Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Pengertian Hukum Permintaan, Jenis-Jenis, dan Contohnya

    Pengertian Hukum Permintaan dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Dalam kehidupan sehari-hari, terutama dalam ilmu ekonomi, kita akan berhubungan dengan permintaan dan penawaran. Kedua hal itu akan selalu berkaitan dan tidak bisa dipisahkan.

    Dalam permintaan dan penawaran, terdapat teori yang menjelaskan tentang interaksi atau transaksi antara penjual yang menjual sebuah barang dan pembeli yang menginginkan barang tersebut. Teori ini disebut dengan hukum permintaan dan hukum penawaran. Kedua teori tersebut digunakan untuk mendefinisikan pengaruh keinginan atas suatu barang atau jasa terhadap harga jualnya.

    Hukum permintaan dan hukum penawaran merupakan salah satu hukum dasar dalam ilmu ekonomi. Dalam kehidupan nyata, permintaan dan penawaran merupakan dua hal yang saling berlawanan.

    Baca juga: Memahami Permintaan: Faktor, Jenis, dan Fungsinya

    Sebagai contoh, sebuah toko roti atau bakery menjual donat yang sangat enak, sehingga banyak orang yang berbondong-bondong membelinya. Merasa di atas angin, pada suatu hari, sang pemilik tiba-tiba memutuskan untuk menaikkan harga donat tersebut menjadi dua kali lipat. Ia meyakini bahwa meskipun harga donat dinaikkan, akan tetap ada yang membeli produknya.

    Kenyataannya hal tersebut tidak terjadi. Donat yang tadinya laku terjual jadi terbuang sia-sia. Konsumen merasa kesal karena kenaikan harga donat hingga dua kali lipat. Kisah tadi merupakan contoh hukum permintaan.

    Dari kasus yang sama, karena tidak ada lagi konsumen yang membeli donatnya, sang pemilik memutuskan untuk menurunkan harganya kembali. Namun, kali ini pemilik akan menjualnya dalam jumlah yang tidak terlalu banyak untuk mempertahankan persediaan para pemasok. Hal ini merupakan contoh dari hukum penawaran.

    Setelah memahami kasus tersebut, majoo akan lebih lanjut tentang pengertian hukum permintaan, jenis-jenis hukum permintaan, serta faktor yang memengaruhi. Jadi, simak artikel ini sampai selesai, ya.

    Pengertian Hukum Permintaan

    Secara umum, permintaan adalah sejumlah barang yang dibeli atau diminta pada suatu harga dan waktu tertentu. Permintaan biasanya terjadi dalam kegiatan jual beli. Misalnya, permintaan suatu barang yang akan dibeli oleh konsumen. Dari sana, lahirlah hukum permintaan.

    Hukum permintaan merupakan konsep paling fundamental dalam aktivitas ekonomi. Hukum permintaan menjelaskan tentang peranan pasar dalam menentukan harga barang dan jasa. Selain itu, hukum penawaran terjadi karena semua manusia ingin mencari kepuasan atau keuntungan sebesar-besarnya.

    Beberapa pakar ekonomi menjelaskan pengertian hukum permintaan. Menurut Riwayanti dan Markonah (2008), hukum permintaan adalah hubungan antara harga komoditas dengan jumlah yang diminta atau dibeli dengan asumsi variabel lainnya konstan (ceteris paribus).

    Baca juga: Ceteris Paribus adalah Jargon Ekonomi. Apa Artinya?

    Sementara itu, Gaspersz (2011) menjelaskan bahwa hukum permintaan berbunyi jika kuantitas produk yang diminta konsumen berhubungan terbalik atau negatif dengan harga produk. Biasanya hal ini terjadi dengan asumsi seluruh variabel permintaan dianggap konstan.

    Senada dengan pendapat ahli tersebut, bunyi hukum permintaan adalah sebagai berikut:

    "Jika harga suatu barang meningkat, maka jumlah barang yang diminta akan turun. Sebaliknya, jika harga suatu barang turun, maka jumlah barang yang akan diminta akan meningkat."

    Dengan kata lain, hukum permintaan adalah suatu teori ekonomi yang menjelaskan tentang hubungan negatif antara tingkat harga dengan jumlah barang atau jasa yang diminta. Jadi, terjadi hubungan yang berlawanan arah antara harga barang dengan permintaan.

    Hukum permintaan merupakan bukti logis dari aktivitas manusia dalam perekonomian. Apabila harga suatu barang naik, maka masyarakat akan mencari barang lain sebagai penggantinya yang harganya tidak mengalami kenaikan atau lebih murah.

    Melalui hukum permintaan, ilmu ekonomi mempelajari tentang perilaku manusia dalam memenuhi keinginan mereka yang tidak terbatas. Sebab, secara alami, manusia akan memprioritaskan keinginan dan kebutuhan yang lebih mendesak daripada yang kurang mendesak dalam perilaku ekonomi mereka.

    Dari sisi penjual, untuk meraih keuntungan setinggi-tingginya, ia akan memproduksi barang lebih banyak sehingga mendapatkan keuntungan yang semakin besar.

    Jenis-Jenis Permintaan

    Berdasarkan daya beli masyarakat, permintaan dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu permintaan efektif, permintaan potensial, dan permintaan absolut. Berikut penjelasannya.

    Permintaan Absolut

    Permintaan absolut adalah permintaan atas barang atau jasa yang tidak diiringi dengan kemampuan untuk membeli. Artinya, masyarakat hanya bisa berangan-angan untuk memiliki suatu barang atau jasa. Contohnya, Daniel ingin membeli kursi gaming yang harganya Rp5.000.000, sedangkan ia hanya memiliki uang Rp1.000.000.

    Permintaan Potensial

    Permintaan potensial adalah permintaan atas suatu barang atau jasa yang didukung dengan kemampuan daya beli. Namun, pembelian atas barang atau jasa tersebut masih berupa rencana membeli karena mereka masih menimbang-nimbang.

    Contohnya, Rahma berencana membeli sepasang sepatu dengan kisaran harga Rp2.500.000. Namun, ia masih belum memutuskan sepatu merek apa yang akan dibeli.

    Permintaan Efektif

    Permintaan efektif adalah permintaan atas suatu barang atau jasa yang dilakukan sesuai dengan daya beli yang dimiliki. Misalnya, Rahma ingin membeli sepatu dengan kisaran harga Rp2.500.000, namun ia akhirnya lebih memilih untuk membeli sepatu seharga Rp1.500.000.

    Selain berdasarkan daya beli, permintaan dapat dibagi berdasarkan subyek pendukungnya, yaitu permintaan individual dan permintaan kolektif/pasar. Berikut penjelasannya:

    Permintaan Individu

    Permintaan individu adalah permintaan yang dilakukan oleh seorang pembeli terhadap barang atau jasa yang akan digunakan untuk memenuhi kebutuhannya.

    Permintaan Kolektif/Pasar

    Permintaan kolektif atau pasar adalah permintaan yang dilakukan oleh konsumen secara keseluruhan di dalam pasar.

    Faktor yang Memengaruhi Permintaan

     Pengertian Hukum Permintaan dan Contohnya Dalam Kehidupan Sehari-hari

    Adanya hukum permintaan terjadi karena adanya faktor yang memengaruhi permintaan. Berikut faktor-faktor yang memengaruhi permintaan pada hukum permintaan.

    1. Sifat Komoditas

    Tidak semua jenis komoditas barang akan memengaruhi permintaan. Sebagai contoh, kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok seperti beras, gula, telur, minyak goreng, dan sejenisnya tidak akan memengaruhi permintaan karena konsumen akan tetap membeli komoditas tersebut meskipun ada perubahan harga.

    Sebaliknya, untuk komoditas emas, smartphone, televisi, kendaraan bermotor, dan lain sebagainya akan berdampak besar pada permintaan pembeli.

    Baca juga: Penawaran Adalah: Jenis, Fungsi, dan Hal yang Memengaruhinya

    2. Ketersediaan Barang Substitusi

    Ketersediaan barang substitusi atau barang pengganti di pasar dengan harga wajar akan memengaruhi permintaan. Misalnya, jika harga teh turun, maka orang akan membeli lebih banyak teh daripada membeli kopi.

    3. Barang dengan Penggunaan Berbeda

    Barang yang dapat digunakan untuk berbagai keperluan akan memengaruhi permintaan. Adanya kenaikan harga di suatu komoditas menyebabkan penurunan penggunaan komoditas.

    Misalnya, susu yang digunakan untuk membuat keju atau yogurt. Namun, saat harga susu mengalami kenaikan, maka susu akan digunakan hanya untuk diminum, tidak untuk digunakan dalam bentuk lain.

    4. Pendapatan Konsumen

    Besarnya pendapatan konsumen juga memengaruhi permintaan. Secara umum, kelompok yang berpenghasilan tinggi dan rendah permintaannya tidak elastis. Sementara itu, permintaan kelompok berpenghasilan menengah cenderung elastis.

    5. Tingkat Harga

    Komoditas yang harganya tinggi biasanya tidak menyebabkan perubahan pada permintaan. Namun, untuk barang-barang yang sifatnya primer seperti sandang atau pangan akan mengalami elastisitas permintaan.

    6. Jangka Waktu

    Hukum permintaan juga dipengaruhi jangka waktu tertentu. Jika jangka waktunya lebih pendek, maka tidak elastis. Jika jangka waktunya panjang, maka permintaannya akan elastis.

    7. Permintaan Peak dan Off-peak

    Permintaan komoditas saat waktu sibuk atau peak menjadi tidak elastis. Sebaliknya, jika tidak sibuk atau off-peak akan lebih elastis. Biasanya pola permintaan ini terjadi dalam komoditas transportasi.

    8. Jumlah Penduduk

    Secara umum, meningkatnya jumlah penduduk akan dibarengi oleh tersedianya kesempatan kerja. Semakin banyak orang yang bekerja dan menerima pendapatan, maka akan menambah daya beli masyarakat. Dengan semakin besar daya beli masyarakat, maka jumlah permintaan akan bertambah.

    9. Selera Konsumen

    Dalam faktor permintaan ini, semakin tinggi selera konsumen mengenai sebuah barang, semakin tinggi pula permintaan dari barang tersebut. Untuk mengetahui selera konsumen, produsen dapat melihat indeks preferensi konsumen. Indeks ini akan selalu diperbarui berdasarkan hasil survei tingkah laku konsumen terhadap sebuah barang atau jasa.

    Baca juga: Berbagai Aspek Pemasaran yang Perlu Diketahui Pemilik Usaha

    10. Prediksi Masa Depan

    Ramalan terhadap masa depan ikut memengaruhi permintaan. Contohnya, pakar ekonomi meramalkan di tahun depan akan terjadi kenaikan harga bahan pokok. Setelah mendengar hal itu, masyarakat mulai berbondong-bondong membeli barang tersebut.

    Kesimpulan

    Hukum penawaran adalah pondasi dari aktivitas ekonomi. Oleh karena itu, baik hukum permintaan maupun hukum penawaran dijadikan sebagai acuan oleh para pelaku ekonomi untuk menjalankan usahanya.

    Secara umum, berikut beberapa kondisi yang menjelaskan tentang pengertian hukum permintaan:

    • Saat permintaan meningkat: Jika harga suatu produk sedang rendah, maka jumlah produk yang diminta akan bertambah.
    • Ketika permintaan menurun: Jika harga suatu produk naik, maka jumlah produk yang diminta akan menurun.

    Kamu yang aktif sebagai pelaku bisnis atau wirausahawan, wajib memahami memahami hal tersebut. Untuk meningkatkan performa bisnismu, gunakan aplikasi kasir majoo yang memberikan layanan fitur aplikasi inventory. Dengan begitu, kamu bisa melihat dan memantau catatan stok yang berhubungan dengan penawaran.

    Yuk, berlangganan majoo sekarang juga!

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!