Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Assessment adalah Penilaian, Ketahui Manfaat dan Jenisnya!

    Assessment adalah Penilaian, Ketahui Manfaat dan Jenisnya!

    Assessment dilakukan sebagai upaya peningkatan mutu atau nilai atas situasi maupun individu.

    Kamu pasti sudah pernah merasakan ujian, kan? Ketika kamu bersekolah atau kuliah ada yang namanya ujian. Nah, ujian ini bisa dikatakan assessment.

    Assessment adalah penilaian yang berfungsi untuk menilai kemampuan seseorang dalam belajar. Pada saat bekerja pun ada assessment juga, lho! Misalnya, ketika seorang karyawan akan naik promosi jabatan, umumnya perusahaan melakukan assessment kepada karyawan tersebut untuk menilai hasil kerjanya selama ini.

    Simak lebih lengkap mengenai pengertian, tujuan, fungsi, hingga jenis-jenisnya di artikel ini, ya!

    Apa Itu Assessment?

    Assessment adalah serangkaian tes yang diberikan oleh perusahaan untuk karyawan atau calon karyawan demi mengetahui kesesuaiannya terhadap suatu pekerjaan. Assessment bisa diartikan sebagai penilaian yang dilakukan oleh perusahaan kepada karyawan dalam periode waktu tertentu untuk lebih memahami kinerja karyawannya agar tetap sesuai dengan tujuan perusahaan.

    Dalam dunia pendidikan, assessment adalah suatu penerapan dan penggunaan berbagai cara dan alat untuk mendapatkan serangkaian informasi tentang hasil belajar dan pencapaian kompetensi dari peserta didik. Assessment ini diharapkan dapat memberikan feedback kepada pengajar ataupun peserta didik.

    Assessment dilakukan dalam bentuk tes tertulis maupun lisan, bisa juga berupa aktivitas fisik di tempat yang sudah ditentukan.

    Selain dalam dunia kerja dan pendidikan, assessment ini ada dalam bidang teknologi, perpajakan, psikologi, dan keuangan.

    Dari berbagai bidang tersebut kamu bisa mendapatkan contoh assessment. Contoh assessment adalah technical dan personal assessment.

    Technical assessment adalah penilaian dan evaluasi yang dilakukan atas temuan baru di bidang teknologi. Penilaian ini dilakukan untuk mengetahui dampak positif dan negatif secara global, serta potensi pemanfaatan maupun pengembangan di masa yang akan datang.

    Sedangkan personal assessment akan berfokus pada penilaian kualitas diri individu, baik dari karakter, wawasan, pengetahuan, keterampilan dan lain sebagainya.

    Personal assessment biasa digunakan pada bidang psikologi dan diaplikasikan sebagai syarat penerimaan karyawan baru pada sebuah instansi maupun perusahaan.

    Assessment adalah suatu upaya untuk menentukan nilai atau jumlah.

    Pengertian Assessment Menurut Para Ahli

    Supaya kamu lebih memahami mengenai assessment, berikut ini terdapat beberapa pengertian assessment menurut para ahli, antara lain:

    1. Worthen dan Sanders

    Dua orang ahli ini mengartikan assessment sebagai aktivitas untuk mencari poin penting atau nilai atas sesuatu.

    Pencarian nilai tersebut mencakup pengumpulan informasi penting terkait suatu kegiatan. Selain itu, assessment juga menganalisis strategi yang sesuai untuk diimplementasikan guna mencapai suatu tujuan.

    2. Robert M. Smith

    Robert M Smith menyatakan bahwa assessment adalah penilaian yang menyeluruh dan melibatkan beberapa anggota dari sebuah tim agar dapat mengetahui kekuatan dan kelemahan dari seseorang. Hasil dari assessment yang dilakukan ini kemudian menjadi dasar penyusunan suatu rancangan pembelajaran yang baru.

    3. James A. McLoughlin dan Rena B. Lewis

    Arti assessment menurut McLoughlin dan Lewis adalah suatu proses pengumpulan data yang dilakukan secara sistematis untuk melihat kapabilitas dan kesulitan dari seseorang.

    4. Nana Sudjana

    Arti assessment menurut Nana Sudjana yakni proses pada saat memberikan nilai kepada sebuah objek dengan kriteria tertentu sebagai dasar atau acuan penilaian.

    5. Terry Overton

    Terry Overton mengartikan assessment sebagai suatu proses pengumpulan informasi untuk memantau kemajuan dan menggunakan beberapa metode, misalnya metode wawancara, observasi, dan monitoring tingkah laku untuk melakukannya.

    6. Suchman

    Menurut Suchman, arti assessment adalah penentuan hasil penilaian atas berbagai aktivitas yang direncanakan untuk mendukung keberhasilan pencapaian tujuan.

    7. Eko Putro Widoyoko

    Menurut Eko Putro Widoyoko, assessment dapat diartikan sebagai kegiatan menafsirkan data dari hasil pengukuran yang berdasarkan kriteria maupun aturan-aturan tertentu.

    Baca juga: Mengenal Timesheet Kerja Karyawan: Pengertian dan Fungsinya

    Tujuan Assessment Menurut Chittenden

    Menurut Chittenden (1994), tujuan assessment ada empat, yakni keeping track, checking up, finding out, dan summing up. Penjelasan keempat tujuan tersebut adalah sebagai berikut.

    1. Keeping Track

    Tujuan yang pertama adalah menelusuri dan melacak proses belajar peserta didik yang sesuai dengan rencana pelaksanaan pembelajaran yang sudah diterapkan.

    Oleh karena itu, pengajar wajib mengumpulkan data dan informasi dalam kurun waktu tertentu dari berbagai jenis dan teknik penilaian untuk mendapatkan gambaran suatu pencapaian kemajuan belajar peserta didik.

    2. Checking Up

    Checking up digunakan untuk mengecek pencapaian kemampuan peserta didik di dalam proses belajar dan kekurangan peserta didik ketika mengikuti proses pembelajaran.

    Dengan kata lain, penting halnya seorang pengajar melaksanakan penilaian untuk mengetahui materi yang telah dikuasai peserta didik dan materi yang belum mereka kuasai.

    3. Finding Out

    Finding out yaitu mencari, menemukan, dan mendeteksi kekurangan peserta didik di dalam proses belajar, sehingga pengajar bisa dengan tanggap mencari alternatif penyelesaiannya.

    4. Summing Up

    Summing up merupakan cara untuk menyimpulkan tingkat penguasaan peserta didik terhadap kompetensi yang sudah ditetapkan.

    Hasil dari penyimpulan ini bisa digunakan pengajar dalam menyusun laporan kemajuan belajar ke berbagai pihak yang saling membutuhkan.

    Baca juga: Management Trainee: Pengertian, Tugas, Job Desc, dan Gaji

    Tujuan Assessment bagi Karyawan

    Secara umum, dapat dijabarkan bahwa tujuan assessment karyawan adalah sebagai berikut.

    • Untuk meningkatkan relasi antara karyawan pada suatu perusahaan.
    • Apresiasi kinerja karyawan sehingga mereka termotivasi untuk bekerja lebih baik atau setidaknya mempertahankan kinerjanya.
    • Memberikan kesempatan bagi karyawan untuk meningkatkan karier.
    • Untuk menyesuaikan kebutuhan perusahaan, assessment ini bertujuan untuk memeriksa semua rencana pelaksanaan dan kebutuhan pelatihan yang dibutuhkan karyawan di masa depan.

    Fungsi Assessment

    Peran penting assessment ini untuk mengidentifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan pada suatu perusahaan. Hasil assessment juga bisa digunakan untuk program pembelajaran yang objektif. Adapun fungsi assessment, antara lain:

    Fungsi Formatif

    Fungsi formatif menitikberatkan pada pemberian feedback kepada karyawan. Dengan adanya pemberian feedback, karyawan akan meningkatkan standar mereka dalam proses pembelajaran.

    Fungsi Sumatif

    Fungsi sumatif lebih diperuntukkan sebagai bahan penilaian kepada subjek atau karyawan agar dapat memenuhi kualifikasi suatu jabatan atau promosi.

    Fungsi Diagnosis

    Assessment berfungsi untuk mengetahui kelebihan dan kelemahan yang dimiliki karyawan. Jadi, perusahaan bisa melakukan diagnosis kepada karyawannya melalui assessment. Apabila ditemukan berbagai kelemahan dalam suatu pekerjaan, perusahaan bersama karyawan harus mencari cara untuk mengatasinya. 

    Fungsi Penempatan

    Setiap karyawan tentu memiliki kemampuan yang berbeda-beda dalam menyelesaikan pekerjaannya. Karena itulah, assessment berfungsi untuk membantu karyawan dalam menentukan penempatan kerja yang tepat, sehingga karyawan semakin produktif dalam bekerja.

    Fungsi Penilaian Keberhasilan

    Assessment juga berfungsi untuk menilai keberhasilan perusahaan. Jika seorang karyawan ditempatkan pada suatu pekerjaan dan mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik, perusahaan dapat mengetahui target yang telah tercapai karyawan tersebut dengan kinerja produktifnya.

    Baca juga: Tes Pauli Adalah: Pengertian, Tujuan, Tips, dan Contoh 

    Jenis-Jenis Assessment untuk Penerimaan Karyawan Baru

    Assessment adalah suatu penilaian yang dilakukan oleh perusahaan untuk menganalisis kinerja karyawannya. Lantas, apa saja jenis-jenis assessment? Simak penjelasannya di bawah ini, ya!

    Write Assessment

    Jenis assessment yang pertama adalah write assessment (penilaian tertulis). Tes yang diberikan oleh perusahaan kepada karyawannya berupa sejumlah soal tertulis dan nantinya karyawan harus menjawab seluruh pertanyaan dalam kurun waktu tertentu.

    Performance Assessment

    Performance assessment adalah perusahaan menugaskan karyawannya untuk mengikuti tes yang dibuat dalam berbagai situasi tertentu. Nantinya, perusahaan dapat menilai performa hingga sikap karyawannya ketika menghadapi situasi tersebut.

    Skill Assessment

    Jenis assessment ini dapat membantu perusahaan dalam mengukur kemampuan karyawan untuk menyelesaikan pekerjaan. Penilaian ini biasanya dilakukan oleh perusahaan saat ingin merekrut karyawan baru.

    Diagnostic Assessment

    Assessment diagnostic merupakan suatu penilaian yang dilakukan perusahaan untuk menguji pengetahuan karyawan yang berkaitan dengan pekerjaannya. Perusahaan akan memberikan sejumlah pertanyaan untuk mengidentifikasi karyawan tersebut memiliki kelebihan dan kelemahan tertentu.

    Cognitive Assessment

    Jenis assessment yang satu ini berfungsi untuk mengetahui kecerdasan calon karyawan pada saat melamar pekerjaan di suatu perusahaan. Perusahaan akan menguji kecerdasan calon karyawan untuk mengetahui seberapa kritis mereka berpikir hingga mencari solusi yang efektif ketika menghadapi suatu masalah yang kompleks.

    Physical Assessment

    Physical Assessment adalah penilaian yang dilakukan perusahaan untuk mencari tahu kemampuan fisik dari karyawannya dalam melaksanakan pekerjaan. Memang tidak semua pekerjaan memerlukan fisik yang kuat, tapi terdapat sejumlah bidang pekerjaan yang membutuhkan fisik yang prima, misalnya di sektor pertambangan. Karyawan yang bekerja di lapangan tentu diwajibkan memiliki kondisi fisik yang prima agar pekerjaannya dapat diselesaikan dengan baik.

    Baca juga: Bagaimana Cara Mendapatkan Sertifikat Keahlian?

    Jenis-Jenis Assessment untuk Kenaikan Jabatan

    Selain digunakan untuk penerimaan karyawan baru, assessment juga digunakan untuk menilai karyawan saat ia naik jabatan atau proses promosi jabatan. Jenis-jenis assessment  untuk kenaikan jabatan adalah sebagai berikut.

    Psikometri

    Assessment ini dilakukan untuk mengetahui kesesuaian karyawan dengan tingkat jabatan baru yang ditawarkan oleh perusahaan. Tingkat kesesuaian karyawan dengan pekerjaan barunya dapat diketahui berdasarkan pengetahuan dan kepribadian yang dimiliki serta kapabilitas mereka dalam menyelesaikan berbagai masalah.

    Presentasi

    Salah satu hal yang menjadi penilaian perusahaan ketika karyawan naik jabatan adalah kemampuannya dalam menjelaskan suatu produk atau layanan. Assessment ini menilai skill tersebut dan dapat menjadi pertimbangan yang cukup besar bila memang jabatan baru yang ditawarkan mengharuskan karyawan untuk sering melakukan presentasi.

    Role Playing dan Analisis Kasus

    Assessment role playing adalah penilaian yang dilakukan perusahaan dalam berbentuk simulasi dari pekerjaan baru yang akan dilakukan karyawan. Pada penilaian ini, perusahaan akan menilai keandalan seorang karyawan dalam menghadapi kasus yang hanya ada pada jabatan baru.

    Assessment analisis kasus juga menempatkan karyawan pada beberapa kasus tertentu. Perbedaannya adalah pada assessment ini, kompetensi analisis dari seorang karyawan akan lebih diperhatikan, misalnya karyawan harus dapat memberikan jawaban yang cukup detail saat menjawab solusi pada suatu kasus.

    Kesimpulan

    Assessment ini sangat pentingnya untuk digunakan dalam menilai kinerja karyawan terhadap perusahaan sehingga perusahaan dapat menentukan tujuan, jenis, dan metode yang diperlukan. Apabila hal ini tidak diterapkan, perusahaan akan berpotensi kehilangan kinerja karyawan secara maksimal.

    Bagi kamu yang memiliki bisnis, sekarang tak perlu kesulitan menghitung komisi karyawan setiap bulannya. Solusi yang praktis dan mudah yaitu menggunakan aplikasi majoo. Aplikasi majoo memiliki banyak fitur yang memudahkan segala operasional bisnismu.

    Aplikasi majoo mempunyai fitur karyawan yang dapat mengelola komisi hingga multi komisi (satu transaksi dibagi beberapa komisi) dan laporan komisi lengkap berdasarkan transaksi. Sebagai pemilik bisnis, kamu juga dapat monitoring penjualan, kas kasir, top produk, absensi, hingga komisi dengan menggunakan fitur owner.

    Tunggu apa lagi? Yuk, gunakan aplikasi majoo segera! Upgrade level bisnismu menjadi #majoopreneur sukses!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.