Laporan Keuangan adalah: Pengertian, Tujuan, dan Jenisnya

Ditulis oleh Dini N. Rizeki

article thumbnail

Laporan keuangan adalah laporan yang diterbitkan pada periode tertentu.

Laporan keuangan adalah suatu pencatatan yang biasanya diterbitkan oleh sebuah bisnis atau perusahaan dalam periode waktu tertentu. Fungsinya sangat penting karena bisa digunakan untuk mengetahui berbagai transaksi yang sudah terjadi pada operasional bisnis. 

Bukan hanya memiliki peran penting untuk mendapatkan investor atau penanam modal, laporan keuangan ternyata masih memiliki banyak manfaat lain bagi bisnis yang kamu jalankan. 

Laporan Keuangan adalah 

Secara umum, pengertian laporan keuangan adalah suatu catatan transaksi bisnis sebuah perusahaan yang biasanya dibuat pada periode tertentu, dan menyesuaikan kebutuhan serta kebijakan perusahaan. 

Berbagai transaksi yang dicatat mulai dari transaksi penjualan, berbagai biaya dan beban perusahan, pembelian saham, investasi, sampai dengan pajak. Umumnya, pencatatan dilakukan setiap satu bulan atau satu tahun sekali, namun tidak jarang ada perusahaan yang menggunakan kedua periode tersebut secara bersamaan. 

Laporan keuangan yang lengkap dan rinci meliputi:

  • Neraca
  • Laporan laba rugi
  • Laporan perubahan posisi keuangan
  • Catatan dan laporan lain
  • Materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. 

Kenapa disebut sebagai laporan keuangan yang lengkap? Karena pada akhir periode pelaporan keuangan, perusahaan diharuskan untuk bisa menyiapkan laporan yang menginformasikan semua aktivitas bisnis yang sudah dilakukan, baik kegiatan investasi dan pendanaan, maupun kegiatan operasional di periode tertentu. 

Nantinya, bentuk yang dibuat oleh perusahaan dalam laporan keuangan adalah kegiatan investasi dan pendanaan dalam neraca (balance sheet) dan laporan perubahan modal (statement of owner's equity). Sedangkan, kegiatan operasional dilaporkan dalam laporan laba rugi (loss and income statement). 

Laporan keuangan bermanfaat untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan yang disusun secara rapi dan teratur akan memudahkan para investor atau stakeholder untuk bisa melihat bahwa keuangan bisnis perusahaan yang kamu jalani berada dalam kondisi stabil, terencana dengan baik, dan berkembang.

Baca juga: Apa itu Laporan Keuangan? Yuk, Pahami Sama-sama!

Pengertian Laporan Keuangan Menurut Para Ahli

Berikut beberapa pengertian laporan keuangan menurut para ahlinya. 

Menurut Munawir 

Laporan keuangan adalah alat yang sangat penting untuk mendapatkan informasi yang berhubungan dengan posisi keuangan dan hasil-hasil operasi yang telah dicapai oleh perusahaan yang bersangkutan.

Menurut Harahap 

Laporan keuangan adalah catatan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu. Adapun jenis laporan keuangan yang lazim dikenal adalah neraca, laporan laba-rugi atau hasil usaha, laporan perubahan ekuitas, laporan arus kas, laporan posisi keuangan.

Menurut Weston & Copeland

Laporan keuangan adalah laporan keuangan yang melaporkan prestasi historis dari suatu perusahaan dan memberikan dasar, bersama analisis bisnis dan ekonomi, untuk membuat proyeksi dan peramalan untuk masa depan.

Menurut Kasmir

Laporan keuangan adalah laporan yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada saat ini atau dalam suatu periode tertentu.

Menurut Bambang Riyanto

Laporan Finansial (Financial Statement), merupakan laporan yang memberikan ikhtisar mengenai keadaan finansial suatu perusahaan. Neraca (Balance Sheets) mencerminkan nilai aktiva, utang dan modal sendiri pada suatu saat tertentu, sedangkan laporan rugi dan laba (Income Statement) menggambarkan hasil-hasil yang dicapai selama periode tertentu, biasanya meliputi periode satu tahun.

Menurut Muhardi

Laporan keuangan dapat diibaratkan sebuah peta yang berguna bagi pihak-pihak yang sedang melakukan perjalanan. Dengan melihat pada peta yang ada, pihak yang sedang melakukan perjalanan tersebut dapat mencapai tujuan akhir dengan cara yang tepat dan tidak tersesat ditengah perjalanan. Pengguna dari laporan keuangan adalah manajemen, investor, kreditur, dan pemangku kepentingan lainnya yang berhubungan dengan perusahaan.

Menurut Hery

Laporan keuangan adalah produk akhir dari serangkaian proses pencatatan dan pengikhtisaran data transaksi bisnis. Seorang akuntan diharapkan mampu mengorganisir seluruh data akuntansi, sehingga bisa menghasilkan laporan keuangan dan bahkan harus dapat menginterpretasikan serta menganalisis laporan keuangan yang dibuatnya.

Tujuan Laporan Keuangan 

Tujuan laporan keuangan secara umum tentu saja adalah untuk memberikan informasi yang berguna bagi investor dalam pengambilan keputusan yang berkaitan dengan penanaman investasi. 

Sedangkan, secara khusus, tujuan laporan keuangan adalah untuk menyajikan kondisi keuangan, hasil usaha, dan perubahan posisi keuangan lainnya yang sesuai dengan prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku.

Selain itu, tujuan laporan keuangan lainnya adalah sebagai berikut: 

Untuk Memberikan Informasi yang Tepercaya 

Informasi yang diberikan dalam laporan keuangan adalah mengenai sumber daya ekonomi dan kewajiban perusahaan. Berbagai informasi ini bisa digunakan untuk melakukan penilaian pada kekuatan atau kelemahan perusahaan, termasuk kemampuan perusahaan untuk melunasi berbagai kewajibannya. 

Untuk Memberikan Informasi Sumber Kekayaan 

Tujuan lain pembuatan laporan keuangan adalah untuk memberikan informasi yang terpercaya mengenai sumber kekayaan bersih yang berasal dari kegiatan usaha dalam mencari laba. Ini ditujukan untuk mendapatkan gambaran mengenai jumlah dividen yang diharapkan oleh para pemegang saham. 

Apa saja fungsi laporan keuangan?

Fungsi Laporan Keuangan

Sebenarnya apa sih fungsi laporan keuangan itu dibuat? Apakah hanya untuk mencatat transaksi dan memberikan informasi mengenai keuangan perusahaan? Berikut beberapa fungsi laporan keuangan dalam operasional perusahaan. 

Untuk Menggambarkan Kondisi Perusahaan atau Bisnis

Pertama, fungsi laporan keuangan adalah untuk memberikan gambaran kondisi dan posisi sebuah perusahaan atau bisnis. Dari laporan tersebut, kamu dapat melihat perusahaan sedang mengalami keuntungan atau kerugian.

Sebagai Bahan Evaluasi Kinerja, Perencanaan, dan Keputusan

Kedua, fungsi laporan keuangan adalah sebagai bahan evaluasi bisnis. Dengan adanya laporan keuangan, pihak manajemen dapat menggunakan laporan tersebut untuk mengevaluasi kinerja bisnis. 

Selain itu, bisa juga difungsikan sebagai bahan perencanaan untuk kegiatan operasional perusahaan selanjutnya. Misalnya, perusahaan mengalami keuntungan pada periode kemarin karena hasil penjualan produk baru yang viral dan disukai banyak konsumen, selanjutnya perusahaan dapat merencanakan untuk meningkatkan kuantitas produksi atau memperluas pangsa pasar. 

Sebagai Bentuk Pertanggungjawaban Perusahaan

Bagi pihak internal perusahaan, fungsi laporan keuangan adalah sebagai bentuk tanggung jawab bagian keuangan kepada pihak manajerial dan dewan direksi. Sedangkan, bagi pihak eksternal, seperti para pemegang saham, fungsi laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban atas pengelolaan dana mereka oleh perusahaan. 

Jenis-Jenis Laporan Keuangan

Jenis laporan keuangan secara umum dibagi menjadi empat, yaitu laporan keuangan laba rugi, laporan cash flow, laporan perubahan modal, dan laporan neraca. Berikut pembahasannya. 

Laporan Laba Rugi

Laporan keuangan laba rugi umumnya berisi catatan pendapatan dan beban yang dimiliki oleh sebuah perusahaan dan biasanya akan dibuat di akhir periode akuntansi, yaitu akhir bulan atau akhir tahun.

Jenis laporan keuangan ini memberikan informasi keuntungan dan kerugian yang diperoleh perusahaan dalam jangka waktu periode tertentu. Pencatatan yang masuk dalam laporan laba rugi antara lain adalah, berbagai sumber pendapatan, jumlah pendapatan yang diperoleh, jumlah biaya yang perlu dibayar, dan jenis-jenis yang dikeluarkan selama periode tertentu.

Baca juga: Cara Menghitung Laba Rugi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi

Laporan Cash Flow

Cash flow adalah laporan keluar masuknya uang tunai sebuah perusahaan yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan. Cash flow juga didefinisikan sebagai arus kas. Cash flow mencatat seluruh pendapatan dan pengeluaran selama periode tertentu (umumnya dibuat dalam periode bulanan). 

Laporan cash flow mencatat berbagai pendapatan yang bersifat tunai atau dibayar secara langsung. Tujuan utama dari laporan cash flow adalah untuk memberikan gambaran kondisi keuangan dan juga sebagai proyeksi finansial. 

Laporan Perubahan Modal

Laporan perubahan modal adalah jenis laporan yang pembuatannya ditujukan untuk menggambarkan kenaikan dan penurunan dari kekayaan atau aktiva bersih perusahaan dalam periode tertentu dengan menggunakan metode pengukuran tertentu pula.

Laporan Neraca

Jenis laporan keuangan yang terakhir adalah laporan neraca yang merupakan salah satu laporan wajib bagi perusahaan. Laporan neraca akan memberikan informasi mengenai akun-akun aktiva yang dibuat satu tahun sekali.

