Table of Content

    Fungsi, Tujuan, dan Jenis Kemasan Produk yang Baik

    Kemasan adalah wadah kemas atau pembungkus suatu produk

    Kemasan produk tidak dapat dipisahkan dari proses distribusi ataupun pemasaran. Melalui kemasan produk, masyarakat bisa mendapatkan banyak manfaat yang menghasilkan rasa aman dan kenyamanan dalam penggunaannya.

    Secara umum, kemasan dapat berarti suatu material pembungkus suatu produk yang digunakan untuk melindungi dari terjadinya kerusakan dari produk tersebut. Maka dari itu, peran kemasan produk sangatlah penting bagi produk itu sendiri.

    Kemasan Produk

    Kemasan menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) adalah bungkus pelindung dalam suatu barang dagangan yang dihasilkan dari kegiatan mengemas.

    Rodrigues berpendapat bahwa kemasan produk adalah kemasan yang mengubah kondisi dari bahan pangan dengan penambahan senyawa aktif sehingga mampu memperpanjang usia simpan dari bahan pangan yang dikemas dan juga meningkatkan keamanan serta tetap mempertahankan kualitas.

    Di sisi lain, William J.Stanton mendefinisikan kemasan (packaging) sebagai seluruh kegiatan merancang dan memproduksi bungkus/kemasan suatu produk.

    Philip Kotler dan Gary Armstrong berpendapat bahwa definisi kemasan produk adalah salah satu kegiatan yang mencakup desain dan produk, sehingga kemasan yang terdapat pada produk bisa berfungsi dengan baik dan produk yang ada didalamnya bisa terlindungi.

    Sedangkan Tjiptono mengartikan kemasan adalah wadah kemas atau pembungkus suatu produk. 

    Dari beberapa definisi kemasan di atas, dapat disimpulkan bahwa kemasan produk adalah suatu material yang digunakan untuk membungkus produk dan berfungsi untuk meningkatkan keamanan serta mempertahankan kualitas produk tersebut

    Fungsi Kemasan Produk

    Kemasan produk memiliki fungsi yang beragam. Tidak hanya sebagai tempat, namun juga bisa menjadi sebuah identitas bagi perusahaan. Adapun fungsi kemasan produk yang perlu kamu ketahui adalah sebagai berikut:

    1. Fungsi Protektif

    Fungsi ini berkaitan dengan proteksi pada produk, perbedaan iklim, prasarana transportasi, dan saluran distribusi yang berdampak pada pengemasan. Dengan penggunaan kemasan yang mampu melindungi, konsumen tidak perlu mengkhawatirkan produk yang diterima akan rusak atau cacat.

    2. Fungsi Promosional

    Untuk mempermudah dalam melakukan proses promosi, perusahaan akan mempertimbangkan kecenderungan konsumen terhadap beberapa aspek seperti warna, ukuran, serta penampilan produk.

    Kemasan produk yang digunakan dalam proses promosi memiliki fungsi untuk:

    1. Self service, kemasan produk dapat menjelaskan ciri khas dari sebuah produk yang dijual, hal ini memungkinkan setiap produk akan memiliki bentuk kemasan yang berbeda-beda.
    2. Consumer Affluence, desain kemasan produk yang kreatif, kenyamanan, keandalan, tampilan, dan prestise dari kemasan yang berkualitas tinggi terbukti mampu mempengaruhi konsumen untuk membeli produk meskipun harus membayar dengan harga yang tinggi.
    3. Company and Brand Image, kemasan merupakan brand image dari perusahaan. Kemasan yang dirancang dengan baik dapat memberikan kekuatan bagi perusahaan, dengan demikian konsumen akan lebih mudah mengenali perusahaan atau merek produk yang ditawarkan.
    4. Innovation Opportunity, inovasi yang dilakukan berkaitan dengan kemasan produk akan memberikan manfaat baik bagi konsumen maupun perusahaan. Tentunya hal ini juga bisa menguntungkan bagi perusahaan tersebut.

    Baca juga: Memilih Kemasan Unik sebagai Cara Memasarkan Produk

    Tujuan Kemasan Produk

    Selain memiliki fungsi, kemasan produk juga memiliki bermacam-macam tujuan, beberapa di antaranya adalah sebagai berikut:

    1. Physical Production yang artinya kemasan memiliki tujuan untuk melindungi produk dari getaran, suhu, guncangan, atau tekanan.
    2. Barrier Protection yang artinya penggunaan kemasan bertujuan untuk melindungi dari hambatan, oksigen, uap air, atau debu.
    3. Containment or Agglomeration adalah suatu benda yang dikelompokkan dalam satu paket sehingga proses transportasi dan penanganannya lebih efisien.
    4. Reducing Theft, yaitu kemasan yang tidak dapat ditutup kembali atau kemasan yang akan rusak secara fisik, ini digunakan untuk menghindari tindakan pencurian ketika produk ada dalam perjalanan.
    5. Convenience, yakni fitur yang menambah kenyamanan dalam proses distribusi, penanganan, penjualan, pembukaan, penutupan kembali, penggunaan, digunakan kembali, dan tampilannya.
    6. Marketing yaitu kemasan dan label yang bertujuan untuk memasarkan produknya dan mengajak konsumen membeli produk tersebut.

     Penggunaan kemasan yang baik diyakini mampu membantu perusahaan untuk membangun ekuitas merek dan mendorong terjadinya peningkatan dalam penjualan.

    Jenis Kemasan Produk

    Kemasan produk memiliki beberapa jenis yang dikelompokkan berdasarkan:

    1. Struktur Isi

    Berdasarkan struktur isinya, kemasan dibedakan menjadi tiga jenis, yakni:

    • Kemasan Primer, yakni bahan yang diolah menjadi wadah langsung untuk bahan makanan, seperti botol minum dan kaleng susu.
    • Kemasan Sekunder, yakni kemasan yang berfungsi untuk memberikan perlindungan pada kemasan primer, seperti kotak kardus dan kotak peti kayu.
    • Kemasan Tersier, yakni kemasan yang dapat digunakan untuk melindungi produk dalam proses penyimpanan, identifikasi, atau pengiriman. 

    2. Frekuensi Pemakaian

    Jenis kemasan berdasarkan frekuensi pemakaian juga dibedakan menjadi beberapa macam, seperti:

    • Kemasan Disposable, yaitu kemasan yang hanya bisa digunakan satu kali, seperti kemasan daun pisang dan plastik.
    • Kemasan Multi Trip, yaitu kemasan yang bisa digunakan berkali-kali dan bisa dikembalikan kepada penjual untuk digunakan kembali, seperti botol kaca pada saus atau galon air minum.
    • Kemasan Semi Disposable, yaitu kemasan yang bisa digunakan kembali oleh konsumen, seperti botol kaca sirup atau kaleng biskuit.

    3. Tingkat Kesiapan Pakai

    Kemasan produk jenis ini terbagi menjadi dua, yakni:

    • Kemasan Siap Pakai adalah kemasan yang siap diisi dan digunakan yang sejak pertama kali diproduksi sudah berbentuk atau berwujud, misalnya kaleng atau botol.
    • Kemasan Siap Dirakit adalah kemasan produk yang membutuhkan perakitan ulang sebelum akhirnya bisa diisi dengan produk tersebut, misalnya adalah aluminium foil, kertas kemas, dan plastik.

    Baca juga: Menonjolkan Brand Awareness dalam Kemasan Produk UMKM

    Kriteria Kemasan Produk yang Baik

    Penggunaan kemasan yang baik diyakini mampu membantu perusahaan untuk membangun ekuitas merek dan mendorong terjadinya peningkatan dalam penjualan. Kemasan produk bisa dikatakan baik apabila telah memenuhi sepuluh kriteria kemasan yang berkualitas berikut ini:

    1. Praktis

    Kemasan sangat diperlukan untuk memudahkan pengiriman yang dilakukan oleh perusahaan, memudahkan pengangkutan produk, dan mempermudah dalam proses penyimpanan serta penataannya.

    2. Bersifat non toxic atau inert

    Kemasan dibutuhkan untuk mempertahankan kondisi produk yang ada didalamnya baik dari segi warna, rasa, aroma, serta tidak menimbulkan reaksi kimia yang dapat merusak kondisi produk.

    3. Aman

    Aman di sini dapat berarti penggunaan kemasan mampu melindungi keamanan internal produk dan menghindari gangguan eksternal yang mungkin terjadi, seperti panas atau dingin, sinar matahari, bau tidak sedap, benturan, gesekan, dan lain sebagainya.

    4. Kedap air

    Kemasan yang akan digunakan harus mampu mempertahankan kelembaban di bawah tekanan tertentu supaya air tidak masuk ke dalam kemasan yang nantinya bisa mengganggu atau merusak internal produk.

    5. Tidak mudah bocor

    Agar tidak terjadi kebocoran, pengemasan perlu dilakukan dengan baik dan kemasan yang digunakan memiliki kepadatan bahan yang baik. Sehingga, produk internal terjaga saat terjadi guncangan atau gangguan eksternal lainnya.

    6. Tahan panas

    Kemasan yang baik membutuhkan ketahanan panas yang baik pula. Tujuannya adalah agar produk yang ada didalamnya dapat terjaga kondisinya dengan maksimal.

    7. Efisien

    Kemasan yang baik akan mempertimbangkan efisiensi dan efektifitas yang dibutuhkan untuk menggunakannya. Semakin mudah digunakan, semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk mempersiapkannya.

    8. Menarik

    Selain berfungsi untuk melindungi isi produk, kemasan produk juga harus mampu menciptakan daya tarik bagi konsumennya. Sebagai brand image dari suatu perusahaan, kemasan pada produk yang digunakan bisa menjadi media promosi yang efektif.

    9. Ekonomis

    Hal ini mengacu pada kebutuhan ekonomi masyarakatnya. Dengan kata lain, pengemasan haruslah dapat memenuhi permintaan pasar, kelompok sasaran, dan tujuan pembelinya.

    10. Terstandarisasi

    Pengemasan yang baik membutuhkan waktu untuk memenuhi standar yang telah ditetapkan, termasuk pada ukuran, bentuk, berat, serta mudah ditangani dan diolah kembali.

    Baca juga: Bagasse Box, Kemasan Produk Ramah Lingkungan

    Tips Membuat Kemasan Produk yang Baik

    Setelah kamu memahami komponen penting dari kemasan produk, kini saatnya memberikan beberapa tips untuk membuat kemasan produk yang menarik.

    1. Desain Kemasan yang Unik

    Salah satu hal yang penting dalam pembuatan kemasan produk adalah kamu harus mendesain kemasan dengan lebih inovatif, unik, dan berbeda dari yang lainnya. 

    Dengan membuat kemasan yang unik, maka minat masyarakat terhadap produk yang kamu tawarkan akan meningkat.

    2. Sesuaikan dengan Target Pasar

    Pastikan ketika kamu membuat desain kemasan produk disesuaikan dengan target pasar yang ingin kamu capai. Jika target pasarmu adalah mereka yang berusia 5-12 tahun, maka sebaiknya kamu membuat kemasan produk yang disukai oleh mereka dengan rentang usia tersebut. 

    Begitu pula jika target pasar yang kamu tuju adalah orang-orang berusia 30-50 tahun.

    3. Diferensiasi Ukuran

    Ada baiknya jika produk yang ingin kamu pasarkan memiliki berbagai variasi ukuran. Terlebih lagi jika produk yang ingin dijual adalah produk baru. 

    Variasi ukuran seperti small, medium, atau large ini disediakan agar konsumen yang masih ragu dengan produk tersebut bisa mencicipinya dengan membeli produk dengan ukuran yang lebih kecil.

    4. Mencantumkan Informasi Produk yang Lengkap

    Mencantumkan informasi produk pada setiap kemasan juga merupakan hal yang penting. Dengan menuliskan komposisi produk, jenis, cara konsumsi, hingga tanggal kadaluarsa ini akan sangat membantu konsumen untuk menyesuaikan kebutuhan mereka dengan produk yang ingin dikonsumsi.

    Penutup

    Pada dasarnya, kemasan produk merupakan satu hal yang yang sama pentingnya dengan produk itu sendiri. Memberikan kemasan pada produk berguna untuk melindungi dan mencegah terjadinya kerusakan pada produk, mempertahankan kondisi produk, dan meningkatkan nilai jual produk tersebut.

    Di sisi lain, kemasan produk juga bisa digunakan sebagai identitas suatu perusahaan yang akan memudahkan masyarakat mengenali produk yang ditawarkan oleh perusahaan tersebut.

    Peran kemasan produk tidak hanya sampai di situ. Terbukti dengan desain kemasan produk yang menarik, penggunaan kemasan pada produk mampu meningkatkan penjualan dan memberi kemudahan dalam mempromosikannya.

    Faktanya, penggunaan kemasan produk bisa meningkatkan daya jual dari produk yang akan ditawarkan. Apalagi jika pada kemasan tersebut tercantum informasi-informasi penting yang berkaitan dengan produk tersebut, seperti komposisi, cara mengonsumsi, dan tanggal kadaluarsa.

    Selanjutnya, agar pengembangan bisnis yang kamu lakukan lebih mudah, kamu bisa memanfaatkan fitur yang ada pada aplikasi majoo, apalagi jika media pemasaran yang kamu lakukan menggunakan marketplace digital, aplikasi ini bisa menghubungkan pencatatan dengan marketplace lain yang kamu gunakan. Simple kan. Yuk, daftarkan bisnismu segera!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?