Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • Wajib Tahu! Metode Perpetual adalah Sistem Mencatat Transaksi

    Wajib Tahu! Metode Perpetual adalah Sistem Mencatat Transaksi

    Pengertian Metode Perpetual

    Di awal memulai usaha, siapapun pasti pernah mengalami masalah dalam mencatat persediaan stok barang jualan. Kok bisa, barang tiba-tiba habis, padahal baru saja dibeli? Meskipun sudah secara rutin menghitung stok barang dagangan, tapi jumlahnya kerap tidak sama dengan total penjualan produk.

    Dalam kasus tersebut, bisa jadi ada yang salah dari sistem pencatatan persediaan barang dagangan. Karena itu, apapun jenis perusahaannya, pasti membutuhkan metode pencatatan transaksi yang disesuaikan dengan adanya transaksi pemasukan dan pengeluaran persediaan barang.

    Salah satu keuntungan memiliki sistem pencatatan adalah dapat mengetahui pergerakan barang lebih cepat. Selain itu, pencatatan persediaan barang juga penting agar perusahaan dapat mengoptimalkan aset-asetnya, sehingga mendapatkan laba yang diinginkan.

    Baca juga: Stok adalah: Definisi, Metode, Jenis, dan Contoh

    Dengan demikian, risiko kehilangan atau kerusakan barang bisa dikurangi. Selain itu, potensi terjadinya penjualan yang tidak sesuai dengan keinginan konsumen bisa dihindari. 

    Oleh karena itu, perusahaan harus selalu memantau dengan cermat dan saksama jumlah persediaan barang. Ada dua cara pencatatan persediaan yang bisa dilakukan oleh perusahaan, yakni metode perpetual dan periodik.

    Metode perpetual adalah salah satu sistem pencatatan transaksi yang cukup efektif dan sering digunakan. Metode perpetual disebut juga dengan metode buku. Sebab, setiap persediaan barang masuk dan keluar tercatat dengan rapi dalam pembukuan.

    Metode Periodik dan Metode Perpetual

    Untuk kamu yang sedang membangun bisnis, tentu tidak asing dengan istilah persediaan barang. Agar transaksi yang terjadi, baik pembelian maupun penjualan, pemilik bisnis perlu mencatat persediaan barang dagang dalam laporan keuangan.

    Persediaan barang dagang adalah semua produk atau barang yang akan dijual. Pada umumnya, persediaan barang dagang hanya dicatat oleh jenis usaha ritel, distributor, atau grosir, bukan perusahaan jasa.

    Ada dua metode dalam sistem pencatatan persediaan barang dagang, yaitu metode periodik (periodic inventory system) dan metode perpetual (perpetual system). Pada artikel ini, mari membahas mengenai apa itu metode perpetual dan apa itu metode periodik. Let’s get started!

    Pengertian Metode Periodik

    Pada metode periodik, pencatatan pembelian dan penjualan barang dagangan dilakukan secara terpisah. Biasanya pemilik usaha akan mencatat pembelian barang dagangan dengan cara mendebet akun pembelian dan mengkredit akun kas atau utang. Sementara itu, pencatatan penjualan barang dagangan dilakukan dengan cara mendebet akun kas atau piutang dan mengkredit akun penjualan.

    Metode periodik lazim digunakan oleh perusahaan yang menjual barang dagangan dalam kuantitas banyak, dengan frekuensi yang tinggi, nilainya relatif kecil, dan harga jual-beli yang relatif stabil.

    Metode metode periodik kerap disebut sebagai metode fisik karena mesti ada pengecekan fisik terhadap persediaan barang dagangan di akhir periode (stock opname). Hasil penghitungan itu bermanfaat untuk membarui akun persediaan barang dagangan.

    Kelebihan metode periodik adalah perusahaan mengetahui besarnya persediaan dalam gudang, sehingga stok dapat diketahui secara akurat. Sementara itu, kekurangan sistem pencatatan persediaan metode periodik adalah tidak bisa mengetahui jumlah stok awal dan akhir periode dari suatu barang dagangan. Selain itu, metode periodik biasanya akan memperlambat pengerjaan laporan keuangan jangka pendek.

    Pengertian Metode Perpetual 

    Pentingnya Menggunakan Sistem Pencatatan Metode Perpetual

    Metode perpetual adalah metode atau sistem pencatatan semua pembelian dan penjualan barang dagangan yang terjadi langsung ke dalam akun persediaan. Berbeda dengan metode periodik yang melakukan pencatatan persediaan hanya pada akhir periode penjualan.

