Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Mengintip Perubahan Tren Pasar di Tahun 2023! Apa yang Baru?

    Memperhatikan perubahan tren adalah kunci bisnis mampu bertahan di setiap waktu.

    Rutin memantau perubahan tren bisa dibilang merupakan salah satu langkah yang bisa diambil pelaku usaha untuk memastikan bisnisnya tetap bertahan. Wajar saja, kan, karena dengan memperhatikan pergantian tren, pelaku usaha bisa membuat bisnisnya tetap relevan, sehingga pelanggan pun betah untuk terus datang.

    Nah, di awal tahun ini, tren apa, sih, yang kira-kira akan diminati oleh pelanggan? Bagaimana pelaku usaha harus merancang kegiatan pemasarannya? Yuk, langsung saja kita ulang bersama-sama!

    Baca juga: Berjaya di 2022, Tren Bisnis Ini Akan Tetap Jaya di 2023

    Apa yang Akan Jadi Tren Pasar di 2023?

    Beberapa tahun terakhir, obrolan terkait teknologi dan big data sudah lumayan santer terdengar. Obrolan ini diperkirakan akan mulai terwujud di tahun-tahun ini, jadi sebaiknya pelaku usaha mulai bersiap-siap untuk memanfaatkan lebih banyak produk teknologi di tahun 2023.

    Kira-kira, teknologi dan big data tersebut akan dicapai dengan cara apa, sih, di tahun 2023 ini? Kegiatan pemasaran seperti apa yang bakal digunakan untuk menjangkau lebih banyak pelanggan? Tiga hal berikut ini diperkirakan akan menjadi jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut.

    1. Penggunaan Jasa Influencer

    Selama ini jasa influencer memang sudah kerap digunakan oleh pelaku usaha untuk mempromosikan bisnisnya. Nah, untuk tren pasar di tahun 2023, kegiatan pemasaran yang mengandalkan jasa influencer ini akan lebih masif, lho!

    Dinilai dapat mendorong angka penjualan dan memberikan keuntungan yang lebih besar, jasa influencer menjadi salah satu pilihan promosi yang tepat. Terlebih lagi, saat ini memang sudah banyak micro influencer yang meski tak memiliki jumlah pengikut yang sangat besar, tapi mampu meyakinkan audiens yang ditarget untuk membeli barang yang dipromosikan.

    Untuk memulai 2023, coba lakukan canvasing untuk mengumpulkan influencer yang tepat untuk mempromosikan bisnis. Sesuaikan jenis bisnis dengan karakter audiens influencer tersebut agar hasil pemasaran bisa lebih maksimal. Jangan sampai ketinggalan tren sehingga bisnis susah dikembangkan, ya!

    Baca juga: Word of Mouth, Trik Penjualan Meroket dengan Influencer Marketing!

    2. Banjir Konten Video

    Tren pasar di 2023 diramalkan akan lebih condong ke konten berbentuk video. Jika sebelumnya mungkin kegiatan pemasaran hanya dijalankan secara visual, misalnya dengan baliho atau poster-poster yang dicetak secara fisik maupun disebarkan secara digital melalui media sosial, mulai kini konten pemasaran diperkirakan akan lebih banyak berbentuk video.

    Sudah memiliki influencer untuk memasarkan produk atau jasa yang dijual? Coba ajak mereka untuk membuat video ulasan saat menggunakan produk atau menikmati layanan jasa tersebut.

    Konten-konten semacam ini akan sangat dicari oleh audiens di tahun 2023, selain karena lebih enak dinikmati, konten video semacam ini juga dirasa informatif untuk menjawab rasa penasaran audiens terhadap produk atau jasa yang ditawarkan.

    Apabila memilih untuk tidak menggunakan jasa influencer, tidak apa-apa juga, tetapi pastikan untuk memenuhi kanal media sosial yang dikelola dengan konten-konten video yang menarik dan informatif, ya!

     Maraknya transaksi digital adalah salah satu bentuk perubahan tren yang diakibatkan oleh dampak pandemi.

