Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Volatilitas: Pengertian, Penyebab, dan Jenisnya

    Volatilitas berkaitan erat dengan deviasi standar.

    Sebagai seorang investor yang lama berkecimpung di pasar modal, volatilitas tentu menjadi istilah yang tidak asing di telinga. Ya, volatilitas adalah istilah yang berkaitan dengan ketidakpastian ataupun risiko terhadap perubahan harga suatu instrumen di pasar modal. Volatilitas juga sering disebut dengan “market mood”, sebab tinggi-rendahnya akan memengaruhi tingkat harga pasar. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat pula pergerakan atau perubahannya.

    Sebagai seorang investor, memahami istilah volatilitas adalah wajib, sebab volatility dari suatu instrumen dapat menjadi bahan pertimbangan yang penting untuk diperhatikan saat mengambil keputusan investasi, khususnya jika kamu berinvestasi ke dalam instrumen dengan volatilitas tinggi. Selain memahami apa itu volatilitas, kamu juga perlu memahami perbedaan volatilitas dan fluktuasi, penyebab terjadinya volatilitas, jenis volatilitas, cara menghitung volatilitas, serta alasan mengapa volatilitas dapat menentukan peluang profit. Langsung saja, yuk simak penjelasan selengkapnya di bawah ini!

    Apa Itu Volatilitas?

    Volatilitas adalah ukuran perubahan statistik suatu harga sekuritas dalam periode tertentu. Istilah ini akan sering kamu temui jika berinvestasi pada instrumen saham atau valuta asing. Seperti yang sudah disinggung sebelumnya, volatilitas juga dikenal dengan istilah “market mood”, sebab tinggi rendahnya tingkat volatilitas dapat memengaruhi pergerakan harga pasar. Semakin tinggi nilainya, semakin cepat pula pergerakan atau perubahannya. Di sisi lain, volatilitas juga dapat digunakan sebagai acuan untuk memperkirakan peluang maupun risiko, tetapi tetap tidak menjadi sebuah patokan yang pasti. Dalam hal ini, volatilitas berkaitan erat dengan beta dan deviasi standar.

    Sementara itu, volatilitas saham adalah hasil perhitungan deviasi standar tahunan yang ditujukan untuk mengukur risiko saham pada periode berikutnya. Hal ini disebabkan oleh adanya perbedaan jumlah transaksi yang menyebabkan perubahan harga saham dalam waktu singkat. Jika kamu adalah seorang trader yang ingin mendapat keuntungan dari transaksi saham dalam waktu singkat, kamu dapat memilih saham dengan volatilitas tinggi, sebab harganya lebih berpotensi untuk naik (walau dengan risikonya yang juga tinggi).

    Selanjutnya, dikutip dari Cointelegraph, volatilitas adalah tingkat variasi harga trading dalam jangka waktu tertentu dan merupakan salah satu elemen khusus dari aset kripto yang tidak memiliki otoritas terpusat. Akan tetapi, jika dilihat dari sudut pandang lain, volatilitas kripto justru menarik minat banyak investor individual maupun institusional untuk berinvestasi. Di sisi lain, beberapa ahli juga memiliki pengertian masing-masing mengenai volatilitas, yaitu sebagai berikut:

    • Sinaga

    Volatilitas adalah fluktuasi dalam lingkungan operasi yang ditandai dengan naik turunnya jumlah arus kas yang dimiliki perusahaan.

    • Tumirin

    Volatilitas adalah fluktuasi dari return sekuritas atau portofolio dalam suatu periode tertentu.

    • Tim Studi Volatilitas Pasar Modal Indonesia dan Perekonomian Dunia

    Volatilitas adalah pengukuran statistik untuk fluktuasi harga suatu sekuritas atau komoditi selama periode tertentu.

    Perbedaan volatilitas dengan fluktuasi dapat dilihat dari poin penting masing-masing. Poin paling penting dari volatilitas adalah suatu pergerakan harga yang digunakan sebagai tolak ukur dari market food. Sementara itu, fluktuasi sendiri terjadi karena adanya nilai transaksi yang populer dari jenis saham atau valas tertentu. Selain itu, analisa fundamental juga memengaruhi nilai jual dan beli secara cepat.

