Alur Transaksi Penjualan Kredit yang Perlu Kamu Pahami

article thumbnail

Sebagai pemilik usaha, kamu mungkin sudah tahu bahwa ada beberapa jenis transaksi yang biasa digunakan. Salah satunya adalah penjualan secara kredit. Dalam jenis transaksi tersebut, dikenal adanya alur transaksi penjualan kredit

Transaksi penjualan kredit merupakan strategi yang umum digunakan dalam dunia bisnis untuk memberikan fleksibilitas pembayaran kepada pelanggan. Jadi, kamu bisa menerapkan transaksi penjualan secara tunai maupun kredit dalam bisnis yang sedang dijalankan. 

Apa yang Dimaksud Alur Transaksi Penjualan Kredit?

Sebelum mengetahui pengertian alur transaksi penjualan kredit, kamu perlu tahu dulu apa yang dimaksud penjualan kredit. Penjualan kredit adalah proses penjualan saat kamu sebagai pihak penjual memberikan produk atau jasa kepada pembeli tanpa meminta pembayaran tunai penuh pada saat transaksi. 

Sebaliknya, pembeli akan diberikan opsi untuk membayar secara bertahap atau dalam jangka waktu tertentu. Tentunya sesuai dengan syarat-syarat yang sudah disepakati bersama.

Dalam penjualan kredit, pembayaran bisa dilakukan dengan menggunakan berbagai metode. Misalnya dengan cicilan bulanan, pembayaran setengah tahunan, atau sesuai dengan jadwal pembayaran lainnya yang telah ditetapkan dalam perjanjian. 

Sementara, yang dimaksud dengan alur transaksi penjualan kredit adalah serangkaian langkah-langkah atau proses yang terjadi ketika kamu menjual barang atau jasa kepada pelanggan dengan memberikan opsi pembayaran kredit. Dalam konteks ini, kredit diartikan sebagai kemampuan pembeli untuk membayar dalam waktu yang ditentukan setelah menerima barang atau jasa. 

Alur transaksi penjualan kredit adalah suatu proses yang sebenarnya rumit tetapi sangat penting dalam dunia bisnis. Dengan memahami setiap langkah  sebaik-baiknya, kamu sebagai pihak penjual dapat memitigasi risiko, membangun hubungan yang kuat dengan pelanggan, dan meningkatkan fleksibilitas keuangan untuk kedua belah pihak. 

Baca Juga: Pahami 3 Alur Transaksi Penjualan Ini, Bisnis Pasti Lancar!

Bagaimana Alur Transaksi Penjualan Kredit Terjadi?

Lantas, seperti apa alur transaksi penjualan kredit terjadi dalam dunia bisnis? Pemahaman yang baik tentang alur transaksi tersebut akan membantu kamu sebagai pebisnis dalam mengelola keuangan perusahaan dengan lebih efektif.

Termasuk pemantauan piutang, manajemen kas, dan perencanaan keuangan yang lebih baik. Secara umum, inilah langkah-langkah alurnya yang perlu kamu pahami dengan baik.

1. Pemesanan dan Permintaan Kredit

Transaksi penjualan kredit dimulai ketika pelanggan membuat pesanan untuk membeli produk tertentu. Pada tahap ini, pelanggan mungkin juga mengajukan permohonan kredit, untuk menunjukkan keinginan mereka untuk membayar secara bertahap.

2. Evaluasi Kelayakan Kredit

Setelah menerima permohonan kredit, kamu sebagai pihak penjual dapat melakukan evaluasi kelayakan kredit. Hal tersebut nantinya akan melibatkan pemeriksaan riwayat kredit, keuangan, dan kemampuan pembayaran pelanggan.

3. Penawaran dan Negosiasi

Kamu bisa memberikan penawaran resmi kepada pelanggan. Termasuk rincian transaksi, syarat-syarat kredit, suku bunga (jika ada), dan persyaratan lainnya. Pada tahap ini, negosiasi dapat terjadi untuk memastikan kedua belah pihak setuju dengan ketentuan yang diajukan.

4. Persetujuan dan Penandatanganan Perjanjian

Jika pelanggan setuju dengan penawaran, persetujuan kredit diberikan. Kemudian kedua belah pihak akan menandatangani perjanjian kredit. Perjanjian ini berisi detail transaksi, tanggung jawab pembayaran, dan ketentuan lainnya. Jika sudah sampai di tahap ini, artinya alur transaksi penjualan kredit akan memasuki masa dimulainya pembayaran.

5. Pemberian atau Pengiriman Produk 

Setelah perjanjian ditandatangani, penjual akan segera memberikan produk kepada pelanggan sesuai dengan pesanan. Biasanya produk akan disertai dengan bukti transaksi penjualan kredit sebagai dokumen penting yang dijadikan sebagai arsip bagi kedua belah pihak.

Bukti transaksi penjualan kredit tersebut harus disimpan dengan baik. Karena berguna dalam pencatatan akuntansi bisnis yang akurat. Dengan menyimpan bukti, kamu dapat memastikan bahwa entri jurnal dan catatan keuangan lainnya sesuai dengan transaksi yang sebenarnya.

Baca Juga: Jurnal Khusus Penjualan: Cara Cerdas Catat Penjualan Bisnis

Seperti apa alur transaksi penjualan kredit dalam bisnis?

6. Pembayaran Awal (Jika Diperlukan)

Pembeli bisa saja diminta untuk melakukan pembayaran awal sebagai bagian dari total transaksi. Pembayaran awal ini dapat membantu menutupi sebagian biaya dan memperkecil risiko penjual. Memang ada sebagian penjual yang memiliki prinsip penjualan seperti ini. Kamu bisa memilih untuk ikut menerapkannya atau tidak.

