Manfaat dari Benefit Cost Ratio untuk Keputusan Investasi

Ditulis oleh Dwi Ernanda

article thumbnail


benefit cost ratio digunakan untuk menilai suatu proyek untuk dijadikan bahan pertimbangan


Benefit Cost Ratio merupakan salah satu alat dalam analisis investasi yang membantu kamu menilai kelayakan proyek investasi. Sebelum kita membahas lebih jauh tentang manfaat Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi, mari kita bahas dulu apa itu Benefit Cost Ratio.


Benefit Cost Ratio (BCR) pertama kali diperkenalkan oleh ekonom Prancis, Jules Dupuit, pada abad ke-19. Sejak saat itu, BCR telah menjadi salah satu metode analisis yang populer dalam bidang ekonomi, keuangan, dan manajemen proyek. BCR digunakan untuk menilai sejauh mana investasi dalam suatu proyek akan menghasilkan keuntungan atau manfaat yang melebihi biaya yang dikeluarkan. Dalam konteks investasi, BCR sering digunakan untuk menilai kelayakan investasi dalam proyek-proyek infrastruktur, pengembangan produk, dan ekspansi bisnis.

Apa Itu Benefit Cost Ratio?

Benefit Cost Ratio merupakan tools analisis dalam investasi


Benefit Cost Ratio adalah rasio antara manfaat atau keuntungan yang diperoleh dari suatu proyek dengan biaya yang dikeluarkan untuk proyek tersebut. Dengan kata lain, BCR mengukur efektivitas penggunaan sumber daya dalam mencapai tujuan proyek. Semakin tinggi rasio ini, semakin layak proyek tersebut untuk dijalankan.


Baca Juga: Cash Ratio adalah: Pengertian, Rumus, dan Cara Menghitungnya

Komponen Benefit Cost Ratio

Benefit cost ratio mempunyai 2 komponen utama


Dalam menghitung Benefit Cost Ratio, ada dua komponen utama yang perlu diperhatikan, yaitu:


  • Total Manfaat (Benefit): Merupakan jumlah keuntungan atau manfaat yang diharapkan akan diperoleh dari investasi dalam suatu proyek. Manfaat ini bisa berupa pendapatan, peningkatan produktivitas, penghematan biaya, atau manfaat lainnya yang relevan dengan proyek yang diinvestasikan.


  • Total Biaya (Cost): Merupakan jumlah biaya yang dikeluarkan untuk melaksanakan proyek investasi. Biaya ini mencakup biaya langsung, seperti biaya modal, biaya operasional, dan biaya pemeliharaan, serta biaya tidak langsung, seperti biaya peluang yang hilang akibat mengalokasikan sumber daya untuk proyek tersebut.


Baca Juga: Cara Menghitung Modal Awal dan Rumusnya

Jenis Benefit Cost Ratio

Ada beberapa jenis Benefit Cost Ratio yang bisa digunakan, tergantung pada informasi yang tersedia dan tujuan analisis. Beberapa jenis BCR yang umum digunakan adalah:


  • BCR Nominal: Merupakan rasio antara total manfaat dan total biaya yang dihitung tanpa memperhitungkan nilai waktu dari uang. BCR nominal cocok digunakan jika jangka waktu proyek relatif singkat dan inflasi tidak menjadi perhatian utama.


  • BCR Diskonto: Merupakan rasio antara total manfaat dan total biaya yang dihitung dengan memperhitungkan nilai waktu dari uang melalui diskonto. BCR diskonto cocok digunakan jika jangka waktu proyek cukup panjang dan inflasi menjadi perhatian utama.


  • BCR Incremental: Merupakan rasio antara perubahan total manfaat dan perubahan total biaya akibat perubahan skala atau lingkup proyek. BCR incremental cocok digunakan untuk menilai kelayakan ekspansi proyek atau perubahan strategi investasi.


Dengan memahami konsep dasar Benefit Cost Ratio, kamu akan lebih mudah memahami manfaatnya dalam pengambilan keputusan investasi dan cara menggunakannya dengan efektif.

Cara Menghitung Benefit Cost Ratio

Menghitung Benefit Cost Ratio melibatkan beberapa langkah, yang akan kita jelaskan di bawah ini. Langkah-langkah ini akan membantu kamu menghitung BCR dengan benar dan akurat, sehingga kamu bisa membuat keputusan investasi yang lebih baik.

Cara menghitung BCR agar tepat dan akurat

  1. Tentukan Manfaat dan Biaya yang Relevan

Sebelum menghitung BCR, kamu perlu mengidentifikasi manfaat dan biaya yang relevan dengan proyek investasi yang sedang kamu pertimbangkan. Manfaat dan biaya ini bisa bersifat langsung maupun tidak langsung, dan bisa berupa nilai moneter atau non-moneter. Contohnya:

  • Manfaat: peningkatan pendapatan, penghematan biaya, peningkatan kualitas produk, dll.

  • Biaya: biaya modal, biaya operasional, biaya peluang, dll.

  1. Kuantifikasi Manfaat dan Biaya

Setelah menentukan manfaat dan biaya yang relevan, langkah selanjutnya adalah mengkuantifikasi manfaat dan biaya tersebut dalam bentuk nilai moneter. Dalam proses ini, kamu mungkin perlu mengubah manfaat atau biaya non-moneter menjadi nilai moneter. Misalnya, kamu bisa menghitung nilai waktu yang dihemat akibat peningkatan efisiensi proyek, atau menghitung nilai reputasi yang diperoleh dari proyek investasi tersebut.

  1. Menghitung Total Manfaat dan Total Biaya

Setelah mengkuantifikasi semua manfaat dan biaya, jumlahkan nilai-nilai tersebut untuk mendapatkan total manfaat dan total biaya. Pastikan untuk memasukkan semua manfaat dan biaya yang relevan dalam perhitungan ini.

  1. Menghitung Benefit Cost Ratio

Dengan total manfaat dan total biaya yang sudah dihitung, kamu bisa menghitung Benefit Cost Ratio dengan menggunakan rumus berikut:


Benefit Cost Ratio (BCR) = Total Manfaat (Benefit) / Total Biaya (Cost)


Contoh Menghitung Benefit Cost Ratio

Misalkan kamu memiliki sebuah bisnis dan sedang mempertimbangkan untuk memulai proyek investasi baru. Ada dua opsi proyek yang tersedia, yaitu Proyek A dan Proyek B. Berikut ini adalah contoh bagaimana cara menghitung Benefit Cost Ratio untuk kedua proyek tersebut:


Proyek A
  • Biaya investasi awal: Rp 500.000.000

  • Biaya operasional per tahun: Rp 100.000.000

  • Durasi proyek: 5 tahun

  • Manfaat (pendapatan) per tahun: Rp 200.000.000


Total Biaya Proyek A:

= Biaya investasi awal + (Biaya operasional per tahun x durasi proyek)

= Rp 500.000.000 + (Rp 100.000.000 x 5)

= Rp 500.000.000 + Rp 500.000.000

= Rp 1.000.000.000


Total Manfaat Proyek A:

= Manfaat per tahun x durasi proyek

= Rp 200.000.000 x 5

= Rp 1.000.000.000


BCR Proyek A:

= Total Manfaat / Total Biaya

= Rp 1.000.000.000 / Rp 1.000.000.000

= 1

Proyek B
  • Biaya investasi awal: Rp 800.000.000

  • Biaya operasional per tahun: Rp 80.000.000

  • Durasi proyek: 5 tahun

  • Manfaat (pendapatan) per tahun: Rp 250.000.000


Total Biaya Proyek B:

= Biaya investasi awal + (Biaya operasional per tahun x durasi proyek)

= Rp 800.000.000 + (Rp 80.000.000 x 5)

= Rp 800.000.000 + Rp 400.000.000

= Rp 1.200.000.000


Total Manfaat Proyek B:

= Manfaat per tahun x durasi proyek

= Rp 250.000.000 x 5

= Rp 1.250.000.000


BCR Proyek B:

= Total Manfaat / Total Biaya

= Rp 1.250.000.000 / Rp 1.200.000.000

= 1,04


Berdasarkan perhitungan di atas, BCR untuk Proyek A adalah 1 dan BCR untuk Proyek B adalah 1,04. Karena BCR Proyek B lebih tinggi daripada Proyek A, Proyek B memiliki kelayakan investasi yang lebih tinggi dibandingkan dengan Proyek A. 


