Table of Content

    4 Kesalahan Yang Harus Dihindari Dalam Bisnis Laundry

    Mengurus bisnis laundry ibarat membuat kerajinan tangan, mungkin butuh bertahun-tahun untuk menjadi sempurna. Meski demikian ada banyak kelebihan dari bisnis ini dibanding jenis usaha lain.

    Sayangnya, banyak orang menganggap menjalankan bisnis ini sangat mudah sehingga justru menjadi lengah dan berakhir membuat berbagai kesalahan. Beberapa orang memang ditakdirkan menjadi orang yang membuat kesalahan, dan sebagian lain belajar dari kesalahan tersebut. Kamu tidak perlu membuat kesalahan terlebih dahulu untuk bisa mengambil pelajaran.

    Di bawah ini kesalahan-kesalahan yang harus kamu hindari bila menjalankan bisnis laundry.

    1. Meremehkan kerumitan bisnis laundry

    Sangat bisa dimengerti mengapa banyak orang yang bersikap seperti ini. Secara teknis, usaha ini hanya terdiri dari mesin cuci dan pengering, bukan? Memang benar bahwa usaha ini relatif mudah untuk dioperasikan, namun jangan tertipu dengan kesederhanaan.

    Laundry business, sama seperti semua bisnis lain, perlu dijalankan dan dikelola dengan baik bila ingin maju. Bahkan kelangsungan bisnis ini sangat tergantung pada pengelolaannya.

    Sebagai permulaan, bahkan sebelum memulai bisnis, sebagai pemilik modal kamu perlu menumbuhkan jiwa wirausaha. Kamu perlu berpikir sebagai pemilik bisnis. Sebagian besar orang tidak pernah diajari keterampilan yang dibutuhkan untuk memulai dan menjalankan bisnis. Kebanyakan kita diajari untuk menjadi karyawan. Dan pola pikir ini harus diubah, meskipun bisnis yang akan kamu jalankan dianggap sangat sederhana.

    Dimulai dari apa yang kamu pikirkan. Pikiranmu akan sangat berpengaruh pada hidup dan bisnismu.

    Dari sisi operasional, ada banyak aspek yang harus kamu perhatikan: manajemen karyawan, perawatan peralatan dan fasilitas, pemasaran, hingga pengelolaan keuangan. Bila kamu tidak benar-benar terampil dalam bidang-bidang tersebut, paling tidak kamu memiliki pemahaman dasar atau gunakan alat bantu, seperti aplikasi wirausaha yang kini banyak sekali menyediakan fitur lengkap untuk menjalankan bisnis.

    2. Tidak melakukan uji kelayakan

    Uji kelayakan merupakan bagian penting ketika akan memulai suatu bisnis. Banyak sekali pemilik bisnis yang baru menyadari bahwa mereka membayar terlalu mahal untuk gerai yang mereka sewa, ketika usaha sudah ditutup. Ini hanya salah satu contoh akibat dari tidak melakukan uji kelayakan.

    Melakukan uji kelayakan itu prosesnya sangat detil. Lakukanlah riset secara menyeluruh dan hati-hati. Untuk menyederhanakan prosesnya, kamu bisa memperhatikan hal-hal di bawah ini.

    • Analisis Lokasi
      Sehubungan dengan lokasi, ada beberapa hal yang perlu dievaluasi. Termasuk di dalamnya melakukan analisis demografi, persaingan, mengetahui rekam jejak terjadinya tindak kriminal di sekitar lokasi serta perencanaan pembangunan kota.

    • Analisis Penghasilan
      Hal ini berlaku bila kamu membeli usaha laundry yang sudah berjalan. Penting bagimu melakukan evaluasi terhadap penghasilan yang dilaporkan. Setidaknya kamu perlu melakukan verifikasi rekening koran serta memeriksa laporan penjualannya.

    • Analisis pengeluaran
      Pengeluaran yang perlu dilihat adalah semua jenis pengeluaran yang berhubungan operasional bisnis. Kamu harus memiliki daftar lengkap untuk tiap jenis pengeluaran: gaji karyawan, biaya perbaikan dan perawatan alat, pajak, cairan pembersih, biaya keamanan, dll.

