lebih tinggi. Sedangkan, penilaian perusahaan yang terlalu rendah dapat mengecilkan potensi keuntungan. 

Integrasi yang Sulit

Menggabungkan dua entitas bisnis yang berbeda seringkali rumit. Perbedaan dalam budaya perusahaan, sistem, dan proses operasional bisa menyulitkan efisiensi integrasi. 

Resistensi Karyawan

Karyawan dari perusahaan target mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan kepemilikan atau perubahan dalam budaya perusahaan, sehingga dapat menghasilkan resistansi internal yang dapat mengganggu operasional bisnis. 

Kepemimpinan yang Kurang Cocok

Terkadang, pemimpin di dalam perusahaan yang diambil alih mungkin tidak cocok dengan visi atau strategi perusahaan yang mengambil alih dan bisa menyebabkan konflik manajemen, lho! 

Pembiayaan yang Tidak Tepat

Cara perusahaan membiayai take over usaha bisa menjadi risiko. Terlalu banyak menggunakan utang, dapat mengakibatkan beban bunga yang berat. Sedangkan, penggunaan terlalu banyak modal dapat merusak kesehatan finansial perusahaan. 

Pemotongan dan Kebijakan Pemecatan

Terkadang, take over usaha dapat menghasilkan pemotongan karyawan atau perubahan dalam kebijakan perusahaan yang berdampak negatif pada budaya dan produktivitas. 

Risiko Hukum dan Kepatuhan

Perusahaan yang melakukan take over usaha perlu mematuhi semua regulasi dan hukum yang berlaku, terutama terkait persaingan dan anti-trust. Pelanggaran hukum dapat menghasilkan sanksi yang serius, lho! 

Kehilangan Pelanggan atau Pemasok

Pelanggan atau pemasok perusahaan target mungkin merasa tidak nyaman dengan perubahan dan memutuskan untuk beralih ke bisnis milik kompetitor, sehingga dapat mengurangi pendapatan atau meningkatkan biaya. 

Keberhasilan Produk atau Layanan

Produk atau layanan dari perusahaan target mungkin tidak berhasil seperti yang diharapkan dan bisa mengakibatkan kerugian finansial. 

Reputasi dan Image

Risiko untuk reputasi perusahaan juga harus diperhitungkan. Jika take over usaha dianggap sebagai tindakan yang tidak etis atau merugikan. Hal ini dapat merusak citra perusahaan di mata pelanggan dan pemangku kepentingan perusahaan.

Perusahaan yang sukses dalam proses take over akan mampu mengidentifikasi, mengelola, dan mengatasi tantangan ini secara efektif untuk mencapai tujuan bisnis yang diinginkan, ya. 

Baca Juga: Manajemen Resiko: Pengertian dan Manfaatnya Bagi Usaha

Proses Take Over Usaha

Take over usaha adalah langkah yang memerlukan perencanaan dan eksekusi secara hati-hati, lho! Proses take over usaha ini adalah sebagai berikut: 

1.    Perencanaan Awal

Proses take over dimulai dengan perencanaan awal. Perusahaan atau individu yang berminat harus menentukan tujuan dan alasan take over. Hal ini mencakup penilaian terhadap sektor bisnis yang diincar, perusahaan target yang potensial, dan potensi manfaat yang diharapkan dari take over. 

2.    Penelitian dan Evaluasi

Tahap berikutnya adalah penelitian mendalam tentang perusahaan target. Riset ini mencakup analisis keuangan, kinerja operasional, manajemen, serta aset dan kewajiban perusahaan. Penilaian yang teliti ini membantu dalam menentukan nilai perusahaan target dan menilai risiko terkait. 

3.    Pembiayaan

Setelah perusahaan menentukan nilai perusahaan target, mereka perlu mengembangkan strategi pembiayaan. Pembiayaan ini bisa mencakup pendanaan melalui utang, modal sendiri, atau kombinasi keduanya. Perencanaan pembiayaan yang baik adalah kunci dalam menjalankan take over usaha dengan sukses. 

4.    Negosiasi dan Penawaran

Proses negosiasi dimulai dengan membuat penawaran resmi kepada pemegang saham atau pemilik perusahaan target. Penawaran ini dapat mencakup harga, struktur transaksi, dan kondisi lainnya. Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi biasanya akan mencoba mencapai kesepakatan yang saling menguntungkan. 

5.    Due Diligence

Setelah penawaran diterima, tahap selanjutnya yaitu due diligence. Ini adalah proses yang lebih mendalam dalam memeriksa semua aspek perusahaan target, termasuk legalitas, aset, kontrak, dan catatan keuangan. Tujuannya untuk memastikan bahwa tidak ada informasi tersembunyi yang dapat memengaruhi take over usaha. 

6.    Persetujuan Regulasi

Beberapa pengambilalihan mungkin memerlukan persetujuan dari otoritas regulasi atau persetujuan dari pemegang saham perusahaan target. Proses ini dapat memakan waktu dan memengaruhi kemajuan take over usaha. 

7.    Penyelesaian Transaksi

Setelah semua persyaratan dan persetujuan dipenuhi, transaksi dapat diselesaikan. Transaksi ini melibatkan transfer saham atau aset, serta pembayaran sesuai dengan kesepakatan yang telah dicapai.

8.    Integrasi

Setelah take over usaha selesai, tahap selanjutnya adalah integrasi. Perusahaan yang mengambil alih perlu menggabungkan operasi dan proses dengan perusahaan target. Seringkali tahap ini paling rumit dan memerlukan manajemen yang efisien. 

9.    Evaluasi dan Optimalisasi

Setelah integrasi selesai, perusahaan yang mengambil alih perlu memantau kinerja perusahaan secara continue dan mengevaluasi hasil take over usaha. Cara ini dilakukan agar bisa memastikan bahwa take over usaha ini menghasilkan manfaat dan untuk mengambil tindakan koreksi jika diperlukan. 

10. Komitmen Jangka Panjang

Perusahaan perlu berkomitmen untuk mempertahankan dan mengembangkan perusahaan yang diambil alih untuk mencapai tujuan bisnis yang lebih besar. 

Contoh Surat Perjanjian Take Over Usaha

Agar kamu lebih mengerti dan memahami take over usaha ini, berikut contoh take over usaha yang berbentuk surat perjanjian.

 Contoh Surat Perjanjian Take Over Usaha

Kesimpulan

Aplikasi wirausaha

Nah, proses take over usaha adalah langkah yang kompleks dan memerlukan perencanaan yang matang, riset yang mendalam, dan manajemen yang cermat. Namun, jika dilaksanakan dengan hati-hati dan efisien, pengambilalihan usaha dapat menjadi faktor penting dalam pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan, lho!

Untuk membantu operasional bisnismu menjadi lebih efisien dan efektif, kini kamu bisa menggunakan aplikasi majoo, nih! Apa itu aplikasi majoo? Aplikasi majoo adalah aplikasi wirausaha online all in one berbasis cloud storage yang memiliki banyak fitur di dalamnya, seperti fitur inventory, Point of Sales (POS), Customer Relationship Management (CRM), akuntansi, owner, analisa bisnis, dan toko online. Setiap fitur memiliki fungsi yang akan memudahkanmu dalam mengelola bisnismu, lho!

Fiturnya lengkap, bukan? Jadi, tak perlu berlama-lama lagi, yuk, gunakan aplikasi majoo segera, ya!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo