Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Tahapan, Tips dan Contoh Pertanyaan Walk-in Interview

    Ketahui tahapan walk-in interview agar kamu tidak menyesal saat datang ke lokasi wawancara.

    "Besok ada jadwal walk-in interview, nih! Pagi banget, loh!"

    "Pagi? Besok aku dapatnya setelah makan siang. Daerah mana?"

    "Sudirman. Kamu di mana?"

    "Di Kuningan. Setelah walk-in interview, kita ketemuan di Semanggi, ya!"

    "Sip! Good luck! Semoga kamu diterima di kantor idaman, ya!"

    Pernah mendengar istilah walk-in interview? Selain interview tatap muka setelah janjian terlebih dahulu, terkadang perusahaan juga mengadakan walk-in interview untuk menyeleksi calon karyawan baru. 

    Walk-in interview dilakukan apabila perusahaan membutuhkan lebih banyak kandidat dan berencana untuk merekrut banyak karyawan baru. Biasanya posisi yang dibuka juga lebih bervariasi.

    Kamu mungkin perlu menunggu dalam daftar antrian atau mengisi formulir dasar sebelum melakukan wawancara. Hampir sama dengan sesi wawancara biasa, Manajer Personalia akan menanyakan serangkaian pertanyaan untuk mempelajari lebih lanjut mengenai kualifikasimu.

    Berbeda dengan wawancara kerja umumnya yang mengharuskan kandidat mengirimkan CV lalu mendapat panggilan interview, maka saat walk-in interview kamu justru datang langsung untuk wawancara. Nggak heran kalau peminatnya selalu membludak, karena prosesnya jauh lebih singkat dibanding wawancara kerja biasa.

    Dikutip dari indeed.com, walk-in interview atau biasa disebut juga wawancara terbuka adalah wawancara yang diadakan oleh Manajer Personalia beserta tim untuk mewawancarai sekelompok kandidat dalam waktu singkat. 

    Sesi wawancara ini seringkali berlangsung seperti janji temu secara informal. Ketika kandidat terpilih untuk maju ke tahap berikutnya, biasanya mereka harus melalui wawancara terperinci yang bersifat lebih formal.

    Dalam artikel ini, majoo mengajak kamu untuk mengetahui sekilas tentang walk-in interview. Simak, ya!

    Baca juga: 9 Faktor Kinerja Karyawan yang Perlu Diketahui

    Apa Itu Walk-in Interview?

    Dikutip dari PeopleHum, walk-in interview adalah sesi wawancara layaknya pertemuan informal yang diatur oleh perusahaan untuk merekrut sekelompok kandidat secara bersamaan dalam waktu singkat.

    Tidak seperti wawancara terjadwal, kamu tidak perlu membuat janji resmi dengan pihak perusahaan atau recruiter untuk sesi ini. Sebab, perusahaan akan mengadakan walk-in interview ketika mereka berencana untuk merekrut sejumlah orang pada saat bersamaan, seperti dalam job fair.

    Jenis wawancara ini berlangsung cepat dan biasanya hanya ada beberapa pertanyaan penting yang akan diajukan oleh para rekruter.

    Dari segi teknis, tidak ada perbedaan yang signifikan antara walk-in interview dengan perekrutan atau interview pekerja secara konvensional. 

    Perusahaan akan menerima surat lamaran, portofolio, serta dokumen lain yang dibutuhkan, dilanjutkan dengan mewawancarai pelamar kerja. Wawancara dilakukan untuk memastikan pelamar kerja cocok atau tidak di posisi yang tersedia.

    Walk-in interview dilakukan untuk proses penyaringan awal kandidat. Jika kandidat lolos wawancara, maka mereka dapat mengikuti seleksi selanjutnya.

    Perbedaan yang paling terlihat adalah proses perekrutan berlangsung lebih cepat karena calon pekerja tidak perlu menunggu respons lamaran hingga berhari-hari atau berbulan-bulan.

    Pelamar kerja bisa mendapatkan kepastian apakah lamarannya diterima atau tidak sesegera mungkin, bahkan di hari yang sama setelah selesai melakukan walk-in interview.