    • Analisis peralatan
      Mintalah seorang mekanik untuk memeriksa mesin. Apalagi bila kamu membeli mesin bekas. Periksa jadwal pemeliharaan atau perbaikan dari pemilik sebelumnya, usia mesin, serta model masing-masing mesin.

    3. Cadangan modal yang terlalu sedikit

    Sering kali seseorang yang baru memiliki bisnis gagal menyisihkan modal cadangan. Untuk menghindari hal ini, kamu harus mulai dengan perencanaan yang baik, memiliki target realistis, dan proyeksi penghasilan dengan skenario ideal atau maksimal, kemungkinkan paling masuk akal, serta terburuk. Termasuk langkah yang harus diambil untuk memajukan bisnis.

    Kamu harus mengantisipasi pengeluaran yang akan terjadi di masa datang. Mungkin kamu perlu memperbaiki mesin atau pengeluaran lain yang mungkin muncul. Maka, kamu harus punya cadangan uang paling tidak setara dengan pengeluaran rutin 3 sampai dengan 6 bulan.

    Bila kamu membeli bisnis yang sudah berjalan dan melakukannya dengan benar. Idealnya, penghasilan sudah kamu terima sejak hari pertama kamu ambil alih. Sebaliknya, jika tidak benar, modal kerja justru akan terkuras dengan sangat cepat.

    Nah, bila bisnis ini kamu bangun dari awal, paling tidak kamu memiliki cadangan modal untuk pengeluaran satu tahun. Bisa saja kamu sudah mencapai break even point (BEP) sebelum satu tahun. Namun, coba bayangkan bila kamu hanya menyiapkan cadangan modal untuk enam bulan dan baru mencapai BEP setelah satu tahun, dari mana kamu akan mendapatkan uang untuk mengisi kekosongan atau gap modal tersebut?

    4. Mengerjakan semuanya sendiri

    Ketika baru memiliki usaha, tidak jarang pemilik usaha ini mencoba meningkatkan keuntungan dengan mengurangi biaya atau pengeluaran. Pengeluaran paling besar dan paling mudah untuk dipotong adalah gaji karyawan dan perawatan. Sebab pemilik merasa untuk dua hal ini bisa dikerjakan sendiri. Terlebih lagi dengan mengerjakan sendiri, pemilik bisa memberikan layanan langsung bagi konsumen.

    Dengan alasan penghematan pengeluaran juga, pemilik sering kali tidak mau memanfaatkan alat bantu, seperti aplikasi wirausaha atau POS system. Lagi-lagi sebab merasa bisa dikerjakan sendiri secara manual.

    Masalahnya, waktu pemilik yang dikorbankan. Dengan memiliki tim dan staf yang tepat serta penggunaan aplikasi wirausaha yang bisa menyederhanakan operasional bisnis, pemilik memiliki kesempatan untuk mengejar peluang lain, seperti ekspansi bisnis.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Jualan di Media Sosial? Kamu Wajib Baca Ini!
    majoo punya beberapa tips nih, agar kamu bisa memaksimalkan penjualan melalui media sosial. Yuk, disimak!
    Memaksimalkan Bisnis secara Optimal dengan Integrasi GoFood
    Ada banyak cara untuk memaksimalkan bisnis, salah satunya dengan melakukan integrasi GoFood. Wah, maksudnya bagaimana, tuh?
    Bagaimana Digital Marketing Bisa Membantumu Perluas Pasar?
    Saat ini merupakan era menarik bagi digital marketing. Berkat pemasaran digital, bisnis lebih mudah berkomunikasi dengan konsumen dan memperluas pasar.
    Mengapa Pelaku Usaha Perlu Memahami Karakter Gen Z?
    Mengapa pelaku usaha perlu mempertimbangkan karakter Gen Z dalam menjalankan operasional bisnis? Apa, sih, yang akan terjadi jika tidak dilakukan?