Table of Content

    • majoo blog
    • Tips
    • Melakukan Inovasi Kreatif untuk Menghadapi Efek Pandemi

    Melakukan Inovasi Kreatif untuk Menghadapi Efek Pandemi


    Wujudkan inovasi kreatif untuk membantu mempertahankan bisnis dari efek pandemi.

    Meski sudah setahun berjalan, efek pandemi  Covid-19 masih terasa dan memaksa pelaku usaha untuk tetap melakukan inovasi kreatif agar bisnis dapat terus bertahan.

    Bagaimanapun juga, operasional bisnis harus terus berjalan agar tetap mendapatkan pendapatan guna untuk bertahan. Justru, dengan adanya pandemi ini, berbagai inovasi yang sangat kreatif pun mulai bermunculan.

    Namun, bagaimana caranya memunculkan inovasi-inovasi semacam ini?

    1. Kenali Setiap Perbedaan yang Terjadi

    Inovasi dapat muncul dari mana saja, termasuk dari adanya perubahan yang terjadi.

    Coba kenali terlebih dahulu apa saja yang berbeda dari operasional bisnis selama masa pandemi jika dibanding dengan sebelum pandemi. Efek pandemi memengaruhi banyak hal, mulai dari jam operasional gerai hingga kebiasaan atau perilaku yang dimiliki oleh pelanggan ketika berbelanja.

    Dengan mengetahui perbedaan-perbedaan tersebut, kamu dapat memikirkan apa saja yang perlu disesuaikan dan bagaimana cara terbaik untuk melakukan penyesuaian tersebut secara inovatif. Misalnya saja, dengan adanya pandemi, toko yang tadinya bisa dibuka dua puluh empat jam penuh, kini harus beroperasi setengah hari saja. Tentunya kamu perlu melakukan penyesuaian terhadap perubahan tersebut, bukan?

    Inovasi dapat muncul, dan terkadang memang perlu dimunculkan, untuk menyesuaikan operasional bisnis agar lebih siap dalam melayani pelanggan.

    Pelajari Juga: Hal yang Perlu Kamu Ketahui Tentang Inovasi Produk, Dari A-Z
    1. Pelajari Pain Points yang Diakibatkan oleh Efek Pandemi

    Setelah mengetahui apa saja yang berbeda dari operasional bisnis jika dibanding dengan masa sebelum pandemi, selanjutnya kamu dapat mencoba untuk mempelajari pain points yang dihadapi oleh pelanggan.

    Pain points merupakan istilah untuk menggambarkan titik-titik dalam rantai bisnis, atau bahkan kegiatan sehari-hari pelanggan, yang dianggap menyulitkan pelanggan tersebut. Titik-titik ini dapat memengaruhi perilaku maupun persepsi yang dimiliki oleh pelanggan, dan jika tidak ditangani secara serius akan membuat bisnis kehilangan pelanggan potensial.

    Sebagai contohnya, adanya pandemi membuat pemerintah di beberapa daerah, menerapkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), sehingga beberapa orang yang bekerja di sektor tertentu terpaksa harus menjalankan aktivitas kerjanya dari dalam rumah karena tidak diperbolehkan untuk bekerja dari kantor. Meski dianggap penting untuk menekan angka penyebaran pandemi, pembatasan semacam ini tentu membuat sebagian orang kerepotan dalam menjalankan kegiatan sehari-harinya.

    Pain points yang dirasakan seorang pelanggan mungkin berbeda antara sekarang dengan dulu ketika belum terjadi pandemi. Cobalah untuk mengenali faktor-faktor apa saja yang dapat menjadi pain points; tidak hanya dari sisi pelanggan, tetapi juga dari sisi operasional bisnis itu sendiri.

    Pelajari Juga: Temukan Kebutuhan Konsumen Dengan 5 Cara Ini

    Mengenali pain points membantu melahirkan inovasi kreatif di tengah efek pandemi.

    1. Lakukan Inovasi untuk Menjawab Pain Points Pelanggan

    Setelah mengetahui kesulitan apa saja yang dialami oleh pelanggan, sekarang saatnya untuk berpikir kreatif dan melahirkan inovasi-inovasi baru yang dapat menjawab tantangan tersebut.

