Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    #langkahmajoo dari Juragan Martabak untuk Kembangkan Bisnis!

    Agaknya, Juragan Martabak bukan hanya sekadar nama jenama semata, tetapi juga sebuah filosofi bisnis. Bagaimana tidak? Dengan total 53 cabang yang tersebar di Jawa Tengah dan juga Makassar, sudah kurang juragan apa lagi coba?

    Namun, tentu saja, seperti banyak bisnis lainnya, perjalanan sang juragan tak selamanya mulus. Bahkan, ketika awal didirikan pada tahun 2019 lalu, bisnis yang sudah besar ini hanya dimulai dari tiga buah gerobak saja, lho! Belum lagi, tak lama setelah didirikan, muncul pandemi Covid-19 yang membuat banyak pelaku usaha, khususnya mereka yang bergerak di industri kuliner, kalang kabut hingga gulung tikar.

    #langkahmajoo apa, sih, yang diambil sehingga bisnis ini berkembang sebesar sekarang? Penasaran? Yuk, mari kita simak bersama-sama!

    Baca juga: 5 Rahasia Bangun Bisnis dari Nol sampai Dapat Investor!

    Ancaman Pandemi Diubah Menjadi Peluang

    Ketika banyak bisnis yang terpaksa berhenti beroperasi akibat pandemi dan juga pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat yang diprogramkan untuk mengurangi risiko penyebarannya, jenama yang dibangun oleh Yudho ini justru berkembang dari 3 gerobak jualan menjadi 20 cabang usaha.

    Saat itu, melalui upaya trial and error, Yudho justru berhasil menyulap ancaman yang dihadirkan oleh pandemi menjadi sebuah peluang bisnis. Sederhana saja, akibat adanya pandemi, banyak orang yang terpaksa dirumahkan untuk efisiensi bisnis. Nah, Yudho kemudian mengajak para mantan karyawan ini untuk bermitra mengembangkan merek yang diusungnya.

    Tak ingin menambah kepusingan para mitranya yang baru saja dirumahkan, Yudho mengembangkan sistem auto-pilot sehingga setiap mitra yang tergabung dalam mereknya bisa langsung berjualan dan menambah penghasilan tanpa perlu direpotkan dengan beragam persiapan lagi.

    Melalui cara ini, dampak pandemi yang mengancam justru memberinya peluang untuk membesarkan mereknya.

    Baca juga: Bubble Burst Bisnis Start Up yang Perlu Diwaspadai!

    Tampil Beda dengan Sistem Kemitraan yang Rapi

    Memaksimalkan setiap peluang bisnis yang ada seolah menjadi kualitas andalan Yudho. Tak hanya mampu memberdayakan para mitra yang harus menghadapi dampak pandemi saja, Yudho juga mampu melihat banyaknya kompetitor sebagai kesempatan untuk tampil beda.

    Harus diakui, berjualan martabak bukanlah sebuah usaha yang asing. Sebaliknya, saking banyaknya penjual martabak, tak sulit bagi kita untuk menemukan setidaknya satu saja penjual martabak di ruas-ruas jalan yang kita lalui.

    Banyaknya kompetitor yang menawarkan produk serupa ini tak menjadi ancaman yang menciutkan nyali Yudho untuk berbisnis. Sebaliknya, situasi ini justru dimanfaatkannya untuk mengambil #langkahmajoo, yaitu dengan menarik kesamaan yang dimiliki oleh setiap kompetitornya.

    Yudho menemukan bahwa banyak penjual martabak yang bergerak secara individu sehingga terasa kurang terstruktur. Oleh karena itu, untuk membuat bisnisnya unik, Yudho pun membuat sistem kemitraan yang benar-benar rapi dengan standar operasional untuk setiap mitra yang bergabung di bawah mereknya.

    Mulai dari memberi salam kepada para pelanggan yang berkunjung, upselling, sampai jaminan mutu semuanya dipastikan terjaga sehingga pelanggan pun dapat menikmati pengalaman berbelanja yang memuaskan di setiap gerainya. Agar upaya ini lebih maksimal, Yudho juga menyediakan tim khusus untuk menjalankan kegiatan pemasaran, baik secara offline maupun online.

