Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Cara Menghitung Inventory Turnover dengan Rumus yang Tepat!

    Cara Menghitung Inventory Turnover dengan Rumus yang Tepat!

    Setiap pemilik usaha sebaiknya mengetahui cara menghitung inventory turnover ratio

    Setiap pemilik usaha sebaiknya mengetahui cara menghitung inventory turnover dalam pengelolaan bisnisnya. Kenapa? Karena hasil penghitungan yang dilakukannya akan sangat berguna pada saat menyusun strategi bisnis; baik untuk kegiatan penjualan maupun pemasaran.

    Namun, agaknya sulit juga untuk dengan tepat menghitung perputaran inventaris ini apabila pengertiannya sendiri masih belum dipahami dengan benar, kan? Jangan keburu cemas, karena kita bisa membahas serba-serbi terkait elemen bisnis yang satu ini dengan mendetail, mulai dari pengertiannya, rumus penghitungannya, serta contoh yang bisa membantu untuk memahaminya dengan lebih mudah.

    Sudah siap untuk menyimak? Langsung saja kita mulai pembahasannya!

    Pengertian Inventory Turnover

    Jika diartikan secara lepas, istilah yang diambil dari bahasa Inggris ini dapat diterjemahkan sebagai perputaran inventaris. Sayangnya, penggunaan kata inventaris sendiri sebenarnya kurang tepat karena selama ini kita mengenal inventaris sebagai daftar barang-barang yang menjadi milik perusahaan, baik yang digunakan dalam operasional sehari-hari maupun barang lain yang sifat kepemilikannya sementara.

    Padahal, arti inventory pada inventory turnover adalah barang-barang hasil produksi yang rencananya akan dijual atau didistribusikan kepada pelanggan. Sehingga istilah yang tepat digunakan sebagai terjemahan sebenarnya adalah perputaran persediaan karena istilah persediaan sendiri sudah umum digunakan dalam dunia bisnis untuk merujuk pada barang produksi yang akan dijual.

    Dengan kata lain, yang dimaksud dengan perputaran persediaan adalah kecepatan perputaran dari barang-barang persediaan sejak dijual dan diperoleh kembali melalui pemesanan ulang maupun repetisi proses produksi. Sering kali, penghitungan ini dilakukan untuk mengetahui kecepatan pelaku usaha dalam menjual persediaan produk pada periode tertentu.

    Baca juga: Persediaan adalah: Pengertian dan Manfaatnya bagi Bisnis

    Fungsi Inventory Turnover

    Dari pengertian di atas, tentu sudah ada yang bisa menebak mengapa penting bagi seorang pelaku usaha untuk mengetahui cara menghitung perputaran persediaan ini, kan?

    Salah satu fungsi inventory turnover adalah menjadi patokan dalam menentukan target penjualan. Dengan mengetahui seberapa cepat bisnis dapat menjual persediaan barang yang dimilikinya, pemilik usaha dapat membuat proyeksi rata-rata penjualan yang bisa dilakukan dalam satu periode.

    Ditambah dengan analisis yang baik dan mendetail, proyeksi rata-rata penjualan tersebut dapat digali lebih dalam untuk mengetahui apa hambatan dan juga pendorongnya. Tentu dari hasil analisis tersebut pemilik usaha pun dapat menetapkan target penjualan yang benar-benar dapat dicapai, terutama bila dibarengi dengan strategi bisnis untuk mengatasi hambatan yang berhasil diidentifikasi.

    Selain itu, fungsi lain dari inventory turnover adalah mempermudah bisnis melakukan penghematan terkait persediaan barang produksi yang dimilikinya. Sederhana saja, jika pemilik usaha mengetahui seberapa cepat bisnisnya dapat menjual persediaan barang dengan jumlah tertentu, artinya jumlah yang ideal untuk persediaan produk tersebut pun bisa diketahui pula.

    Sebagai contoh, apabila rata-rata bisnis yang dikelola membutuhkan waktu satu bulan untuk menjual sepuluh barang, memesan barang tersebut sebanyak dua puluh buah setiap bulannya untuk dijadikan persediaan jelas merupakan sebuah pemborosan. Idealnya pemilik usaha cukup menyiapkan 10 buah barang untuk dijual dan beberapa persen saja sebagai cadangan apabila ada kelebihan permintaan; terlebih jika barang yang ingin dijual merupakan barang yang mudah rusak atau nilainya dapat berubah jika disimpan terlalu lama.

    Mengenal Inventory Turnover Ratio

    Setelah mengetahui pengertian serta fungsinya, mungkin ada beberapa pemilik usaha yang semakin mantap untuk mulai menghitung perputaran persediaan dari pengelolaan bisnisnya. Eits, jangan buru-buru dulu! Sebelum bisa menghitung perputaran persediaan, penting juga untuk berkenalan terlebih dahulu dengan inventory turnover ratio!

    Karena perputaran persediaan merupakan perhitungan perbandingan, yaitu membandingkan jumlah penjualan persediaan yang bisa dilakukan dengan periode yang telah ditetapkan, perputaran persediaan ini umumnya dihitung dalam bentuk rasio. Hasil penghitungan yang didapat juga ditulis dalam bentuk rasio, meski tak jarang pula rasio yang diperoleh kemudian dihitung hingga habis.

    Semakin besar rasio perputaran persediaan, semakin baik pula status penjualan bisnis. Mengapa bisa demikian? Mudah saja, karena semakin besar rasio perputaran persediaan, artinya semakin banyak pula penjualan yang dilakukan dalam satu periode atau semakin sedikit waktu yang dibutuhkan untuk suatu produk dari disimpan hingga terjual.

    Selain menghitung dalam bentuk inventory turnover ratio, tak jarang pula perputaran persediaan dihitung dalam bentuk rata-rata. Kondisi ini terjadi apabila rasio yang dihasilkan dari penghitungan, dihitung kembali dengan terus dibagi hingga ditemukan nilai rata-ratanya. Dalam situasi ini, rasio perputaran persediaan akan berubah menjadi tingkat perputaran persediaan.

    Walau mungkin terdengar membingungkan, penghitungan yang dilakukan sebenarnya cukup sederhana karena tidak banyak variabel yang digunakan sebagai komponen penghitungan. Selain itu, penghitungan juga bisa menjadi lebih mudah apabila dilakukan dengan mengikuti rumus yang disediakan.

    Baca juga: Kartu Stok adalah: Manfaat, Fungsi, dan Cara Mengisi

    Rumus Inventory Turnover

    Ada dua rumus inventory turnover yang bisa digunakan untuk mengetahui seberapa sering perputaran persediaan terjadi dalam satu periode.

    Seperti yang sudah disampaikan sebelumnya, komponen penghitungan yang dibutuhkan oleh rumus-rumus ini terbilang cukup sederhana dan dapat dilakukan oleh pemilik usaha mana pun yang melakukan pencatatan keuangannya dengan rapi.

    Ada dua jenis rumus inventory turnover ratio yang bisa digunakan sesuai kebutuhan yang dicari

    1. Rumus Inventory Turnover Ratio

    Rumus inventory turnover yang pertama digunakan untuk menghitung rasio:

     

    Rasio Perputaran Persediaan = Harga Pokok Penjualan / Rata-Rata Persediaan


    Seperti yang bisa dilihat, untuk rumus penghitungan rasio ini, pemilik usaha hanya perlu mengetahui harga pokok penjualan dari barang yang akan dihitung perputaran persediaannya, dan juga rata-rata dari persediaan barang itu sendiri. Namun, jangan sampai salah, untuk mengetahui rata-rata persediaan, pemilik usaha harus melakukan perhitungan tambahan menggunakan rumus berikut:

    Rata-Rata Persediaan = (Jumlah Persediaan di Awal Periode - Jumlah Persediaan di Akhir Periode) / 2

    Tanpa menghitung terlebih dahulu rata-rata persediaan barang yang dimiliki, nilai dari rasio perputaran persediaannya akan sulit untuk diketahui karena tidak ada yang bisa dijadikan pembanding.

    2. Rumus Inventory Turnover Rate

    Rumus yang kedua digunakan untuk menghitung tingkat rata-rata perputaran persediaan. Tingkat rata-rata ini kerap disebut pula sebagai rata-rata hari penjualan persediaan yang dapat menjelaskan rata-rata waktu yang dibutuhkan untuk menjual persediaan barang dalam setahun.

    Untuk menghitungnya, rumus yang digunakan adalah:

    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan = Jumlah Hari dalam Setahun / Rasio Perputaran Persediaan

    Dalam penghitungan ini, yang harus diperhatikan adalah jumlah hari dalam setahun. Untuk tahun kabisat, jumlah hari yang dimasukkan dalam perhitungan adalah 366. Sementara itu, untuk tahun-tahun lainnya, jumlah hari yang dimiliki adalah 365.

    Baca juga: Stok adalah: Definisi, Metode, Jenis, dan Contoh

    Contoh Cara Menghitung Inventory Turnover

    Karena kita sudah mengetahui rumus yang digunakan dalam cara menghitung inventory turnover, tentu mudah sekali untuk mencoba menghitung rasio perputaran persediaan. Namun, jika masih merasa bingung, tak perlu cemas, langsung saja perhatikan contoh berikut sebagai ilustrasi.

     

    Diketahui pada tahun 2020, PT Maju Bersama mencatatkan 100.000 persediaan barang di awal periode. Di akhir periode, jumlah persediaan barang ini berkurang setengahnya menjadi 50.000 dengan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp1.000.000.


    Sementara itu, di tahun 2021, PT Maju Bersama mencatatkan jumlah persediaan hingga 300.000 di awal periode, dan jumlah tersebut berubah menjadi 100.000 di akhir periode dengan Harga Pokok Penjualan sebesar Rp1.200.000.


    Dari ilustrasi tersebut, kita bisa mencoba menghitung tingkat perputaran persediaannya sesuai dengan rumus yang tepat sebagai berikut:

     

    Tahun 2020

    Persediaan Awal Periode 100.000

    Persediaan Akhir Periode 50.000

    Harga Pokok Penjualan Rp1.000.000


    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = Harga Pokok Penjualan 2020 / ((Persediaan Awal Periode 2020 - Persediaan Akhir Periode 2020) / 2)

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = Rp1.000.000 / ((100.000 - 50.000) / 2)

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = 1.000.000 / 25.000

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = 40


    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2020 = Jumlah Hari di tahun 2020 / Rasio Perputaran Persediaan 2020

    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2020 = 366 / 40

    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2020 = 9,15



    Tahun 2021

    Persediaan Awal Periode 300.000

    Persediaan Akhir Periode 100.000

    Harga Pokok Penjualan Rp1.200.000


    Rasio Perputaran Persediaan 2021 = Harga Pokok Penjualan 2021 / ((Persediaan Awal Periode 2021 - Persediaan Akhir Periode 2021) / 2)

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = Rp1.200.000 / ((300.000 - 100.000) / 2)

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = 1.200.000 / 75.000

    Rasio Perputaran Persediaan 2020 = 16 hari


    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2021 = Jumlah Hari di tahun 2021 / Rasio Perputaran Persediaan 2021

    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2021 = 365 / 16

    Rata-Rata Hari Penjualan Persediaan 2020 = 22,81 hari


    Dari contoh cara menghitung inventory turnover di atas, kita dapat mengetahui bahwa PT Maju Bersama mengalami penurunan perputaran persediaan di tahun 2021 karena di tahun tersebut hanya terjadi 16 kali perputaran persediaan saja yang membutuhkan waktu sekitar 23 hari. Padahal, di tahun 2020 PT Maju Bersama berhasil melakukan perputaran persediaan hingga 40 kali dalam setahun, dan setiap perputaran hanya membutuhkan sekitar 9 hari saja.

    Tentu dari hasil penghitungan tersebut PT Maju Bersama perlu menyusun strategi baru agar performa bisnisnya semakin baik, kan? Salah satunya bisa dengan memanfaatkan aplikasi majoo yang sudah dilengkapi dengan berbagai fitur sehingga pengelolaan bisnis pun lebih mudah dilakukan secara efektif dan efisien!

    Yuk, segera berlangganan aplikasi majoo, yuk!

    Baca juga: Aplikasi Stok Barang: Solusi Manis untuk Masalah Bisnis

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    9 Cara Memulai Bisnis dari Nol, Perhatikan Di Sini!
    Diperlukan langkah dan strategi yang matang untuk memulai sebuah bisnis. Pertimbangan ini dapat membantumu melewati setiap hambatan yang mungkin terjadi.
    Tokopedia Paylater adalah Bentuk Kenikmatan Belanja Online
    Tokopedia Paylater membantu lebih dari 100 juta pelanggan aktif Tokopedia untuk beli sekarang bayar nanti. Mau mencoba? Baca dulu tipsnya!
    RAB adalah Rencana Anggaran Biaya, Bagaimana Cara Buatnya?
    RAB adalah singkatan dari rencana anggaran dan biaya, lalu mengapa dokumen yang satu ini sangat dibutuhkan oleh pemilik usaha dalam operasional bisnis?
    Stakeholder adalah: Pengertian, Fungsi, dan Jenis
    Operasional sebuah bisnis mustahil dijalankan tanpa adanya peran stakeholder. Namun, seberapa penting sebenarnya keberadaan peran ini dalam bisnis?