Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Kenapa Pemilik Usaha Harus Paham Pentingnya Melek Finansial?

    Kenapa Pemilik Usaha Harus Paham Pentingnya Melek Finansial?

    Kenapa, sih, pemilik usaha sebaiknya juga melek finansial? Apa untungnya?

    Melek finansial atau yang biasa disebut dengan bahasa kerennya, literasi keuangan, menjadi istilah yang banyak sekali digunakan beberapa waktu terakhir, terutama ketika instrumen keuangan sudah beragam sehingga ada banyak yang perlu dipelajari dan ditelaah kembali.

    Namun, mengapa pemilik usaha sebaiknya juga memiliki literasi keuangan yang baik? Bukankah orang-orang yang membutuhkan keterampilan ini umumnya merupakan para birokrat yang memegang peranan untuk menentukan arah kebijakan keuangan negara saja, ya?

    Eits, jangan salah! Selama masih melakukan kegiatan ekonomi, sekecil apa pun, bahkan sekadar membeli jajan di warung, sebaiknya tetap memiliki literasi keuangan yang baik, lho! Mengapa bisa demikian?

    Daripada terlalu lama bertanya-tanya, bagaimana jika langsung saja kita bahas bersama-sama segala hal yang dimaksud dengan literasi keuangan atau melek finansial ini, yuk!

    Apa yang Dimaksud dengan Melek Finansial?

    Melek finansial adalah sebuah pengetahuan, keterampilan, dan juga keahlian yang mampu membantu seseorang untuk mengelola keuangan menjadi lebih baik lagi. Cara menghitung uang serta kembalian juga termasuk di dalamnya, lho, jadi meskipun kita sehari-hari hanya berbelanja di warung saja, literasi keuangan tetap diperlukan.

    Namun, tentu saja literasi keuangan tidak hanya dibutuhkan untuk berbelanja di warung saja. Apabila diterapkan secara maksimal, literasi keuangan mempermudah kita memahami atau bahkan menghitung setiap instrumen keuangan yang ada; termasuk investasi yang sebenarnya banyak dipengaruhi oleh banyak aspek dan sukar dibuat proyeksinya. Tak sampai di sana saja, literasi keuangan juga dapat membantu kita membuat rancangan anggaran yang lebih efektif dalam mengelola keuangan.

    Dari penjabaran di atas, mudah untuk membayangkan mengapa literasi keuangan ini menjadi sesuatu yang penting, kan? Karena mencakup hampir seluruh kegiatan yang berhubungan dengan keuangan, tanpa memiliki literasi keuangan yang baik, bukan tidak mungkin pengelolaan keuangan akan berantakan.

    Sayang sekali, kan, kalau terjadi pada bisnis?

    Baca juga: Sekilas Analisis Keuangan: Tujuan dan Contoh

    Apa Manfaat Melek Finansial?

    Sempat disinggung sebelumnya, literasi keuangan akan dibutuhkan dalam setiap kegiatan ekonomi yang berhubungan dengan uang, baik menerima maupun mengeluarkan uang. Oleh karena itu, melek finansial adalah sesuatu yang harus dimiliki oleh semua orang, karena pada suatu waktu, semua orang pasti akan berurusan dengan uang dan keuangan.

    Namun, apakah manfaat literasi keuangan hanya sekadar memastikan kegiatan jual beli bisa dilakukan dengan mudah saja? Tentu saja tidak, dong, karena ada banyak manfaat lain yang bisa diperoleh dengan memahami literasi keuangan.

    Setidaknya, ada tiga manfaat yang bisa didapatkan, mulai dari memastikan bisnis terhindar dari ancaman penipuan, memastikan kita tidak mengambil keputusan terkait keuangan dengan tergesa-gesa, hingga mempermudah calon-calon pelaku usaha dalam mengenali peluang bisnis baru yang bisa dimaksimalkan untuk meningkatkan pendapatan bisnisnya.

    Bagaimana, sih, maksudnya? Bagaimana jika kita coba telaah satu per satu? Yuk!

    Baca juga: Analisis Laporan Keuangan dan Fungsinya dalam Bisnis

    1. Menghindarkan Bisnis dari Ancaman Penipuan

    Tidak hanya bisnis saja, lho, yang berkembang mengikuti perubahan zaman. Tindak-tindak kecurangan dan penipuan dalam bisnis pun juga turut berkembang.

    Sejak QRIS muncul untuk menyelesaikan pembayaran secara nontunai dengan memindai barcode, misalnya saja, muncul modus penipuan dengan menunjukkan status transaksi yang berhasil dilakukan, padahal sebenarnya transaksi tersebut tidak terjadi dan bukti transaksi sudah disiapkan sebelumnya.

    Apabila karyawan kasir tidak memiliki literasi keuangan yang baik, kasir akan menganggap transaksi sudah benar-benar diselesaikan dan uang sejumlah nilai transaksi telah ditransfer ke rekening perusahaan secara nontunai oleh sistem QRIS. Barang belanjaan pun diberikan kepada pelanggan untuk dibawa pulang, tetapi perusahaan tidak mendapatkan hasil penjualan.

    Seandainya karyawan kasir tersebut melek finansial dan mampu membedakan bukti transaksi yang asli dengan yang palsu, praktik penipuan ini pun bisa dihindari. Nah, jadi terasa, kan, memiliki literasi keuangan yang baik sekalipun bukan seorang birokrat? Ingat, siapa pun bisa menjadi korban penipuan apabila tidak hati-hati, termasuk karyawan kasir.

    Itu baru satu modus penipuan saja, lho! Dengan berkembangnya teknologi bisnis, ada banyak sekali platform-platform dan tools baru yang bisa digunakan untuk mempermudah pengelolaan bisnis, sekaligus juga menjadi peluang penipuan. Oleh karena itu, pastikan seluruh karyawan memiliki literasi keuangan yang baik, ya!

    Menghindari penipuan bisnis merupakan salah satu pentingnya melek finansial di dalam bisnis.

    2. Mencegah Tergesa-gesa Mengambil Keputusan Ekonomi

    Bisa terjadi pada individu maupun perusahaan, hampir semua orang, di suatu waktu, perlu mengambil keputusan terkait keuangannya. Misalnya saja kapan harus menjual lot saham yang sudah dibeli dan tidak menunjukkan performa yang baik, atau bahkan kapan harus meluncurkan lini bisnis baru yang sudah selesai dikembangkan?

    Keputusan-keputusan ini jelas tidak bisa dilakukan secara asal, pasalnya keuangan pribadi dan juga perusahaan yang dipertaruhkan. Kalau salah mengambil keputusan, bukan tidak mungkin tabungan akan terkuras habis atau perusahaan terpaksa gulung tikar untuk menutup kerugian. Lalu, di manakah letak manfaat literasi keuangan dalam situasi semacam ini?

    Sederhana, kok! Mereka dengan literasi keuangan yang baik dapat dengan lebih mudah melihat tren keuangan dan pola-pola yang ada. Jangan salah, meski tidak ada yang pasti di dalam bisnis, tetap ada tren yang bisa dipelajari, kok!

    Ditambah dengan aspek lain di bidang ekonomi, seseorang juga dapat mengambil keputusan finansial yang lebih matang. Misalnya saja, tidak asal mengajukan kredit untuk membeli rumah, tetapi dengan mengukur terlebih dahulu kemampuan finansial untuk membayar cicilan dengan pendapatan yang dimiliki saat ini.

    3. Mempermudah Menemukan Peluang Bisnis Baru

    Seseorang yang melek finansial cenderung mampu melihat peluang-peluang bisnis yang bisa dikembangkan. Wajar saja, sebenarnya, karena mereka dengan tingkat literasi keuangan yang baik memang memiliki wawasan finansial yang lebih tinggi pula.

    Melihat peluang bukanlah sesuatu yang sulit, terlebih jika literasi keuangannya sudah sering diasah dengan menganalisis tren atau pola bisnis yang sedang diminati. Tentu akan mudah membuat semacam proyeksi, kira-kira jenis usaha yang bagaimana yang akan banyak dicari oleh pasar berikutnya.

    Pemilik usaha dapat mencoba memperluas wawasan finansial dan bisnisnya terlebih dahulu sebelum mencoba mengembangkan lini produk atau jasa baru yang akan dijual ke pasaran. Atau, lakukan analisis keuangan dan bisnis pada produk-produk yang ada di pasaran untuk mencari tahu produk atau jasa seperti apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh pasar, tetapi masih belum tersedia.

    Tanpa menguasai literasi keuangan, pemilik usaha umumnya akan kesulitan untuk membuat proyeksi atau penghitungan-penghitungan semacam ini karena tak memiliki dasar pengetahuan yang tepat.

    Baca juga: Contoh dan Peluang di Balik Perkembangan Ekonomi Digital

    Apa Pentingnya Melek Finansial saat Menjalankan Bisnis?

    Apa, sih, pentingnya melek finansial saat menjalankan bisnis? Sebagian sebenarnya sudah dijelaskan di atas. Dengan menguasai literasi keuangan, pemilik usaha tak hanya dapat mempertahankan bisnis yang dikelolanya, tetapi juga memastikan perkembangannya sesuai dengan arah yang tepat dengan risiko kerugian yang minimal.

    Bingung, tidak, apa kaitan literasi keuangan dengan risiko kerugian? Sederhana saja, kok, selain mengidentifikasi serta mengantisipasi penipuan, literasi keuangan juga mempermudah pemilik usaha mengatur anggaran keuangannya, termasuk memproyeksikan seluruh risiko yang mungkin terjadi dalam implementasi anggaran tersebut.

    Walau hanya sekadar proyeksi, apabila pemilik usaha bisa mengidentifikasi risiko apa saja yang mungkin dihadapi bisnisnya, pemilik usaha pun dapat melakukan persiapan serta upaya-upaya pencegahan lain sehingga potensi risiko tersebut menjadi minimal. Atau, jika memang risiko tak bisa dihindari, dampaknya bisa diperkecil.

    Sudah paham, kan, apa pentingnya melek finansial? Jangan ragu atau merasa terlambat untuk mulai menambah penguasaan dan wawasan seputar literasi keuangan. Ditambah dengan berbagai fitur unggulan dari aplikasi majoo, tentu bisnis pun bisa berkembang lebih pesat.

    Menarik sekali, kan? Yuk, segera berlangganan layanan aplikasi majoo!

    Baca juga: Bagaimana, sih, Cara Membuat Anggaran Keuangan Perusahaan?

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!