Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Elastisitas Permintaan!

    Semua yang Perlu Kamu Tahu Tentang Elastisitas Permintaan!

    Elastisitas permintaan berhubungan dengan perubahan harga.

    Dalam ilmu ekonomi, adanya permintaan selalu berhubungan dengan harga serta jumlah barang dan jasa. Perubahan yang terjadi dalam naik-turunnya permintaan biasanya disebabkan oleh beberapa faktor. Untuk mengukur besarnya reaksi konsumen terhadap perubahan harga tersebut, digunakanlah konsep elastisitas permintaan

    Pada teori permintaan, berlaku hukum jika harga suatu barang naik, permintaan akan turun. Sebaliknya, bila harga barang turun, otomatis permintaan barang akan naik. Padahal dalam teori penawaran, semakin tinggi harga barang maka semakin tinggi pula penawarannya, begitu pula sebaliknya.

    Sederhananya, elastisitas permintaan adalah suatu gejala atau indikator kondisi perekonomian. Elastisitas permintaan biasanya ditunjukkan dalam bentuk persentase perubahan kuantitas yang diminta dan harga.

    Baca Juga: Pengertian, Contoh, dan Ciri-ciri Kurva Permintaan

    Pengertian Elastisitas Permintaan 

    Pengertian elastisitas permintaan adalah derajat respon terhadap permintaan atau penawaran yang mempengaruhi perubahan harga. Derajat tersebut menunjukkan seberapa besar permintaan dan penawaran berpengaruh terhadap perubahan harga suatu produk.

    Elastisitas permintaan dikenal juga dengan istilah elasticity of demand. Istilah tersebut berasal dari cara berpikir para ekonom tentang permintaan atas barang atau jasa. Selain itu, sering disebut juga dengan koefisien elastisitas permintaan

    Semakin elastis suatu kurva, semakin sedikit perubahan harga akan menyebabkan perubahan besar dalam kuantitas produk yang dibeli di pasar. Sebaliknya, jika kurva tidak elastis, diperlukan adanya perubahan harga yang lebih besar agar bisa mempengaruhi perubahan kuantitas produk di pasar.

    Jika digambarkan, elastisitas ini dapat diwakili oleh kurva permintaan. Kurva yang lebih elastis akan menjadi horizontal, sedangkan yang tidak elastis akan lebih miring atau cenderung vertikal.

    Dalam hal elastisitas yang dimaksud dengan datar adalah kurva horizontal. Semakin datar elastisitas suatu kurva, semakin dekat kurva tersebut ke bentuk horizontal. Sebuah kurva yang sangat elastis akan menjadi horizontal, semakin kurang elastis akan vertikal, tetapi kedua kondisi ini mewakili situasi yang ekstrim.

    Baca Juga: 10 Prinsip Ekonomi dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Rumus Elastisitas Permintaan

    Elastisitas permintaan atau besar kecilnya perubahan pada permintaan dinyatakan dalam koefisien elastisitas atau bilangan dengan simbol E yang digunakan pada rumus elastisitas permintaan.

    Rumus elastisitas permintaan adalah:

    Ed = △Q / △P x P / Q atau Ed = %△Q / %△P

    Keterangan:

    • ΔQ : besarnya perubahan jumlah permintaan (Q2 – Q1)
    • ΔP : besarnya perubahan harga (P2 – P1)
    • P : harga awal
    • Q : jumlah permintaan awal
    • Ed : elastisitas permintaan

     

    Rumus elastisitas permintaan diperlukan dalam cara menghitungnya.

    Cara Menghitung Elastisitas Permintaan

    Dalam cara menghitung elastisitas permintaan, tentu saja kamu perlu menerapkan penggunaan rumus elastisitas yang sudah disebutkan tadi. Nantinya, hasil dari perhitungan tersebut akan menunjukkan indikator yang bisa menentukkan bentuk kurva permintaan.

    Untuk menghitungnya, bagi persentase perubahan kuantitas yang diminta dengan persentase perubahan harga. Jika rasio ini memberikan hasil lebih dari satu, permintaan itu dianggap elastis. Misalnya, kuantitas yang diminta naik 10% saat harga turun 5%. Rasionya adalah 0,10 / 0,05 = 2.

    Hasil perhitungan yang didapat dari cara menghitung elastisitas permintaan dapat dikategorikan menurut jenis elastisitas permintaan, yaitu:

    1. E > 1, berarti permintaan tersebut elastis 
    2. E = 1, berarti permintaan tersebut unitary elasticity 
    3. E < 1, berarti permintaan inelastis 
    4. E = ~, berarti permintaan elastis sempurna 
    5. E = 0, berarti permintaan inelastis sempurna

    Permintaan elastis sempurna menunjukkan kuantitas yang diminta mengalami peningkatan hingga tak terbatas ketika harga turun berapa pun jumlahnya. Kesempurnaan ini tentu saja, hampir tidak mungkin terjadi dalam kehidupan nyata. Namun, banyak komoditas yang hampir mendekati skenario tersebut, karena mereka sangat kompetitif. 

    Kurva Elastisitas Permintaan 

    Bentuk kurva elastisitas permintaan tergantung dari hasil perhitungannya. Seperti sudah dibahas tadi, elastisitas permintaan menunjukkan kuantitas yang dibeli memiliki hubungan terbalik dengan harga. 

    Kurva elastisitas permintan akan memberikan informasi seberapa banyak jumlah yang dibeli berkurang saat harga naik. Dalam skenario permintaan elastis, kuantitas yang diminta akan berubah lebih banyak daripada harga. 

    Jika harga berada pada sumbu y dan permintaan berada pada sumbu x, kurva elastisitas permintaan akan terlihat lebih rendah dan lebih datar daripada jenis permintaan lainnya. Semakin elastis permintaannya, semakin datar kurva tersebut.

    Berikut beberapa contoh kurva elastisitas penawaran dalam berbagai kondisi. 

    Baca Juga: Definisi dan Contoh Kurva Penawaran dalam Bisnis

    Jenis-Jenis Elastisitas Permintaan

    Tadi juga sudah sempat disebutkan bahwa terdapat beberapa jenis elastisitas permintaan menurut ilmu ekonomi, yakni:

    Permintaan Elastis

    Permintaan barang elastis dilambangkan dengan nilai E lebih dari 1. Seperti kamu tahu, jumlah barang yang diminta masyarakat sangat dipengaruhi oleh rendah atau tingginya harga. Penurunan harga barang normal akan mengakibatkan peningkatan kuantitas yang diminta.

    Permintaan Tidak Elastis

    Permintaan barang tidak elastis dilambangkan dengan nilai E kurang dari 1. Kenaikan atau penurunan harga suatu barang tidak mempengaruhi jumlah permintaan masyarakat.

    Permintaan suatu barang dapat dikatakan inelastis apabila jumlah barang yang diminta tidak berubah akibat adanya perubahan harga. Barang dan jasa yang tidak memiliki substitusi atau substitusi diklasifikasikan sebagai kategori permintaan tidak elastis. Permintaan yang tidak elastis juga sangat identik dengan permintaan barang kebutuhan pokok, sehingga barang menjadi tidak elastis, meskipun mungkin konsumen tidak membutuhkannya.

    Permintaan/Uniter Normal

    Elastisitas permintaan normal adalah persentase perubahan kuantitas yang diminta sama dengan persentase perubahan harga. Elastisitas ini bisa disebut sebagai pembatas antara permintaan elastis dan inelastis. 

    Permintaan Elastis Sempurna (Tak Terbatas)

    Elastisitas sempurna atau tak terbatas terjadi ketika konsumen di pasar mampu membeli semua barang yang dijual dengan nilai harga yang ditawarkan. Sedikit kenaikan harga akan menyebabkan permintaan menjadi nol (0).

    Permintaan Inelastis Sempurna

    Jenis elastisitas permintaan yang terakhir adalah permintaan inelastis sempurna. Pada tahap ini, adanya perubahan harga tidak mempengaruhi kuantitas produk yang diminta. Kurva akan berbentuk vertikal, artinya berapapun harga yang ditawarkan, kuantitas produk atau jasa tidak berubah. 

    Faktor yang Mempengaruhi Elastisitas Permintaan

    Adanya elastisitas permintaan dan bentuk kurvanya, tentu tidak hanya dipengaruhi oleh perubahan harga barang atau jasa. Masih ada beberapa faktor yang mempengaruhi elastisitas permintaan lainnya, seperti: 

    Sifat Komoditas

    Elastisitas permintaan harga cukup bervariasi dan menyesuaikan dengan sifat komoditi tersebut. Contohnya, elastisitas permintaan harga barang-barang kebutuhan seperti garam, gula, korek api, dan sejenisnya adalah kurang dari satu. Kenapa seperti itu? Karena setiap perubahan harga komoditas tersebut tidak memengaruhi permintaan, konsumen bisa dipastikan akan membeli komoditas tersebut meskipun terjadi perubahan harga.

    Sebaliknya. elastisitas permintaan harga barang-barang mewah seperti emas, perhiasan, dan sejenisnya akan lebih besar dari satu. Alasannya karena meskipun perubahan harga mengalami sedikit kenaikan, akan berdampak besar pada permintaan mereka. 

    Adanya Ketersediaan Barang Pengganti

    Barang pengganti mengacu pada barang-barang yang dapat digunakan di tempat lain, misalnya teh dan kopi, biskuit Oreo dan Biskuat, dll. Apabila terjadi perubahan harga menjadi lebih rendah, akan menyebabkan lebih banyak permintaan untuk barang tersebut.

    Baca Juga: Barang Substitusi adalah: Definisi, Ciri-Ciri, dan Contohnya

    Pendapatan Konsumen

    Bagi sebagian konsumen yang berpenghasilan tinggi dan rendah, permintaannya tidak elastis, sedangkan untuk kelompok berpenghasilan menengah permintaannya elastis. Alasannya, setiap terjadi perubahan harga menyebabkan kontraksi atau perluasan permintaan oleh kelompok menengah. Di sisi lain, dampaknya sangat kecil terhadap permintaan masyarakat berpenghasilan tinggi dan rendah.