    Lokasi wawancara dalam walk-in interview ini nggak selalu di kantor atau perusahaan tersebut. Bisa jadi dilakukan di luar gedung perusahaan seperti di hall, hotel, atau tempat lain yang memiliki kapasitas besar agar dapat menampung kandidat lebih banyak. 

    Tahapan Mengikuti Walk-in Interview

    Sebelum datang ke tempat wawancara, hal pertama yang harus kamu lakukan adalah sudah meneliti iklan lowongan kerja yang akan dilamar, Majoopreneurs. Pastikan juga bahwa lowongan tersebut valid dan bukan penipuan atau hoaks. Cek kebenarannya melalui media sosial atau website resmi perusahaan. 

    Setelah memastikan lowongan kerja tersebut valid, selanjutnya adalah melakukan persiapan. Berikut adalah tahapan mengikuti walk-in interview. Simak, ya!

    1. Lakukan Riset tentang Perusahaan dan Posisi yang Dilamar

    Pertama, kamu perlu melakukan riset tentang perusahaan dan posisi yang kamu lamar. Pelajari tentang produk, budaya kerja, visi misi perusahaan, prestasi, dan informasi lainnya. Kamu bisa mendapatkan informasi tentang perusahaan dengan mudah melalui website resmi perusahaan atau melalui pemberitaan media. 

    Setelah itu, tentunya kamu tidak boleh lupa untuk cari tahu tentang posisi yang kamu lamar, loh. Kumpulkan informasi tentang job description, tanggung jawab, skill yang harus dimiliki, kisaran gaji, dan hal lainnya. 

    Kamu juga bisa mencari tahu dan membaca ulasan yang ada di komunitas pencari kerja (job seeker) atau di media sosial seperti Twitter atau grup Telegram.

    2. Siapkan Berkas Lamaran Kerja yang Diminta

    Dalam walk-in interview, wawancara kerja dilakukan secara offline atau tatap muka. Kamu perlu membawa berkas lamaran kerja dalam bentuk cetak. Jadi, jangan lupa untuk perbarui CV atau resume kamu, ya. 

    Jika perusahaan tidak mencantumkan berkas lamaran yang harus dibawa, nggak ada salahnya kamu menyiapkan dokumen standar seperti surat lamaran kerja, CV, ijazah, dan surat rekomendasi kerja, ya. Pastikan semua dokumen itu berada dalam satu map atau amplop dan kondisinya rapi.

    Oh iya, dalam melamar kerja, kamu cukup mencantumkan berkas fotokopi untuk dokumen penting seperti KTP dan Ijazah. Nggak perlu memberikan yang asli. Ingatlah untuk berhati-hati dalam menggunakan data pribadi.

    3. Pelajari Pertanyaan Interview yang Sering Ditanyakan

    Agar lancar saat menjawab pertanyaan walk-in interview, jangan lupa untuk mempelajari pertanyaan yang paling sering diajukan perekrut. Kamu bisa latihan bersama teman atau latihan di depan cermin. Dengan mempelajari pertanyaan wawancara ini, kamu memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan jawaban terbaik. Jadi saat datang ke lokasi wawancara kerja, kamu sudah siap dengan pertanyaan yang diberikan.

    4. Datang ke Lokasi Lebih Awal

    Kamu mungkin bisa membayangkan banyaknya orang yang akan hadir pada saat walk-in interview. Jika kamu mengikuti walk-in interview, kamu pun harus mengantre giliran wawancara. Oleh karena itu, usahakan untuk datang minimal 30 menit lebih awal dari waktu yang ditentukan sehingga kamu bisa mendapat antrean lebih cepat.

    Jangan lupa untuk mengecek lokasi sehari sebelum wawancara. Kamu bisa mempelajari rute lokasi dan moda transportasi terbaik menuju ke sana.

    Tips Menghadapi Walk-in Interview

    Setelah kamu mengetahui tahapan mengikuti walk-in interview, di bawah ini adalah tips menghadapinya. Semangat, ya!