    Baca juga: GNP: Pengertian, Rumus, Cara Menghitung, dan Contohnya

    Penyebab Terjadinya Volatilitas

    Setelah mengetahui apa itu volatilitas, saatnya mencari tahu beberapa penyebab terjadinya volatilitas berikut ini:

    1. Faktor Sektor dan Industri

      Penyebab terjadinya volatilitas yang pertama adalah faktor sektor dan industri. Hal ini terlihat saat peraturan pemerintah bertambah dan semakin mengikat industri tersebut, maka harga saham berpotensi untuk jatuh. Hal ini disebabkan oleh perusahaan yang semakin tunduk pada peraturan, meningkatnya pengeluaran untuk karyawan berdasarkan peraturan tersebut, serta beberapa aktivitas dari industri sekuritas itu sendiri, seperti pembatasan atau penundaan trading, laporan pertemuan tahunan, insider trading, dan lain sebagainya.
    2. Faktor Ekonomi dan Politik

      Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, peraturan yang dibuat oleh pemerintah, perjanjian perdagangan, hingga undang-undang akan memengaruhi kondisi ekonomi, termasuk terjadinya volatilitas. Hal lain dari faktor ekonomi yang ikut memengaruhi volatilitas adalah angka belanja konsumen, data inflasi, laporan pekerjaan bulanan, perubahan suku bunga tahunan, perubahan kurs valas, dan lain sebagainya. Selain ekonomi, faktor politik juga ikut memengaruhi terjadinya volatilitas, seperti isu-isu HAM, lingkungan hidup, hingga pelaksanaan pemilu.
    3. Kinerja Perusahaan

      Kinerja atau kegiatan perusahaan juga bisa menjadi penyebab terjadinya volatilitas. Dengan kata lain, volatilitas dapat terjadi pada perusahaan tertentu, tergantung dari kegiatan yang berlangsung, seperti suksesnya peluncuran produk baru, peningkatan pendapatan perusahaan, dan lain sebagainya. Selain itu, berita positif juga dapat membuat kepercayaan investor meningkat dan membuat banyak orang membeli saham perusahaan tersebut. Sebaliknya, berita negatif dapat membuat harga saham perusahaan tersebut menurun.
    4. Pengumuman Kerja Sama

      Faktor lain yang menjadi penyebab terjadinya volatilitas adalah adanya pengumuman kerja sama, baik penggabungan atau merger, akuisisi, atau diversifikasi. Secara tidak langsung, hal tersebut akan memberikan pengaruh terhadap jumlah kekayaan perusahaan.

    Baca juga: Pivot adalah: Strategi, Tips, dan Waktu Pivot yang Tepat

    Jenis Volatilitas

    Beberapa jenis volatilitas adalah sebagai berikut:

    1. Volatilitas Historis (Historical Volatility)

    Volatilitas historis merupakan jumlah volatilitas yang dimiliki oleh sebuah efek dalam setahun terakhir. Jenis volatilitas ini dipengaruhi oleh variasi harga saham dalam satu tahun terakhir. Jika suatu saham memiliki harga yang bervariasi, saham tersebut dapat dikatakan memiliki nilai volatilitas yang tinggi.

    2. Volatilitas Pasar (Market Volatility)

    Volatilitas pasar merupakan kecepatan perubahan harga di pasar manapun, termasuk pasar saham, komoditas, dan valuta asing. Peningkatan volatilitas pasar biasanya menjadi tanda bahwa kondisi sedang berada di dasar atau puncak pasar sudah dekat. Saat menghadapi kondisi ini, investor akan mengambil keputusan sesuai dengan strategi investasi yang dipercaya.

    3. Volatilitas Tersirat (Implied Volatility)

    Jenis volatilitas ini mengacu pada pandangan trader terhadap volatilitas yang akan terjadi di masa mendatang. Hal ini mengacu pada tingkat permintaan dan penawaran dari sebuah saham yang digunakan untuk memprediksi naik turunnya sebuah saham di masa mendatang.

