Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Akuntansi Konvensional adalah: Definisi sampai Contohnya

    Akuntansi Konvensional adalah: Definisi sampai Contohnya

    Ada dua jenis akuntansi yang sering digunakan, yaitu akuntansi konvensional dan akuntansi syariah.

    Dalam penerapan perhitungan akuntansi, ada dua jenis akuntansi yang sering digunakan, yaitu akuntansi konvensional dan akuntansi syariah. Secara singkat, yang dimaksud dengan akuntansi konvensional adalah perhitungan yang sangat mengandalkan logika. 

    Sejak dulu, masyarakat yang berhubungan langsung dengan perhitungan akuntansi, memang lebih sering menggunakan metode akuntansi konvensional ini. Tidak heran bila sampai saat ini, konsep ini masih banyak diterapkan. Alasannya karena memang sudah cukup familiar dan dikenal baik oleh masyarakat. 

    Baca juga: Akuntan adalah Faktor Penting dalam Bisnis dan Perusahaan

    Pengertian Akuntansi Konvensional 

    Akuntansi didefinisikan sebagai sebuah proses pencatatan, meringkas, mengolah, mengklasifikasi, dan menyajikan data seluruh transaksi yang terjadi, dilanjutkan dengan memposting data tersebut ke buku besar. Tidak berhenti di situ, proses akuntansi berlanjut sampai tahap pembuatan laporan dan melaporkannya dalam kaitan dengan keuangan perusahaan, suatu bisnis, maupun instansi. 

    Sedangkan, yang dimaksud dengan akuntansi konvensional adalah proses pencatatan sampai dengan pembuatan laporan yang cenderung menggunakan logika atau rasionalisme ekonomi yang meliputi prinsip-prinsip individualisme, kepentingan pribadi, dan maksimalisasi keuntungan. 

    Akuntansi konvensional biasanya berisikan berbagai informasi yang terkait tentang peristiwa dan transaksi ekonomi, pengukuran sumber daya dalam hal aset dan kewajiban, dan metode untuk mengkomunikasikan seluruh informasi tersebut menggunakan laporan keuangan. 

    Keuntungan yang dihasilkan dari akuntansi konvensional menjadi sebuah standar utama bagi perusahaan. Kita semua tahu bahwa keuntungan adalah suatu hal yang pastinya diinginkan oleh pebisnis atau pemilik perusahaan, sehingga dengan penerapan akuntansi konvensional yang lebih mengandalkan logika, hal tersebut dirasa lebih sesuai. 

    Bisa dibilang bahwa konsep akuntansi konvensional merupakan sistem yang sangat mementingkan para pemilik modal atau biasa disebut sebagai para kapitalis. Definisi ini cukup sesuai dengan tujuan akuntansi konvensional yang fokus pada tujuan ekonomi saja. 

    Akuntansi konvensional dipengaruhi oleh berbagai macam ideologi, namun dilihat dari tujuan dan penerapannya, ideologi yang paling dominan memegang pengaruh adalah ideologi kapitalisme. Jenis akuntansi konvensional sudah mengalami perkembangan dengan seringnya digunakan oleh pihak swasta. Jadi, bisa dibilang bahwa pihak swasta memiliki peranan yang penting dan berpengaruh pada perkembangan akuntansi konvensional.

    Baca juga: Laporan Keuangan adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

    Seperti apa konsep akuntansi konvensional? 

    Konsep Akuntansi Konvensional

    Dalam pencatatan dan penyusunan laporan keuangan dengan perhitungan akuntansi, semua informasi yang diberikan sebaiknya memang bisa bermanfaat bagi para pemakainya. 

    Itulah alasannya laporan keuangan harus bisa memenuhi karakteristik kualitatif. International Accounting Standard Committee (IASC) telah menetapkan karakteristik kualitatif pokok yang harus dipenuhi antara lain adalah: 

    • Dapat dipahami
    • Relevan
    • Keandalan (mencakup kejujuran, substansi netralitas, prudensi dan kelengkapan)
    • Dapat dibandingkan

    Konsep akuntansi konvensional dijelaskan dalam Intermediate Accounting (Smith & Skousen, 1984). Dijelaskan bahwa konsep akuntansi konvensional dibentuk dari beberapa asumsi dasar, yaitu :

    • Perusahaan dipandang sebagai satu kesatuan ekonomi yang tidak sama dengan kepemilikan unit usaha lainnya.
    • Perusahaan dianggap akan terus melanjutkan usaha, sehingga neraca akan tetap melaporkan beban-beban yang berkaitan dengan kegiatan-kegiatan di masa depan dan tidak dilaporkan pada nilai realisasi jika perusahaan terkena likuidasi.
    • Konsep konvensional menerapkan prinsip bahwa keuntungan terjadi saat adanya transaksi jual-beli
    • Kegiatan yang dicatat dalam akuntansi konvensional adalah transaksi yang telah berlalu dan hanya menyajikan informasi pilihan
    • Klasifikasi aset adalah sebagai modal tetap (aset tetap) dan modal lancar (aset lancar)
    • Dasar pencatatan transaksi adalah jumlah uang atau nilai moneter dari akuntansi yang ditukarkan saat transaksi.
    • Transaksi diakui dengan unit-unit moneter.
    • Menerapkan prinsip keuntungan secara universal, yang mencakup laba dagang, modal pokok, transaksi, dan juga uang dari berbagai sumber..
    • Kesatuan usaha dibagi dalam beberapa periode akuntansi, dalam setiap periodenya, pengukuran penghasilan dilakukan berdasarkan akrual. 
    • Mempraktikkan teori pencadangan dan ketelitian dari semua kerugian dalam perhitungan, serta mengesampingkan keuntungan yang sifatnya masih mungkin 
    • Beban dalam satu periode akuntansi dikaitkan dengan pendapatan tertentu dalam periode waktu tertentu (matching concept).
    • Bersifat konservatif, maksudnya bila saat proses mencatat terdapat dua alternatif, perusahaan akan memilih alternatif yang memiliki manfaat paling sedikit bagi modal pemilik.

    Prinsip Akuntansi Konvensional

    Selain konsep akuntansi konvensional, ada pula prinsip dari sistem akuntansi konvensional ini yang digunakan sebagai media pengumpulan serta pembukuan berbagai akuntansi, sekaligus melakukan penelitian mengenai keterangan keterangan dari berbagai macam kegiatan. Prinsip akuntansi konvensional adalah: 

    Sangat Mengandalkan Logika

    Sesuai dengan definisinya, akuntansi konvensional adalah sesuatu yang sangat mengandalkan logika karena sangat mengutamakan dan mengedepankan asas dari logika manusia.

    Memiliki Prinsip yang Bergantung pada Nilai Tertentu

    Prinsip akuntansi konvensional berikutnya adalah bergantung pada nilai tertentu. Prinsip yang digunakan pada umumnya akan lebih bergantung dan mengikuti nilai nilai yang telah dipercaya oleh masyarakat.

    Lebih Fokus pada Kepentingan Dunia

    Akuntansi konvensional biasanya tidak terlalu peduli dengan pertanggungjawaban secara akhirat, karena sistem konvensional ini memang hanya mementingkan dunia, terlebih untuk sekelompok orang orang serta entitas ekonomi.

    Contoh Akuntansi Konvensional

    Contoh akuntansi konvensional biasanya merupakan proses pencatatan serta perhitungan yang diterapkan pada: 

    • Perusahaan-perusahaan swasta
    • Rumah sakit
    • Rumah makan atau restoran dalam skala besar

    Kelemahan dan Keunggulan Akuntansi Konvensional

    Dalam penerapannya, tentu saja terdapat kelemahan dan keunggulan akuntansi konvensional bila dibandingkan dengan jenis akuntansi lainnya. 

    Kelemahan Akuntansi Konvensional:

    • Mengabaikan adanya biaya modal
    • Tidak mudah untuk mengetahui apakah perusahaan sudah menyelesaikan semua beban dan kewajibannya atau belum.

    Keunggulan Akuntansi Konvensional:

    • Bisa melakukan perhitungan berbagai jenis keuntungan atau laba
    • Bisa lebih selektif dalam menentukan jenis keuntungan
    • Bisa lebih mudah memahami konsep modal
    • Bisa digunakan untuk mencegah terjadinya kerugian

    Baca juga: 10+ Laporan Perubahan Modal yang Wajib Diketahui

    Perbedaan Akuntansi Konvensional dan Akuntansi Syariah

    Secara umum, perbedaan akuntansi konvensional dan akuntansi syariah bisa dilihat dengan jelas pada konsepnya. Dalam akuntansi konvensional, konsep ilmunya berasal dari logika manusia yang dapat terpengaruh oleh budaya kelompok di saat transaksi terjadi. 

    Sedangkan, dalam akuntansi syariah, konsep dasar ilmunya adalah nilai-nilai dan prinsip syariah yang berfokus pada maslahah umat manusia, khususnya muslim. Beberapa perbedaan akuntansi konvensional dan akuntansi syariah lainnya, yaitu:

    Landasan

    Landasan yang digunakan pada pada akuntansi konvensional sangat bergantung pada logika manusia yang dapat berubah menyesuaikan kultur dan budaya masyarakat di sekitarnya. 

    Sementara, dalam akuntansi syariah, segala kegiatan yang dilakukan harus merujuk pada kaidah dan syariah Islam. 

    Tujuan

    Jenis akuntansi konvensional biasanya bertujuan untuk menjelaskan utang piutang, untung rugi, sampai dengan sentral moneter. Selain itu juga untuk membantu pemilik bisnis atau perusahaan dalam mengambil berbagai keputusan dan ketetapan dalam manajemen.

    Sedangkan, akuntansi syariah bertujuan untuk menjaga harta sebagai hujjah atau sebuah bukti ketika terjadi sebuah perselisihan, digunakan juga membantu mengarahkan ke arah kebijaksanaan, melakukan perincian berbagai hasil usaha yang akan digunakan untuk keperluan zakat, menetapkan imbalan maupun hukuman, sampai dengan penilaian evaluasi dari kinerja.

