Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Bukti Transaksi Perusahaan: Pengertian dan Jenis

    Transaksi dilakukan sebagai salah satu media untuk menjalankan sistem dan prosedur operasional.

    Transaksi keuangan perusahaan adalah segala bentuk aktivitas yang erat kaitannya dengan operasional perusahaan. Kegiatan seperti menjual barang atau jasa kepada konsumen, membeli bahan baku, beserta aset perusahaan merupakan bentuk transaksi yang sering dilakukan oleh perusahaan.

    Dalam pelaksanaanya, seluruh kegiatan transaksi membutuhkan bukti pembayaran untuk mencatatnya ke dalam laporan keuangan. Dengan begitu, pemilik usaha dapat mengetahui status keuangan perusahaan dan kebutuhan operasionalnya agar bisnis yang dikelola dapat berjalan dengan lancar.

    Ada banyak jenis transaksi yang dilakukan oleh perusahaan. Semua transaksi baik yang keluar maupun transaksi yang masuk akan dicatat dan dilaporkan secara berkala. 

    Supaya kamu bisa memahami jenis transaksi perusahaan beserta bukti-bukti yang dibutuhkan dalam proses transaksi tersebut, di bawah ini sudah kami tuliskan beberapa hal mengenai transaksi perusahaan untuk kamu pahami. Simak penjelasannya sampai tuntas, ya!

    Apa Itu Transaksi Perusahaan?

    Seperti yang telah disampaikan di atas, bahwa transaksi perusahaan adalah kesepakatan antara pembeli dengan penjual untuk menukarkan barang atau jasanya dengan uang.

    Setiap transaksi yang dilakukan oleh perusahaan akan membuat perubahan pada modal, harta, atau utang yang nantinya akan dicatat di dalam pembukuan keuangan sebagai salah satu jenis transaksi.

    Semua jenis transaksi yang memengaruhi keuangan perusahaan bisa diukur dan digunakan untuk menunjukkan status keuangan perusahaan selama masa tertentu.

    Bukti Transaksi Perusahaan

    Berdasarkan sumbernya, dapat kamu ketahui bahwa bukti transaksi perusahaan dibedakan menjadi dua, yaitu:

    1. Bukti Internal 

    Bukti internal merupakan bukti transaksi keuangan yang dibuat oleh pihak-pihak di dalam perusahaan dan dipergunakan untuk internal perusahaan tersebut. Bukti internal ini dibagi menjadi beberapa macam, di antaranya:

    • Bukti kas masuk adalah dokumen bukti adanya uang tunai yang masuk ke dalam perusahaan. Umumnya, bukti kas masuk bersumber dari pembayaran tunai, pembayaran cicilan, investasi, dan lain sebagainya.
    • Bukti kas keluar adalah semua pencatatan dari segala bentuk transaksi yang erat kaitannya dengan pengeluaran kas perusahaan. Dalam hal ini, semua transaksi pengeluaran yang dilakukan perusahaan, baik itu dikeluarkan untuk kepentingan internal maupun pihak eksternal perusahaan akan dicatat ke dalam bukti kas keluar.
    • Memo adalah surat yang digunakan pimpinan perusahaan untuk menyampaikan pesan singkat, seperti permintaan, pemberitahuan, atau masalah lain yang terjadi di dalam perusahaan.

    2. Bukti Eksternal

    Lain halnya dengan bukti internal, bukti eksternal adalah bukti transaksi yang berhubungan dengan pihak-pihak di luar perusahaan. Macam-macam bukti transaksi eksternal adalah sebagai berikut:

    • Faktur (invoice)

      Faktur merupakan dokumen yang diterbitkan oleh penjual untuk diserahkan kepada pembeli yang biasanya berisi informasi seperti jumlah barang, harga, potongan harga, hingga catatan singkat tentang batas waktu antara penyerahan barang dan pembayaran.

    • Kuitansi

      Kuitansi adalah bukti penerimaan atau pembayaran atas suatu hal yang dilakukan secara tunai. Penerima mengeluarkan dan menandatangani dokumen tersebut, kemudian menyerahkannya kepada pemberi uang.

      Untuk memastikan kekuatan hukum pada kuitansi tersebut, kamu bisa menambahkan materai sebelum menandatanganinya.

    • Nota

      Sebagai bagian dari transaksi bisnis baik produk maupun jasa. Nota digunakan oleh penjual ketika ada seorang pembeli yang ingin membeli produk yang ia jual.

    • Nota debit

      Nota debit merupakan bukti transaksi yang dibuat oleh perusahaan untuk diberikan kepada pihak di luar perusahaan untuk menjelaskan kondisi barang atau jasa yang tidak sesuai dengan pesanan atau rusak.

    • Nota kredit

      Sedangkan nota kredit adalah berkas atau dokumen yang menjadi bukti bahwa telah dilakukannya pengurangan piutang usaha yang disebabkan oleh pengembalian barang dagangan.

    • Cek

      Alat bukti transaksi lain yang disepakati oleh perusahaan adalah dengan menggunakan cek. Cek ini juga merupakan bukti pembayaran yang bisa dicairkan di bank sesuai dengan ketentuan yang ada dalam cek tersebut. Umumnya, cek digunakan saat nominal transaksi yang dilakukan berjumlah besar.

    Baca juga: Memahami Perbedaan antara Bon, Invoice, Kuitansi, dan Nota

     Alat bukti transaksi akan disimpan dan dijadikan bukti dalam laporan keuangan perusahaan.

    Jenis-Jenis Transaksi Perusahaan

    Adapun jenis-jenis transaksi perusahaan yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut:

    • Penanaman Modal

    Penanaman modal merupakan tahapan transaksi perusahaan yang paling awal dilakukan. Suatu perusahaan tidak akan bisa berjalan jika tidak ada modal awal yang dimilikinya. Modal ini bisa perusahaan dapatkan dari kekayaan pribadi maupun pinjaman dari pihak lain.

    • Pembelian Aset Tetap

    Pembelian aset tetap adalah cara yang paling mudah untuk memisahkan keuntungan yang didapatkan oleh perusahaan. Sebab, keuntungan perusahaan tidak hanya bisa disimpan dalam bentuk kas keuangan saja, sehingga pembelian aset tetap bisa jadi pilihan untuk mengamankannya.

    Dengan banyaknya jenis aset tetap yang bisa dibeli membuat perusahaan bisa menyesuaikan jenis aset yang akan dibeli dengan kebutuhan perusahaan. Misalnya dengan membeli aset berupa alat produksi atau sebuah gedung yang nantinya bisa digunakan untuk meningkatkan sistem produksi perusahaan di masa mendatang.

    Baca juga: Bukti Transaksi adalah: Pengertian, Fungsi, Jenis, Tujuan

    • Pembelian Barang

    Suatu usaha baru bisa menjalankan sistem operasionalnya setelah membeli barang atau bahan baku yang akan digunakan untuk menghasilkan sebuah produk. Pembelian barang ini disesuaikan dengan jumlah modal dan banyaknya barang yang dibutuhkan.

    Selain itu, perusahaan juga bisa memilih vendor yang bisa memberikan harga yang cocok dengan kebutuhan perusahaan. Jika perusahaan bisa mendapatkan harga yang lebih murah, jumlah biaya yang dikeluarkan perusahaan juga lebih sedikit dari seharusnya.

    • Retur Pembelian

    Jenis transaksi perusahaan selanjutnya adalah retur pembelian. Retur pembelian merupakan pengembalian barang dari pembeli kepada penjual dikarenakan ada ketidaksesuaian antara barang yang diantar dengan barang yang dipesan atau mengalami kerusakan.

    Proses retur yang dilakukan juga dapat memengaruhi catatan pada transaksi perusahaan, sehingga seluruh prosesnya perlu dipantau dengan baik hingga seluruh transaksi selesai.

    • Penjualan Barang atau Jasa

    Sebagai metode untuk meningkatkan keuntungan dalam segala proses dan akses, perusahaan akan melakukan penjualan barang atau jasa yang mereka miliki kepada para konsumen.

    Proses penjualan ini bisa terjadi dalam dua bentuk, yakni penjualan secara tunai dan penjualan secara kredit. Meskipun keduanya termasuk dalam jenis transaksi, perusahaan mesti memperhatikan aspek lain yang dapat memengaruhi nilai jual dari produk tersebut. 

    Melakukan penjualan secara kredit juga tidak boleh sembarangan dilakukan. Perusahaan perlu mencari tahu mengenai potensi kredit macet yang bisa saja terjadi dan membuat keuangan perusahaan ikut tersendat.

    • Penjualan Aset Perusahaan

    Dalam proses untuk meningkatkan keuntungan, tak jarang perusahaan perlu menjual aset-aset yang dimilikinya untuk bisa mendapatkan sebuah profit. Umumnya, aset-aset yang dijual merupakan aset yang sudah tidak diperlukan atau sudah tidak bisa lagi meningkatkan hasil produksi mereka.

    Hal lain yang bisa menjadi faktor perusahaan menjual aset-asetnya adalah untuk mengganti aset yang dijual dengan aset yang lebih baru, modern, dan yang paling sesuai dengan kebutuhan perusahaan di masa mendatang.

    • Pembayaran Beban

    Pembayaran listrik, internet, sewa tempat, hingga pembayaran gaji karyawan juga merupakan salah satu jenis transaksi yang perusahaan lakukan dan memengaruhi keuangan perusahaan.

    Sebab, pembayaran beban yang ditanggung perusahaan ini dapat mengurangi kas yang dimiliki oleh perusahaan. Akan tetapi, pembayaran beban ini mesti dilakukan guna menjaga perputaran roda perusahaan agar terus mendapatkan pelayanan dan kualitas yang dibutuhkan perusahaan tersebut.

    • Pembayaran dan Penerimaan Utang

    Seperti yang telah disampaikan sebelumnya bahwa transaksi penjualan bisa dilakukan melalui tunai atau kredit. Transaksi ini akan terjadi setelah adanya kesepakatan di antara kedua belah pihak.

    Salah satu konsekuensi yang akan didapatkan saat melakukan transaksi secara kredit adalah adanya utang atau piutang yang wajib dibayarkan. Hal ini juga akan berpengaruh terhadap posisi keuangan perusahaan.

    • Pembagian Dividen Investor

    Perusahaan baru akan dapat berjalan jika memiliki sumber pendanaan baik dari dana pribadi maupun modal dari luar, seperti investor. Dalam hal ini, investor menanamkan modalnya dengan harapan bahwa perusahaan akan mendapatkan keuntungan dan membagikan keuntungan tersebut kepadanya dalam bentuk dividen.

    Pembagian dividen ini bersifat wajib dan perlu dilakukan, salah satunya adalah untuk menjaga kredibilitas perusahaan. Jika tidak dipenuhi, kredibilitas perusahaan bisa dipertaruhkan. Alhasil, tidak ada lagi investor yang akan memercayai perusahaan tersebut.

    Baca juga: Perbedaan Debit dan Kredit yang Perlu Kamu Ketahui

    Penutup

    Itu tadi penjelasan mengenai definisi transaksi penjualan, jenis transaksi perusahaan, bukti transaksi perusahaan, dan lain sebagainya. Secara umum, transaksi perusahaan transaksi keuangan perusahaan adalah kegiatan yang dilakukan untuk menjalankan operasional perusahaan yang memengaruhi jumlah aset, utang, dan harta yang dimiliki oleh perusahaan. 

    Seluruh transaksi perusahaan ini membutuhkan bukti transaksi yang nantinya akan dikumpulkan oleh akuntan perusahaan dan digunakan sebagai bukti dalam laporan keuangan.

    Nah, untuk meringankan tugas akuntan dalam melakukan pelaporan keuangan, kamu bisa memanfaatkan aplikasi akuntansi online untuk membantu melakukan pencatatan transaksi keuangan yang dilakukan perusahaan. Aplikasi keuangan seperti majoo memiliki beragam fitur lengkap yang bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan perusahaan.

    Tinggalkan cara lama dan mulai #langkahmajoo mu sekarang! Yuk, gunakan majoo sekarang!

    Referensi:

    1. https://www.ocbcnisp.com/id/article/2022/12/06/transaksi-keuangan-perusahaan-adalah

    2. https://frconsultantindonesia.com/pembukuan/transaksi-keuangan-perusahaan-yang-wajib-anda-ketahui/#B_Bukti_Eksternal

    3. https://spenmo.id/blog/transaksi-perusahaan-adalah

    4. https://klikpajak.id/blog/transaksi-perusahaan/

    Sumber Gambar: Freepik.com

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!