    3. Brand dengan Tanggung Jawab Sosial

    Berikutnya yang diperkirakan akan menjadi tren pasar di tahun 2023 adalah brand dengan kesadaran dan tanggung jawab sosial yang tinggi. Perubahan yang satu ini sebenarnya dipicu oleh perubahan karakter masyarakat secara umum.

    Di era yang sudah sangat maju dan mudah untuk bertukar informasi ini, hampir segala sesuatunya bisa dengan mudah diketahui, termasuk ketidakadilan sosial yang terjadi. Cancel culture pun berlaku untuk brand yang dianggap tidak memiliki tanggung jawab sosial.

    Di tahun 2023, budaya ini akan semakin subur sehingga brand pun tak bisa seenaknya dan harus beroperasi dengan tanggung jawab sosial. Ini pula alasan mengapa banyak brand yang terang-terangan mendorong praktik bisnis yang menjaga kelestarian lingkungan banyak didukung oleh pelanggannya.

    Coba cari bidang sosial yang selaras dengan jenis bisnis dan pastikan untuk menjalankan operasional bisnis yang memperhatikan bidang sosial tersebut.

    Baca juga: 5 Tips Personal Branding Bisnis Kamu Agar Penjualan Meroket!

    Jangan Lupa Dampak Pandemi Masih Ada

    Meski sudah tiga tahun berlalu, dampak dari pandemi Covid-19 yang muncul di akhir 2019 lalu masih tetap terasa hingga sekarang. Penting sekali untuk tidak melupakan fakta yang satu ini, karena bagaimanapun juga pandemi bukanlah sekadar perkara kesehatan semata, tetapi juga mampu memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat.

    Oleh karena itu, bagi pelaku usaha yang ingin mendorong angka penjualan bisnisnya, pastikan untuk tidak mengabaikan dampak pandemi Covid-19. Coba alihkan kegiatan pemasaran ke arah yang lebih digital, misalnya dengan memberikan potongan harga khusus untuk ongkos kirim maupun transaksi online, alih-alih mendorong pelanggan untuk berbelanja langsung di tempat usaha.

    Perhatikan seperti apa dampak pandemi Covid-19 terhadap perubahan tren belanja masyarakat, dan cari tahu relevansinya dengan bisnis yang dijalankan. Dengan demikian, pelanggan pun akan lebih tertarik dengan kegiatan pemasaran yang dilakukan.

    Tak perlu cemas kerepotan dalam mengelola bisnis dengan memperhatikan tren dan segala macamnya, gunakan saja aplikasi majoo dengan beragam fitur unggulannya yang dapat membuat manajemen bisnis jauh lebih mudah, tak hanya di meja kasir saja, tetapi juga sampai ke gudang dan dapur.

    Yuk, gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Resesi 2023 di Depan Mata! Yuk, Atur Anggaran Bisnis!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Adopsi Strategi Omnichannel untuk Pertumbuhan Bisnis Kuliner
    Strategi omnichannel bisa diadopsi dan diterapkan dalam bisnis kuliner. Ini untuk meningkatkan pertumbuhan dan perkembangan bisnis itu sendiri.
    Tampilan Baru Dashboard majoo, Kelola Bisnis Lebih Mudah
    Pembaruan tampilan aplikasi kasir wirausaha majoo yang membuatnya makin terlihat menarik dan mudah digunakan. Sudah lengkap, praktis pula!
    Migrasi Bisnis Menjadi Usaha Online saat Ramadan? Why not?!
    Migrasi bisnis menjadi usaha online tergolong praktik baru yang mulai dilirik. Apa alasan untuk melakukannya, terlebih di bulan Ramadan seperti sekarang?
    Ide Hampers Lebaran yang Unik dan Menarik untuk Dicoba!
    Ada banyak ide hampers lebaran yang unik dan menarik untuk dicoba guna meningkatkan pendapatan bisnis. Tertarik memanfaatkan salah satu ide berikut?