Bibit Tanaman, Peluang Bisnis yang Tak Biasa di Masa Pandemi

 

Saat memikirkan tentang memulai bisnis pertanian, kebanyakan orang akan membayangkan kebun yang luas penuh dengan sayur dan buah. Tapi, tahukah kamu ada produk pertanian lain yang sangat menguntungkan untuk dijual? Ya, betul! Bibit tanaman. Selain menanam dan menjual sayuran dan buah-buahan siap konsumsi, kamu juga bisa meraup keuntungan dengan berbisnis bibit tanamannya saja.

 

Di bulan Ramadhan yang bersamaan dengan terjadinya pandemi virus Corona tahun ini, banyak orang yang memilih untuk lebih banyak tinggal di rumah. Baik itu yang tetap bekerja dari rumah, atau yang terpaksa di rumah karena tidak lagi bekerja. Karena itu, belakangan ini jual beli bibit tanaman menjadi peluang bisnis yang menunjukkan geliat menarik sebab orang-orang yang lebih banyak waktu luang di rumah ini mencari-cari kegiatan produktif untuk dilakukan, dan tak sedikit di antara mereka yang memilih untuk berkebun.

 

Bisnis bibit tanaman sebagai penghasilan tambahan

Dengan struktur bisnis yang sederhana, bisnis ini bisa mulai kamu jalankan sebagai sampingan, tidak harus langsung sebagai bisnis utama. Bisnis bibit tanaman bisa dilakukan dalam skala kecil maupun besar. Tentu saja, bergantung pada ketersediaan sumber dayamu, baik itu tenaga, modal, atau lahan. Skala bisnis bibit tanaman yang lebih besar akan memerlukan biaya operasional produksi yang lebih mahal, karena kamu akan memerlukan mesin atau proses teknis tambahan, tidak seperti jika kamu melakukannya dalam skala kecil dan kamu masih bisa melakukan pembibitan secara alami.

 

 

Pembibitan tanaman di rumah

Bibit tanaman bisa dibuat sendiri di rumah dengan teknik pengeringan. Bibit sebaiknya selalu disimpan di tempat yang kering untuk menghindari pembusukan. Pada intinya, proses produksi bibit tanaman ini berasal dari biji yang diambil dari buah, sayur, atau bunga, yang sudah dikeringkan sebelum dijual. Biji yang diambil dapat dikeringkan dengan meletakkannya di atas selembar kertas koran.

 

Sesudah proses pengeringan selesai, bibit tanamanmu sudah siap dijual. Tidak perlu memikirkan sesuatu yang rumit untuk pengemasannya, karena kamu bisa mengemasnya cukup dengan kantong kertas saja. Jika kamu memutuskan untuk menjual bibit yang sudah tumbuh, kamu perlu menyiapkan lahan untuk menanam bibit yang sudah kamu keringkan sebelumnya.

 

Riset minat pasar

Sebelum memulai bisnis ini, tentu kamu perlu melakukan riset pasar. Salah satu yang penting kamu riset adalah jenis tanaman apa yang saat ini diminati oleh masyarakat. Dalam kondisi pandemi seperti ini, ketahanan pangan adalah salah satu poin penting yang perlu diperhatikan. Karena itu, potensi bibit sayur dan buah kecil yang tidak memerlukan media tanam besar akan lebih diminati calon pelangganmu.

 

Nah, bagaimana? Apakah kamu tertarik untuk mencoba menjalankan bisnis ini?

Upcoming Event

Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

21 Januari 2022
SDM Kompeten, UMKM Kian Paten
Online
Lihat semua event

Download Majalah

Cover majalah wirausaha Indonesia
Lihat semua edisi

Related Article

Manfaatkanlah Ragam Tren Digital Marketing Tahun 2022 Ini!
Digital marketing selalu berubah. Idealnya bisnis tidak sekadar mengikuti perubahan, akan tetapi memanfaatkannya agar lebih siap menghadapi tahun 2022.
Melirik Pasar Digital, Tren Bisnis bagi Pelaku UMKM
Dengan situasi pandemi yang saat ini tengah dihadapi, menarget pasar digital menjadi salah satu tren bisnis baru yang sebaiknya tak dilewatkan oleh UMKM.
UMKM: Penggerak Perekonomian di Tengah Pandemi
Pandemi COVID-19 berdampak terhadap perekonomian Indonesia. UMKM merupakan kelompok usaha yang berperan menggerakkan ekonomi di tengah pandemi.
Bantu Pelanggan Nikmati Produk? Weborder Jawabannya!
Dengan fitur weborder serta webtree, pelanggan dapat tetap berbelanja dengan aman dan nyaman, meski dalam situasi pandemi!