    Misalnya saja bagi pelanggan yang terkena Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat, kamu dapat menjual produk yang memungkinkan mereka bekerja dengan lebih nyaman dari rumah atau tawarkan jasa pesan antar yang membuat pelanggan tetap dapat berbelanja tanpa bepergian. Ada banyak inovasi yang bisa diwujudkan tergantung dari masalah yang ingin dipecahkan.

    Menawarkan produk serta jasa yang dapat menjawab kesulitan pelanggan tidak hanya membuat bisnis lebih menarik untuk dilirik, tetapi juga memberikan nilai tambah bagi bisnis yang sedang ditekuni. Terlebih jika dibandingkan dengan bisnis serupa milik kompetitor yang sama sekali tidak mengeluarkan inovasi baru dalam menjawab kebutuhan pelanggan.

    Ingat, setiap situasi pasti memiliki solusi. Dengan berangkat dari situasi yang dihadapi oleh pelanggan, kamu dapat menawarkan solusi yang tak hanya membantu mereka, tetapi juga mendorong angka penjualan sehingga bisnis dapat tetap bertahan.

    Di tengah efek pandemi seperti sekarang, asal berinovasi tentu tak bisa dijadikan pilihan yang bijak. Selain karena inovasi tersebut belum tentu menjawab kebutuhan pelanggan, biaya yang dikeluarkan untuk melakukan inovasi tersebut juga bisa menjadi beban tambahan bagi bisnis.

    Pelajari Juga: 5 Tips Melakukan Inovasi Bisnis agar Usahamu Lebih Sukses
    1. Jangan Terpaku pada Satu Bentuk Inovasi

    Ada banyak sekali bentuk inovasi yang bisa dimunculkan sesuai dengan masalah yang ingin dipecahkan. Oleh karena itu, pastikan untuk selalu berpikir kreatif dan tidak terpatok pada satu bentuk atau cara saja.

    Inovasi tersebut tidak hanya terbatas pada produk atau jasa baru yang dapat menjadi solusi bagi pelanggan. Kamu juga dapat melakukan inovasi dengan meluncurkan program promosi baru yang tak pernah ada sebelumnya. Misalnya saja dengan memberikan masker eksklusif secara gratis kepada pelanggan yang melakukan pembelian dengan nominal tertentu.

    Beralih ke model bisnis online juga dapat menjadi inovasi kreatif yang bisa menyelamatkan bisnismu, sekaligus memberikan kemudahan bagi pelanggan di tengah situasi pandemi seperti sekarang. Tak ada salahnya untuk mempelajari terlebih dahulu apa kiranya yang dibutuhkan oleh pelanggan setiamu, dan bisa disediakan oleh bisnis yang dijalankan. Berikan nilai tambah pada bisnismu agar tetap dapat bersaing dengan kompetitor yang menjalankan bisnis serupa.

    Jika perlu, manfaatkan fitur-fitur andalan yang ditawarkan oleh aplikasi majoo. Mulai dari pengelolaan program keanggotaan yang mudah dilakukan, integrasi sistem dengan berbagai platform online, hingga pencatatan transaksi secara akurat yang memungkinkanmu lebih mudah dalam mengenali karakter transaksi pelanggan dan membandingkannya dengan masa sebelum pandemi.


    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Ingin Memaksimalkan Layanan Food Order Online? Coba Trik Ini!
    Usaha kuliner yang menerapkan order online tidak mudah untuk dikelola. Beberapa cara untuk memaksimalkan food order online ini bisa membantu.
    5 Taktik Jitu Memulai Bisnis Kuliner Online
    Apakah kamu tertarik memulai bisnis kuliner online? Kami siapkan lima taktik jitu untuk kamu simak!
    4 Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan Dalam Bisnis UMKM
    Produktivitas‌ ‌adalah‌ ‌hal‌ ‌vital‌ ‌untuk‌ ‌bisnis‌ ‌besar‌ ‌maupun‌ ‌kecil,‌ ‌seperti‌ ‌ UMKM‌.‌ ‌Simak‌ ‌‌cara‌ ‌meningkatkan‌ ‌produktivitas‌ ‌karyawan‌ ‌agar‌ ‌keuntungan‌ ‌juga‌ ‌ meningkat.‌
    Tips n Trick Foto Produk yang Menggugah Selera Pelanggan
    Foto produk yang menarik tentu akan meningkatkan potensi pelanggan dalam melakukan pembelian. Apa saja tips n trick untuk menghasilkannya?