    1. Kenakan Pakaian yang Sopan dan Rapi

    Agar memberi kesan pertama yang baik, pastikan kamu datang mengenakan pakaian wawancara kerja yang sopan dan rapi. Beberapa tips pakaian interview kerja:

    • Kenakan kemeja untuk pria atau blus untuk wanita
    • Pilih pakaian yang motifnya sederhana atau polos
    • Hindari mengenakan celana berbahan denim
    • Perhatikan warna pakaian. Pilih warna yang netral atau tidak terlalu mencolok
    • Kenakan sepatu yang menutupi seluruh bagian kaki
    • Pastikan baju rapi dan tidak kusut

    Pilih baju yang nyaman dikenakan dan jangan lupa sisiran biar rapi. Untuk yang perempuan, kamu juga bisa mengenakan riasan wajah atau make up natural look agar terlihat lebih segar.

    2. Bawa Alat Tulis

    Kamu tidak boleh lupa membawa pulpen, penghapus, pensil, notes. Perlengkapan alat tulis ini biasanya akan diperlukan dalam waktu walk-in interview. Kesiapan dalam menghadapi wawancara juga termasuk dalam penilaian, loh.

    3. Perhatikan Postur dan Bahasa Tubuh saat Menjawab Pertanyaan

    Bahasa tubuh adalah gerakan yang dialami seseorang dan biasanya dilakukan tanpa sadar serta tanpa kebohongan. Para perekrut akan dengan mudah melihat setiap gerakanmu, loh. Gerakan ini mencakup ekspresi wajah, gerakan tubuh, suara, pandangan mata, dan lainnya.

    Saat menghadiri walk-in interview, usahakan untuk memberikan bahasa tubuh yang positif seperti tersenyum kepada pewawancara dan melakukan kontak mata secara sopan. Perhatikan juga postur dudukmu dan duduklah dengan tegap. Postur dan bahasa tubuh dapat membantu menyampaikan minatmu terhadap pekerjaan tersebut.

    4. Jawab Pertanyaan Interview dengan Jelas

    Menjawab pertanyaan wawancara dengan jelas membantu perekrut memahami latar belakang, pengalaman, dan pencapaian yang kamu miliki sekaligus bisa menunjukkan kemampuan komunikasi yang kamu miliki. 

    Seperti yang sudah kamu ketahui, komunikasi menjadi kemampuan yang paling dibutuhkan untuk banyak bidang pekerjaan. Maka, penting bagimu untuk latihan menjawab pertanyaan walk-in interview. Agar nantinya kamu bisa menjawab setiap pertanyaan dalam wawancara dengan tenang, percaya diri, dan lancar.

    5. Tunjukkan Rasa Antusias

    Pernah melihat video di media tentang kondisi suasana walk-in interview? Dari sebuah lowongan kerja, pelamar kerja yang hadir sangat banyak dan mengharuskan kamu untuk antre dalam waktu cukup lama. 

    Meskipun harus antre selama beberapa waktu, kamu harus tetap sabar dan jangan menunjukkan wajah kesal, ya. Saat tiba giliran kamu wawancara, tetap tunjukkan semangat dan antusiasmemu, jangan sampai terlihat lemas. 

    Di akhir wawancara, jangan lupa untuk mengucapkan terima kasih dan tersenyum sopan kepada pewawancara. Tinggalkan kesan positif kepada calon perusahaan tempatmu bekerja kelak.

    6. Menjawab Taktis

    Jawablah semua pertanyaan yang diajukan pewawancara dengan penuh percaya diri, jujur, dan bersahabat, tetapi tidak berlebihan. Jangan ragu menjawab bila kamu diminta untuk memberikan penjelasan lebih rinci. 

    Manfaatkan kesempatan untuk bertanya jika pewawancara memberikannya dan jangan ragu bertanya hal yang kamu rasa kurang jelas misalnya bertanya kapan hasil interview dikabarkan.

    Kamu perlu mengetahui beberapa pertanyaan yang umum ditanyakan saat walk-in interview agar kamu dapat menjawabnya dengan baik. 

    Apa Perbedaan Walk-in Interview dengan Interview?

    Pasti ada pertanyaan yang cukup membingungkan kamu, kan? Apa, sih, bedanya walk-in interview dengan interview biasa? Berikut ini majoo beritahu kamu, nih.