Namun, sebelum mengambil keputusan investasi, sebaiknya kamu juga mempertimbangkan faktor-faktor lain yang relevan, seperti risiko proyek dan ketersediaan sumber daya.

Hasil perhitungan ini akan memberikan rasio antara manfaat dan biaya dari proyek investasi. Semakin tinggi rasio ini, semakin menguntungkan proyek tersebut.


  1. Interpretasi Hasil Benefit Cost Ratio

Setelah menghitung BCR, interpretasikan hasilnya untuk menentukan kelayakan proyek investasi. Berikut adalah pedoman umum dalam menginterpretasikan hasil BCR:

  • Jika BCR > 1, berarti proyek dianggap layak, karena manfaat yang diperoleh melebihi biaya yang dikeluarkan.

  • Jika BCR = 1, berarti proyek dianggap impas, karena manfaat yang diperoleh sama dengan biaya yang dikeluarkan.

  • Jika BCR < 1, berarti proyek dianggap tidak layak, karena manfaat yang diperoleh lebih rendah daripada biaya yang dikeluarkan.


Dalam praktiknya, kamu mungkin perlu mempertimbangkan faktor-faktor lain, seperti risiko, sumber daya yang tersedia, dan preferensi pemangku kepentingan, dalam mengambil keputusan investasi berdasarkan hasil BCR.


Baca Juga: Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya

Manfaat Benefit Cost Ratio dalam Keputusan Investasi

Benefit cost ratio sangat berpengaruh terhadap keputusan investasi

Menggunakan Benefit Cost Ratio dalam pengambilan keputusan investasi memiliki beberapa manfaat yang akan membantu kamu membuat keputusan yang lebih baik dan efisien. Berikut adalah beberapa manfaat penting dari Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi:

  1. Membantu Memilih Proyek Investasi yang Tepat

BCR membantu kamu memilih proyek investasi yang paling menguntungkan dari beberapa alternatif yang ada. Dengan menghitung BCR, kamu bisa menentukan proyek mana yang memberikan nilai tertinggi dan layak untuk dijalankan. Hal ini akan membantu kamu menentukan prioritas proyek dan mengalokasikan sumber daya dengan lebih efisien.

  1. Mengurangi Risiko Investasi

Menggunakan Benefit Cost Ratio dalam pengambilan keputusan investasi juga dapat membantu mengurangi risiko investasi. Dengan memahami manfaat dan biaya yang terkait dengan setiap proyek, kamu akan lebih siap untuk menghadapi ketidakpastian dan risiko yang mungkin muncul selama pelaksanaan proyek. Selain itu, dengan memilih proyek yang memiliki BCR tinggi, kamu akan meminimalkan risiko kehilangan uang atau merugi pada investasi yang tidak menguntungkan.

  1. Memastikan Efisiensi Penggunaan Sumber Daya

Benefit Cost Ratio membantu memastikan efisiensi penggunaan sumber daya, seperti waktu, tenaga kerja, dan modal, dalam proyek investasi. Dengan memilih proyek yang memiliki BCR tinggi, kamu akan memastikan bahwa sumber daya yang digunakan memberikan manfaat yang maksimal. Hal ini akan membantu meningkatkan keuntungan investasi dan mengoptimalkan penggunaan sumber daya yang tersedia.

  1. Meningkatkan Akuntabilitas dan Transparansi Keputusan Investasi

BCR juga membantu meningkatkan akuntabilitas dan transparansi dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan menggunakan BCR sebagai dasar keputusan investasi, kamu akan mampu menjelaskan dan mempertanggungjawabkan keputusan tersebut kepada pemangku kepentingan, seperti pemilik bisnis, karyawan, dan pihak-pihak terkait lainnya. Hal ini akan membantu membangun kepercayaan dan dukungan dari pemangku kepentingan dalam proses pengambilan keputusan investasi.

  1. Mendukung Pembuatan Keputusan dengan Berbasis Data

Penerapan Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi mendorong penggunaan data dan informasi yang objektif dalam proses pengambilan keputusan. Dengan menghitung BCR berdasarkan manfaat dan biaya yang telah dikuantifikasi, kamu akan mengurangi pengaruh bias dan emosi dalam pengambilan keputusan investasi. Ini akan membantu memastikan bahwa keputusan yang diambil didasarkan pada fakta dan analisis yang objektif, sehingga meningkatkan kualitas keputusan investasi.


Dengan memahami manfaat Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi, kamu akan mampu membuat keputusan yang lebih bijaksana dan menguntungkan dalam berinvestasi. Menggunakan BCR sebagai salah satu alat analisis dalam evaluasi proyek investasi akan membantu kamu mengidentifikasi proyek yang paling potensial untuk memberikan keuntungan maksimal dengan risiko yang minimal.

Cara Menggunakan Benefit Cost Ratio dalam Keputusan Investasi

Menerapkan Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi memerlukan pemikiran yang cermat dan proses pengambilan keputusan yang sistematis. Berikut ini adalah langkah-langkah yang bisa kamu ikuti untuk menggunakan Benefit Cost Ratio dalam keputusan investasi:

  1. Identifikasi Proyek yang Akan Dinilai

Langkah pertama dalam menggunakan Benefit Cost Ratio adalah mengidentifikasi proyek-proyek yang akan dinilai. Tentukan proyek mana saja yang menjadi alternatif investasi yang ingin kamu pertimbangkan.

  1. Hitung Total Manfaat dan Total Biaya

Setelah menentukan proyek yang akan dinilai, langkah selanjutnya adalah menghitung total manfaat dan total biaya dari masing-masing proyek. Pastikan untuk memasukkan semua manfaat dan biaya yang relevan, baik yang bersifat langsung maupun tidak langsung.

  1. Menghitung Benefit Cost Ratio

Dengan total manfaat dan total biaya yang sudah dihitung, kamu bisa menghitung Benefit Cost Ratio dengan menggunakan rumus yang telah disebutkan sebelumnya. Hitung BCR untuk setiap proyek yang menjadi alternatif investasi.

  1. Menganalisis Hasil dan Mengambil Keputusan

Setelah mendapatkan BCR untuk setiap proyek, analisis hasilnya dan tentukan proyek mana yang paling layak untuk dijalankan. Pilih proyek dengan BCR tertinggi, karena itu menunjukkan bahwa proyek tersebut memberikan keuntungan yang lebih besar dibandingkan dengan biayanya.


Dari penjelasan diatas kita bisa simpulkan bahwa Benefit Cost Ratio adalah alat yang sangat berguna dalam pengambilan keputusan investasi. Dengan menggunakan BCR, kamu bisa memilih proyek yang paling menguntungkan, mengurangi risiko investasi, serta meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya. Jadi, pastikan untuk memanfaatkan Benefit Cost Ratio dalam setiap keputusan investasi yang kamu buat.


Nah, untuk memudahkan finance team untuk mengatur, mencatat perputaran dana serta pengelolaan bisnismu, kamu bisa menggunakan aplikasi akuntansi dari majoo. Dengan aplikasi ini bisa memudahkan kamu dalam mengelola bisnis mulai dari monitoring saldo kas dan bank, transfer, terima dan kirim uang, serta kamu bisa mengakses laporan keuangan bisnismu secara lengkap mulai dari laporan neraca, rugi laba, arus kas, serta laporan hutang-piutang. Tunggu apa lagi? Cobain sekarang! 


Sumber: 

  • https://www.investopedia.com/terms/b/bcr.asp

  • https://accurate.id/akuntansi/benefit-cost-ratio/

  • https://www.mas-software.com/blog/benefit-cost-ratio

  • https://www.wallstreetmojo.com/benefit-cost-ratio/

  • https://www.freepik.com/

Dapatkan Inspirasi Terbaru dari majoo

Subscribe untuk dapatkan berita, artikel, dan inspirasi bisnis di email kamu

Footer support

Pustaka majoo

Isi Form dibawah ini untuk download pustaka

format: 62xxxxxxxx
Batal
Icon close

Temukan Paket Paling Tepat untuk Bisnismu

Isi form berikut untuk membantu kami tentukan paket paling sesuai dengan jenis dan skala bisnismu.
solusi bisnis form

+62
whatsapp logo