Table of Content

    • Solusi
    • Fitur
    • Ketahui Pengertian, Ciri, dan Contoh Barang Komplementer

    Ketahui Pengertian, Ciri, dan Contoh Barang Komplementer

    Barang komplementer disebut juga barang pelengkap.

    Setiap manusia tentu membutuhkan alat pemuas kebutuhan untuk bisa bertahan hidup. Salah satunya dengan memakai barang komplementer. Barang komplementer adalah barang yang sifatnya melengkapi barang lain. Misalnya, saat kamu merasa haus, segelas air dapat menjadi alat pemenuhan kebutuhanmu. 

    Jenis barang, menurut hubungannya, secara garis besar bisa dikelompokkan menjadi dua yaitu barang barang komplementer dan barang substitusi. Akan tetapi, di artikel ini pembahasan akan lebih fokus pada barang komplementer. Walaupun demikian, akan disinggung sedikit terkait barang substitusi untuk mengetahui perbedaannya. 

    Ada suatu hal baik berupa barang atau jasa yang memiliki nilai dan dapat diperjualbelikan atau diperdagangkan  dalam proses aktivitas bisnis. Salah satu barang atau jasa ini yang bisa kamu temukan di lingkungan adalah barang komplementer. Lalu, apa itu barang komplementer?

    Pengertian Barang Komplementer

    Nah, sebenarnya apa yang dimaksud dengan barang komplementer?

    Barang komplementer adalah barang yang nilai guna atau manfaatnya saling melengkapi. Barang komplementer merupakan kesatuan dari dua barang atau lebih yang saling melengkapi. Bila salah satu barang tidak ada, barang yang lainnya mengalami penurunan fungsi, manfaat, dan nilai guna. Bahkan, bisa jadi kamu tidak bisa menikmati atau memanfaatkan barang tersebut sama sekali, karena hubungan antara kedua barang memiliki keterikatan.

    Tinggi atau rendahnya permintaan barang komplementer sangat dipengaruhi oleh ketersediaan barang tersebut dan pasangannya di pasaran.

    Dapat disimpulkan bahwa pengertian barang komplementer adalah suatu barang yang mempunyai nilai fungsi, guna, dan manfaat yang lebih tinggi apabila terkait dengan barang lainnya.

    Baca Juga: Definisi Perencanaan Usaha dan Manfaatnya Bagi Pebisnis

    Ciri-ciri Barang Komplementer

    Kamu sudah paham tentang pengertian barang komplementer, bukan? Untuk selanjutnya akan dijelaskan mengenai ciri-ciri barang komplementer ini. Ciri-ciri ini yang akan membedakannya dengan barang substitusi. Berikut ini adalah ciri-ciri dari barang komplementer:

    1. Barang Harus Berpasangan dengan Barang yang Lain

      Barang komplementer sering disebut barang yang harus berpasangan dengan barang lain. Misalnya, kopi dan gula. Jika kamu membuat kopi tanpa gula, maka rasa kopi pun akan pahit. Beda halnya jika ditambah gula, maka rasa kopi yang semula pahit menjadi manis dan sedap untuk dinikmati. Nah, gula di sini sebagai barang pelengkap dari kopi.

    2. Barang Komplementer Mempunyai Nilai yang Lebih Kecil

      Barang komplementer mempunyai nilai yang lebih kecil dibandingkan dengan barang lain, yang berarti nilai suatu barang komplementer baru akan naik jika dipasangkan dengan barang yang sudah menjadi pasangannya. Alasan inilah yang membuat barang komplementer mempengaruhi permintaan pasar. Jika barang komplementer melengkapi pasangannya dengan baik, niscaya permintaan terhadap kedua barang tersebut di pasar juga akan juga meningkat.

    3. Barang Tidak Dapat Berfungsi Sendirian

      Barang komplementer jika digunakan bersama dengan pasangannya akan memiliki fungsi yang lebih maksimal. Walaupun tidak digunakan bersama dengan pasangannya, barang tersebut masih bisa kamu gunakan.

      Misalnya, televisi dan remote. Jika kamu menggunakan remote, maka pengoperasian televisi menjadi lebih efisien dan praktis. Akan tetapi televisi masih bisa berfungsi dengan baik walaupun tidak menggunakan remote. Hal ini karena pada televisi terdapat tools yang bisa kamu gunakan untuk mengoperasikannya.

    Baca Juga: Memahami Segmentasi Pasar Agar Bisnis Lebih Maju

    Barang komplementer akan memiliki nilai fungsi, manfaat, dan guna ketika digunakan bersamaan dengan pasangannya.

    Jenis-jenis Barang Komplementer

    Tadi sudah dijelaskan jika tidak semua barang komplementer memiliki nilai tinggi yang mutlak. Maka dari itu barang komplementer pun dibagi menjadi dua jenis, yaitu barang komplementer lemah dan barang komplementer kuat. Berikut ini penjelasan kedua jenis barang komplementer tersebut.

    1. Barang Komplementer yang Lemah

      Pada umumnya, barang komplementer lemah hanya dapat merespons kenaikan harga dengan cara yang terbatas.

      Misalnya, pancake dan maple syrup. Kedua barang tersebut merupakan barang pelengkap, akan tetapi  bersifat lemah. Konsumen bisa saja menggunakan topping lain untuk pancake, sehingga maple syrup tidak selalu dipakai. Maka dari itu, keterikatan barang pelengkap ini lemah.

      Apabila harga maple syrup mengalami kenaikan, belum tentu harga pancake pun mengalami kenaikan yang sama. Sebab, kenaikan harga dari produk pelengkap ini pengaruhnya sangat kecil terhadap permintaan.

    2. Barang Komplementer yang Kuat

      Barang pelengkap yang kuat adalah barang yang memiliki hubungan erat satu sama lain. Bisa diartikan keterikatan ini akan menambah nilai fungsi, manfaat, dan gunanya.

      Misal, jika kamu mempunyai kaset DVD dan DVD player. Nah, barang tersebut sebagai barang komplementer yang kuat karena bila tidak ada salah satunya maka barang tersebut tidak akan berfungsi dengan baik.

      Hubungan antara kedua barang tersebut mengalami keelastisan. Hal ini berarti bahwa, apabila harga DVD player naik, maka kemungkinan permintaan kaset permintaan DVD mengalami penurunan.

      Barang yang tidak dapat dijual dengan terpisah, ada kemungkinan barang tersebut termasuk barang komplementer yang kuat.

    Baca Juga: Pentingnya Menjaga Kualitas Produk bagi Bisnis 

    Contoh Barang Komplementer

    Kamu tentu sudah bisa menebak tentang barang apa saja yang menjadi barang komplementer dan juga pasangannya. Di bawah ini beberapa contoh barang komplementer lengkap dengan pasangannya.

    • Laptop dan Charger

      Laptop menjadi barang utama, sedangkan charger menjadi barang komplementer. Bila laptop kehabisan baterai dan tidak ada charger, maka laptop tidak akan berfungsi dengan baik. Begitu pun charger yang tidak bisa memiliki nilai fungsi, manfaat, dan guna bila tidak digunakan dengan laptop atau alat elektronik lainnya.

    • Kompor dan Gas

      Di sini kompor menjadi barang utama, sedangkan gas menjadi barang komplementer. Kompor tentu tidak dapat berfungsi tanpa adanya aliran gas. Adanya keterikatan barang satu dengan barang lain ini yang membuat barang utamanya berfungsi dengan baik.

    • Jam dan Baterai

      Jam adalah barang utama, sedangkan baterai menjadi barang komplementer. Jam tidak berfungsi bila tidak ada baterai. Maka dari itu, agar dapat menggunakan baterai, perlu benda atau media lain seperti remote atau jam.

    • Kendaraan Bermotor dan Bahan Bakar

      Kendaraan bermotor adalah barang utama dan bahan bakar menjadi barang komplementer. Nilai fungsi, manfaat, dan guna bahan bakar dapat menurun bila tidak digunakan. Begitu pun kendaraan bermotor yang tidak bisa digunakan jika tidak menggunakan bahan bakar.

    • Kartu Jaringan dan Handphone

      Kartu jaringan menjadi barang komplementer untuk handphone. Kartu jaringan membuat handphone berfungsi dengan baik.  Bila handphone telah terpasang kartu jaringan, maka nilai fungsi, manfaat, dan gunanya akan meningkat, karena keduanya mempunyai keterikatan satu sama lain.

    • Sikat Gigi dan Pasta Gigi

      Sikat gigi adalah barang utama yang memerlukan barang pelengkap seperti pasta gigi. Nilainya akan meningkat ketika kedua barang ini digunakan bersamaan, karena memiliki sifat saling melengkapi.

    Baca Juga: Apa Itu Analisis Bisnis? Mengapa Dibutuhkan dalam Bisnis?

    Perbedaan Barang Komplementer dengan Barang Subtitusi

    Kehadiran barang komplementer dan barang substitusi sama-sama memiliki tujuan yang sama, yaitu untuk memenuhi kebutuhan manusia. Walaupun tujuannya sama, keduanya mempunyai perbedaan yang cukup mencolok. Berikut ini perbedaan barang komplementer dan barang substitusi.

    1. Ketersediaan Barang Pokok

      Perbedaan barang komplementer dan barang substitusi yang pertama adalah adanya ketersediaan barang pokok. Penurunan nilai fungsi, manfaat dan guna akan dialami oleh barang komplementer apabila pasangannya tidak tersedia.

      Sedangkan untuk barang substitusi, masih ada barang pengganti supaya bisa digunakan dengan baik. Misalnya, seperti nasi. Jika kamu tidak bisa makan nasi, maka kamu bisa mengonsumsi jagung atau roti sebagai penggantinya.

    2. Segi Fungsi

      Dari segi fungsi, barang komplementer adalah barang yang saling melengkapi dengan barang lain, sementara barang substitusi adalah barang yang saling menggantikan. Ketika barang pokok tidak ada, maka akan ada barang lain yang bisa menggantikan fungsinya.

    3. Segi Ketergantungan

      Tingkat ketergantungan barang komplementer dan barang substitusi sangat berbeda. Barang komplementer akan sangat bergantung pada objek atau barang yang dilengkapi. Berbeda halnya dengan barang substitusi yang tidak mempunyai ketergantungan dengan barang lain. Karena sifat dari barang substitusi adalah sebagai barang pengganti, ketika tidak ada barang pokok, maka akan digantikan dengan barang lain.

      Di pasar, barang substitusi berperan sebagai kompetitor dan bisa jadi akan memberikan pilihan harga yang lebih baik. Alasan inilah yang membuat suatu perusahaan akan membuat dan meningkatkan kualitas produknya agar bisa bertahan di market.

    Baca Juga: Barang Substitusi adalah: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Kesimpulan

    Barang komplementer adalah barang pelengkap yang nilainya akan meningkat ketika barang tersebut digunakan bersama dengan pasangannya. Kamu juga tak perlu bingung lagi tentang contoh barang komplementer hingga perbedaan barang komplementer dan barang substitusi.

    Bila kamu memiliki usaha barang komplementer, tentu kamu membutuhkan perencanaan bisnis. Untuk melakukan perencanaan bisnis ini, kamu dapat melihat laporan keuangan, sehingga kamu dapat melakukan inovasi bisnis ke depannya. Penting halnya pencatatan ini dilakukan supaya bisnis berjalan dengan lancar.

    Saat ini terdapat aplikasi majoo, yaitu aplikasi kasir online yang dapat kamu pakai pada bisnismu. Fitur akuntansi di dalam aplikasi majoo dapat mempermudah proses pembukuan bisnis yang bisa kamu lakukan kapan saja dan dimana saja.

    Aplikasi majoo adalah aplikasi kasir online yang memiliki beragam fitur yang kamu butuhkan dalam pengembangan bisnis milikmu. Misalnya fitur akuntansi untuk pencatatan pembelian dan penjualan, aplikasi kasir online, pemantauan stok, multi gudang, multi cabang, dan masih banyak lagi. Lalu terdapat fitur analisa bisnis, yang dapat kamu akses dari dashboard aplikasi majoo. Fitur ini yang akan memberikan laporan analisa dari aktivitas berjalan sehingga membantumu dalam membuat keputusan bisnis yang cepat dan akurat. Laporan yang bisa kamu dapat dari fitur Analisa Bisnis, seperti analisis waktu teramai penjualan, analisis waktu teramai produk, analisis perputaran stok, analisis belanja modal, kepuasan pelanggan, dan lain sebagainya

    Jadi tunggu apa lagi, nih? Segera gunakan aplikasi majoo untuk membantu bisnismu berkembang menjadi lebih baik!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    18 Contoh Surat Lamaran Kerja dan Jenis nya 2022 Terbaru
    Mengambil inspirasi dari contoh surat lamaran kerja dapat dilakukan untuk memastikan kemungkinan diterima kerja lebih tinggi. Namun, perhatikan jenisnya!
    Freelancer adalah: Contoh dan Tips Menggeluti Profesi Ini
    Dunia Internet mendorong manusia untuk selalu beradaptasi. Saat ini banyak orang mencari cara menjadi freelancer. Freelancer adalah tenaga kerja lepas yang bekerja secara mandiri.
    Beragam Jenis Laporan Keuangan untuk Bisnismu
    Selain laporan keuangan laba rugi, apa saja jenis laporan keuangan yang kamu ketahui? Apakah kamu tahu pengertian laporan keuangan?
    Peran Penting Strategi Customer Relationship dalam Bisnis
    Customer relationship adalah strategi untuk menjaga hubungan baik antara pihak pemilik bisnis dan konsumen. Hal ini penting bagi perkembangan bisnis.