    1. Ketika walk-in interview, kamu tidak perlu mengirim berkas lamaran melalui pos atau e-mail seperti interview biasa. Kamu datang ke lokasi dengan membawa map atau amplop berisi dokumen lengkap sesuai yang diminta oleh pihak perekrut. Perusahaan akan mengulas dokumen lamaranmu saat itu juga.
    2. Kamu tidak perlu menunggu perusahaan membuat janji untuk wawancara saat walk-in interview. Perusahaan sudah menentukan tanggal pada sebuah pengumuman dan interval waktu untuk setiap kandidat yang datang ke tempat wawancara dan mendapat giliran sesuai absen.
    3. Ada dua konsep, yaitu job fair yang diisi banyak perusahaan dan walk-in interview khusus oleh satu perusahaan dalam satu lokasi. Sementara interview biasa, kamu datang ke kantor dan langsung bertemu HRD pada jadwal yang sudah ditentukan melalui konfirmasi telepon atau e-mail.
    4. Dalam interview biasa, kamu harus menunggu respon dari perusahaan tentang surat lamaran yang kamu kirimkan. Sementara dalam walk-in interview, kamu langsung membawa berkasnya dan diterima oleh pihak perusahaan.
    5. Kamu bisa langsung mendapatkan hasilnya berupa penerimaan atau penolakan dari lamaran yang kamu ajukan kepada perusahaan di hari yang sama setelah melakukan walk-in interview. Di dalam interview biasa, kamu harus menunggu beberapa hari untuk mendapatkan hasilnya.

    Contoh Pertanyaan dalam Walk-in Interview

    Kesiapan mental dan rasa percaya diri biasanya menguap dalam walk-in interview ketika kamu bingung menjawab sejumlah pertanyaan dalam wawancara.

    Terlebih, jika kamu berstatus fresh graduate dan belum berpengalaman. Oleh karena itu, kamu perlu mempersiapkan jawaban dari pertanyaan yang biasanya diajukan dalam interview kerja.

    Contoh pertanyaan dalam wawancara kerja di antaranya:

    1. Silakan ceritakan tentang diri kamu.

    Pewawancara ingin mengetahui, apakah kamu mengenal dirimu sendiri? Jika kamu telah mengenal diri sendiri dengan baik, sudah bisa dipastikan kamu juga bisa bekerja dengan baik. Ceritakanlah dirimu sendiri dengan penuh percaya diri dan tidak dibuat-buat.

    2. Apa kelebihan dan kekurangan kamu?

    Kamu harus menjawab dengan konsisten, yakni bersikap apa adanya dan penuh percaya diri. Pertanyaan ini akan membuat pewawancara menganalisis tingkat kepercayaan diri dan kejujuranmu dalam menerima keadaan diri sendiri.

    3. Apa alasan kamu melamar ke perusahaan ini?

    Menurut The Balance Careers, pertanyaan ini lazim ditanyakan dalam walk in interview.

    Kamu harus memiliki motif yang tepat ketika melamar kerja di suatu perusahaan. Artinya, kamu ingin bekerja bukan karena iseng atau untung-untungan.

    Untuk menjawab pertanyaan ini, kamu harus melakukan riset tentang profil perusahaan terlebih dahulu, kemudian menyesuaikan posisi yang kamu lamar dengan passion dan kemampuanmu. Cara ini akan membuat jawabanmu terdengar realistis dan meyakinkan.

    4. Mengapa kami harus merekrut kamu?

    Inilah saatnya kamu meyakinkan perekrut dan pihak perusahaan dengan memaparkan tentang kualitasmu, menyesuaikan dengan posisi atau jabatan yang kamu bidik di perusahaan tersebut. Itu sebabnya kamu juga harus mengetahui visi dan misi perusahaan sehingga jawaban kamu akan mendukung kemajuan perusahaan.

    Baca Juga: Apa itu SOP dan Apa Fungsinya bagi Bisnis dan Perusahaan?

    Kesimpulan

    Nah, kamu sudah membaca artikel tentang walk-in interview mulai dari pengertian, tahapan, sampai tips mengikuti walk-in interview agar lancar dan sukses. Mudah-mudahan membantu kamu, ya, Majoopreneurs! Semoga kamu segera berhasil mendapatkan pekerjaan impianmu. 

    Oh iya, agar kamu lebih paham dunia kerja, majoo sudah sediakan banyak artikel menarik, loh!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.