Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Cara Dapat Bantuan Modal UMKM agar Bisnis Kian Maju

    Cara Mendapatkan Modal UMKM

    Masalah permodalan UMKM merupakan salah satu permasalahan klasik yang selalu dikeluhkan oleh para pelaku bisnis. Hal ini dibuktikan dari hasil survei Indikator Politik Indonesia pada Februari 2022 lalu.

    Mereka memaparkan bahwa kesulitan mendapatkan modal berada di posisi kedua tiga masalah utama yang dihadapi para pengusaha UMKM. Kesulitan mendapatkan modal UMKM membuat pelaku usaha mikro tidak bisa mempertahankan bisnisnya. Hal tersebut diperburuk dengan lesunya perekonomian imbas pandemi Covid-19.

    Baca juga: 14+ Tips Mengelola Keuangan untuk UMKM dan Bisnis Rumahan

    Kenapa sih Begitu Sulit Mendapatkan Modal Usaha UMKM?

    Dilansir dari laman resmi Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, data yang dirilis oleh Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) pada 2020 mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 46,6 juta dari total 64 juta UMKM di Indonesia belum memiliki akses permodalan dari perbankan maupun lembaga keuangan bukan bank.

    Salah satu hambatannya adalah tingkat literasi keuangan yang sangat rendah. Selain itu, para pelaku usaha mikro masih belum memiliki rekening sehingga sukar mengakses pinjaman.

    Hal tersebut menjadi landasan bagi Pemerintah untuk melakukan pendampingan dan sosialisasi skema pembiayaan bagi UMKM sesuai kelasnya. Sejak 19 Januari 2022, telah tersedia skema Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang terdiri dari KUR Super Mikro, KUR Mikro, KUR Kecil, KUR Khusus, dan KUR PMI. Khusus untuk KUR Super Mikro dan KUR Mikro tidak diperlukan agunan tambahan.

    Dalam upaya membangun UMKM sebagai critical engine ekonomi kerakyatan, Presiden Joko Widodo telah memberikan arahan untuk melakukan pengembangan UMKM Naik Kelas dan Berdaya Saing Global. Peran UMKM sangat besar untuk pertumbuhan perekonomian Indonesia, yaitu mencapai 60,5% terhadap PDB. Selain itu, UMKM juga membantu penyerapan tenaga kerja sebesar 96,9% dari total penyerapan tenaga kerja nasional.

    Perkembangan UMKM di Indonesia

    Sektor perekonomian di Indonesia didominasi oleh usaha berskala mikro kecil dan menengah (UMKM). Jumlahnya mencapai 99,9 persen dari total 64,2 juta unit usaha. Dikutip dari laman Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia, usaha berskala mikro (memiliki omzet/tahun maksimal 300 juta dan memiliki aset maksimal 50 juta) adalah yang terbesar jumlahnya, mencapai 63,3 juta unit.

    Dilansir dari KataData, laporan yang dikeluarkan ASEAN Investment yang dirilis September 2022 menyebutkan bahwa Indonesia memiliki usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) terbanyak di kawasan ASEAN. Pada 2021, UMKM Indonesia tercatat mampu menyerap kurang lebih 97% tenaga kerja, menyumbang 60,5% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), serta berkontribusi 14,4% terhadap ekspor nasional.

    Proporsi serapan tenaga kerja UMKM Indonesia itu juga merupakan yang terbesar di antara negara ASEAN. Di negara-negara tetangga, UMKM hanya menyerap tenaga kerja di kisaran 35%-85%.

    Tapi, jika dilihat dari kinerjanya, Indonesia masih kalah dari Myanmar yang UMKM-nya mampu menyumbang hingga 69,3% terhadap PDB setempat.

    Perkembangan UMKM semakin meningkat sejak pandemi Covid-19 muncul. Tingginya angka PHK yang diakibatkan oleh situasi tersebut membuat sebagian besar masyarakat Indonesia kehilangan pekerjaan. Kemudian mereka mencoba peruntungan dengan menjadi pelaku usaha kecil dan menengah.

    Tapi, bagaimana cara untuk mendapatkan modal UMKM ini? Berikut ulasannya. 

    Baca juga: Best Practice Cara Mencari Investor yang Tepat untuk Usahamu

    Cara UMKM Mendapatkan Modal Usaha

    Hampir sebagian besar pebisnis UMKM menghadapi permasalahan dalam mendapatkan modal usaha. Berbekal tabungan yang minim sebagai modal, mereka kesulitan untuk mengembangkan usaha.

    Jika kamu merupakan pelaku UKM yang sudah menjalankan usaha minimal enam bulan dan ingin menambah modal usaha untuk mengembangkan bisnis, kamu berpeluang untuk bisa memperoleh tambahan modal.

    Kini, pelaku UMKM dimanjakan dengan hadirnya berbagai platform yang dapat membantu mereka untuk mendapatkan suntikan modal usaha. Salah satu contoh sumber modal UMKM adalah sistem penggalangan dana (crowdfunding) yang dihadirkan oleh teknologi finansial (fintech).

    Selain itu, kamu juga bisa mendapatkan modal UMKM dari berupa bantuan langsung tunai (BLT). Sumber modal UMKM ini berasal dari Kementerian Koperasi dan UKM serta Kementerian Sosial.

    Bantuan sumber modal dari pemerintah ini ditujukan kepada para pelaku UMKM agar tetap bisa bertahan. Pada rencananya, ada sekitar 12,8 juta pelaku UMKM yang menjadi target sasaran program bantuan ini. Hingga Oktober 2022, total Rp15,36 triliun telah diberikan kepada UMKM yang membutuhkan.

    Bagaimana cara mendapatkan modal usaha UMKM dari pemerintah? Yuk, simak sampai selesai artikel berikut ini.

    Cara Dapat Bantuan Modal UMKM dari Pemerintah

    Untuk mendapatkan bantuan modal UMKM dari pemerintah, hal pertama yang harus dilakukan adalah memenuhi semua persyaratannya. Berikut persyaratan yang diminta: 

    • Pemohon merupakan WNI (Warga Negara Indonesia),
    • Sudah memiliki e-KTP,
    • Pelamar memiliki usaha mikro yang bisa dibuktikan dengan adanya surat usulan calon penerima Banpres Produktif Usaha Mikro (BPUM). Surat tersebut dari pengusul BPUM yang disertai dengan lampiran yang merupakan satu kesatuan,
    • Pemohon bukan anggota TNI/Polri, pegawai BUMN/BUMD, atau kelompok ASN (Aparatur Sipil Negara),
    • Pelamar tidak sedang menerima KUR atau Kredit Usaha Rakyat dari pihak perbankan manapun,
    • Wajib melampirkan SKU (Surat Keterangan Usaha) apabila lokasi antara KTP pemohon dengan domisili usaha berbeda.

    Setelah itu, pemilik UMKM harus menyiapkan sejumlah dokumen, seperti fotokopi e-KTP, fotokopi Kartu Keluarga (KK), serta fotokopi SKU atau NIB dari pihak kelurahan atau Kepala Desa. Serahkan semua dokumen tersebut ke dinas terkait yang membidangi UKM atau koperasi yang ada di kota/kabupaten tempat tinggal pemohon bantuan modal UMKM. 

    Apabila semua persyaratan dan dokumen telah lengkap, maka tahap selanjutnya adalah mengisi formulir yang telah disediakan oleh Dinas UMKM dan Koperasi di kabupaten/kota setempat. Jika sudah terdaftar, tahap berikutnya adalah menunggu proses identifikasi dan verifikasi data yang dilakukan oleh lembaga terkait. Ini perlu dilakukan untuk mengecek keabsahan data yang diberikan. 

    Untuk mengecek status calon penerima, kamu bisa melakukannya dengan masuk ke situs https://eform.bri.co.id/bpum. Masukkan NIK secara lengkap beserta kode verifikasinya. Kemudian, lanjutkan dengan proses inquiry untuk mengetahui status permohonan, apakah diterima atau ditolak.

    Apabila tercatat sebagai penerima bantuan UMKM, kamu bisa menghubungi bank yang telah ditunjuk pemerintah sebagai penyalur BPUM, yaitu BRI, BNI, dan Bank Syariah Mandiri untuk melihat jadwal dan melakukan pencairan. Pastikan kamu telah memiliki rekening di salah satu bank yang telah ditunjuk tersebut agar proses pencarian modal usaha berjalan lancar. 

    Baca juga: 17 Jenis Izin Usaha dan Cara Mendapatkannya

    Mendapatkan Sumber Modal UMKM dari Koperasi

    Salah satu sumber permodalan UMKM adalah Koperasi Simpan-Pinjam. Selama berpuluh-puluh tahun, Koperasi Simpan Pinjam telah menjadi lembaga yang membantu usaha mikro untuk mendapatkan akses permodalan. Dengan mengusung asas kekeluargaan, Koperasi Simpan-Pinjam akan menyalurkan pinjaman kepada para anggota yang telah terdaftar. 

    Oleh karena itu, untuk mendapatkan modal usaha dari koperasi, kamu harus mendaftarkan diri sebagai anggota koperasi, baru bisa mengajukan pinjaman. Sertakan pula proposal yang berisi tujuan penggunaan dana pinjaman.

    Begitu pengajuan pinjaman disetujui, kamu akan menjalani akad pinjaman koperasi yang memuat besaran dana yang dicairkan berikut kesepakatan waktu pengembalian dana. 

    Ada beberapa kelebihan meminjam dana melalui koperasi, antara lain:

    • Prosedur pengajuan pinjaman relatif mudah dan ringkas,
    • Proses pengajuan dan pencairan tergolong cepat,
    • Bisa mengajukan pinjaman tanpa jaminan,
    • Suku bunga tergolong rendah.

    Sumber Modal UMKM dari Swasta

     Cara Mendapatkan Modal UMKM dari Pemerintah dan Swasta

    Swasta juga mendukung tumbuh kembang UMKM melalui akses permodalan. Hal ini telah diperintahkan langsung oleh Presiden Joko Widodo agar sektor usaha besar melakukan pendampingan kepada masyarakat sehingga dapat menggerakkan ekonomi di sekitar.

    Hal ini telah dilakukan oleh Sinar Mas yang selama bertahun-tahun secara efektif memberdayakan perekonomian masyarakat di sekitar lingkup forestry dan lingkup pabrik melalui program CSR Perusahaan. Program mereka yang bertajuk Desa Makmur Peduli Api (DMPA) telah menjangkau 405 desa dengan melibatkan 80.000 Kartu Keluarga.

    DMPA tersebar di lima provinsi, di antaranya Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat, dan Kalimantan Timur. Adapun program ini dibuat dengan tujuan untuk mengurangi tekanan terhadap lahan hutan dengan menyediakan mata pencaharian alternatif bagi masyarakat.

    Selain Sinar Mas, salah satu pihak swasta yang menjadi sumber modal UMKM adalah Sampoerna. Lewat program Sampoerna Retail Community (SRC), Sampoerna memberikan bantuan kepada UMKM melalui pendampingan kepada toko retail. Pendampingan yang diberikan berupa manajemen bisnis, rantai suplai, strategi pemasaran, penggunaan platform online, dan cara membina hubungan baik dengan pelanggan.

    Jika kamu memiliki UMKM yang berada di sekitar ruang lingkup usaha dari Sinar Mas maupun Sampoerna bisa mengajukan permohonan bantuan modal kepada mereka. Dengan memberikan bantuan, swasta akan memperoleh imbal balik penggunaan barang atau jasanya oleh UMKM.

    Baca juga: CSR adalah Corporate Social Responsibility, Apa Artinya?

    Kesimpulan

    Setiap pengusaha UMKM perlu tahu cara mendapatkan modal UMKM. Tanpa akses sumber modal, pengusaha UMKM cenderung mengalami kesulitan untuk bertahan dan berkembang.

    Sumber bantuan UMKM beragam, bisa berasal dari pemerintah dan swasta. Tiap-tiap sumber memiliki cara daftar bantuan UMKM-nya tersendiri.

    Bagi kamu yang menjalankan usaha UMKM dengan modal terbatas, majoo menyediakan pembiayaan usaha instan tanpa agunan melalui majoo capital. Dengan majoo capital, mendapatkan pendanaan jadi makin mudah dan bisnis bisa berkembang tanpa Batasan.

    Jadi, tidak ada alasan lagi bisnis tidak berkembang karena terbatasnya modal. Majukan bisnismu dengan pendanaan yang cepat dan mudah bersama majoo!

    Referensi

    1. https://www.jurnal.id/id/blog/cara-mendapatkan-bantuan-umkm-sbc

    2. https://www.qiscus.com/id/blog/bantuan-umkm

    3. https://smesta.kemenkopukm.go.id/bantuan-untuk-umkm-dari-pemerintah

    4. https://databoks.katadata.co.id/datapublish/2022/10/11/indonesia-punya-umkm-terbanyak-di-asean-bagaimana-daya-saingnya

    5. https://www.sinarmas.com/blog/?p=3628

    Sumber Gambar: Freepik.com

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Kwitansi adalah: Pengertian, Contoh, Format
    Kwitansi adalah bukti pembayaran yang sah dari sebuah transaksi. Dalam bisnis, ternyata ada berbagai jenis dan contoh kwitansi yang biasa digunakan.
    Kliring adalah: Pengertian, Mekanisme, Jenis, Contoh
    Kliring adalah metode pemindahan uang dari satu rekening ke rekening lain kepada yang berhak dan menunggu 2-3 hari kerja setelah proses kliring diajukan. 
    Kenalan dengan Cloud Computing dan Fungsinya Bagi Bisnis
    Dalam dunia bisnis, kehadiran cloud computing adalah sebuah gerakan peralihan ke sistem kerja yang lebih praktis, efisien, dan terkomputerisasi.
    Apa Iya Micro Influencer adalah Andalan Pemasaran Digital?!
    Bagi yang belum tahu, micro influencer adalah salah satu andalan untuk menjamin berhasilnya kegiatan pemasaran digital. Kok, bisa?! Simak, yuk!