Food Order: Antara Dine In dan Delivery, Mana yang Terbaik?

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Food Order dapat bantu tingkatkan kepuasan pelanggan yang tak perlu menunggu makanannya terlalu lama.

Ketika bulan Ramadan datang, tak hanya berkah saja yang bermunculan, tetapi juga kebingungan perkara food order yang akan menjadi sangat kompleks dan dilematis. Bagaimana, tidak, di bulan Ramadan, khususnya bagi mereka yang mungkin sibuk bekerja, kadang tak ada waktu untuk menyiapkan makanan berbuka, kan?

Jika sudah demikian, mau tak mau harus memesan makanan dari luar. Namun, pilihan ini bukannya tak banyak masalah, lho! Dari sisi pelanggan, memesan makanan dari luar pada bulan Ramadan berarti harus berhadapan dengan antrean yang panjang dan tempat yang selalu penuh.

Tak jauh berbeda, pelaku usaha pun akan pusing memilih menyediakan layanan dine in dan harus berhadapan dengan banjir antrean dari pelanggan, atau menyediakan layanan delivery yang berarti ongkos tambahan bagi pelanggan.

Nah, tidak perlu bingung dulu, ya. Bagaimana jika kita bedah saja antara makan di tempat atau makan dibawa pulang, mana yang bisa jadi pilihan terbaik!

Baca juga: Perhatikan Hal Ini saat Menilai Peluang Usaha

Dine in versus Delivery

Setiap pilihan pasti memiliki untung dan ruginya masing-masing, termasuk ketika ingin memilih model pemesanan makanan yang ingin diterapkan di bulan Ramadan.

Sama sekali tak aneh, kok, pasalnya di bulan yang suci ini, karakter interaksi serta transaksi yang ada di masyarakat juga berubah. Jika sebelumnya kafe atau tempat makan ramai sejak siang hari, misalnya saja, di bulan Ramadan para pelaku usaha ini akan langsung sibuk di waktu buka puasa. Tak ada preambule, langsung puncak kesibukan.

Oleh karena itu, mempertimbangkan dengan baik pilihan yang akan diterapkan menjadi suatu keharusan. Antara fokus dengan layanan makan di tempat atau justru melalui layanan pesan-antar, mana yang sebaiknya dipilih untuk tetap menyediakan layanan terbaik bagi pelanggan?

Yuk, langsung saja kita kupas untung dan ruginya, yuk!

Baca juga: Perhatikan Hal Ini saat Menilai Peluang Usaha

  • Fokus pada Layanan Makan di Tempat

Bagi mereka yang ingin fokus menyediakan layanan dine in, perhatikan bahwa selama bulan Ramadan, puncak kesibukan akan bergeser. Jika biasanya kesibukan tempat usaha dimulai pada waktu makan siang, siap-siap menghadapi lunch time yang kosong melompong.

Eits, jangan lengah! Jam makan siang di bulan Ramadan memang akan sepi karena banyak orang yang berpuasa di siang hari. Namun, coba tunggu hingga menjelang waktu berbuka, antrean akan mengular panjang dan tempat usaha akan terasa sesak.

Perhatikan kondisi ini saat ingin berfokus pada layanan makan di tempat. Kurangi waktu tunggu pelanggan dengan mengefektifkan sistem pemesanan yang baik, sehingga pelanggan juga tidak terlalu lama menunggu pesanannya disajikan, perputaran pelanggan juga akan lebih cepat sehingga keuntungan bisnis pun bisa dioptimalkan.

Tanpa sistem pemesanan makanan yang tidak terintegrasi dengan baik, risiko pelanggan merasa kecewa karena makanannya tak segera datang pun akan sulit untuk dihindari. Padahal, di saat menjelang berbuka seperti itu, pesanan yang masuk memang langsung membludak dan dapur sudah seperti medan perang, kan?

 Food Order tak hanya bantu penjualan online, tetapi juga layanan dine in.

  • Fokus dengan Layanan Pesan Antar

Tenang, makan di tempat bukan satu-satunya pilihan yang bisa dimaksimalkan di bulan Ramadan. Layanan pesan antar juga banyak disukai pelanggan, khususnya bagi mereka yang memang memiliki keterbatasan waktu dalam menyiapkan hidangan berbuka.

Namun, seperti banyak pilihan lainnya, pilihan yang satu ini bukan tanpa risiko, lho! Dengan banyaknya pesanan yang masuk, dapur tetap akan kerepotan dalam menyiapkan setiap hidangan yang telah dipesan tersebut. Bukan tidak mungkin pesanan untuk diantar ke pelanggan terlambat disiapkan karena fokus serta sumber daya yang terpecah.

Wah, tentu ini akan menjadi masalah besar, kan? Terlebih jika pelanggan sampai telat berbuka. OIeh karena itu, integrasi antara layanan pesan antar dengan penerima pesanan dan dapur yang akan mengerjakan pesanan tersebut harus dipastikan benar-benar mulus agar tingkat kepuasan pelanggan pun tidak mudah terjun bebas.

Baca juga: Perhatikan Hal Ini saat Menilai Peluang Usaha

Jadikan Sistem Pemesanan Makanan sebagai Solusi

Baik dine in maupun takeaway, pelanggan sangat mungkin sekali merasa kecewa apabila makanan yang dipesan tidak kunjung tiba. Untuk menghindarinya, membuat sistem pemesanan makanan bisa menjadi solusi yang ampuh.

Tak perlu bingung, bagi pelaku usaha yang memang sudah berlangganan layanan aplikasi majoo, coba nikmati fitur Food Order yang memungkinkan adanya integrasi antara aplikasi majoo yang digunakan dengan layanan pesan antar yang digunakan oleh pelanggan. Sehingga, ketika pelanggan memesan melalui Go Food atau GrabFood, bagian dapur bisa langsung bersiap.

Dengan cara ini, pelanggan pun tak akan khawatir pesanannya akan lama datangnya. Mereka bisa duduk cantik di rumah menunggu waktu berbuka. Tak hanya mereka saja, lho, pelanggan yang memilih untuk makan langsung di tempat juga akan puas dengan fitur pemesanan makanan dari aplikasi majoo ini.

Pasalnya, dengan fitur ini, bagian dapur bisa langsung mengetahui hidangan apa yang perlu disiapkan, segera setelah pelanggan memesannya. Pendapatan bisnis pun bisa lebih mudah ditingkatkan dengan kepuasan pelanggan yang tinggi, kan?

Jadi, tunggu apa lagi? Segera nikmati seluruh layanan yang disediakan oleh aplikasi majoo!

Baca juga: 5 Tips Bangun Bisnis Kuliner dari Nol, Omzet Nampol!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo