Appraisal adalah: Pengertian, Jenis, Cara Menghitung

Ditulis oleh Ajar Pamungkas

article thumbnail

Appraisal adalah upaya untuk menaksir nilai suatu barang berharga.

Jika memang tidak begitu dengan beberapa bidang bisnis tertentu, bisa jadi tukang taksir atau appraisal adalah sesuatu yang masih asing di telinga. Namun, bagi mereka yang bidang kerjanya membutuhkan penaksiran nilai terhadap sesuatu, jasa appraisal ini menjadi sesuatu yang sangat penting sekali, lho!

Apa, sih, yang dimaksud dengan appraisal? Bagaimana sifat kerjanya yang unik ini dapat membantu pemilik usaha mengembangkan bisnisnya? Bagaimana jika kita bahas bersama-sama, siapa tahu setelah mengenal kerja-kerja appraisal, bisnis yang tadinya dijalankan tanpa kehadiran seorang appraisal dapat dikembangkan secara maksimal melalui penaksiran-penaksiran ini.

Penasaran? Eits, jangan! Langsung saja kita bahas serba-serbi seputar appraisal ini, yuk!

Baca juga: Strategi Penetapan Harga: Tujuan, Langkah, dan Jenisnya

Pengertian Appraisal adalah …

Diambil dari bahasa Inggris, pengertian appraisal sebenarnya adalah penilaian. Namun, dalam dunia bisnis, istilah yang satu ini kerap digunakan untuk menjelaskan proses penaksiran harga suatu barang atau benda lain untuk menentukan nilainya yang sesungguhnya.

Agar lebih mudah membayangkan, pernah atau tidak menemukan iklan rumah yang dijual dengan harga tertentu? Kira-kira, dari mana, sih, harga tersebut ditentukan? Yak, benar sekali! Umumnya, sebelum menjual sebuah rumah, appraisal dilakukan untuk menemukan harga terbaik yang bisa dipasang oleh pemilik rumah untuk menjual rumah tersebut.

Tak hanya untuk rumah saja, lho, appraisal juga bisa digunakan untuk menaksir benda lain yang nilainya mungkin tidak tertera secara jelas. Sebagai contoh, berbeda dengan membeli baju yang sudah memiliki tag harga, saat kita ingin menjual berlian atau perhiasan berharga lainnya, appraisal bisa dilakukan untuk menentukan harga jualnya.

Meski demikian, jangan asal mengamini begitu saja pengertian appraisal di atas dan menaksir sendiri harga barang yang ingin dijual, ya! Karena umumnya menyangkut jumlah uang yang sangat besar, appraisal tidak dilakukan sendiri oleh penjual ataupun pembeli, melainkan dilakukan oleh appraiser profesional yang memang tepercaya dan taksirannya bisa diandalkan.

Oleh karena itu, saat ingin membeli sesuatu yang bernilai tinggi, jangan ragu untuk mengajak serta seorang appraiser atau juru taksir. Dengan demikian kita pun bisa memastikan uang yang dikeluarkan memang sepadan dengan nilai dari barang yang dibeli.

Apa yang Menjadi Tujuan Appraisal?

Sebenarnya, apa, sih, yang menjadi tujuan appraisal? Mengapa kegiatan yang satu ini kerap kali dilakukan dalam proses jual-beli, khususnya untuk barang-barang yang bernilai tinggi dan tak mudah didapatkan?

Sederhana saja, kok, sebenarnya. Appraisal biasa dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui nilai pasti suatu barang sehingga baik penjual maupun pembelian tidak mengalami kerugian dari kegiatan jual-beli yang dilakukan.

Dari sisi pembeli, appraisal membantu untuk memastikan uang yang dikeluarkan tidak melebihi nilai sesungguhnya dari barang yang dibeli. Sementara untuk penjual, appraisal dapat membantu menentukan harga terbaik dalam menjual barang yang dimilikinya.

Salah satu tujuan appraisal yang lain adalah mencegah adanya kecurangan, umumnya dari penjual nakal yang ingin meraup keuntungan sebesar-besarnya dari produk yang dijual, tetapi tidak ingin memberikan produk dengan kualitas baik yang nilainya sepadan. Oleh karena itu, appraisal pun menjadi penting untuk dilakukan, terlebih pada barang-barang yang nilainya sangat besar. Dengan demikian, baik penjual maupun pembeli pun tidak akan merugi dan bisa melanjutkan bisnisnya masing-masing.

Baca juga: Belajar Cara Menghitung Harga Perolehan, Yuk!

Mengenal Jenis Jenis Appraisal

Apa saja, sih, jenis jenis appraisal yang umum dilakukan? Jawabannya tentu saja tanah dan bangunan. Pasalnya, beberapa lahan dan juga bangunan memiliki nilai tambah lebih yang sulit untuk disebutkan dalam jumlah angka, sehingga jasa appraisal pun dibutuhkan untuk memastikan nilai lahan dan bangunan tersebut hingga mendekati nilai yang semestinya.

Untuk bangunan, misalnya saja, seorang appraisal tidak hanya akan menaksir harganya hanya berdasarkan bagus atau tidak estetika bangunan tersebut, tetapi juga dari usia bangunan dan juga kualitasnya. Bangunan yang dibangun dengan kualitas baik jelas akan memiliki nilai taksiran yang lebih tinggi karena bangunan tersebut kemungkinan akan lebih tahan terhadap bencana atau situasi ekstrem.

