Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Benarkah Defisit adalah Tanda Akhir Bisnis? Apa Itu Defisit?

    Benarkah Defisit adalah Tanda Akhir Bisnis? Apa Itu Defisit?

    Defisit adalah keadaan ketika pengeluaran lebih besar daripada pendapatan.

    Di antara banyak hal yang bisa kita temukan dalam dunia bisnis, bisa dibilang defisit adalah salah satu yang paling dihindari. Defisit seolah-olah menjadi suatu momok mengerikan yang membuat banyak pemilik usaha ketakutan. Bahkan, tak jarang perusahaan yang mengalami defisit dianggap sudah hampir bangkrut.

    Sebenarnya benar, tidak, sih, anggapan tersebut? Apakah defisit memang merupakan tanda-tanda berakhirnya suatu bisnis? Sebenarnya apa, sih, yang dimaksud dengan defisit?

    Bagaimana jika kita jawab pertanyaan-pertanyaan di atas dengan membahas serba-serbi terkait defisit; mulai dari pengertiannya, jenis-jenisnya, penyebabnya, serta tindakan apa yang bisa diambil pemilik usaha ketika perusahaannya mengalami defisit!

    Yuk, langsung saja kita ulas bersama-sama!

    Memahami Pengertian Defisit

    Secara singkat, defisit dapat dimaknai sebagai keadaan ketika pengeluaran lebih besar dibandingkan pemasukan. Pengertian defisit menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia bahkan lebih sederhana lagi, yaitu kekurangan dalam anggaran belanja.

    Tentunya, tidak ada pemilik usaha yang ingin mengalami defisit karena artinya bisnis yang dijalankan merugi dan tidak menghasilkan keuntungan. Inilah mengapa defisit menjadi salah satu hal yang paling dihindari. Anggapan bahwa keadaan defisit bisa dijadikan pertanda bahwa suatu bisnis akan bangkrut sebenarnya tidak sepenuhnya salah karena apabila keadaan ini berlanjut terus-menerus, perusahaan tidak akan memiliki dana lagi untuk membiayai operasional bisnisnya dan terpaksa harus menghentikan kegiatannya atau dengan kata lain mengalami kebangkrutan.

    Namun, tentu saja defisit bukan satu-satunya pertanda. Dari pengertian defisit yang sudah dijelaskan di atas, kita bisa memahami bahwa defisit merupakan sebuah situasi sehingga bisa berubah sewaktu-waktu. Apabila perusahaan bisa menghentikan situasi tersebut, tentu tidak perlu sampai harus gulung tikar, kan?

    Bagaimana, mudah dipahami, kan?

    Baca juga: Cara Menghitung Laba Rugi Bisnis dengan Laporan Laba Rugi

    Mengenal Jenis-Jenis Defisit

    Jika kita tarik lebih jauh, sebenarnya keadaan defisit bisa dibagi menjadi dua jenis yang berbeda, yaitu defisit anggaran dan juga defisit perdagangan. Perbedaan yang mendasar dari keduanya terletak pada cakupan yang terdampak oleh adanya defisit tersebut.

    Jika defisit anggaran adalah defisit yang bisa menimpa siapa saja dengan dampak yang berbeda-beda antara satu pihak dengan pihak lainnya, dampak dari defisit perdagangan mencakup suatu negara secara keseluruhan dan dampak menimbulkan efek yang merata bagi setiap pihak yang ada di negara tersebut.

    Nah, agar semakin jelas, langsung saja kita bahas kedua jenis defisit ini secara lengkap, mulai dari pengertian yang dimilikinya dan juga besarnya dampak yang bisa disebabkan dari keadaan defisit tersebut.

    Defisit Anggaran adalah …

    Defisit anggaran adalah istilah yang umum digunakan untuk merujuk pada pemahaman masyarakat awam terhadap kata defisit, yaitu adanya kekurangan dana akibat pengeluaran yang lebih besar jika dibandingkan dengan pendapatan yang masuk.

    Sebuah perusahaan dapat dinyatakan mengalami defisit ketika laporan keuangannya pada suatu tahun menunjukkan angka yang lebih besar jika dibandingkan dengan pemasukannya. Pemilik usaha juga bisa membandingkan laporan keuangan tersebut dengan laporan keuangan dari periode sebelumnya untuk mengetahui tingkat defisit yang dialami.

    Omong-omong, defisit anggaran tidak hanya bisa dialami oleh perusahaan saja, lho. Siapa pun yang memiliki pendapatan dan membayarkan pengeluarannya dapat mengalami situasi ini, termasuk negara. sekali! Karena negara umumnya juga melakukan kegiatan jual beli dengan negara-negara lain yang bekerja sama dengannya, negara pun tak luput dari situasi ini. Terlebih lagi negara umumnya juga mengeluarkan biaya yang besar untuk mempertahankan stabilitasnya, sehingga bisa dibilang defisit anggaran adalah sesuatu yang sangat kompleks sekali jika terjadi di tingkat negara.

    Baca juga: Bagaimana, sih, Cara Membuat Anggaran Keuangan Perusahaan?

    Defisit Perdagangan adalah …

    Jika situasi defisit pada defisit anggaran dapat diketahui dengan membandingkan laporan keuangan dari dua periode yang berbeda, defisit perdagangan dapat diketahui dengan melihat nilai ekspor dan impor dari suatu negara. Alasannya sederhana, yaitu karena keadaan ini sebenarnya merujuk pada besarnya nilai impor suatu negara yang melebihi nilai ekspornya.

    Apakah hal ini bisa menjadi masalah? Tentu saja, dong, karena artinya negara memiliki utang yang lebih besar kepada negara yang mengimpor produk-produknya tersebut. Lebih lanjut, situasi ini juga menyebabkan nilai tukar mata uang rupiah, sehingga dampaknya akan terasa pula ke masyarakat yang ada di negara tersebut.

    Bahkan, akibat dari defisit perdagangan ini adalah berkurangnya lapangan pekerjaan yang ada di negara tersebut. Kondisi ini disebabkan dari lebih banyaknya produk impor yang beredar sehingga produk-produk dalam negeri pun kalah bersaing. Ketika banyak orang yang lebih memilih untuk menggunakan produk-produk impor, otomatis pendapatan produsen pun akan berkurang dan mereka mengalami defisit.

    Menyadari besarnya dampak yang ditimbulkan oleh defisit perdagangan, pemerintah pun diharapkan agar tidak sampai mengalami defisit dan masyarakat terus-menerus dihimbau agar tetap lebih mengutamakan produk-produk dalam negeri. Masalahnya, untuk skala nasional atau negara, efek dari defisit tak ubahnya sebuah lingkaran setan.

    Ketika terjadi defisit perdagangan, daya saing produsen dalam negeri akan semakin rendah, dan mereka pun akan mengalami defisit. Ketika produsen-produsen yang mengalami defisit ini kehilangan daya saing, otomatis pada periode berikutnya hasil ekspor pun tak akan maksimal dan negara harus dengan terpaksa menambah nilai impornya yang menyebabkan negara masuk dalam kondisi defisit perdagangan berikutnya.

     Memahami defisit adalah langkah pertama untuk mengatasinya jika sampai terjadi.

    Apa yang Menjadi Penyebab Defisit?

    Ada banyak sekali faktor penyebab defisit, salah satunya adalah gagalnya kegiatan pemasaran dan penjualan yang dilakukan oleh suatu perusahaan, sehingga pendapatan yang masuk tak bisa menutup besarnya biaya yang dikeluarkan untuk memastikan operasional perusahaan tetap berjalan.

    Faktor-faktor ini dapat dikategorikan menjadi faktor internal seperti terlalu banyaknya karyawan yang dipekerjakan di suatu perusahaan sehingga keuangan tidak bisa dijalankan secara efisien dan perusahaan menanggung beban yang besar untuk membayar gaji karyawan, atau faktor eksternal, seperti turunnya daya beli masyarakat.

    Untuk faktor internal, tentu perusahaan masih dapat mengupayakan sesuatu untuk mendorong adanya peningkatan penjualan. Namun, untuk faktor eksternal ada banyak sekali hal yang dapat memengaruhi dan tak bisa diselesaikan secara mudah begitu saja. Oleh karena itu, ketika perusahaan mengalami defisit akibat faktor-faktor eksternal, tak jarang tindakan yang dilakukan justru lebih ke arah efisiensi internal.

    Salah satu hal yang dapat menjadi penyebab terjadinya defisit bagi perusahaan adalah berhentinya pelanggan membeli karena tingkat kepuasan yang menurun. Oleh karena itu perusahaan perlu menjaga agar pelanggan tetap puas sehingga bisnis dapat terus bertahan.

    Baca juga: Memahami Risiko Bisnis adalah Langkah Pertama Hindari Rugi

    Faktor Penyebab Defisit Keuangan Negara

    Beda dengan perusahaan, beda pula dengan negara. Di tingkat nasional, penyebab defisit kerap kali dipengaruhi oleh faktor-faktor yang lebih kompleks seperti turunnya daya beli masyarakat, melemahnya nilai tukar mata uang terhadap mata uang negara lain, besarnya biaya yang dikeluarkan untuk melakukan pembangunan, dan stabilitas ekonomi serta politik secara umum.

    Menariknya, setiap faktor ini saling berkaitan dan dapat saling memengaruhi. Turunnya daya beli masyarakat, misalnya saja, dapat membuat pergerakan ekonomi di suatu negara terganggu. Gangguan ini kemudian menyebabkan stabilitas ekonomi serta politik sulit dijaga yang nantinya akan memengaruhi nilai tukar mata uang.

    Oleh karena itu, umumnya setiap penyebab defisit ini ditangani secara serius agar dampaknya bisa ditekan semaksimal mungkin. Jika diperhatikan, umumnya apabila ada gangguan keamanan yang dapat menyebabkan stabilitas negara, pemerintah tak sungkan untuk membentuk tim kasus untuk mengatasinya, kan?

    Selain faktor-faktor tersebut, jangan lupa juga dengan inflasi yang bisa membuat nilai pengeluaran yang diperkirakan pada saat penganggaran ternyata tidak cukup untuk memenuhi pengeluaran tersebut akibat adanya lonjakan harga. Rumit sekali, ya!

    Bagaimana Cara Mengatasi Defisit Perusahaan?

    Setiap pemilik usaha tentu tidak ingin mengalami defisit. Namun, bagaimana jika sewaktu-waktu defisit tersebut terjadi? Bagaimana cara mengatasi defisit perusahaan?

    Efisiensi merupakan salah satu jawabannya. Wajar saja, sebenarnya. Jika defisit merupakan keadaan ketika nilai pengeluaran lebih besar jika dibandingkan dengan pemasukan, tentu cara untuk mengatasinya adalah dengan meningkatkan pemasukan atau mengurangi pengeluaran, kan?

    Nah, masalahnya, tidak semudah itu untuk meningkatkan pendapatan karena banyaknya faktor yang dapat memengaruhinya. Oleh karena itu melakukan efisiensi pengeluaran kerap menjadi pilihan untuk menghadapi defisit.

    Dalam situasi tersebut, efisiensi dapat dilakukan dengan beberapa hal, mulai dari merumahkan karyawan untuk mengurangi besarnya biaya yang harus dikeluarkan guna membayar gaji karyawan, mengurangi jumlah produk yang dihasilkan untuk mengurangi pengeluaran produksi, bahkan menghentikan operasional bisnis untuk sementara waktu.

    Bagi pemilik usaha yang ingin memastikan bisnisnya tetap efisien tanpa mengambil tindakan-tindakan yang sudah disebutkan di atas, coba gunakan fitur-fitur menarik dari aplikasi majoo yang dapat mempermudah proses pengelolaan bisnis secara efektif dan efisien.

    Fitur keuangannya, misalnya saja, tak hanya dapat digunakan untuk mencatat setiap transaksi yang terjadi secara tepat, akurat, dan otomatis, tetapi juga dapat menyajikannya dalam bentuk laporan keuangan yang mudah dipahami untuk mengambil keputusan bisnis terbaik.

    Menyenangkan, bukan? Yuk, segera gunakan aplikasi majoo!

    Baca juga: Apa Itu Inflasi dan Apa Dampaknya bagi Operasional Bisnis?

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!