    4. Volatilitas Saham

    Volatilitas saham menggunakan pengukuran yang disebut beta, yaitu seberapa baik harga sebuah saham berkorelasi dengan Indeks Standard & Poor’s 500. Jika harga saham bergerak sempurna (sejalan dengan indeks), nilai beta-nya akan berada di angka satu. Nah, jika lebih dari satu, artinya saham memiliki nilai yang tidak stabil, sehingga mudah berubah dan begitu juga sebaliknya. Dengan demikian, angka ini bisa menjadi salah satu acuan bagi investor dalam memilih saham untuk investasi mereka.

    Volatilitas dapat dihitung dengan cara tertentu. 

    Cara Menghitung Volatilitas

    Pendekatan paling sederhana sebagai cara menghitung volatilitas adalah dengan menghitung deviasi standar harga selama periode waktu tertentu. Hal Ini dapat dilakukan dengan mengikuti langkah-langkah di bawah ini:

    • Kumpulkan harga saham sebelumnya.
    • Hitung harga rata-rata dari harga saham sebelumnya.
    • Tentukan perbedaan antara setiap harga dalam set dan harga rata-rata.
    • Kuadratkan selisih dari langkah sebelumnya.
    • Jumlah selisih kuadrat.
    • Bagi selisih kuadrat dengan jumlah total harga dalam kumpulan (temukan varians).
    • Hitung akar kuadrat dari hasil angka tahapan sebelumnya. 

    Baca juga: 9 Faktor yang memengaruhi Penawaran Barang dan Jasa

    Mengapa Volatilitas Dapat Menentukan Peluang Profit?

    Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, volatilitas adalah market mood yang berarti semakin tinggi volatilitasnya, semakin cepat pula perubahan harga pasarnya. Oleh sebab itu, volatilitas dapat digunakan untuk mengukur peluang di masa depan. Lebih lanjut, simak alasan mengapa volatilitas bisa menentukan peluang profit berikut ini:

    1. Profit berbanding lurus dengan risiko

      Sebagai seorang investor atau pebisnis, istilah high risk high return tentu tidak asing di telinga. Ya, jika tingkat volatilitas tinggi, peluang untuk mendapat profit pun lebih besar karena adanya lonjakan dari harga penutup sebelumnya. Akan tetapi, hal ini berbanding lurus dengan risiko yang tinggi, sebab pergerakan harga bergerak semakin cepat.
    2. Gunakan stop loss

      Ketika tahu jika profit berbanding lurus dengan risiko, selanjutnya kamu dapat menggunakan stop loss pada tingkat lebih rendah dari target profit.
    3. Fundamental memengaruhi volatilitas

      Volatilitas dipengaruhi oleh berbagai faktor. Dengan demikian, tidak heran jika para broker akan memberikan kalender ekonomi yang memuat jadwal-jadwal tertentu, seperti jadwal rilis data atau event. Hal ini bisa membantumu untuk memperkirakan peluang profit investasi.

    Penutup

    Volatilitas adalah naik turunnya atau fluktuasi nilai kas suatu perusahaan dalam periode tertentu. Penyebab terjadinya volatilitas oleh beberapa faktor, yaitu faktor sektor dan industri, faktor ekonomi dan politik, kinerja perusahaan, serta pengumuman kerja sama. Sementara itu, jenis volatilitas yang lazim terjadi adalah volatilitas historis, saham, tersirat, dan pasar. Setelah memahami pengertian, penyebab, jenis, dan cara menghitung volatilitas, kamu tentu dapat menyelesaikan permasalahan yang berkaitan dengan fluktuasi nilai kas. Untuk mempermudah pengarsipan data kas, juga berbagai data lainnya dalam bisnis, jangan ragu untuk gunakan majoo yang siap menjadi pilihan yang tepat. Dengan berlangganan majoo, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ditawarkan untuk mendukung kemajuan bisnismu. Tidak perlu khawatir, majoo selalu setia menemani langkahmu dalam bekerja dan membangun bisnis, terutama untuk urusan partner pembayaran. Tunggu apa lagi? Saatnya berlangganan sekarang!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.