Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Kemitraan adalah: Pengertian, Pola, dan Prinsipnya

    Kemitraan adalah Salah Satu Kunci Kesuksesan Berbisnis

    Kemitraan adalah istilah yang sangat populer beberapa tahun terakhir ini. Berbagai perusahaan kerap menggunakan istilah ini dalam menjalin kerja sama dengan pihak-pihak tertentu. Bahkan, akhir-akhir ini bisnis kemitraan sedang naik daun di kalangan pelaku usaha.

    Meskipun sering digunakan, apakah kamu sudah memahami pengertian dan pola dari kemitraan? Yuk, simak penjelasan majoo berikut ini.

    Partnership atau kemitraan adalah suatu jenis bisnis yang terdapat suatu perjanjian formal antara dua orang atau lebih yang berisi kesepakatan untuk menjadi rekan pemilik (co-owner). Dalam perjalanannya, pihak-pihak yang menjadi rekan pemilik saling melakukan pendistribusian tanggung jawab untuk bisa menjalankan organisasi dan berbagai pendapatan ataupun kerugian yang terjadi di dalam bisnis tersebut.

    Di Indonesia, kemitraan sudah diatur di dalam Peraturan Pemerintah No. 17 Tahun 2013. Secara khusus, peraturan ini menjelaskan bahwa kemitraan adalah hubungan yang dijalin antara dua atau lebih orang ataupun institusi yang sudah menerima untuk bisa saling berbagi keuntungan yang diperoleh dari bisnis di bawah pengawasan seluruh anggota ataupun nama anggota lain.

    Sedangkan berdasarkan Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU), kemitraan adalah bentuk kerjasama di dalam keterkaitan usaha secara langsung ataupun tidak langsung, atas dasar saling percaya, membutuhkan, memperkuat dan menguntungkan yang melibatkan para pebisnis UMKM ataupun pebisnis besar.

    Saat ini, sudah banyak sekali jenis kemitraan, namun jenis kemitraan yang paling banyak adalah kemitraan yang dilakukan secara bersama, menjalankan tugas secara merata, dan memperoleh keuntungan yang sama.

    Baca juga: Apa Itu Joint Venture dan Mengapa Membentuknya?

    Jenis-Jenis Kemitraan

    Dilansir dari laman The Balance Small Business, ada beberapa jenis kemitraan yang perlu diketahui bagi pemilik bisnis yang ingin menjalankan kemitraan. Penjelasan selengkapnya tentang jenis-jenis kemitraan adalah sebagai berikut:

    1. Kemitraan Umum (General Partnership)

    Pada kemitraan umum, semua pihak bertanggung jawab atas pengelolaan bisnisnya, termasuk mengelola utang dan piutang perusahaan. Keuntungan bisnis juga harus dibagi secara rata. Semua pihak juga wajib menyelesaikan seluruh permasalahan yang terjadi, terutama permasalahan yang mengikat secara hukum. Semua hal tersebut dituangkan secara tertulis dalam perjanjian kemitraan.

    2. Kemitraan Terbatas (Limited Partnership)

    Kemitraan terbatas adalah pola kemitraan yang terdiri dari mitra umum yang tanggung jawabnya terbatas pada jumlah dana yang mereka berikan untuk usaha bersama itu. Mitra terbatas biasanya investor pasif (silent partner) yang tidak memiliki peran dalam pengelolaan bisnis sehari-hari. Mitra yang tidak menjalankan kegiatan operasional sehari-hari tidak memiliki tanggung jawab terkait utang ataupun permasalahan hukum lainnya.

    Meskipun demikian, dalam hal pembagian hasil, seluruh pihak berhak memperoleh porsi yang telah disepakati bersama.

    3. Kemitraan Terbatas Gabungan (Incorporated Limited Partnership)

    Pada kemitraan terbatas gabungan, mitra yang tergabung dapat memiliki tanggung jawab terbatas atas utang bisnis. Namun, di dalam struktur organisasi ini minimal ada satu mitra umum dengan tanggung jawab tidak terbatas. 

    Setiap mitra dalam jenis kemitraan ini mendapatkan perlindungan hukum. Sehingga, jika salah satu mitra melakukan kesalahan yang memang harus diproses secara hukum, maka pihak lainnya akan terlindungi dari kondisi tersebut.

    Dengan kata lain, kemitraan terbatas gabungan merupakan gabungan antara kemitraan umum dan kemitraan terbatas.

    Dasar-Dasar Kemitraan

    Sebelum membentuk suatu kemitraan, kamu perlu memahami dasar-dasar kemitraan berikut ini:

    • Mudah untuk membentuk struktur bisnis,
    • Memiliki persyaratan pelaporan minimum,  
    • Berbagi kendali atas manajemen bisnis,
    • Memiliki perjanjian hukum,
    • Ada jumlah anggota maksimal, dan 
    • Terikat kontinuitas kemitraan.

    Prinsip-Prinsip Kemitraan

    Tak hanya memiliki dasar-dasar, kemitraan juga harus dijalankan atas prinsip-prinsip tertentu. Prinsip-prinsip kemitraan adalah sebagai berikut:

    • Prinsip kesamaan visi, misi, dan tujuan
    • Prinsip kebersamaan atau semangat gotong royong
    • Prinsip keseimbangan
    • Prinsip keadilan dan transparansi atau keterbukaan
    • Prinsip manfaat
    • Prinsip keberlanjutan

    Karakteristik Kemitraan

    Dalam kemitraan, setidaknya terdapat empat karakteristik kemitraan, yaitu:

    1. Adanya Kontrak Kemitraan

    Sebuah perusahaan atau organisasi yang akan mendirikan perusahaan kemitraan dengan perusahaan lain harus mempunyai suatu perjanjian hukum antarmitra. Artinya, harus ada kontrak kemitraan untuk bisa mendirikan perusahaan kemitraan.

    2. Kewajiban Tidak Terbatas

    Setiap mitra harus bertanggung jawab terkait pembayaran utangnya. Artinya, setiap mitra wajib membayar seluruh utang yang terjadi dalam kegiatan kemitraan, bahkan jika memungkinkan, harus melikuidasi aset pribadinya sendiri.

    3. Adanya Kontinuitas

    Setiap bentuk kemitraan akan dibubarkan karena kebangkrutan, kematian, atau mitra memasuki usia pensiun, sehingga mitra yang masih tersisa bisa membuat kemitraan baru.

    4. Memiliki Batasan Jumlah Anggota

    Sebenarnya tidak ada jumlah yang spesifik pada jumlah maksimal anggota yang memiliki perusahaan kemitraan. Tapi, secara umum, untuk perusahaan perbankan hanya diperbolehkan 10 anggota saja. Sedangkan untuk perusahaan lainnya, maksimal anggotanya adalah 20.

    Cara Kerja Kemitraan

    Cara kerja kemitraan tergantung dari hal-hal yang telah disepakati. Ada kemitraan yang mewajibkan seluruh mitranya punya tanggung jawab dan hak yang sama, juga ada yang hanya sebagian karena sifatnya terbatas. Cara kerja kemitraan adalah sebagai berikut:

    1. Memilih Jenis Kemitraan

    Saat akan melakukan kemitraan, kamu harus menentukan jenis kemitraan yang akan dijalankan. Kamu bisa membentuk kemitraan bisnis yang benar-benar baru atau bergabung dengan yang sudah ada. 

    2. Membuat Perjanjian Kemitraan

    Setelah itu, kamu akan menandatangani Memorandum of Understanding (MOU) atau kontrak bisnis. Dengan menyepakati MOU, kedua belah pihak secara hukum harus tunduk pada hak dan kewajiban yang ada dalam kontrak kerja sama. Di dalam surat itu juga terdapat pernyataan mengenai bagi hasil bisnis.

    Baca juga: Apa itu MoU Tujuan dan Contoh MoU

    3. Melakukan Kegiatan Bisnis

    Setelah kedua pihak mengikatkan diri, artinya bisnis kemitraan sudah bisa dijalankan oleh semua anggotanya. Seluruh kewajiban kemitraan yang sudah tercantum dalam kesepakatan bersama harus dilaksanakan. Termasuk jika bisnis mengalami kerugian, anggota bertanggung jawab untuk mengatasinya.

    4. Membagi Persentase Keuntungan dan Pajak

    Di dalam MOU, biasanya telah diatur persentase pembagian keuntungan yang merata dari bisnis yang dilakukan. Selain itu, MOU tersebut juga mengatur kewajiban pajak masing-masing anggota.

    Keuntungan dan Kelebihan Kemitraan

    Cara Menjalankan Kemitraan Untuk Pengembangan Usaha Anda

    Ada beberapa kelebihan yang bisa didapatkan saat melakukan kemitraan dalam usaha. Keuntungan dan kelebihan dari kemitraan adalah sebagai berikut:

    1. Mudah untuk Membentuk Kemitraan

    Perjanjian kemitraan dapat dibuat dengan mudah secara lisan atau dicetak sebagai perjanjian.

    2. Tersedianya Sumber Daya yang Besar

    Salah satu manfaat yang bisa dirasakan ketika menjalin kemitraan adalah sumber daya yang lebih besar. Dengan melibatkan lebih banyak orang, artinya akan ada lebih banyak ide yang bisa diterapkan pada usaha yang sedang dijalankan. Beban kerja juga dapat dibagi sesuai kebutuhan.

    Selain itu, pendanaan usaha juga tidak sepenuhnya ditanggung sendiri. Artinya, setiap mitra dapat menyumbangkan lebih banyak modal dan sumber daya lain sesuai kebutuhan. Intinya, dengan kemitraan akan tersedia banyak orang yang berperan dalam mengembangkan usaha.

    3. Fleksibilitas

    Mitra dapat memulai perubahan jika menurut mereka diperlukan untuk memenuhi hasil yang diinginkan atau mengubah keadaan. Kehadiran mitra juga membuat kamu fokus pada pengembangan usaha.

    4. Berbagi Risiko

    Semua kerugian yang ditimbulkan oleh perusahaan didistribusikan secara merata ke semua mitra yang ada.

    5. Terciptanya Kombinasi Keterampilan

    Karena kemitraan adalah menggabungkan dua individu atau perusahaan, otomatis karyawan atau pekerja dari dua pihak tersebut akan ikut bersatu. Dengan demikian, sumber daya manusia akan semakin banyak dan semakin beragam pula keterampilan yang dapat diperoleh dari masing-masing pekerja.

    6. Mengurangi Beban Kerja

    Dalam kemitraan, seluruh tanggung jawab dan beban kerja akan dikerjakan secara bersama-sama. Artinya, baik penyelesaian masalah operasional, pengambilan keputusan, maupun konsultasi terkait perkembangan bisnis semuanya dapat dibagi dan ditanggung secara bersama-sama.

    7. Mengurangi Beban Pembayaran Pajak

    Keuntungan lain dari kemitraan adalah beban pembayaran pajak jadi berkurang. Umumnya, kemitraan usaha akan dikenakan pajak pass-through. Artinya, usaha kemitraan yang dijalankan tidak dikenakan pajak penghasilan badan, tapi tiap pihak kemitraan akan membayar pajak sesuai pendapatan usaha.

    Pola Kemitraan

    Secara umum, pola kemitraan adalah bentuk kerja sama yang saling menguntungkan antara dua pihak atau lebih untuk mencapai tujuan bersama. Dalam buku bertajuk “Teori dan Praktik Kemitraan Agribisnis” karya Sumardjo, dkk. (2010) disebutkan bahwa ada lima jenis pola kemitraan, yaitu:

    1. Pola Kemitraan Inti Plasma

    Pola kemitraan inti plasma adalah pola kemitraan yang dilakukan antara perusahaan dengan petani atau kelompok tani. Perusahaan inti akan menyediakan lahan, sarana produksi, bimbingan teknis, manajemen, menampung dan mengolah, serta memasarkan hasil produksi. Sementara itu, kelompok mitra bertugas memenuhi kebutuhan perusahaan inti sesuai dengan persyaratan yang telah disepakati.

    2. Pola Kemitraan Subkontrak

    Pola kemitraan subkontrak adalah pola kemitraan yang dilakukan antara perusahaan mitra usaha dengan kelompok mitra usaha. Kelompok mitra usaha ini biasanya kelompok yang memproduksi komponen yang diperlukan perusahaan mitra sebagai bagian dari produksinya.

    Baca juga: Mengetahui dan Mengenal Contoh Surat Perjanjian

    3. Pola Kemitraan Dagang Umum

    Pola kemitraan dagang umum adalah pola kemitraan yang dilakukan antara pihak pemasaran dengan kelompok usaha pemasok komoditas yang diperlukan oleh pihak pemasaran tersebut.

    4. Pola Kemitraan Keagenan

    Pola kemitraan keagenan adalah pola kemitraan yang dilakukan antara perusahaan mitra dengan pengusaha kecil. Pihak perusahaan mitra (perusahaan besar) memberikan hak khusus kepada pengusaha kecil untuk memasarkan barang atau jasa perusahaan yang dipasok oleh perusahaan mitra.

    5. Pola Kemitraan Kerja Sama Operasional Agribisnis (KOA)

    Pola kemitraan kerja sama operasional agribisnis (KOA) merupakan pola hubungan bisnis yang dijalankan oleh kelompok mitra dan perusahaan mitra. Kelompok mitra menyediakan biaya, modal, manajemen, dan pengadaan sarana produksi untuk mengusahakan atau membudidayakan suatu komoditas pertanian. Selain itu, perusahaan mitra juga berperan dalam meningkatkan nilai tambah produk melalui pengolahan dan pengemasan.

    Kesimpulan

    Setelah memahami tentang kemitraan, apakah kamu sudah tertarik untuk melakukan kemitraan? Hal terpenting yang harus diperhatikan dalam menjalankan kemitraan adalah harus memilih mitra bisnis yang terpercaya.

    Agar usaha jadi lebih berkembang setelah menjalankan kemitraan, pastikan kamu menggunakan aplikasi keuangan majoo, yang menyediakan berbagai fitur untuk operasional usahamu, seperti pembayaran, pencatatan pesanan, hingga laporan keuangan.

    Menjalankan bisnis dengan aplikasi keuangan majoo merupakan pilihan dan strategi yang tepat. Pengelolaan usaha bisa dilakukan dengan baik dan efisien.

    Yuk, bergabung dengan majoo sekarang juga!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    11+ Faktor Keberhasilan Wirausaha yang Wajib Dimiliki!
    Faktor keberhasilan wirausaha tidak terbatas pada modal uang saja, sehingga dibutuhkan adaptasi, inovasi, dan sikap wirausaha untuk mengembangkan usaha.
    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.