Laporan neraca umumnya menunjukkan posisi keuangan perusahaan pada tanggal tertentu. Dalam laporan ini, yang dimaksud dengan posisi keuangan adalah jumlah dan jenis aktivitas (harta) dan pasiva (kewajiban dan ekuitas) perusahaan. 

Unsur-Unsur Laporan Keuangan

Dalam pembuatan dan penyusunannya, terdapat unsur-unsur laporan keuangan yang tidak boleh terlewatkan dalam pencatatan. Unsur-unsur tersebut adalah:

Aset

Definisi aset pada perusahaan adalah hal-hal yang dimiliki sebuah perusahaan dan diharapkan bisa menghasilkan manfaat di masa depan. Aset perusahaan bisa dibedakan berdasarkan sifatnya, yaitu aset yang bisa dipakai dalam jangka pendek dan aset jangka panjang. 

Ada berbagai macam bentuk aset, antara lain:

  • Bangunan
  • Gedung kantor
  • Pergudangan
  • Tanah
  • Properti
  • Modal dana 
  • Uang tunai 
  • Peralatan elektronik
  • Peralatan produksi

Baca juga: Aset Tetap adalah: Karakteristik, Jenis, dan Contohnya 

Liabilitas

Liabilitas adalah kewajiban perusahaan yang diharapkan bisa menghasilkan dan memberikan manfaat ekonomi yang positif juga bagi perusahaan. Liabilitas bisa dibagi menjadi dua, yaitu liabilitas lancar dan tidak lancar. 

Contoh liabilitas perusahaan adalah:

  • Pajak
  • Bunga bank
  • Pinjaman dari bank atau lembaga keuangan
  • Utang gaji
  • Utang antar perusahaan

Ekuitas

Secara sederhana, yang dimaksud dengan ekuitas adalah nilai dari aset yang sudah dikurangi biaya liabilitas. Contohnya, modal saham dan pembayaran dividen. Bertambah atau berkurangnya ekuitas akan sangat bergantung pada pergerakan nilai aset dan liabilitas.

Pendapatan

Pendapatan perusahaan adalah salah satu unsur-unsur laporan keuangan. Pendapatan bisa dalam bentuk hasil penjualan dari aktivitas bisnis maupun dari hasil deposito bank dan dividen yang diperoleh dari investasi.

Pengeluaran

Sebagai salah satu unsur-unsur laporan keuangan, pengeluaran bisa dilihat dalam bentuk pengeluaran operasional maupun administratif. Beberapa contohnya antara lain adalah: 

  • Biaya pembayaran gaji
  • Biaya utilitas
  • Biaya promosi dan pemasaran
  • Biaya sewa gedung
  • Pembayaran tagihan telepon, internet, listrik
  • Biaya transportasi 

Keuntungan

Unsur-unsur laporan keuangan berikutnya adalah keuntungan. Keuntungan perusahaan umumnya didapatkan dari peningkatan ekuitas. Jumlah keuntungan yang didapat tentu saja bisa berbeda dari satu periode ke periode lainnya. 

Kerugian

Kerugian yang dialami perusahaan biasanya terjadi saat nilai pembelian aset di masa lalu ternyata lebih besar daripada nilai aset di masa sekarang. Artinya nilai dari aset tersebut pun mengalami penurunan. 

Selain itu, kerugian juga bisa diartikan sebagai adanya kelebihan nilai pengeluaran bila dibandingkan dengan pendapatan yang pernah diperoleh dalam janka waktu periode tertentu.

Baca juga: Rumus Laba dan Cara Menghitung Laba yang Benar dalam Bisnis

Kesimpulan

Dalam dunia bisnis, pengertian laporan keuangan adalah suatu catatan transaksi bisnis sebuah perusahaan yang biasanya dibuat pada periode tertentu, dan menyesuaikan kebutuhan serta kebijakan perusahaan. 

Berbagai transaksi yang dicatat dalam laporan keuangan meliputi transaksi penjualan, berbagai biaya dan beban perusahaan, pembelian saham, investasi, sampai dengan pembayaran pajak.

Laporan keuangan yang disusun secara baik, rapi, dan teratur akan memberikan gambaran bahwa perusahaan berada dalam kondisi baik dengan kinerja bisnis yang mumpuni. Selain itu, pencatatan laporan keuangan yang benar akan memudahkan para investor atau stakeholder untuk melihat bahwa keuangan perusahaan yang kamu jalani berada dalam kondisi stabil dan terencana dengan baik. 

Bagaimana cara untuk mendapatkan laporan keuangan yang baik? Selain dengan menguasai ilmu akuntansi yang baik, adanya sumber daya akuntan yang layak, kamu juga perlu membekali bisnismu dengan aplikasi keuangan lengkap seperti majoo. Sebagai rekan operasional bisnismu, majoo  juga menyediakan berbagai fitur menarik bagi pemilik bisnis seperti kamu untuk membantu pencatatan transaksi yang terjadi. Belum tahu akan hal ini? Tenang, tidak ada kata terlambat untuk mulai berkenalan dengan majoo, cobain sekarang!

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo