Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    VUCA adalah: Pengertian, Langkah, Dampak

    Dunia VUCA penting untuk diketahui, dipahami, dan dihadapi jika kamu ingin bisnismu tetap berjalan dan bertahan.

    Kali ini majoo akan membahas tentang VUCA. Mungkin kamu belum tahu apa yang disebut dengan VUCA ini, ya?

    Perlu Majoopreneurs ketahui bahwa VUCA sebenarnya bukan situasi baru di dalam dunia bisnis. Para pemimpin organisasi mau tidak mau harus menghadapi kondisi lingkungan yang terus berubah dan tidak dapat diprediksi. 

    Terutama setelah terjadi krisis selama pandemi akibat COVID19, VUCA ini menjadi semakin intens dan sangat berpengaruh dalam dunia bisnis.

    Apa, sih, VUCA itu? Apa pengaruhnya terhadap dunia bisnis?

    VUCA adalah akronim untuk Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity. Istilah VUCA berasal dari US Army War College untuk menggambarkan situasi dan kondisi pada saat Perang Dingin. Sejak itu, konsep VUCA diadopsi oleh perusahaan dan organisasi di berbagai industri dan sektor untuk menjadi panduan dalam hal kepemimpinan dan perencanaan strategis.

    Yuk, kita bahas lebih lanjut!

    Apakah Kepanjangan VUCA?

    Sekilas sudah dibahas di awal artikel ini, ya. VUCA adalah singkatan dari volatility, uncertainty, complexity, dan ambiguity. Di dalam bahasa Indonesia dan mengacu pada dunia bisnis, arti VUCA merupakan situasi atau kondisi lingkungan bisnis yang tengah mengalami gejolak atau volatilitas, ketidakpastian, kompleksitas, serta ambiguitas.

    Benar-benar sebuah kombinasi yang jika digabungkan mencirikan sifat dari beberapa kondisi dan situasi serba sulit.

    VUCA adalah sebuah kondisi ketika perubahan terjadi sangat cepat, tidak pasti, kompleks, dan ambigu yang disebabkan karena transformasi digital atau teknologi. Kebayang, nggak, sih, gimana kondisi yang dihadapi oleh organisasi dan perusahaan? 

    Istilah VUCA pertama kali digunakan di dunia militer pada masa 1990-an untuk menggambarkan situasi pertempuran paramedis, ketika informasi lapangan sangat terbatas.

    Bayangkan kamu harus bertempur dengan informasi yang terbatas bagaikan berjalan dalam kebutaan sehingga dapat menyebabkan kebingungan dan menimbulkan chaos

    Sekolah bisnis pada era 1980-an dan 1990-an mengajarkan banyak hal tentang menghadapi situasi bisnis yang relatif dapat diprediksi. Rutinitas dan stabilitas membentuk dasar asumsi tersebut.

    Baca juga: Teknik Analisis Data yang Bisa Diterapkan dalam Bisnis

    Mengenal dan Memahami VUCA

    Apakah arti dari keempat huruf dalam VOCA tersebut?

    • Volatility (Volatilitas)

    Volatilitas mengacu pada kecenderungan untuk berubah dari satu keadaan ke keadaan lain. Dalam kondisi tertentu, bahan yang mudah menguap dapat meledak secara berbahaya, berubah dengan cepat dari stabil menjadi tidak teratur. Ini memberikan indikasi lain bahwa kondisi volatile adalah kondisi yang berbahaya.

    Hal yang menarik tentang volatilitas adalah meskipun dapat mewakili bahaya, tetapi juga dapat berupa peluang. Seperti pedang bermata dua, ya? Intinya adalah: volatilitas bagus jika kamu mencari peluang dan buruk jika kamu menyukai prediktabilitas.

    • Uncertainty (Ketidakpastian)

    Ketidakpastian mengacu pada kurangnya informasi spesifik, yang dapat ditemukan dengan menjawab pertanyaan spesifik. Menanyakan, “Berapa probabilitas hari ini harga tomat akan turun?” adalah pertanyaan yang merupakan upaya untuk mencirikan ketidakpastian.

    Perubahan mungkin terjadi, tetapi tidak mutlak, atau bahkan tidak ada sama sekali. Walaupun begitu, biasanya penyebab dan dampaknya sudah diketahui.

    • Complexity (Kompleksitas)

    Keadaan disebut kompleks ketika terdapat banyak bagian dan variabel yang saling berhubungan. Beberapa informasi tersedia dan bisa diprediksi, tetapi volumenya besar dan sulit diproses sehingga dapat menyebabkan seseorang kewalahan. Jenisnya bervariasi dan sifatnya berbelit-belit, tetapi tidak selalu menyebabkan perubahan.

    • Ambiguity (Ambiguitas)

    Diambil dari bahasa latin “ambi-” mengacu pada banyak atau tidak tetap, seperti penggunaannya dalam kata ambiance dan ambidextrous.

    Ambiguitas adalah situasi tanpa hubungan sebab-akibat yang jelas. Sifatnya baru dan belum pernah terjadi sebelumnya sehingga tidak dapat diprediksi. Penyebab dan dampaknya juga tidak diketahui.

    Apa Saja Langkah Menghadapi VUCA bagi Para Pebisnis?

    Sekarang timbul pertanyaan setelah membaca penjabaran VUCA di atas. Karakteristik VUCA mana yang paling relevan dengan tantangan dan peluang yang kamu hadapi?

    Jika kamu adalah pemilik bisnis atau pemimpin sebuah tim, kamu bisa menggunakan beberapa tips berikut untuk memimpin melalui VUCA.

    Hadapi Volatilitas dengan Agility

    Ditandai dengan situasi yang tidak dapat diprediksi, tidak stabil, meskipun tidak selalu rumit. Saatnya kamu bertindak sat set dan lincah, nih! Misalnya:

    • Latih elastisitas peran dan kembangkan “spesialis generalisasi”.
    • Tingkatkan kecepatan keputusan
    • Memanfaatkan teknologi dan strategi alternatif untuk memastikan komunikasi yang berkelanjutan.
    • Secara teratur melatih untuk tahan terhadap berbagai gangguan, dan meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan bakat

    Antisipasi Ketidakpastian dengan Informasi Cukup

    Informasi yang cukup akan berguna di situasi serba tidak pasti. Perusahaan harus mencari informasi sebanyak-banyaknya untuk mengumpulkan data dan menambah sudut pandang baru.

    Kamu dapat meminimalisir kerugian akibat ketidakpastian dengan:

    • Mengumpulkan informasi tambahan, termasuk data pelanggan, analisis pasar
    • Meningkatkan akses ke pasar melalui teknologi terkini
    • Sediakan waktu untuk “wawancara rutin” dengan karyawan dan pelanggan sehingga kamu dapat mengidentifikasi minat dan kekuatan orang untuk membuat mereka tetap terlibat.

    Atasi Kompleksitas dengan Restrukturisasi

    Untuk mengatasi kompleksitas, salah satu cara yang efektif adalah melakukan restrukturisasi internal, seperti penyusunan ulang portofolio, keuangan, atau struktur organisasi. .

    • Meningkatkan komunikasi, kolaborasi dan koordinasi
    • Menyesuaikan struktur organisasi dan keahlian agar sesuai dengan kompleksitas di dalam perusahaan 
    • Mengidentifikasi orang-orang yang memiliki kekuatan dan pengalaman dalam menghadapi kompleksitas
    • Merekrut dan mengembangkan orang-orang yang dapat berkembang dalam kompleksitas.

    Kurangi Ambiguitas dengan Eksperimen

    Buat hipotesis dan lakukan pengujian untuk lebih memahami penyebab dan efek dari suatu tantangan. Hal yang bisa kamu lakukan untuk mengurangi dampaknya adalah seperti:

    • Terlibat penuh dan berkomitmen kembali untuk tujuan kamu
    • Memahami dan memprioritaskan kebutuhan pelanggan dan konsumen
    • Fokus pada MVP (Minimal Viable Product)
    • Berlatih membuat prototipe untuk mengecek kegagalan lebih cepat dan belajar memperbaikinya juga lebih cepat
    • Bereksperimen dan uji coba untuk menemukan apa yang tidak kamu ketahui
    • Luangkan waktu untuk mempelajari pengalaman dan meneruskannya kepada karyawan

     

    Ketidakpastian adalah salah satu unsur VUCA yang harus kamu hadapi dan antisipasi dengan beberapa cara.

