• majoo blog
  • Tips
  • Penyesuaian Jam Operasional Bisnis dalam Menghadapi Hari Raya Idulfitri

Penyesuaian Jam Operasional Bisnis dalam Menghadapi Hari Raya Idulfitri

Lebaran akan segera tiba, bisnis perlu bersiap-siap menyesuaikan jam operasional.

Sudah hampir memasuki libur Lebaran, waktu yang biasanya sangat dinantikan oleh umat Islam. Meski tahun ini akan sedikit berbeda karena kita masih harus menjalani pembatasan sosial, namun euforia hari raya tetap akan dirasakan.

 

Nah, bagi para pemilik bisnis, hal ini berarti waktunya menyusun strategi. Mulai dari mengoptimalkan penjualan, hingga penyesuaian jam operasional. Mengapa bisnis yang perlu menyesuaikan jam beroperasinya? Sebab libur di hari raya keagamaan, seperti Idulfitri, merupakan hak karyawan.

 

Bisnis tetap beroperasi, karyawan terima upah lembur

Libur Lebaran memang hak karyawan, akan tetapi tidak semua bisnis dapat libur di hari raya. Beberapa jenis bisnis harus tetap beroperasi pada hari raya sekalipun. Bila kamu termasuk pemilik bisnis yang harus tetap beroperasi, maka mulailah berhitung terkait upah lembur.

 

Merujuk kepada Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan, karyawan yang diwajibkan bekerja pada libur hari raya, berhak menerima upah lembur. Perhitungannya telah diatur di dalam undang-undang.

 

Mengurangi jam operasional

Setelah memastikan bahwa perusahaan siap membayar upah lembur karyawan, selanjutnya tinggal mengatur jam operasional.

 

Apabila banyak karyawan yang libur pada hari raya Idulfitri, maka ada keterbatasan tenaga, mengurangi jam operasional merupakan salah satu pilihan masuk akal. Bisnis tetap dapat beroperasi dengan sedikit penyesuaian.

 

Pengurangan jam tersebut sebaiknya diberlakukan pada pagi hari. Misal kamu memiliki bisnis ritel yang beroperasi mulai dari jam 09.00 pagi. Khusus di hari Lebaran, gerai buka lebih siang, sekitar pukul 11.00 misalnya.

 

Membuka toko lebih lambat dari biasanya dapat menjadi salah satu bentuk penyesuaian

 

Cara ini adalah bagian dari upaya berempati kepada para karyawan yang ingin melaksanakan shalat Idulfitri terlebih dahulu. Mereka juga memiliki kesempatan untuk sekadar sarapan bersama keluarga terdekat di hari raya.

 

Sepintas mungkin terlihat merugikan bisnis, padahal sebetulnya tidak. Dengan cara tersebut kamu akan memiliki karyawan yang dapat tetap produktif dan fokus bekerja, dibandingkan jika bisnis tetap beroperasi dengan jam yang normal. Karyawan akan menganggap kamu pemilik bisnis yang tidak memiliki empati dan mereka akan memikirkan situasi Lebaran bersama keluarganya di rumah. Akhirnya, mereka tidak dapat bekerja dengan fokus.

 

Penerapan sistem kerja bergilir

Di samping pengurangan jam operasional, dapat juga menerapkan sistem kerja bergilir atau shift. Secara umum, jam beroperasi bisnis tetap, namun jam kerja karyawan berkurang.

 

Misal bisnis milikmu beroperasi mulai pukul 09.00 sampai pukul 17.00. Di hari raya, kamu tetap dapat beroperasi sesuai jadwal tersebut, namun karyawan dibagi ke dalam dua shift. Shift pertama antara pukul 09.00-13.00 dan berikutnya antara pukul 13.00-17.00. Sehingga karyawan hanya bekerja sekitar 4 jam di hari tersebut.

 

Periksa data karyawan sebelum menetapkan jadwal shift. Jika di antara karyawan ada yang non muslim, ada baiknya mereka ditempatkan pada shift pagi. Sehingga karyawan yang muslim berkesempatan menjalani ritual Idulfitri terlebih dahulu.

 

Dengan cara-cara tersebut, kamu dapat mengakomodasi kebutuhan karyawan, tanpa mengorbankan kepentingan bisnis. 

Related Article

Penyesuaian Jam Operasional Bisnis dalam Menghadapi Hari Raya Idulfitri

Libur Lebaran hampir tiba, agar proses bisnis tetap lancar dan hak karyawan terpenuhi, kamu perlu menyesuaikan jam operasional.

Hari Raya Lebaran di Tengah Krisis, Ikuti Tips Menyiapkan Bisnis Berikut Ini

Hari raya Idulfitri tahun ini sedikit berbeda karena kita akan melaluinya di tengah krisis. Bagi para pengusaha, hal ini berarti dibutuhkan strategi khusus untuk menyiapkan bisnis menjelang Lebaran.

Tips Pengiriman Barang di Bulan Ramadhan yang Aman dan Teratur

Agar tingkat kepuasan pelanggan bisa terus dijaga agar tetap tinggi, ada sejumlah tips pengiriman barang yang bisa dilakukan oleh setiap pelaku usaha.

Kiat-Kiat Memanfaatkan Instagram untuk Menjaga Tingkat Retensi Pelanggan

Untuk menjaga tingkat retensi pelanggan, ada banyak hal yang bisa kamu lakukan. Salah satunya dengan memanfaatkan Instagram. Bagaimana caranya?

Pakai majoo sekarang

Tinggalkan cara lama dan mulai #langkahmajoo mu

Coba Gratis Hubungi Sales
instagram Klik untuk follow majoo.indonesia Banyak inspirasi harian wirausaha dan games seru ×
Whatsapp