Demikian pula dengan usia yang juga menjadi indikator taksiran appraisal. Seperti yang kita tahu, setiap sesuatu pasti memiliki masa hidupnya masing-masing, tak terkecuali bahan bangunan yang membentuk sebuah gedung atau rumah. Bangunan yang sudah tua akan membutuhkan biaya perawatan yang lebih banyak dibandingkan dengan bangunan yang baru berdiri, sehingga harga taksirannya pun akan lebih rendah pula.

Selain untuk lahan dan bangunan, ada pula jenis jenis appraisal lainnya yang tak kalah penting. Appraisal perhiasan berharga, contohnya saja, termasuk salah satu jenis appraisal yang cukup umum dan mudah kita temukan di beragam toko emas serta perhiasan.

 

 Appraisal adalah salah satu cara untuk mencegah terjadinya kecurangan dalam proses jual beli.

Bagaimana Cara Menghitung Appraisal?

Appraisal sesungguhnya bukanlah pekerjaan yang mudah. Cara menghitung appraisal pun bisa dibilang tergolong cukup unik. Untuk menaksir harga sebuah rumah, misalnya saja, juru taksir dapat menggunakan harga pasar untuk beberapa contoh rumah dengan spesifikasi yang serupa untuk menentukan harga.

Dalam situasi tersebut, harga pasar dijadikan patokan harga jual untuk barang yang dimiliki. Namun, tentu saja dalam praktiknya, proses penaksiran tidak semudah itu. Sekalipun ada harga pasar yang bisa dijadikan patokan, juru taksir tak bisa sembarangan dalam menentukan harga.

Harga pasar untuk rumah dengan luas bangunan 45 meter persegi, misalnya saja, jelas tidak bisa dijadikan patokan untuk menjual rumah dengan luas bangunan 35 meter persegi, kan?

Agar cara menghitung appraisal dengan harga pasar sebagai patokan bisa benar-benar memuaskan pembeli serta penjual, juru taksir harus mengambil harga pasar untuk barang dengan spesifikasi yang tidak berbeda jauh. Dalam kasus jual-beli rumah, spesifikasi ini dapat meliputi lokasi, luas tanah dan banguann, usia rumah tersebut, dan juga kualitasnya.

Baca juga: Belajar Menghitung Harga Pokok Produksi dengan Benar

Apa Saja Faktor yang Mempengaruhi Appraisal?

Agar tidak bingung, kita sebenarnya dapat melihat beragam faktor yang mempengaruhi appraisal untuk memahami mengapa seorang juru taksir menetapkan harga tertentu ke sebuah barang.

Spesifikasi suatu barang dapat menjadi faktor yang sangat menentukan. Jika kita mengambil proses jual-beli rumah sebagai contohnya, luas bangunan suatu rumah akan sangat menentukan harga jual rumah tersebut. Semakin luas, tentu harganya akan semakin tinggi.

Di samping itu, juru taksir juga harus memperhitungkan faktor lain di luar spesifikasi yang dimiliki. Misalnya saja, rumah dengan akses jalan yang baik, dekat dengan pusat kegiatan seperti pasar, sekolah, rumah sakit, atau bahkan stasiun dan bandara, akan memiliki nilai taksiran yang lebih tinggi dibandingkan dengan rumah yang jauh dari mana pun.

Tak hanya berlaku untuk akses jalan menuju rumah saja, setiap barang akan memiliki keunikan faktor yang mempengaruhi appraisal. Dalam bisnis perhiasan berharga, misalnya, taksiran tidak hanya didasarkan pada nilai intrinsik perhiasan yang diperdagangkan. Apabila perhiasan tersebut pernah dikenakan oleh tokoh tertentu, bukan tidak mungkin harganya akan melambung tinggi dibandingkan perhiasan lain yang sebenarnya memiliki kualitas serupa.

Mengapa Appraisal Dianggap Pekerjaan yang Unik?

Dari penjelasan di atas, tentu tidak sulit untuk memahami mengapa appraisal adalah sebuah jenis pekerjaan yang cukup unik, kan? Bagaimana tidak, mereka yang bergerak di bidang ini harus dapat menilai sesuatu yang sebenarnya sangat subjektif, dengan cara yang seobjektif mungkin.

Terlebih lagi, appraisal umumnya menjadi pihak netral yang menjembatani penjual dengan pembeli. Tanpa adanya juru taksir yang bersifat netral, tentu sulit untuk membangun kepercayaan antara kedua belah pihak tersebut, kan? Terlebih jika barang yang hendak diperjualbelikan merupakan barang berharga yang nilainya tak bisa dianggap remeh.

Ingin mengelola bisnis dengan lebih mudah? Ayo gunakan aplikasi majoo yang memang dirancang secara khusus dengan beragam fitur unggulan untuk mempermudah pengelolaan bisnis. Tak perlu repot lagi datang langsung memantau tempat usaha, kontrol seluruh lini bisnis dari dasbor yang dapat dibuka kapan saja, dari mana saja.

Yuk, segera berlangganan layanan aplikasi majoo!

Baca juga: Rumus Harga Jual: Inilah 5 Cara Menentukan Harga Jual Produk!

Referensi:

  • https://www.ocbcnisp.com/id/article/2021/06/14/appraisal-adalah
  • https://www.rumah123.com/panduan-properti/tips-properti-78865-cara-menghitung-appraisal-rumah-agunan-bank-id.html

Sumber Gambar:

  • Freepik.com

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo