Table of Content

    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM

    Memilih bisnis MLM tidak ada salahnya, asalkan cermat dalam memilih agar tidak terjebak yang ilegal.

    “Sis, udah coba produk X?”

    “Oh, belum pernah. Produk dari mana, tuh?” 

    “Produk dari negara Y. Bagus, lo.”

    “Mahal, ah! Belum tentu cocok juga buat aku.”

    “Sis, aku ada tester-nya. Cobain aja dulu. Kalo mau murah, sekalian aja jadi anggotanya. Nanti dapet diskon setiap pembelian. Ada jenjang pendapatannya juga. Bonusnya banyak banget!”

    “Oh, ternyata produk MLM, ya?”

    “Iya, Sis. Bener! Dicoba dulu. Nih, aku ada sepaket buat kamu cobain.”

    Percakapan yang sudah lazim terdengar, terutama di kalangan wanita yang sering mendapatkan tester produk dan dilanjutkan tawaran menjadi anggota sebuah bisnis MLM. 

    Multi level marketing atau MLM adalah jenis usaha pemasaran yang penuh dengan pro dan kontra. Sudah cukup banyak anggapan negatif pun bermunculan untuk jenis usaha ini. 

    Tidak sedikit anggapan MLM sebagai bentuk marketing yang ilegal dan hanya menguntungkan anggota yang berada di level atas. Benarkah demikian?

    Namun, ada pula yang beranggapan bahwa MLM legal dan sangat menguntungkan.

    Sebenarnya, apa, sih, yang disebut MLM itu? Mengapa banyak bisnis MLM tumbuh di seluruh dunia? Apa yang membuatnya menarik untuk dijadikan sumber penghasilan? Simak artikel ini sampai tuntas, ya, Majoopreneurs!

    Baca Juga: Pelanggan Adalah: Pengertian, Jenis, dan Karakteristiknya 

    Pengertian Multi Level Marketing

    Pernahkah kamu tiba-tiba dihubungi oleh teman lamamu yang entah berada di belahan dunia sebelah mana dan diajak berbisnis? Namun, ternyata bisnis yang ia jelaskan tidak seperti bisnis pada umumnya. 

    Temanmu ini mengatakan bahwa kamu bisa meraup banyak keuntungan jika mengajak orang lain untuk ikut berbisnis dengan kalian juga.

    Nah, mungkin saja kamu sedang diajak untuk menjalani sebuah bisnis berbentuk multi level marketing atau MLM.

    MLM atau Multi Level Marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang membuat tenaga penjual pastinya bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan yang berhasil mereka dapatkan.

    Selain itu, salah satu ciri yang melekat pada MLM adalah para tenaga penjual tersebut mendapatkan keuntungan penjualan dari tenaga penjual lain yang telah direkrut terlebih dahulu.

    Di dalam MLM sendiri, ada beberapa istilah teknik marketing yang menggambarkan bisnis ini yaitu penjualan piramida, pemasaran jaringan, hingga pemasaran berantai. Namun pada intinya sebenarnya sama saja.

    Satu hal penting sebagai pekerja di MLM, kamu harus bisa mencari bawahan sebanyak mungkin agar dapat menghasilkan keuntungan yang lebih besar.

    Orang yang tergabung dalam MLM akan disebut sebagai mitra niaga, distributor, atau anggota/member

    Urutan langkah selanjutnya, mitra niaga atau distributor tersebut akan mengajak orang lain untuk ikut menjadi member, sehingga jaringan pelanggan atau pasarnya bisa semakin luas dan besar.

    Nah, kalau sudah mendapatkan banyak member karena keuletan dan keberhasilan distributor tersebut tentunya akan mampu meningkatkan omset perusahaan, sehingga akan memberikan keuntungan yang maksimal. 

    Oleh karena itu, perusahaan akan memberikan keuntungan pada distributornya dalam bentuk insentif berupa bonus sesuai jenjang atau level distributor tersebut.

    Dikutip dari Investopedia, MLM adalah strategi yang digunakan beberapa perusahaan direct sales.

    Dalam strategi ini, perusahaan mendorong distributor yang sudah ada untuk merekrut distributor baru.

    Nantinya, distributor akan mendapat keuntungan berdasarkan persentase penjualan mereka dan penjualan distributor yang mereka rekrut.

    Istilah bagi orang baru yang direkrut oleh distributor disebut juga sebagai downline. Semakin banyak downline yang direkrut oleh distributor, maka keuntungan distributor pun akan semakin besar.

    Biasanya, perusahaan yang menerapkan multi level marketing tidak memiliki toko fisik karena lebih menerapkan gudang penyimpanan produk dan hanya bisa diakses oleh distributor resmi.

    Jadi, jika kamu ingin membeli produk atau jasa mereka, kamu harus menghubungi distributor yang telah terikat dengan perusahaan tersebut.

    Dalam praktik MLM, perusahaan bisa saja memiliki ratusan hingga ribuan distributor yang tersebar di seluruh dunia.

    Namun, ternyata tidak semua distributor berhasil meraih keuntungan seperti yang dijanjikan. Sudah mulai bingung, Majoopreneurs? Pada titik inilah orang ragu untuk menjalani bisnis MLM.

    Tujuan Bisnis MLM

    Cukup banyak perusahaan yang menggunakan teknik pemasaran MLM demi mencapai tiga tujuan utamanya.

    1. Melakukan Efisiensi Pemasaran

    Perusahaan yang menerapkan MLM biasanya nggak bakalan kamu lihat iklannya di televisi atau di internet. Alasannya karena perusahaan lebih senang melakukan promosi lewat para mitra atau distributor resminya.

    Pemasaran dilakukan langsung oleh para distributor MLM yang melakukan penjualan. Biasanya para distributor yang sudah pasti sebagai anggota akan melakukan presentasi pada calon anggota baru. 

    Sudah jelas bahwa distributor dituntut harus paham dengan keunggulan produk. 

    Cara ini membuat perusahaan tidak perlu mengeluarkan uang banyak untuk promosi. Komisi akan dikeluarkan untuk distributor MLM yang berhasil naik level karena sudah menjual dan mencari anggota baru yang banyak.. 

    2. Menaikkan Jumlah Penjualan

    MLM juga dapat meningkatkan penjualan secara signifikan. Karena setiap anggota yang baru bergabung akan diminta untuk membeli produk atau biasa disebut starter kit.

    Setelah bergabung, anggota bisa menggunakan produknya atau memilih menjualnya kembali untuk raih keuntungan. 

    Di era sekarang sudah ada internet, jadi para anggota MLM bisa juga menawarkannya lewat media sosial masing-masing.

    3. Ingin Lebih Dekat dengan Konsumen

    Tanpa melakukan iklan yang sering di televisi dan media lainnya, MLM bisa dekat dengan masyarakat karena yang mempromosikannya langsung adalah masyarakat.

    Hal ini yang membuat brand perusahaan MLM cukup mudah diketahui banyak orang.

    Ciri-ciri Bisnis MLM yang Baik

    Hati-hati, ya, Majoopreneurs. Di luar sana banyak MLM yang bergerak secara ilegal, hingga tidak layak untuk dipilih. Cara kerja MLM yang baik itu biasanya punya ciri-ciri berikut ini.

    1. Perusahaan Sudah Terdaftar di APLI

    Perusahaan MLM Indonesia memiliki asosiasi yang berisi perusahaan MLM tepercaya. Pastikan perusahaan MLM yang bekerja sama dengan kamu adalah bagian dari Asosiasi Penjual Langsung Indonesia atau APLI.

    APLI mewajibkan semua perusahaan MLM yang akan bergabung untuk mendapatkan sertifikasi lebih dulu. Selain itu, APLI juga menetapkan bahwa perusahaan yang benar-benar sudah memenuhi persyaratan saja yang bisa bergabung.

    2. Produk yang Dijual Jelas Wujudnya

    Usaha MLM wajib hukumnya memiliki produk yang dijual. Produknya bisa kamu lihat secara langsung dan ada manfaat yang diterima oleh konsumen. Jangan pernah memilih MLM yang hanya mengandalkan uang karena biasanya terindikasi penipuan.

    3. Para Anggota Saling Bantu

    Di MLM kamu akan sering mendengar tentang upline dan downline. Upline adalah orang yang bergabung lebih dulu di MLM dan downline adalah anggota yang ada di bawahnya, biasanya anggota yang baru masuk.

    Setelah masuk ke usaha MLM, para anggota yang baru masuk biasanya akan dibantu oleh para upliners. Ada pertemuan yang dilakukan rutin untuk pengembangan diri. Para distributor itu saling bantu untuk meraih kesuksesan bersama.

    4. Harga Produk Masuk Akal

    Harga jual produk harus sama dengan kualitas. Apabila terlalu mahal dengan kualitas yang tidak terlihat atau terasa langsung oleh konsumen, bisa terindikasi penipuan. Kamu bisa membandingkan harganya dengan produk yang serupa di pasaran.

    5. Badan Hukum Jelas

    Perusahaan MLM tersebut sudah memiliki badan hukum yang jelas. Perusahaan MLM seharusnya berbentuk PT, memiliki NPWP badan usaha, dan SIUPL. 

    Tanpa adanya hal-hal tersebut di atas, saran majoo, sih, urungkan niat untuk bergabung dengan MLM tersebut.

     Agar bisnis MLM dapat berjalan lancar, perekrutan anggota dan networking sangat berpengaruh agar insentif memenuhi saldo rekeningmu.

    Contoh Bisnis MLM di Indonesia

    Usaha MLM yang hadir di Indonesia itu mudah ditemukan, bahkan mungkin Anda sudah tahu. Ini dia contoh usaha MLM di Indonesia.

    1. Amway

    Amway yang berbasis di Amerika Serikat ini masih bertahan sebagai salah satu perusahaan MLM terbesar di dunia. 

    Hingga 2018 saja, mereka telah mempunyai omzet mencapai 8,8 miliar dollar AS. Beberapa barang yang ditawarkan adalah alat cek kecantikan dan kebugaran, kosmetik, dan sebagainya.

    2. Tupperware

    Perusahaan MLM ini sudah terkenal di Indonesia sejak tahun 90an. Banyak diandalkan oleh ibu-ibu berbagai kalangan. Produk yang dijualnya adalah kotak makan, botol minuman, dan produk-produk penyimpan makanan atau alat masak multifungsi. 

    3. Oriflame

    Bisnis ini biasanya diandalkan oleh ibu-ibu dan para anak muda yang baru ingin bisa berbisnis. Bahkan sudah banyak pula pria yang berbisnis bersama Oriflame karena ada produk khusus kaum Adam.

    Produk yang dijual adalah kosmetik dengan kualitas bagus dan klaim bahan baku bersumber dari alam seperti bedak, lipstick, eye shadow, dan lainnya.

    4. Herbalife Nutrition

    Lebih fokus pada kesehatan dan kebugaran, perusahaan ini dikenal dengan produk minumannya yang dapat membuat tubuh lebih sehat. Kamu juga dapat menemukan produk suplemen lainnya.

    Baca Juga: Strategi Customer Retention dalam Menjaga Loyalitas Konsumen 

    Kesimpulan

    Bisnis MLM biasanya menjual produk seperti obat-obatan hingga kecantikan dengan ceruk pasar sangat luas.

    Pada awalnya, produk MLM tersebut ditawarkan kepada orang-orang di sekitar tenaga penjual. Karena bisnis ini lebih identik dengan pemasaran mulut ke mulut sehingga lebih bisa mendapatkan kepastian dalam penjualan.

    Kini, produk MLM dapat menjangkau lebih jauh dari area distributor berkat teknologi internet. 

    Selain itu, yang akan sering digunakan di dalam bisnis MLM adalah sebutan upline dan downline. 

    Upline adalah sebutan distributor yang memiliki bawahan dengan istilah downline. Jadi bisa dibilang, upline adalah atasan dari downline. Dari downline, bisa juga menjadi upline jika ketika sudah punya bawahan.

    Pertanyaan Terkait

    • MLM atau Multi Level Marketing adalah sebuah strategi pemasaran yang membuat tenaga penjual pastinya bisa mendapatkan keuntungan dari penjualan yang berhasil mereka dapatkan.
    • Dalam strategi ini, perusahaan mendorong distributor yang sudah ada untuk merekrut distributor baru. Nantinya, distributor akan mendapat keuntungan berdasarkan persentase penjualan mereka dan penjualan distributor yang mereka rekrut. Istilah bagi orang baru yang direkrut oleh distributor disebut juga sebagai downline. Semakin banyak downline yang direkrut oleh distributor, maka keuntungan distributor pun akan semakin besar.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Sistem, Tujuan, Ciri-ciri, dan Contoh Bisnis MLM
    MLM adalah bisnis yang telah berlangsung lama dan tetap menarik perhatian masyarakat, meski dipandang negatif oleh sebagian orang. Kamu tertarik?
    Contoh Laporan Keuangan Perusahaan Dagang
    Contoh laporan keuangan perusahaan dagang bisa dianalogikan layaknya rapor untuk bisnismu, mulai dari laporan neraca perusahaan, dan laba rugi usaha.
    Ide Jualan Bulan Puasa yang Dijamin Cuan 2022!
    Selain menjadi bulan ibadah umat muslim, Ramadan 2022 juga banyak membawa peluang usaha. Temukan beragam ide jualan bulan puasa penuh cuan di sini!
    Bagaimana Cara Menentukan Biaya Overhead Pabrik?
    Biaya overhead pabrik digunakan untuk mengetahui rincian alokasi dana yang dikeluarkan agar pengeluaran produksi lebih efisien.