    Dengan menggunakan metode ini, maka akan memudahkan para pemilik bisnis dalam menyusun neraca dan laporan laba rugi. Sebab, jika dilakukan pencatatan secara berkala pada pembukuan, maka kamu bisa dengan mudah memantau dan mengetahui sisa stok barang, sehingga tidak perlu lagi melakukan perhitungan fisik.

    Baca juga: Aplikasi Stok Barang: Solusi Manis Untuk Masalah Bisnis

    Metode perpetual mencatat terus setiap perubahan dalam akun persediaan. Berikut ini adalah fitur akuntansi dari metode perpetual dalam pencatatan persediaan barang dagang:

    • Pembelian bahan baku untuk produksi dan barang dagangan untuk dijual kembali didebit ke pos Persediaan, bukan untuk pembelian.
    • Biaya pengiriman barang dagangan didebit untuk pos Persediaan.
    • Pembelian retur, potongan pembelian, dan diskon dikreditkan ke pos Inventarisasi, bukan ke rekening terpisah.
    • Pencatatan Harga Pokok Penjualan (HPP) setiap penjualan dengan cara mendebet Beban Pokok Penjualan dan mengkredit Persediaan.
    • Perlu adanya buku besar pembantu catatan persediaan individu sebagai kontrol. 

    Salah satu kelebihan sistem pencatatan persediaan metode perpetual yakni perusahaan tidak perlu melakukan perhitungan fisik (stock opname) pada stok tersisa. Alasannya, perusahaan dapat mengetahui stok yang sebenarnya di lapangan dengan mudah.

    Kelebihan dari metode perpetual adalah pemilik usaha tidak perlu melakukan stock opname. Hal ini dikarenakan perusahaan sudah tahu jumlah persediaan barang pada saat transaksi tersebut, berkat adanya pencatatan yang dilakukan setiap waktu.

    Umumnya, metode perpetual diaplikasikan kepada barang dagang yang memiliki nilai jual tinggi. Contohnya adalah mobil, emas, barang elektronik, dan lain sebagainya.

    Tiga Jenis Metode Perpetual

    Dalam metode perpetual, ada tiga metode penilaian persediaan barang dagang, antara lain:

    1. Metode Perpetual FIFO (First In First Out)

    Metode Perpetual secara FIFO adalah sebuah metode penilaian persediaan barang yang mencatat barang yang terjual berdasarkan urutan yang sama ketika barang dibeli. Biasanya metode perpetual FIFO lebih sering digunakan oleh usaha atau bisnis yang menjual barang tidak tahan lama, seperti makanan, minuman, obat-obatan, dan lainnya.

    2. Metode Perpetual LIFO (Last In First Out)

    Dalam metode perpetual ini, sistem pencatatan persediaan barang dagang berdasarkan biaya per unit dari pembelian terakhir.

    Baca juga: LIFO adalah Singkatan dari Last In First Out, Apa Maksudnya?

    3. Metode Perpetual Average

    Metode perpetual average (biaya rata-rata) biasa digunakan untuk mengelola persediaan barang dagang dengan menghitung biaya rata-rata pada setiap jenis barang ketika terjadi pembelian. Lalu, biaya unit tadi digunakan untuk menghitung biaya setiap terjadi penjualan dan pembelian lainnya, kemudian selanjutnya akan dihitung biaya rata-ratanya.

    Kesimpulan

    Ketiga metode perpetual tersebut penting untuk menghitung persediaan barang dalam bisnis atau usaha yang sedang kamu jalani. Sehingga, kamu tidak perlu bingung lagi memilih sistem pencatatan stok barang dagang yang cocok untuk diterapkan di perusahaan.

    Untuk kamu yang baru akan menjalankan usaha, sudah tidak perlu memakai cara yang manual lagi untuk mencatat persediaan barang. Sebab, sudah tersedia aplikasi stok barang dari majoo yang memudahkan kamu menghitung stok barang.

    Dengan memakai aplikasi stok barang dari majoo, kamu sudah tidak perlu menghitung persediaan barang (stock opname) melalui pembukuan atau hitung fisik. Selain itu, aplikasi stok barang dari majoo bisa menjadi solusi dalam efisiensi. Sebab, proses pembukuan manual tentunya akan memakan banyak waktu.

    Pertanyaan Terkait

    • Metode perpetual adalah metode atau sistem pencatatan semua pembelian dan penjualan barang dagangan yang terjadi langsung ke dalam akun persediaan. Sedangkan metode periodik adalah pencatatan pembelian dan penjualan barang dagangan dilakukan secara terpisah.
    • Kartu persediaan perpetual adalah sistem pencatatan persediaan dengan metode perpetual, yaitu metode yang pencatatan pembelian dan penjualan barang yang terjadi dilakukan langsung ke dalam akun persediaan.

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.