7. Pembayaran Kredit Berkala

Pembeli mulai melakukan pembayaran kredit secara berkala sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah ditentukan dalam perjanjian. Pembayaran ini dapat berupa cicilan bulanan atau sesuai dengan kesepakatan lainnya.

8. Pelunasan Kredit

Pada akhir jangka waktu pembayaran yang ditentukan, pembeli harus melunasi sisa kredit yang masih ada. Pelunasan ini menandai penyelesaian transaksi dan menutup siklus penjualan kredit.

9. Pencatatan Akuntansi dan Pelaporan Kredit

Selama seluruh proses, transaksi penjualan kredit dicatat dalam sistem akuntansi perusahaan. Jika diperlukan, informasi pembayaran kredit dapat dilaporkan ke lembaga kredit atau agensi terkait.

Umumnya, cara mencatat transaksi penjualan kredit dilakukan di dalam jurnal penjualan kredit. Jurnal penjualan kredit adalah catatan akuntansi yang mencatat transaksi penjualan saat pembeli diberikan opsi untuk membayar secara kredit. 

Artinya pembeli dapat membayar dalam waktu tertentu setelah menerima produk yang diinginkan. Jurnal ini mencatat transaksi penjualan kredit dari awal hingga akhir, mencatat perubahan pada akun-akun yang terlibat.

Baca Juga: Bukti Transaksi Perusahaan: Pengertian dan Jenis

Contoh Alur Transaksi Penjualan Kredit

Supaya kamu lebih mudah dalam memahami alur transaksi penjualan kredit, ada contoh yang bisa kamu simak. Dari contoh tersebut kamu bisa melihat dengan cermat langkah-langkah dalam alur transaksi kredit. 

Berikut adalah salah satu contoh alur transaksi penjualan kredit dari suatu perusahaan.

Calon pembeli, perusahaan ABC, memesan peralatan kantor senilai Rp 50 juta dari perusahaan XYZ. Setelah menerima pesanan, perusahaan XYZ dan ABC melakukan negosiasi mengenai harga, cara pembayaran, dan syarat-syarat lainnya. Mereka setuju untuk pembayaran kredit selama 3 bulan dengan suku bunga 5%.

Perusahaan ABC mengajukan kredit kepada bank lokal untuk mendapatkan dana yang dibutuhkan untuk pembelian peralatan kantor. Bank melakukan pemeriksaan kredit terhadap perusahaan ABC, memeriksa riwayat kredit, laporan keuangan, dan kemampuan pembayaran.

Jika pemeriksaan kredit berhasil, bank menyetujui kredit sebesar Rp 50 juta dengan syarat pembayaran selama 3 bulan dan suku bunga 5%. Perusahaan XYZ menjual peralatan kantor ke perusahaan ABC dengan harga Rp 50 juta. Mereka membuat surat perjanjian yang mencakup rincian transaksi dan persyaratan pembayaran kredit. 

Perusahaan XYZ mengirim peralatan kantor sesuai dengan pesanan ke alamat yang ditentukan oleh perusahaan ABC. Perusahaan ABC mungkin perlu melakukan pembayaran awal sebelum mendapatkan pengiriman penuh peralatan. Perusahaan XYZ kemudian memberikan bukti transaksi penjualan kredit.

Aplikasi Keuangan majoo

Perusahaan ABC melakukan pembayaran kredit bulanan selama 3 bulan kepada bank sesuai dengan jadwal pembayaran yang telah disepakati. Setelah 3 bulan, perusahaan ABC berhasil melunasi seluruh kredit, termasuk bunga yang disepakati.

Bank melaporkan informasi pembayaran kredit perusahaan ABC ke lembaga kredit untuk mencatat riwayat kredit mereka.

Contoh transaksi ini mencerminkan proses transaksi penjualan kredit yang melibatkan beberapa tahapan. Tepatnya mulai dari pemesanan barang hingga pelunasan kredit.

Kesimpulan

Alur transaksi penjualan kredit adalah langkah-langkah yang terjadi ketika kamu menjual barang atau jasa kepada pelanggan dengan opsi pembayaran secara kredit. Kredit diartikan sebagai kemampuan pembeli untuk membayar dalam waktu yang ditentukan setelah menerima barang atau jasa. 

Transaksi penjualan kredit sebenarnya memiliki risiko terkait dengan keterlambatan pembayaran atau ketidakmampuan pelanggan untuk melunasi utang. Dengan pemahaman yang baik, kamu sebagai pebisnis dapat mengelola dan mengurangi risiko ini melalui kebijakan kredit yang bijaksana dan pemantauan piutang yang efektif.

Salah satu cara efektif untuk bisa melakukan pengelolaan keuangan dengan baik adalah menggunakan aplikasi keuangan majoo. Dengan majoo, kamu akan lebih mudah memantau semua pergerakan keuangan dalam bisnismu. Semua transaksi yang terjadi, baik tunai maupun kredit, akan dicatat secara otomatis. 

Ada juga catatan mengenai tanggal jatuh tempo pembayaran, cetak faktur, hingga mengirimkan faktur melalui email. Semuanya bisa kamu lakukan hanya dalam satu dashboard. Mudah dan praktis, kan? Kalau kamu mau keuangan bisnismu menjadi lebih rapi, kamu harus pakai majoo sekarang juga!


Sumber Data:

https://store.sirclo.com/blog/alur-penjualan-kredit-tata-cara-dan-tips/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo