Tahukah kamu, sebanyak 70,8% dari 28 UMKM yang diteliti Politeknik STIA LAN Bandung, belum menggunakan siklus akuntansi dalam perjalanan usaha mereka?
Biasanya yang dilakukan oleh UMKM berhenti di tahapan proses pencatatan transaksi. Padahal siklus akuntansi yang rapi akan sangat membantu pengelolaan keuangan.
Kamu tentu masih ingat bahwa kunci pertumbuhan finansial dari sebuah UMKM adalah pengambilan keputusan yang tepat hasil dari analisis siklus keuangannya.
Penggunaan siklus akuntansi dalam pencatatan keuangan pada UMKM masih minim sekali.
Kebanyakan mereka hanya menghitung pengeluaran dan pemasukan secara kotor dan tidak memasukan hal lain yang sebenarnya berpengaruh dalam keuangan usaha yang menyebabkan pengelolaan keuangan usaha tidak maksimal.
Beberapa faktor yang menyebabkan para pelaku UMKM belum menerapkan siklus akuntansi dalam bisnis mereka antara lain :
- Kurangnya pengetahuan dan keterampilan mengenai akuntansi.
- Tidak ada waktu lebih untuk menggunakan siklus akuntansi karena sudah terlalu banyak memakan waktu dengan pekerjaan.
- Tidak ada tenaga ahli di bidang akuntansi dan belum memiliki dana untuk merekrut tenaga ahli tersebut.
- Belum membutuhkan karena menganggap bahwa bisnis yang mereka jalani belum terlalu besar.
Para pemilik UMKM seharusnya sadar bahwa hal yang mengenai keuangan sangatlah penting. UMKM memiliki sumber daya usaha yang terbatas yang mengharuskan untuk berhati-hati dalam mengelolanya agar tidak mengalami kerugian
Nah, agar bisnismu bisa berkembang, ayo belajar tentang siklus akuntansi. Kali ini, kita akan membahas khusus tentang siklus akuntansi perusahaan dagang.
Apa Itu Siklus Akuntansi?
Bicara akuntansi berarti kita akan bicara tentang 3 proses kegiatan ini: mencatat, mengklasifikasikan, dan melaporkan transaksi keuangan dalam periode tertentu.
Proses tersebut dilakukan secara terus menerus sesuai kaidah yang berlaku, karenanya proses ini disebut sebagai siklus akuntansi.
Dari sini bisa disimpulkan bahwa siklus akuntansi merupakan proses penyusunan dan pembuatan laporan keuangan dalam periode tertentu yang dapat dipertanggungjawabkan.
Perbedaan Siklus Akuntansi Dan Siklus Penganggaran
Perbedaan utama dari siklus akuntansi dan siklus penganggaran adalah fungsinya.
- Siklus akuntansi digunakan sebagai informasi yang dibagikan untuk keperluan eksternal perusahaan.
Tujuannya adalah merekam sejarah transaksi yang terjadi selama periode berlangsung dengan baik dan benar.
- Siklus penganggaran merupakan data yang dibuat untuk keperluan internal perusahaan.
Tujuannya adalah untuk kebutuhan manajerial internal dalam melakukan perencanaan terhadap transaksi dan operasi yang akan dilakukan selanjutnya.
Manfaat Penerapan Siklus Akuntansi
Duh! Malas, ah! Rumit! Tunggu dulu. Sebelum kamu menyerah dan memutuskan ‘alergi’ dengan akuntansi beserta istilahnya, kamu perlu tahu bahwa menerapkan siklus akuntansi dalam bisnismu akan meraup manfaat.
Ingat penelitian yang disinggung di awal artikel, mereka yang di luar 70,8% alias UMKM yang sudah menerapkan siklus akuntansi dalam perusahaannya menceritakan pengalamannya.
Salah satu responden yang menggunakan siklus akuntansi menyatakan bahwa lebih mudah dalam mengetahui semua transaksi dan pembukuan laporan.
Manfaat lain yang dapat dirasakan antara lain dapat mengetahui kinerja usaha dari siklus akuntansi laba rugi untuk bahan evaluasi periodik keuangan usaha, mengetahui besaran biaya yang telah dikeluarkan, bahkan informasi mengenai penerimaan dan pengeluaran kas lebih terlihat jelas.
Dengan menerapkan siklus akuntansi atau proses akuntansi secara benar, kegiatan usaha dapat dilakukan secara efektif, selain itu untuk pengambilan keputusan menjadi lebih tepat karena informasi keuangan yang dikelola secara riil akan bermanfaat untuk pengembangan usaha.
Simak manfaat lain dari penerapan siklus akuntansi berikut ini:
- Informasi yang berguna. Khususnya, dapat mengetahui gambaran kondisi keuangan perusahaan serta data kekayaannya dengan detail dan akurat. Pada akhirnya info ini berguna ketika kamu akan menentukan strategi dan perencanaan bisnis.
- Mengetahui posisi keuangan perusahaan. Bisa jadi alat untuk mengetahui kondisi perusahaan secara valid. Meliputi transaksi penjualan maupun pembelian.
- Memperoleh gambaran neraca. Seperti jumlah penghasilan, utang piutang, laba rugi, dan modal perusahaanmu.
- Hitung pajak jadi lebih mudah. Kamu sebagai pemilik usaha jadi lebih simpel ketika harus menghitung pajak yang disetor pada negara.
- Memahami perkembangan perusahaan. Kamu jadi bisa menilai bisnismu mengalami peningkatan atau penurunan.
- Acuan investor. Mereka dapat mengetahui perkembangan perusahaan tersebut sesuai dengan naik turunnya nominal keuangan di laporan keuangan tersebut, sebagai alasan para investor melirik bisnismu atau tidak.
Baca Juga: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis
Perbedaan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang Dan Perusahaan Jasa
Sebenarnya, tidak jauh beda. Namun ada baiknya kamu bisa membedakan siklus akuntansi dari jenis perusahaan yang berbeda tersebut.
Pahami Dulu Prinsipnya
Perusahaan dagang merupakan perusahaan yang menjual produk dari penyuplai dalam bentuk barang jadi dengan tujuan untuk dijual kembali. Keuntungannya adalah selisih dari harga beli dengan harga jual barang.
Sedangkan perusahaan jasa merupakan perusahaan yang menjual jasa untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Perusahaan ini tak memiliki stok barang.
Akun Akuntansi yang Hanya Ada di Perusahaan Dagang
Dari sisi akuntansi, maka perbedaannya ada pada perusahaan akun-akun yang ada di dalamnya. Ada akun-akun yang terdapat dalam perusahaan dagang, tetapi tidak ada di perusahaan jasa.
Misalnya: akun pembelian, akun penjualan, akun persediaan, akun biaya barang terjual, aku potongan tunai, akun potongan pembelian, akun retur penjualan, dan akun biaya pemasaran.
Perbedaan Pencatatan Transaksi
Perusahaan dagang harus mencatat transaksi pada pembelian dan penjualan barang inventaris mereka.
Pencatatan transaksi persediaan yang akurat menentukan perusahaan dagang telah menghasilkan laba atau tidak.
Tahapan dalam proses siklus akuntansi berperan sebagai pedoman dalam menghitung laba perusahaan.
Berbeda dengan perusahaan jasa yang tidak diharuskan mencatat transaksi pada pembelian dan penjualan barang dalam jumlah inventori mereka.
Perbedaan Tahap Pelaporan
Kemudian perbedaan tahapan pelaporan, di perusahaan dagang terdapat perhitungan harga pokok penjualan sedangkan di perusahaan jasa tidak ada. Hal ini akan berpengaruh pada perbedaan yang ada di laporan laba rugi.
Baca Juga: Metode Penyusutan Aktiva Lengkap!
Tahap Pencatatan Siklus Akuntansi Perusahaan Dagang
Ikuti langkahnya dengan baik, ya. Tahapan pencatatan siklus akuntansi harus dibuat setahap demi setahap.
Walau kebanyakan UMKM berhenti di tahap pelaporan, kamu teruskan sampai tahap akhir siklus akuntansi perusahaan agar lebih bisa bermanfaat untuk kemajuan bisnismu.
Simak penjelasan tahapan siklus akuntansi perusahaan dagang beserta contohnya, ya.
Gambaran siklus akuntansi bisa dilihat dari ilustrasi berikut.
(Sumber: konsultanku.co.id)
1. Identifikasi Transaksi
Proses awal yang paling penting. Fungsi utamanya adalah untuk mengumpulkan data, bukti transaksi, serta pengelompokan transaksi yang telah dilakukan perusahaan.
Ingat, transaksi yang dicatat harus memiliki bukti yang valid berupa nota, kuitansi, faktur, atau memo yang telah diverifikasi agar dapat dipertanggungjawabkan.
Contohnya pencatatan transaksi di perusahaan dagang:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
2. Pencatatan Transaksi ke Dalam Jurnal
Tahap selanjutnya adalah mencatat transaksi yang sudah kamu identifikasi ke dalam jurnal.
Oiya, ada dua jenis jurnal yang berlaku sesuai kaidah akuntansi di Indonesia, yakni jurnal khusus dan jurnal umum.
Jurnal umum menerapkan kaidah double entry bookkeeping. Ini artinya debit suatu akun merupakan kredit bagi akun lainnya. Harapannya, total nominal antara debit dan kredit ini pada akhirnya haruslah balance.
Jurnal umum bisa digunakan untuk perusahaan yang transaksinya sedikit.
Jika transaksinya sangat banyak, akan lebih mudah jika dikelompokkan. Sehingga jurnal khusus lebih dibutuhkan sebagai wadah untuk transaksi-transaksi tertentu.
Tujuannya penggunaan jurnal khusus dapat mengefisiensikan waktu, tenaga, dan biaya.
Contoh jurnal khusus perusahaan dagang berupa jurnal penerimaan kas, pengeluaran kas, pembelian, dan penjualan.
(Sumber: akuntansilengkap.com)
3. Posting ke Buku Besar
Jika setiap transaksi sudah rapi dimasukkan ke dalam entri jurnal, sekarang kamu sudah bisa mencatatnya di buku besar.
Buku besar merupakan kumpulan rekening-rekening sejenis yang saling berhubungan dan merupakan satu kesatuan.
Rekening tersebut dikategorisasikan menjadi lima kelompok di buku besar, yaitu:
- Harta (rekening kas, piutang, perlengkapan, mesin dan lain-lain),
- Utang (utang usaha, utang gaji karyawan, utang bank, dan lain-lain),
- Modal (modal pemilik), pendapatan (pendapatan jasa atau pendapatan lain di luar usaha),
- Beban (beban gaji karyawan, beban sewa, beban depresiasi, dan lainlain serta beban di luar usaha).
Hal yang khas dari buku besar adalah merinci dengan detail semua semua kegiatan akuntansi dengan akun dan mencatat aktivanya.
Akun buku besar mengategorikan debit dan kredit ini ke dalam akun tertentu, sehingga perusahaan memiliki informasi yang berguna untuk tujuan penganggaran dan kinerja keuangan.
Pencatatan akun piutang dan akun utang dapat dijadikan dasar informasi dalam menyusun neraca saldo.
Pemindahbukuan (posting) dari jurnal khusus ataupun jurnal umum ke buku besar dilakukan dengan langkah berikut ini:
- Jumlah nominal yang terdapat di jurnal khusus dipindah ke kolom saldo debit atau kredit dari rekening yang bersangkutan.
- Nomor halaman yang terdapat di jurnal khusus dipindah ke kolom ref buku besar sebagai tanda sumber pemostingan.
- Rekening-rekening yang terdapat di jurnal khusus setelah diposting diberi nomor sebagai tanda jumlah nominalnya telah dipindahkan ke buku besar.
- Jumlah yang dipindahkan ke buku besar merupakan jumlah akhir sehingga tanggal ditulis per akhir periode. Khusus untuk kolom serba-serbi yang terdapat di jurnal penerimaan dan pengeluaran kas, posting dilakukan menurut tanggal transaksi.
Contohnya pencatatan buku besar di perusahaan dagang:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
4. Penyusunan Neraca Saldo Sebelum Disesuaikan
Neraca saldo ini menjadi dasar informasi mengenai saldo yang belum disesuaikan di setiap akun di buku besar.
Jumlah debet dan kredit harus sama ketika melakukan siklus penyusunan neraca saldo.
Contoh penyusunan neraca saldo sebelum disesuaikan di perusahaan dagang:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
5. Menyusun Neraca Saldo Penyesuaian
Tujuan langkah ini adalah untuk memastikan bahwa debet dan kredit seimbang. Jika ada perbedaan maka harus dilakukan penyesuaian.
Selain mengidentifikasi kesalahan, penyesuaian ini dilakukan untuk mencocokkan pendapatan dan pengeluaran saat menggunakan akuntansi aktual.
Contoh neraca saldo penyesuaian di perusahaan dagang
(Sumber: akuntansilengkap.com)
6. Neraca Lajur
Acuan pembuatan neraca lajur adalah neraca saldo dan jurnal penyesuaian.
Neraca ini memberikan informasi mengenai laporan laba rugi dan neraca. Kedua hal tersebut adalah dua dokumen penting untuk membuat laporan keuangan.
Contoh pembuatan neraca lajur di perusahaan dagang:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
7. Laporan Keuangan
Ada 4 laporan keuangan yang sangat penting dan harus kamu siapkan, yaitu:
-
Laporan Laba Rugi.
Ini adalah laporan paling pertama harus dicermati oleh investor. Item yang tercantum di dalamnya adalah penjualan dan biaya penjualan dan biaya operasi lainnya dikurangkan dari penjualan untuk memastikan biaya operasional. Dari biaya operasional, biaya-biaya lain dikurangkan untuk menghitung laba bersih tahun ini.
-
Laporan Neraca.
Di neraca, akuntan mencatat aset dan liabilitas. Kamu akan melihat kondisi keseimbangan aset selaras dengan keseimbangan kewajiban.
-
Pernyataan Ekuitas Pemegang Saham.
Bersama dengan modal saham, laba ditahan akan diperhitungkan. Saldo laba adalah persentase laba yang telah diinvestasikan kembali ke perusahaan.
-
Laporan Arus Kas.
Kamu perlu mencari tahu arus kas dari tiga jenis aktivitas–aktivitas operasional, aktivitas keuangan, dan aktivitas investasi. Kegiatan arus kas dapat disiapkan dengan dua cara, yaitu arus kas langsung dan tidak langsung.
Contohnya di bawah ini:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
8. Jurnal Penutup
Perusahaan mengakhiri siklus akuntansi perusahaan dagang dengan menutup pembukuannya pada akhir hari pada tanggal penutupan yang ditentukan. Pernyataan “penutup” memberikan batas akhir laporan analisis kinerja selama periode tersebut.
Rekening nominal dan laba rugi pun ditutup dengan menjadikan isinya nol dan menihilkannya.
Hal yang ditutup dalam jurnal penutup adalah:
- Menutup pendapatan, yaitu semua rekening pendapatan di debit sebesar saldo masing-masing rekening, sedangkan rekening ikhtisar laba rugi di kredit sebesar jumlah semua rekening pendapatan.
- Menutup beban, yaitu semua beban di kredit sebesar saldo setiap rekening dan rekening ikhtisar laba rugi di debit sebesar jumlah total rekening beban.
- Menutup perkiraan ikhtisar laba rugi, yaitu jika total sisi debit lebih kecil daripada kredit maka menunjukkan laba dengan jurnal.
- Menutup prive, pada umumnya rekening prive ini bersaldo debit sehingga akan mengurangi modal perusahaan.
Contoh pembuatan jurnal penutup di perusahaan dagang:
(Sumber: akuntansilengkap.com)
9. Jurnal Pembalik
Jurnal pembalik adalah siklus pembalikan terhadap beberapa akun yang telah ditutup agar mengembalikan saldonya.
Transaksi-transaksi yang memerlukan jurnal pembalik antara lain sebagai berikut:
- Beban yang masih harus dibayar.
- Beban yang dibayar di muka apabila beban tersebut pada saat transaksi dicatat dalam rekening beban (bukan rekening aktiva/harta).
- Pendapatan yang masih harus diterima. Pendapatan diterima di muka apabila pendapatan tersebut pada saat transaksi dicatat dalam rekening pendapatan (bukan rekening utang).
(Sumber: akuntansilengkap.com)
Kesimpulan
Nah, sekarang kamu sudah mendapatkan gambaran langkah atau tahapan penyusunan siklus akuntansi.
Semoga dengan pemahaman ini, kamu menjadi bersemangat untuk merapikan keuangan dari bisnis yang sedang digeluti.
Walau awalnya terasa canggung dan rumit, jika sudah biasa kamu akan merasa lebih ringan dan sangat terbantu akan dokumen-dokumen yang termaktub di dalamnya.
Namun, selain pastikan kamu menyusunnya dengan cermat dan rapi, kamu pun harus membuatnya secara valid di tiap tahapannya.
Jangan lupa cek artikel seputar akuntansi lainnya di bagian solusi majoo, ya!
Jangan khawatir jika kamu merasa tak memiliki kemampuan dalam membuatnya. Sekarang, sudah banyak para konsultan profesional yang menawarkan solusi dan penyelesaian siklus akuntansi yang bisa diandalkan!