     

     

    Sadar Segmentasi Pasar, #langkahmajoo Optimalkan Bisnis

    Melakukan kegiatan pemasaran secara offline dan online sekaligus tidak dilakukan Yudho secara asal-asalan. Sebaliknya, ia justru sangat paham dengan perbedaan segmentasi dari dua saluran pemasaran ini.

    Untuk kegiatan pemasaran online, misalnya saja, Yudho menyasar generasi muda yang memang menjadi pengguna dominan di berbagai platform digital. Pun demikian, sadar bahwa pelanggannya tak hanya datang dari mereka yang berusia muda saja, pemasaran online tak dijadikannya satu-satunya tumpuan dalam meningkatkan angka penjualan.

    Pemasaran online yang dilakukannya juga dibarengi dengan kegiatan pemasaran offline melalui flyer yang disebar untuk menyasar penikmat martabak dari generasi tua yang sebagian besar memang memiliki batasan-batasan tertentu dalam mengoperasikan platform-platform digital. Tentu saja #langkahmajoo yang diambilnya ini pun mampu mengoptimalkan pengembangan bisnisnya.

    Baca juga: Lebih Mengenal Segmentasi dan Target Pasar bagi Bisnis Kamu

    Makin Maju dengan Aplikasi majoo

    Agar Juragan Martabak semakin maju dan berkembang, Yudho juga memanfaatkan beragam kemudahan pengelolaan bisnis yang ditawarkan oleh aplikasi majoo.

    Pasalnya, salah satu kerepotan yang dihadapi oleh Yudho dalam mengembangkan mereknya adalah manajemen bahan baku yang menurutnya sangat memusingkan. Nah, dengan fitur inventaris yang dimiliki oleh aplikasi majoo, Yudho tidak hanya dapat dengan mudah menghitung sisa persediaan bahan baku yang dimilikinya, tetapi juga dengan cepat melakukan pemesanan ulang kepada supplier sehingga mitra-mitranya tak lagi kebingungan menghadapi pelanggan yang harus gigit jari ketika bahan baku habis lebih cepat.

    Selain itu, melalui fitur keuangan aplikasi majoo yang sangat bisa diandalkan, Yudho juga tak perlu lagi kerepotan mengontrol setiap transaksi yang terjadi karena aplikasi majoo akan langsung mencatatnya dengan tepat, akurat, serta otomatis.

    Dengan berbagai kemudahan ini, tentu pengelolaan bisnis pun menjadi sesuatu yang mudah sekali untuk dilakukan, sekalipun bisnisnya sudah berkembang besar dengan banyak cabang seperti yang dihadapi oleh Yudho saat ini. Cukup dari satu dasbor, pengelolaan seluruh proses bisnis pun bisa dipastikan kelancarannya.

    Ingin meniru kesuksesan Yudho dalam mengembangkan merek Juragan Martabak? Yuk, langsung saja manfaatkan seluruh layanan dari aplikasi majoo!

    Baca juga: Tips Jalanin Bisnis UMKM dengan Cara Kekinian yang Seru

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Nau Coffee: Pakai majoo, Lebih Mudah Kelola Bisnis
    Nau Coffee adalah bisnis coffee shop yang terbantu pengelolaan operasionalnya menggunakan fitur aplikasi majoo.
    Kisah Sukses Pasar Kopi Meraup Untung Bersama majoo
    Pasar Kopi Pekanbaru adalah salah satu bisnis yang terdampak oleh pandemi. Namun, bersama aplikasi majoo, Pasar Kopi tetap dapat mencatatkan kisah sukses!
    Kopi Gincu dan Kisah Sukses Memanfaatkan Nilai Unik
    Keunikan nama bukan satu-satunya hal yang menarik dari Kopi Gincu. Keunikan apa lagi yang disajikan kedai kopi dengan catatan kisah sukses yang satu ini?
    Warkop Naik Kelas Hagios: Tantangan Jadi Semangat untuk Maju
    Warkop Naik Kelas Hagios lahir dari upaya mengubah tantangan sebagai bahan bakar untuk maju. Mau tahu kisah sukses coffee shop ini? Yuk, baca di sini!