Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Customer Acquisition Cost adalah: Pengertian, Rumus

    Cost acquisition cost adalah biaya yang perlu dikeluarkan untuk mengakuisisi seorang pelanggan.

    Dalam bahasa Indonesia, customer acquisition cost adalah biaya akuisisi pelanggan. Melihat dari artinya, tentu biaya yang satu ini merupakan jenis biaya yang sangat penting sekali dalam menjalankan operasional bisnis, kan? Namun, sebenarnya apa, sih, maknanya? Apa manfaat yang bisa diperoleh dengan menerapkannya? Bagaimana cara menghitungnya?

    Tenang dulu, jangan terburu-buru. Bagaimana jika kita bahas biaya yang satu ini dengan lebih mendalam agar kita juga akan lebih memahami mengapa biaya ini menjadi biaya yang penting dalam operasional bisnis. Daripada berlama-lama, langsung saja kita bahas, yuk!

    Baca juga: Akuisisi Adalah: Manfaat, Jenis, dan Contoh

    Customer Acquisition Cost ( CAC ) adalah …

    Seperti yang sudah dijelaskan sebelumnya, secara singkat customer acquisition cost ( CAC ) adalah biaya yang harus dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk mengakuisisi pelanggan.

    Bicara tentang akuisisi, tentu banyak yang membayangkan proses akuisisi perusahaan yang terdengar seram dan penuh dengan upaya saling mencaplok antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain, ya. Namun, untuk akuisisi pelanggan, artinya sebenarnya tidak seseram itu, kok.

    Dalam kasus ini, yang dimaksud dengan akuisisi pelanggan adalah upaya untuk memastikan calon pelanggan potensial untuk menjadi pelanggan–dalam bisnis, maksudnya orang yang tadinya belum menjadi pelanggan, akhirnya berhasil melakukan pembelian sehingga dapat digolongkan sebagai pelanggan.

    Umumnya, yang biasa disandingkan dengan customer acquisition cost ( cac ) adalah retention cost atau biaya yang dikeluarkan oleh pemilik usaha untuk memastikan mereka yang sudah menjadi pelanggan, tetap mau melakukan pembelian berulang dan menjadi pelanggan tetap. Dengan demikian, bisnis pun dapat dikembangkan ke arah yang lebih menguntungkan.

    Namun, sebelum bicara tentang retensi atau upaya untuk menjaga agar pelanggan tidak beralih ke bisnis yang dijalankan oleh kompetitor, akuisisi perlu dilakukan terlebih dahulu, kan? Jika tidak ada pelanggan yang berhasil diakuisisi, upaya retensi pun jelas akan mustahil untuk dilakukan. Oleh karena itulah Customer Acquisition Cost pun menjadi sesuatu yang penting untuk diperhatikan dalam menjalankan serta mengembangkan bisnis.

    Apa Pengertian Customer Acquisition Cost?

    Dari penjelasan terkait akuisisi di atas, tentu tidak sulit untuk memahami pengertian customer acquisition cost, kan?

    Secara sederhana, biaya ini merupakan besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi satu pelanggan. Nah, padahal tentunya kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan oleh seorang pemilik usaha tentu menyasar banyak pelanggan sekaligus, kan?

    Oleh karena itu, biaya ini kerap disederhanakan menjadi biaya rata-rata. Ibaratnya, jika untuk mengakuisisi seorang pelanggan kita harus mengeluarkan biaya sekian, berapa banyak modal yang harus disiapkan jika target akuisisi kita adalah sepuluh pelanggan per bulannya?

    Dengan menjadikan biaya akuisisi ini menjadi biaya rata-rata, pemilik usaha pun bisa melakukan penyusunan strategi pemasaran dan penjualan yang lebih matang. Bahkan, di beberapa bisnis, biaya ini juga kerap dimasukkan ke dalam harga pokok penjualan. Dengan demikian, mengetahui besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi seorang pelanggan pun menjadi sesuatu yang sangat penting sekali, kan?

    Baca juga: Strategi Customer Retention dalam Menjaga Loyalitas Pelanggan

    Bagaimana Cara Menghitung Customer Acquisition Cost

    Setelah mengetahui pentingnya biaya akuisisi, mungkin beberapa pemilik usaha, khususnya yang memang belum menerapkan biaya ini dalam pengelolaan bisnisnya, mungkin tertarik untuk memulai mencoba. Namun, sebenarnya bagaimana cara menghitung customer acquisition cost, sih?

    Tak perlu cemas, meski mungkin konsep biaya akuisisi ini terasa kompleks, sebenarnya cara menghitungnya tidak terlalu rumit, kok. Biaya ini akan semakin mudah diketahui apabila tim pemasaran secara rutin mencatatkan setiap pengeluaran yang dilakukan dalam melakukan kegiatan pemasaran, baik secara konvensional maupun secara digital.

    Di samping itu, pemilik usaha juga dapat menggunakan rumus untuk menghitung biaya akuisisi ini. Sudah siap untuk berhitung? Yuk, langsung saja kita telaah rumus untuk menghitung biaya akuisisi ini!

     Salah satu manfaat cost acquisition cost adalah menghitung kebutuhan modal agar bisnis bertahan.

    • Menerapkan Rumus Customer Acquisition Cost

    Seperti yang sempat disinggung sebelumnya, biaya akuisisi merupakan seluruh biaya yang harus dikeluarkan untuk mengakuisisi seorang pelanggan. Oleh karena itu, yang menjadi komponen penting untuk mengetahui biaya akuisisi adalah besarnya biaya pemasaran dan juga jumlah pelanggan yang didapatkan.

    Apabila kedua komponen tersebut sudah diketahui, selanjutnya kita hanya perlu memasukkannya dalam rumus customer acquisition cost berikut:

    Namun, perhatikan! Agar tidak salah menghitung, kita perlu menentukan periode waktunya terlebih dahulu. Nilai komponen yang nantinya akan dimasukkan ke dalam rumus tersebut harus sesuai dengan periode waktu ketika nilai tersebut berlaku. 

    Sebagai contoh, pemilik usaha mencanangkan strategi pemasaran dengan anggaran sebesar Rp1.000.000 untuk seluruh kegiatan pemasaran yang dilakukan selama bulan Maret. Namun, pada kenyataannya, terjadi pembengkakan biaya karena situasi yang tak terduga, sehingga kegiatan pemasaran yang dilakukan selama bulan Maret pun memakan biaya sebesar Rp1.200.000. Nilai yang dimasukkan ke dalam rumus adalah Rp1.200.000 dan bukan Rp1.000.000.

    Nah, yang membuat penghitungan menjadi kompleks adalah batasan waktu untuk jumlah pelanggan, karena tak jarang juga bisnis mendapatkan pelanggan baru di bulan April untuk kegiatan pemasaran yang dilakukan di bulan Maret. Apabila pemilik usaha dapat mengetahui dengan pasti pelanggan tersebut datang dari kegiatan pemasaran yang akan dihitung biayanya, pelanggan ini dapat dihitung sebagai jumlah pelanggan dalam rumus.

    Setelah kedua komponen ini diketahui, selanjutnya kita hanya perlu memasukkannya ke dalam rumus saja. Apabila diketahui pelanggan yang didapatkan dari kegiatan pemasaran selama bulan Maret adalah 50 orang, perhitungannya pun akan menjadi seperti berikut:

    Customer Acquisition Cost = Total biaya pemasaran / jumlah perolehan pelanggan

    Customer Acquisition Cost = Rp1.200.000 / 50 orang

    Customer Acquisition Cost = Rp24.000

    Artinya, untuk mendapatkan satu orang pelanggan baru, pemilik usaha perlu mengeluarkan biaya sebesar Rp24.000. Nah, bagaimana? Mudah sekali, kan, menghitungnya?

    Baca juga: Loyalitas Pelanggan: Kenali Indikator dan Cara Membangunnya

    Apa Manfaat Menghitung Customer Acquisition Cost?

    Tidak perlu takut harus berpusing-pusing dalam menghitung biaya akuisisi, karena sebenarnya ada banyak sekali manfaat yang bisa didapatkan pemilik usaha dari adanya biaya akuisisi yang jelas.

    Salah satu manfaat mengetahui customer acquisition cost adalah mudahnya mengevaluasi operasional bisnis sesuai dengan besarnya modal yang dimiliki. Manfaat ini bisa muncul karena dengan mengetahui besarnya biaya akuisisi, kita dapat mempertimbangkan besar atau kecilnya upaya yang diperlukan untuk memperoleh pelanggan baru.

    Apabila biaya akuisisi yang harus dikeluarkan sangat tinggi, artinya kegiatan pemasaran yang dijalankan masih belum efektif dalam menjangkau calon-calon pelanggan potensial. Jika ini terjadi, evaluasi bisa dilakukan untuk mengetahui letak kesalahan yang perlu diperbaiki dalam menjalankan kegiatan pemasaran.

    Biaya akuisisi pun bisa dimanfaatkan untuk mengukur efektivitas strategi pemasaran yang baru. Apabila nilainya masih cukup tinggi atau bahkan lebih tinggi jika dibandingkan dengan biaya akuisisi pada strategi pemasaran yang sebelumnya, artinya masalah akuisisi kegiatan pemasaran masih belum terselesaikan.

    Tak hanya di sana, besarnya biaya akuisisi ini juga dapat digunakan sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan besarnya investasi yang dibutuhkan untuk memastikan bisnis dapat tetap bertahan, lho! Dengan mengetahui biaya akuisisi untuk satu pelanggan, artinya kita dapat menghitung berapa modal yang perlu dipersiapkan untuk memenuhi target akuisisi, kan?

    Bagaimana Mengoptimalkan Customer Acquisition Cost?

    Sudah mulai menerapkan strategi pemasaran yang mempertimbangkan biaya akuisisi, selanjutnya tentu saja mengoptimalkan besarnya biaya akuisisi tersebut untuk memperoleh keuntungan yang sebesar-besarnya, dong! Apa saja, sih, yang bisa dilakukan untuk memastikan penggunaan biaya akuisisi ini optimal?

    Jawabannya terletak pada riset, khususnya riset terhadap produk dan pelanggan. Dengan melakukan riset-riset ini, pemilik usaha dapat mengetahui produk atau jasa apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pelanggan? Model pemasaran seperti apa yang bisa dianggap memuaskan oleh mereka? Apa yang perlu diperbaiki dalam pengembangan bisnis ke depannya?

    Ketika riset dijalankan dengan baik dan hasilnya diterapkan secara tepat, bukan tidak mungkin biaya akuisisi ini akan turun. Situasi ini merupakan target yang harus dicapai karena kecilnya customer acquisition cost adalah salah satu pertanda performa bisnis yang baik!

    Apabila ingin operasional bisnis lebih efektif dan efisien, gunakan aplikasi majoo dengan beragam fitur unggulannya yang dijamin dapat mempermudah proses pengelolaan bisnis. Jangan tunggu terlalu lama, segera gunakan aplikasi majoo sekarang juga!

    Baca juga: Customer Insight: Masukan Pelanggan yang Melejitkan Bisnis

    Referensi:

    • https://sasanadigital.com/customer-acquisition-cost-adalah/
    • https://glints.com/id/lowongan/customer-acquisition-cost-adalah/

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!