    Kebiasaan Konsumen

    Barang-barang seperti rokok, alkohol, kopi, dan sejenisnya, yang menjadi bagian dari kebiasaan konsumen akan memiliki permintaan yang tidak elastis. Setiap perubahan harga pada barang-barang tersebut tidak akan menyebabkan perubahan permintaan.

    Jangka Waktu

    Permintaan untuk komoditas apa pun bisa ditetapkan tidak elastis untuk jangka waktu yang lebih pendek sedangkan elastis untuk jangka waktu yang lebih lama. Alasannya, karena selera, preferensi, dan kebiasaan konsumen akan dalam jangka panjang. Dengan kata lain, kenaikan harga suatu komoditas akan menyebabkan kontraksi permintaan dan jatuhnya harga mengarah pada perpanjangan permintaan dalam jangka panjang.

    Permintaan Bersama

    Barang-barang pelengkap seperti mobil dan bensin, tinta dan pulpen, kamera dan film dll memiliki permintaan yang tidak elastis. Kenaikan harga bensin mungkin tidak menyusut apabila tidak ada penurunan permintaan mobil.

    Permintaan Peak dan Off-Peak

    Permintaan komoditas selama waktu sibuk atau peak tidak elastis, sebaliknya selama waktu tidak sibuk atau off peak lebih elastis. Pola ini terutama berlaku dalam kasus transportasi dan fasilitas akomodasi hotel.

    Proporsi Pendapatan yang Dibelanjakan pada Suatu Komoditas

    Komoditas seperti pasta gigi, semir sepatu, dan sejenisnya, yang bisa menghabiskan hanya sebagian kecil dari pendapatan memiliki permintaan yang tidak elastis.

    Setiap perubahan harga barang-barang ini tidak akan mempengaruhi permintaan, sedangkan untuk barang-barang yang menghabiskan sebagian besar pendapatan, memiliki permintaan elastis seperti pakaian, makanan, dll. Perubahan harga barang-barang ini berdampak besar pada permintaannya.

    Adanya Penundaan Penggunaan

    Komoditas yang permintaannya bisa ditunda akan memiliki permintaan elastis. Misalnya, apabila permintaan untuk membangun rumah bisa ditunda, permintaan bahan bangunan seperti batu bata, kapur semen, pasir dll pun secara otomatis akan menjadi elastis.

    Di sisi lain, komoditas yang permintaannya tidak bisa ditunda, seperti makanan saat lapar atau minum saat haus, memiliki permintaan yang tidak elastis.

    Kesimpulan 

    Itulah pengertian elastisitas permintaan yang sering menjadi pembahasan utama dalam ilmu ekonomi dan kehidupan bisnis. Pengertian elastisitas permintaan adalah derajat respon terhadap permintaan atau penawaran yang mempengaruhi perubahan harga. Derajat tersebut menunjukkan seberapa besar permintaan dan penawaran berpengaruh terhadap perubahan harga suatu produk.

    Elastisitas permintaan (elasticity of demand) sering disebut juga dengan koefisien elastisitas permintaan. Ada kalanya, barang tertentu tidak bisa diklasifikasikan sebagai elastisitas permintaan karena permintaan barang tersebut tergolong musiman atau adanya perubahan kuantitas yang diminta selalu berubah, bukan karena dipengaruhi oleh harga.

    Bisa disimpulkan bahwa elastisitas permintaan terhadap harga harus menjadi pertimbangan penting saat kamu mengembangkan produk dan strategi pemasaran bisnismu. Bahkan, bisa pula menjadi salah satu faktor yang menentukan penetapan harga. 

    Pada akhirnya, penetapan harga adalah proses yang harus kamu integrasikan untuk meningkatkan keuntungan dalam bisnis. Untuk memudahkan kamu sebagai pebisnis dalam melakukan pemantauan keuntungan dan penetapan harga, kamu harus melakukan penghitungan nilai keseluruhan bahan baku dalam pembuatan produk dan pencatatan keuangan bisnis. 

    Jika dilakukan secara manual, perhitungan seperti ini tentunya akan cukup menguras waktu dan energi, belum lagi bila ternyata hasilnya malah tidak akurat karena ada beberapa kesalahan saat melakukan input data. Kadang bikin kesal, ya. 

    Tenang, sekarang semuanya sudah bisa kamu lakukan secara terkomputerisasi dan tentunya terintegrasi dengan beberapa divisi lain pada perusahaan atau bisnismu. Syaratnya, kamu harus berlangganan majoo, aplikasi keuangan dengan fitur lengkap yang akan membantu mengatur operasional bisnismu. Adanya fitur analisis bisnis yang disediakan oleh majoo akan membuatmu lebih mudah dalam mencatat semua laporan keuangan menggunakan aplikasi kasir online yang kamu butuhkan. Yuk, upgrade level bisnismu sekarang! 

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.