    Nilai yang Dianut

    Dalam akuntansi konvensional, 3 prinsip yang berlaku adalah prinsip pertanggungjawaban, keadilan dan kebenaran, dan semuanya bergantung pada nilai yang dianut pada kelompok suatu organisasi. Sedangkan, pada akuntansi syariah, 3 prinsip tersebut diterapkan dengan landasan syariah. 

    Karakteristik

    Secara karakteristik, akuntansi konvensional berjalan sesuai dengan aturan maupun teori yang ditetapkan oleh manusia. Sebaliknya, akuntansi syariah akan berjalan sesuai dengan yang telah menjadi ketetapan kaidah maupun akhlak.

    Konsep Modal

    Dalam akuntansi konvensional, dikenal ada dua macam pembagian modal. Modal dibagi dalam dua bagian, yaitu modal tetap (aktiva tetap) dan modal beredar (aktiva lancar).

    Sedangkan, dalam akuntansi syariah, konsep modal dibagi dalam dua hal, yaitu uang atau cash dan harta barang atau stock. Jika ternyata modal didapatkan dari penggunaan barang milik sendiri, artinya modal tersebut perlu dibagi menjadi dua, yaitu barang milik dan barang dagang.

    Hal yang Dilarang

    Akuntansi konvensional tidak mengenal adanya peraturan yang melarang beberapa jenis transaksi tertentu dengan alasan tertentu pula. Bisa dibilang, akuntansi konvensional adalah jenis pencatatan yang cukup bebas. 

    Sebaliknya, aspek tersebut sangat menonjol dalam penerapan akuntansi syariah. Lantaran dilaksanakan berdasarkan kaidah Islam, secara otomatis berbagai jenis transaksi yang mengandung unsur riba, judi, penipuan, barang tidak halal, dan sebagainya akan dilarang atau dianggap haram di dalam pencatatan akuntansi. 

    Prinsip dan Cakupan Laba

    Pada akuntansi konvensional, laba akan muncul bila memang terjadi kegiatan jual beli. Selain itu, cakupan laba dalam pencatatan mencakup laba dagang, modal pokok, transaksi dan sumber lain.

    Sedangkan, dalam akuntansi syariah, laba hanya dihitung bila terdapat perkembangan dan pertambahan nilai barang, tanpa perlu melihat barang tersebut telah terjual atau belum. Cakupan laba dalam pencatatannya memiliki kemiripan, namun tetap perlu dipilih dan dipilah lebih dulu, terkait dari sumber laba, apakah haram atau tidak, perlu dibagikan kepada mitra usaha atau dimasukkan ke dalam catatan modal pokok. 

    Kesimpulan

    Pengertian akuntansi konvensional adalah proses pencatatan sampai dengan pembuatan laporan yang cenderung menggunakan logika atau rasionalisme ekonomi yang meliputi prinsip-prinsip individualisme, kepentingan pribadi, dan maksimalisasi keuntungan. 

    Secara umum, akuntansi konvensional berisikan berbagai informasi terkait tentang peristiwa dan transaksi ekonomi, pengukuran sumber daya dalam hal aset dan kewajiban, dan metode untuk mengkomunikasikan seluruh informasi tersebut menggunakan laporan keuangan. 

    Meskipun tidak termasuk dalam standar akuntansi yang digunakan di Indonesia, jenis akuntansi konvensional masih tetap menjadi pilihan berbagai lembaga atau institusi swasta yang ingin melakukan pencatatan secara logika saja, tanpa perlu menambahkan faktor kaidah atau syariah Islam di dalamnya. 

    Apapun jenis akuntansi yang kamu pilih untuk diterapkan dalam keuangan bisnis, pastikan bahwa seluruh pencatatannya rapi dan detail, ya! Laporan keuangan yang tidak rapi pastinya akan sangat merepotkan kamu sebagai pemilik bisnis dalam melakukan evaluasi bisnis. 

    Selain itu, laporan keuangan yang buruk berpotensi untuk menimbulkan terjadinya kesalahan di masa mendatang, mulai dari kesalahan operasional sampai dengan kesalahan saat menyusun strategi bisnis. Semua hal tersebut saling terkait yang ujungnya akan membawa bisnis yang kamu jalankan mengalami kerugian yang besar. Pastinya kamu tidak ingin hal tersebut terjadi, kan?

    Di masa yang semakin praktis dan mudah ini, banyak aplikasi yang bisa membantu meringankan tugasmu dalam melakukan perhitungan dan pencatatan akuntansi, salah satunya adalah majoo. Jadi, kalau kamu ingin pencatatan seluruh transaksi dalam bisnismu menjadi lebih rapi, jangan pernah ragu untuk mencoba aplikasi majoo ya! Cobain sekarang!

    Pertanyaan Terkait

    • Standar akuntansi yang digunakan di Indonesia antara lain: (1) PSAK-IFRS (Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan-International Financial Report Standard), (2) SAK-ETAP (Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas Tanpa Akuntansi Publik), (3) PSAK-Syariah (Pernyataan Standar Akuntansi Syariah), dan (4) SAP (Standar Akuntansi Pemerintah).

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!