    Adakah Dampak Negatif VUCA?

    Jawabannya, jelas ada. Di bawah ini adalah beberapa contoh dampak negatif akibat dari VUCA bagi bisnis yang sedang kamu jalankan:

    1. Contoh Volatilitas

    Salah satu contoh kasus volatilitas adalah bangkrutnya Blockbuster, yaitu tempat penyewaan film dan video game yang terkenal di Amerika. Selama lebih dari dua dekade, Blockbuster menjadi bisnis rental nomor satu di sana. Kejayaannya mencapai puncak pada tahun 2004 ketika perusahaan ini memiliki 9.094 toko yang tersebar di berbagai negara. Namun, perubahan tren ke video on demand dan kegagalan bersaing dengan para kompetitornya membuat Blockbuster bangkrut pada tahun 2010.

    2. Contoh Ketidakpastian

    Contoh ketidakpastian yang kamu ketahui adalah pandemi COVID-19. Situasi ini berdampak bagi bisnis di berbagai sektor, salah satunya pariwisata. Beberapa kerugiannya adalah jumlah turis yang menurun drastis, penutupan tempat wisata, hingga pemecatan banyak karyawan. Penyebab dan dampaknya terlihat jelas, tetapi tidak ada informasi mengenai kepastian waktu dan situasi akan kembali normal.

    3. Contoh Kompleksitas

    Kompleksitas terasa ketika perusahaan ingin ekspansi ke luar negeri. Ekspansi bisnis ke negara baru tentu melibatkan hal-hal yang baru pula, seperti regulasi, tarif, atau kontrol ekspor yang berbeda.

    4. Contoh Ambiguitas

    Transformasi digital adalah contoh ambiguitas. Walaupun perkembangan teknologi sudah ada sejak lama, digitalisasi bisnis mulai marak sejak tahun 1990-an ketika internet menjadi mainstream. Sampai sekarang, hampir seluruh perusahaan masih mempelajari cara menjalankan bisnis secara digital. Tidak ada “buku manual” tentang perubahan ini. Semua pihak berusaha beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang sangat pesat.

    Contoh VUCA dalam Bisnis di Indonesia

    Kamu bisa melihat banyak contoh VUCA seperti berkembang pesatnya aplikasi ojek, akomodasi, dan pasar online yang hampir menggantikan bisnis transportasi, penginapan, dan ritel konvensional. 

    Perusahaan ojek online dinilai peka dengan perubahan yang ada. Dari pemilihan kendaraan secara offline kini mulai beralih ke era digital karena faktor perkembangan teknologi. 

    Sebut saja Gojek yang menghadirkan layanan pengantaran menggunakan aplikasi. Sama halnya dengan perusahaan taksi Blue Bird yang juga mengikuti perkembangan teknologi dari konvensional menjadi terhubung dengan aplikasi. 

    Kesimpulan

    Cara yang dilakukan VUCA terhadap bisnis yang tidak ingin berkembang adalah menyisakan sedikit peluang untuk bisa tumbuh dengan akibat resesi bahkan kebangkrutan. 

    Kamu pasti setuju jika perubahan menuntut setiap orang untuk beradaptasi. Namun, di dunia VUCA, tidak sepenuhnya jelas arah yang harus diambil. Pada saat yang sama, mereka terpaksa melakukannya untuk menghasilkan pendapatan di masa depan karena tidak bisa terus menerus bergantung pada model bisnis yang lama. 

    Bagaimana dengan bisnismu, Majoopreneurs? Kamu harus tetap berinovasi agar dapat berkembang, ya! Jika kamu mengalami kesulitan, majoo bisa membantumu, loh!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.