Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa yang Perlu Diketahui

article thumbnail

Bagi para pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa, tentu sudah tak asing, kan, dengan jurnal penyesuaian perusahaan jasa? Untuk skala usaha mikro dan kecil, mungkin jurnal yang satu ini tidak begitu umum digunakan. Namun, untuk mereka yang mengelola usaha dengan skala menengah ke atas, atau pelaku usaha yang berencana mengembangkan bisnisnya, keberadaan jurnal yang satu ini sangat penting sekali, lho!

Bagi pelaku usaha dengan skala mikro, kecil, dan menengah yang memiliki proyeksi usahanya akan semakin maju dan berkembang besar, tak ada salahnya, lho, untuk mencoba mempelajari cara membuat jurnal penyesuaian ini. Dalam dunia akuntansi, jurnal penyesuaian kerap disebut juga sebagai ayat jurnal penyesuaian (AJP) atau Adjusting Journal Entry.

Seperti apa, sih, maksudnya? Bagaimana cara membuatnya? Apa yang membedakan jurnal penyesuaian untuk pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa dengan yang bergerak di bidang usaha dagang? Kita coba pahami bersama-sama, yuk!

Berkenalan dengan Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Secara umum, jurnal penyesuaian dibutuhkan ketika pelaku usaha ingin memperbarui buku besar agar kondisi keuangan yang tercatat di dalamnya benar-benar sesuai dengan kondisi keuangan bisnis yang dikelola secara nyata. Alasan ini juga yang sebenarnya menyebabkan jurnal penyesuaian ini biasanya hanya ditemukan pada badan usaha dengan skala menengah ke atas.

Lho, kenapa? Sederhana saja. Untuk usaha dengan skala yang masih kecil, pencatatan keuangan yang dilakukan masih belum terlalu kompleks. Aset-aset yang dimiliki pun cukup terbatas, sehingga sering kali penyesuaian tidak perlu dilakukan karena performa bisnis di lapangan memang tidak memiliki perbedaan dengan yang tercatat dalam buku besar.

Tentu saja akan ada beberapa pengecualian yang menyebabkan usaha skala mikro dan kecil tetap membutuhkan penyesuaian, khususnya bila aset yang dimiliki juga mencakup alat-alat produksi atau penunjang operasional yang memiliki risiko penyusutan nilai. Namun, tak jarang juga situasi ini hanya terjadi ketika skala usaha yang dijalankan sudah terhitung besar.

Oleh karena itu, tak ada salahnya untuk mulai mempelajari berbagai contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa agar tidak bingung ketika nanti skala usaha sudah mulai berkembang dan kita perlu membuat jurnal penyesuaian, kan?

Baca Juga: Mengenal Pengertian Jurnal Penyesuaian dan Fungsinya

  • Memahami Contoh Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Seperti yang sudah sempat disinggung sebelumnya, jurnal penyesuaian dibutuhkan untuk mengetahui kondisi sesungguhnya dari performa bisnis dan memastikan kondisi tersebut tercermin dalam penyusunan buku besar. Oleh karena itu, pembuatan jurnal penyesuaian terkadang dibutuhkan di akhir siklus pencatatan keuangan dengan menyesuaikan saldo pada buku besar.

Sebagai contoh jurnal penyesuaian perusahaan jasa yang dibuat secara tepat, kita dapat membayangkan adanya sebuah perusahaan jasa yang menyediakan jasa pengadaan barang. Terkadang, proses pemberian jasa ini berlangsung dalam durasi yang panjang secara bertahap, hingga tak jarang pula melewati satu periode pencatatan keuangan.

Dalam situasi tersebut, tentu saldo dalam buku besar masih belum bisa mencatatkan besarnya pembayaran yang belum diselesaikan, kan, sehingga jumlah harta atau aset yang tercatat dalam buku besar masih belum dapat menggambarkan besarnya kekayaan bisnis yang dimiliki di periode tersebut. Agar buku besar tetap dapat digunakan sebagai acuan untuk mengukur performa bisnis, penyesuaian tertentu pun perlu dilakukan. Nah, inilah fungsi dari jurnal penyesuaian.

Tanpa adanya jurnal penyesuaian, pelaku usaha akan kebingungan dalam menentukan besarnya nilai aset yang dimiliki. Jika sampai di sana saja tentu tak akan ada masalah. Namun, terkadang ukuran performa bisnis semacam ini juga diperlukan agar dapat merancang strategi bisnis yang benar-benar tepat dengan kondisi dan situasi bisnis, kan? Oleh karena itu jurnal penyesuaian pun menjadi komponen penting dalam pengelolaan keuangan bisnis.

Gunakan jurnal penyesuaian perusahaan jasa untuk mengetahui gambaran performa bisnis dengan tepat.

Baca Juga: Apa Itu Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang? Simak di Sini!

Apa Perbedaan Jurnal Penyesuaian Perusahaan Dagang dan Jasa?

Nah, pertanyaan berikutnya, mengapa jurnal penyesuaian ini harus dibedakan antara jurnal perusahaan dagang dengan perusahaan jasa? Apa perbedaan jurnal perusahaan dagang dan jasa?

Secara umum, tidak ada perbedaan jurnal penyesuaian di kedua jenis perusahaan ini. Namun, perlu diingat bahwa dalam perusahaan dagang, proses jual beli yang terjadi juga diikuti oleh pemberian produk fisik, baik yang diberikan secara langsung saat pembelian maupun diantarkan setelahnya. Dalam perusahaan jasa, pemberian produk ini tidak terjadi. Setiap produk yang diberikan akan digolongkan sebagai bagian dari layanan.

Oleh karena itu, dalam jurnal penyesuaian perusahaan dagang kita akan menemui akun persediaan barang dagang karena pelaku usaha dagang harus memiliki persediaan untuk setiap produk yang ingin dijual, kecuali jika model usahanya dijalankan dengan metode dropship. Akun serupa tidak akan ditemukan dalam jurnal penyesuaian yang dibuat untuk perusahaan jasa karena tidak ada persediaan barang dagang.

Jadi, perbedaan jurnal perusahaan dagang dan jasa dapat diketahui dari apakah ada akun persediaan barang dagang atau tidak dalam jurnal tersebut. Mudah sekali, kan?

Baca Juga: Membuat Catatan Jurnal Penyesuaian Persediaan Barang Dagang

Bagaimana Cara Membuat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa?

Tertarik untuk mulai membuat jurnal penyesuaian? Ada beberapa langkah yang bisa diikuti dalam cara membuat jurnal penyesuaian perusahaan jasa, mulai dari mengelompokkan setiap transaksi yang menyebabkan terjadinya penerimaan atau pengeluaran di awal serta di akhir.

Dengan cara ini, akan ada empat pengelompokan, yaitu beban dibayar di muka, beban dibayar di akhir, pembayaran di muka, dan pembayaran di akhir. Setelah mengelompokkan setiap transaksi ke dalam kategorisasi tersebut, selanjutnya kita perlu mencocokkan jumlah setiap kategori dengan keadaan yang riil.

Sebagai contoh, sewa tempat usaha yang dibayarkan di akhir tentu tidak akan mengurangi modal pada kas saat ini, tetapi kita perlu menyisihkan modal tersebut sehingga tidak mengalami terlambat bayar ketika sudah jatuh tempo, kan? Oleh karena itu dibuat penyesuaian dengan mengeluarkan uang dari kas menggunakan akun tunggakan sewa usaha, misalnya saja, dan menambahkannya ke akun pembayaran sewa usaha.

Cara membuat jurnal penyesuaian perusahaan jasa memang sedikit rumit, terlebih jika kita masih belum familier benar dengan ayat-ayat yang dimilikinya. Jadi, tak ada salahnya untuk mencoba mempelajarinya terlebih dahulu, sehingga ketika kita harus membuat jurnal penyesuaian, setidaknya sudah ada pemahaman dasar yang akan sangat membantu dalam penyusunannya nanti.

  • Mengenal Ayat Jurnal Penyesuaian Perusahaan Jasa

Ada beberapa ayat jurnal penyesuaian perusahaan jasa yang bisa digunakan. Namun, agar tidak terlalu bingung, sebenarnya kita bisa memanfaatkan kategorisasi yang sudah dibuat sebelumnya sebagai ayat tersebut.

Dengan kata lain, setidaknya ada empat ayat yang perlu diketahui oleh pelaku usaha yang bergerak di bidang jasa, yaitu beban dibayar di muka atau prepaid expenses, pendapatan diterima di muka atau unearned revenues, piutang pendapatan atau accrued revenues, dan beban yang masih harus dibayar atau accrued expenses.

Selain keempat kelompok tersebut, sempat disinggung di atas bahwa jurnal penyesuaian juga dibutuhkan ketika terjadi risiko penyusutan nilai aset. Oleh karena itu, penting juga untuk menghitung besarnya depresiasi atau penyusutan nilai aktiva tetap dan biaya pemakaian perlengkapan.

Baca Juga: Definisi, Cara Membuat, dan Contoh Jurnal Penyesuaian Bisnis                                   

aplikasi kasir online

Penghitungan jurnal penyesuaian perusahaan jasa memang tergolong penghitungan yang kompleks, oleh karena itu, pencatatan keuangan usaha yang rapi juga sangat diperlukan agar hasil penghitungan tak salah dan justru menyebabkan kerugian. Jika ragu untuk mencatat keuangan secara manual, gunakan saja aplikasi majoo dengan fitur keuangannya yang mampu mencatat setiap transaksi secara tepat, akurat, dan otomatis. Dengan demikian, pencatatan keuangan pun bisa dilakukan dengan jauh lebih mudah, kan?


Sumber Data:

https://www.jurnal.id/id/blog/pencatatan-ayat-jurnal-penyesuaian-untuk-perusahaan-jasa/ 

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
majoo logo circle

Silakan Isi data diri di bawah Ini untuk terhubung dengan majooCare

+62
whatsapp logo