Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Jenis, Bukti, dan Contoh Transaksi Perusahaan Dagang

    Beban angkut pembelian alias ongkir termasuk ke dalam jenis transaksi perusahaan dagang.

    Namanya bisnis, maka denyut jantungnya adalah transaksi. Tanpa transaksi, bisnis mati suri jika tidak dikatakan bangkrut.

    Misalnya saja transaksi perusahaan dagang. Perusahaan yang ‘urusan’ terbesarnya adalah beli barang dari pemasok dan menjualnya kembali ke konsumen ini makin ‘bergeliat’ jika semua transaksi di dalamnya terorganisasi dengan baik.

    Termasuk juga perusahaan yang sedang kamu jalani bisnisnya, jika termasuk dalam kategori perusahaan dagang, maka artikel ini tepat untuk terus dibaca sampai akhir.

    Baca juga: 2 Metode Pencatatan Persediaan Barang Dagang 

    Definisi Perusahaan Dagang

    Oke, sebelum kita masuk dalam pembahasan mengenai transaksi ada baiknya kamu memahami kategorisasi perusahaan.

    Secara umum, ada tiga jenis kategori perusahaan berdasarkan aktivitasnya, yaitu:

    • Perusahaan jasa;
    • Perusahaan manufaktur; dan
    • Perusahaan dagang.

    Ciri khas utama dari perusahaan dagang adalah membeli dan menjual barang. Ini yang membedakannya dengan perusahaan jasa.

    Perusahaan dagang akan membeli barang dari pemasok atau supplier, kemudian dijual kembali kepada konsumen tanpa mengubah apa pun dari segi barangnya. Ini yang membedakannya dengan perusahaan manufaktur.

    Barang yang diperjualbelikan benar-benar apa adanya. Tidak mengalami perubahan wujud dan sifat pada barangnya.

    Contoh perusahaan dagang misalnya toko sembako, toko keperluan olahraga, agen telur dan beras, serta lainnya.

    Jenis Transaksi Perusahaan Dagang

    Walaupun tadi disebutkan bahwa aktivitas utama dalam perusahaan dagang dalam proses menjual dan membeli, rupanya tak sesederhana itu.

    Terdapat beberapa jenis transaksi perusahaan dagang yang biasa dilakukan selama proses bisnis. Pelajari satu-satu, ya. Mengapa? Karena hal ini akan memudahkanmu dalam pencatatan transaksi.

    1. Pembelian Barang Dagang

    Transaksi pembelian barang dagang merupakan kegiatan saat kamu membeli sebuah barang dari perseorangan, toko, atau perusahaan lain.

    Jenis transaksi ini bisa dibayar secara tunai maupun dicicil dengan tempo waktu tertentu (kredit).

    Pencatatan:

    • Jika dibayar tunai, transaksi pembelian barang dagang dicatat di sisi debit dan kas di sisi kredit;
    • Jika dibayar secara kredit, transaksi pembelian barang dagang dicatat dengan cara mendebit akun pembelian lalu mengkredit akun utang dagang.

    2. Beban Angkut Pembelian

    Transaksi perusahaan dagang yang satu ini merupakan biaya pengangkutan barang dari gudang penjual ke gudang milikmu. Sederhananya adalah ongkir alias ongkos kirim.

    Siapa yang membayar? Bergantung kesepakatan. Beban angkut pembelian bisa dibayar oleh pihak penjual ataupun pembeli.

    Pencatatan:

    • Jika dibayar pembeli, maka beban angkut pembelian dicatat dengan cara mendebit akun beban angkut pembelian dan mengkredit akun kas;
    • Jika dibayar penjual, maka beban angkut pembelian dicatat dengan cara mendebit akun pembelian dan akun beban angkut pembelian, serta mengkredit akun utang dagang. Dicatat pada faktur pembelian.

    3. Retur Pembelian dan Pengurangan Harga

    Retur pembelian adalah transaksi perusahaan dagang saat kamu sebagai pembeli mengembalikan barang ke pemasok.

    Ya, tentu saja kamu bisa mengembalikan barang kepada pemasok jika rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.

    Biaya pengembalian atau retur ini pembayarannya bisa dilakukan secara tunai maupun kredit.

    Pencatatan:

    • Jika pembayaran dilakukan secara tunai, pengembalian barang ini dicatat dengan cara mendebit akun kas serta mengkredit akun retur pembelian dan pengurangan harga;
    • Jika pembayaran dilakukan secara kredit, pengembalian barang ini dicatat dengan mendebit akun utang dagang serta mengkredit akun retur pembelian dan pengurangan harga.

    4. Potongan Pembelian

    Transaksi perusahaan dagang selanjutnya adalah potongan pembelian. Ini merupakan pemotongan harga yang diberikan dari supplier kepada perusahaanmu sebagai pembeli.

    Potongan pembelian ini biasanya diberikan saat pembelian sudah lunas dibayar sebelum tanggal jatuh tempo.

    Jenis transaksi ini membuat utang dagang perusahaanmu menjadi berkurang. Transaksi potongan pembelian dicatat dengan cara penerbitan kuitansi sebagai bukti pengeluaran kas.

    Pencatatan: transaksi potongan pembelian dicatat dengan cara mendebit akun utang dagang dan mengkredit akun kas serta akun potongan pembelian.

    5. Penjualan Barang Dagang

    Transaksi penjualan barang dagang adalah transaksi jika ada konsumen yang membeli barang yang kamu jual.

    Tentu saja kamu bisa bebas menentukan sesuai kebijakan perusahaan apakah barang yang kamu jual bisa dibayar secara tunai atau kredit.

    Siapkan faktur jika konsumen ingin membelinya secara kredit. Atau siapkan kuitansi sebagai bukti pembelian barang secara tunai.

    Pencatatan:

    1. Jika penjualan barang dagang dibayar secara tunai, maka dicatat dengan cara mendebit akun kas dan mengkredit akun penjualan;
    2. Jika penjualan barang dagang dibayar secara kredit, maka dicatat dengan cara mendebit akun piutang dagang dan mengkredit akun penjualan.

    6. Beban Angkut Penjualan

    Beban angkut penjualan adalah transaksi perusahaan dagang saat penjual mengirimkan barang kepada pembeli dan biayanya ditanggung oleh penjual.

    Pencatatan:

    • Jika beban angkut penjualan dilakukan secara tunai maka dicatat dengan mendebit akun beban angkut penjualan serta mengkredit akun kas;
    • Jika beban angkut penjualan dilakukan secara kredit dilakukan dengan mendebit akun beban angkut penjualan dan mengkredit akun utang dagang.

    7. Retur Penjualan dan Pengurangan Harga

    Transaksi perusahaan dagang yang satu ini berkebalikan dengan transaksi nomor 3. Bedanya, retur penjualan dan pengurangan harga terjadi justru saat konsumen mengembalikan barang dagangan kepada kita karena rusak atau tidak sesuai dengan pesanan.

    Siapkan bukti nota kredit jika pengembalian biaya retur ini dilakukan secara kredit. Jangan lupa siapkan kuitansi jika dibayar secara tunai.

    Pencatatan:

    • Jika dibayar secara kredit, transaksi ini dicatat dengan cara mendebit akun retur penjualan dan pengurangan harga serta mengkredit akun piutang dagang;
    • Jika dibayar secara tunai, transaksi ini dicatat dengan cara mendebit akun retur penjualan dan potongan harga serta mengkredit akun kas.

    8. Potongan Penjualan

    Transaksi perusahaan dagang yang ini merupakan kebalikan dari transaksi nomor 4. Bedanya, potongan harga dalam transaksi ini diberikan oleh perusahaanmu sebagai penjual kepada konsumen.

    Tujuan dari potongan penjualan adalah untuk melejitkan omzet penjualan. Siapa yang tak tergoda dengan potongan harga, bukan?

    Tapi tentu saja, potongan penjualan ini berlaku jika pembeli atau konsumen melunasi seluruh biaya pembelian sebelum masa jatuh tempo berakhir.

    Pencatatan: transaksi potongan penjualan pada masa potongan dicatat dengan mendebit akun kas dan akun potongan penjualan serta mengkredit akun piutang dagang.

    9. Persediaan Barang Dagang

    Persediaan barang dagang sebenarnya adalah total nilai stok barang yang belum terjual sampai pada akhir periode akuntansi.

    Transaksi persediaan barang dagang dicatat dengan cara menggunakan bukti memorial.

     

     Bukti transaksi perusahaan dagang antara lain nota kredit dan nota debit yang berbeda fungsinya dalam pencatatan.

    Bukti Transaksi Perusahaan Dagang

    Seluruh transaksi yang disebutkan di atas perlu buktinya agar penjual dan pembeli ada dalam satu kesepakatan serta mencegah adanya sengketa.

    Nah, sebagai perusahaan dagang, kamu perlu menyiapkan beberapa bukti transaksi di bawah ini:

    Faktur. Ada dua jenis: faktur penjualan (bukti penjualan bagi penjual) dan faktur pembelian (bukti pembelian bagi pembeli). Jumlah nominal uang yang tertera merupakan jumlah akhir atau total dari transaksi yang dicatat.

    Nota kredit. Bukti nominal pengembalian barang (retur) baik yang dilakukan penjual (retur penjualan) maupun pembeli (retur pembelian).

    Kuitansi. Ini merupakan bukti pengeluaran dan penerimaan uang tunai perusahaan. Kuitansi ditandatangani oleh penerima bayaran.

    Nota debit. Bukti transaksi bahwa barang yang rusak dan tak sesuai pesanan sudah dikembalikan kepada perusahaanmu oleh pembeli.

    Nota kontan. Bukti transaksi penjualan barang dari penjual kepada pembeli setiap melakukan pembayaran secara tunai.

    Bukti memorial. Bukti kejadian-kejadian yang berlangsung dalam perusahaan yang dibuat oleh pimpinan atau tim yang berwenang.

    Bukti kas masuk. Bukti atas penerimaan kas yang dibuat oleh perusahaan.

    Bukti kas keluar. Bukti pengeluaran kas yang yang berhubungan dengan pembelian.

    Voucher. Bukti atas pengeluaran kas yang dibuat oleh perusahaan tetapi tidak berhubungan dengan pembelian.

    Cek. Bukti transaksi yang juga dapat digunakan sebagai alat pembayaran.

    Rekening koran. Bukti mutasi kas di bank dibuat oleh pihak bank untuk para nasabah.

    Bilyet giro. Seperti cek bisa digunakan sebagai bukti pembayaran dan alat transaksi.

    Bukti setoran bank. Kadang, perusahaan dagang melakukan transaksi dengan membayar melalui setoran bank. Ini bisa menjadi bukti pembelian. 

    Jurnal Transaksi Perusahaan Dagang

    Ingat di penjelasan jenis transaksi ada banyak kalimat “pencatatan” kan? Nah, maksud pencatatan itu adalah menuangkan segala transaksi dalam jurnal umum perusahaan dagang.

    Ini merupakan semacam dokumentasi transaksi yang terjadi dalam perusahaan dagang selama bisnis berjalan. Serta penting agar memudahkan pencarian informasi, seperti

    Untuk membuatnya, ikuti saja langkah pembuatan jurnal transaksi di bawah ini, ya.

    1. Ingat dan Pahami Persamaan Dasar Akuntansi

    Kunci pembuatan jurnal perusahaan dagang adalah dengan memahami persamaan dasar akuntansi berikut ini:

    Aset = Liabilitas (Utang) + Ekuitas (Modal)

    Aset = Utang + Modal + (Pendapatan – Beban)

    Ingat dan terapkan dengan baik ya agar kamu tahu menempatkan angka pada tabel di dalam jurnal. Misalnya aset, piutang, dan persediaan.

    2. Pastikan Bukti Transaksi Lengkap

    Kumpulkan invoice, kuitansi, faktur, dan nota yang pernah diterbitkan atau diterima dari pihak penjual. Hal ini menjadi dasar pencatatan jurnal.

    3. Kategorisasikan Berdasarkan Jenis Transaksi

    Saat semua bukti sudah lengkap, waktunya kamu mengelompokkannya sesuai dengan jenis transaksi seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya. Misalnya satukan bukti transaksi potongan pembelian dengan sesamanya, atau nota kredit retur penjualan serta sebagainya.

    4. Memasukkan Angka ke dalam Akun Jurnal Umum Perusahaan

    Biasanya perusahaan mencatatnya dengan metode double entry, yakni memasukkan angka di kolom debit maupun kredit agar hasil akhirnya seimbang.

    Contoh transaksi perusahaan dagang berupa penjualan paket skincare senilai Rp1.500.000,- kepada reseller. Transaksi ini dibayar kontan. Maka pencatatannya dalam jurnal menjadi seperti ini:

     

    Baca juga: Mengenal Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang untuk UMKM 

    Kesimpulan

    Ribet? Ya, pada awalnya mungkin demikian. Namun tak perlu menunggu bisnismu besar dahulu untuk mulai membiasakan membuat jurnal umum perusahaan dagang. Kamu bisa membuatnya dari sekarang.

    Mulai saja dengan mulai mengeluarkan bukti-bukti transaksi yang sesuai dengan kategorisasi jenis transaksi perusahaan dagang.

    Setidaknya semua dokumen akan tercatat dan terkumpul dengan rapi. Jika pada saat akhir periode akuntansi kamu merasa repot mencatatnya sendirian, kamu bisa menyewa jasa akuntan atau menggunakan perangkat lunak akuntansi yang banyak tersedia di pasaran.

    Namun, kuncinya tetap satu: tulis dan kumpulkan semua bukti transaksi. Tanpanya, jurnal sekeren apapun tak akan mungkin ada.

    So, selamat memulai, Majoopreneurs!

    Referensi:

    1. https://www.freedomsiana.id/jenis-transaksi-perusahaan-dagang/

    2.  https://accurate.id/akuntansi/macam-macam-transaksi/

    3. https://gobiz.co.id/pusat-pengetahuan/cara-membuat-jurnal-umum-perusahaan-dagang-beserta-contohnya/

    Sumber gambar: Freepik

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!