Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    Definisi Networking dan Manfaatnya Dalam Bisnis

    Pengertian Networking dan Manfaatnya Dalam Bisnis

    Dunia tak selebar daun kelor. Sering kali pepatah itu benar adanya, terlebih di dunia bisnis. Oleh karena itu, semangat wirausaha saja tidak cukup dalam berbisnis. Kamu juga harus menjalankan networking.

    Kenapa networking penting? Dalam sebuah riset yang dilakukan oleh LinkedIn menyebutkan bahwa hampir 80 persen profesional menganggap bahwa networking sangat penting bagi kesuksesan karier, termasuk dalam kegiatan bisnis. Pasalnya, networking merupakan aspek penting untuk membangun relasi dan mengembangkan diri.

    Pengertian networking adalah berjejaring atau memperluas hubungan dengan orang-orang, baik dari latar belakang industri serta minat yang sama atau dari beragam profesi. Dengan networking, kamu bisa bertukar informasi dan ide seputar pekerjaan maupun mendapatkan masukan yang berkaitan dengan pengembangan bisnis maupun karier. Para profesional biasanya melakukan networking untuk mendapatkan kenalan baru, menemukan peluang baru, serta mengetahui berita terbaru di industri mereka.

    Mengapa kemampuan networking begitu penting? Karena networking adalah tentang memelihara dan membangun jaringan dalam waktu jangka panjang dan saling menguntungkan satu sama lain. Oleh karena itu, kemampuan networking amat penting dan menjadi salah satu social skills yang sebaiknya dikuasai oleh masing-masing orang demi mengembangkan dirinya di masyarakat.

    Selain itu, kemampuan networking diperlukan dalam membangun relasi dengan berbagai pihak. Relasi ini akan menjadi salah satu kunci perkembangan diri dan modal sosial bagi seseorang untuk mencapai tujuan hidupnya.

    Baca juga: 6+ Cara Meningkatkan Produktivitas. Nomor 4 Bikin Gemes!

    Dalam dunia kerja, kemampuan networking telah terbukti bisa mendukung tercapainya jenjang karier yang baik. Bahkan, tidak jarang kita menemukan seseorang yang sukses menjalankan bisnisnya berkat kemampuan networking.

    Networking bisa dibangun di dalam suatu institusi maupun di masyarakat secara umum melalui berbagai komunitas. Artinya, membangun hubungan baik dengan rekan-rekan dan para kolega antardivisi di tempat kerja juga termasuk aktivitas berjejaring. Dalam aktivitas berjejaring tersebut, kamu dapat saling bertukar informasi dan saling membantu demi tercapainya hubungan yang baik dan saling menguntungkan.

    Manfaat Networking Dalam Bisnis

    Seperti yang sudah diketahui bersama, networking adalah salah satu upaya membangun hubungan baik dengan orang lain. Selain itu, apa saja manfaat yang bisa didapatkan dari kegiatan networking? Berikut ini beberapa manfaat networking dalam bisnis yang perlu kamu ketahui.

    1. Untuk Saling Membantu dan Mendukung

    Salah satu manfaat dari networking di dunia bisnis adalah untuk dapat saling membantu dan mendukung. Hubungan baik yang tercipta dengan sesama pebisnis dan sesama rekanan akan membantu kamu dalam pengembangan bisnis ke depannya.

    Sebagai contoh, saat mendatangi suatu acara, pasti kamu akan menemui banyak orang. Dari sana, kamu bisa membangun relasi dan menggali informasi. Misalnya, kamu membutuhkan rekomendasi supplier atau vendor terbaik, maka kamu bisa bertanya-tanya kepada mereka, dan begitu pula sebaliknya.

    Sementara itu bagi pekerja, networking di luar kantor dapat membantumu dalam menunjang karier ke depannya. Tidak menutup kemungkinan dari relasi tersebut, kalian akan saling membutuhkan di kemudian hari, entah dalam mencari kerja atau membangun proyek bersama.

    2. Untuk Bertukar Ide dan Wawasan Seputar Bisnis

    "Orang mungkin mati, bangsa mungkin naik dan turun, tapi sebuah gagasan terus hidup. Ide memiliki ketahanan tanpa kematian," ujar mantan Presiden Amerika Serikat John F. Kennedy. Hal tersebut benar adanya. Setiap orang memiliki idenya masing-masing. 

    Baca juga: 11+ Ide Bisnis Anak Muda Dengan Modal Minim

    Dari networking, kamu dapat bertukar ide bisnis dengan orang-orang yang kamu ajak bicara. Ilmu dan pengetahuan bisa kamu dapatkan dari networking, tidak hanya dari buku, kursus online ataupun berselancar di internet. Sebab, pengalaman hidup orang berbeda-beda. Itu akan menjadi wawasan yang perlu kamu gali dan ketahui. Dari obrolan dengan orang-orang yang baru dikenal, akan muncul ide-ide segar yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan olehmu.

    3. Untuk Menumbuhkan Rasa Percaya Diri

    Salah satu manfaat networking adalah untuk menumbuhkan rasa percaya diri. Dikutip dari Forbes, semakin efektif networking yang kamu bangun, semakin kuat rasa percaya dirimu. Hal ini tentu akan membantumu saat presentasi business plan ataupun hal-hal lainnya yang berkaitan dengan komunikasi.

    4. Untuk Membuka Peluang Baru

    Sebuah studi yang dikutip dari Zen Business melaporkan bahwa 78 persen perusahaan rintisan mengatakan bahwa networking sangat penting untuk pengembangan usaha mereka. Jika kamu tidak meluangkan waktu untuk bertemu dan berinteraksi dengan orang lain di bidang atau industri bisnis yang sama, kemungkinan besar kamu akan kehilangan peluang berharga untuk menemukan kemitraan baru, menghasilkan rekomendasi, atau mendapatkan pelanggan baru.

    Misalnya, jika bisnismu sedang membutuhkan jasa pembukuan, akuntan, atau pengacara, kamu mungkin menemukan kandidat yang ideal melalui networking. Selain itu, kamu juga bisa dipertemukan dengan investor yang ingin menyuntikkan dana bagi pengembangan usahamu. Jadi, kamu tidak akan pernah tahu munculnya peluang baru jika tidak berasal dari networking yang telah dibangun.

    5. Untuk Mendapatkan Nasihat Berharga

    Jatuh bangun dalam membangun bisnis tentu dialami oleh siapapun. Bahkan, seringkali itu membuat seseorang terpuruk sehingga merasa sudah tidak kuat lagi dalam menjalankan usaha.

    Dari aksi berjejaring yang sudah kamu lakukan, kamu dapat berbagi keluh kesah kepada mereka terkait masalahmu. Mereka tentu akan memberikan nasihat-nasihat yang membuatmu terpacu kembali dalam berbisnis.

    6. Untuk Membantu Pengambilan Keputusan

    Opini dari sosok yang lebih ahli yang lebih berpengalaman sangat dibutuhkan sebelum mengambil keputusan, terutama jika menyangkut masa depan bisnis sedang dijalani. Melalui relasi atau koneksi bisnis yang sudah dipercaya, kamu bisa memperoleh opini yang berguna sebagai dasar pertimbangan dari dampak baik dan buruknya sebuah keputusan yang akan diambil untuk kedepannya.

    7. Untuk Menemukan Seorang Mentor

    Mentor memiliki peran yang sangat penting dalam berbagai hal, baik untuk kehidupan pribadi maupun untuk membantu pengembangan usaha. Beberapa jawaban yang tak bisa kamu dapatkan sendiri hanya bisa didapatkan dari kehadiran seorang mentor. Artinya, mentor adalah mereka yang lebih berpengalaman darimu.

    Apabila memiliki networking yang luas, kamu bisa lebih mudah menemukan orang yang tepat untuk menjadi mentormu. Selain itu, kamu juga tidak terlalu sungkan untuk meminta mereka menjadi mentor karena sebelumnya sudah ada relasi yang terjalin.

    Selain memberi masukan, mentor juga bisa menghubungkanmu pada kenalannya yang sekiranya lebih paham permasalahan yang kamu hadapi. Itulah alasan networking adalah faktor yang cukup vital dalam kemajuan bisnis seseorang.

    Baca juga: 10+ Rekomendasi Buku Bisnis, Cocok Untuk Pebisnis Pemula

    8. Untuk Update dengan Tren Bisnis

    Networking dalam bisnis bukan hanya tentang membangun hubungan dengan orang lain. Bertemu dan berinteraksi dengan profesional di industri lainnya juga memungkinkan kamu untuk tetap mengetahui tren bisnis terbaru. Kamu bisa menerapkan tren bisnis terbaru ke perusahaanmu saat ini untuk meningkatkan peluang bisnis.

    Tren bisnis bisa didapatkan dengan mengikuti seminar atau kursus. Namun, jika kamu tidak memiliki waktu untuk hal itu, kamu tetap bisa mengikuti perkembangan dan praktik baru di industri bisnismu melalui informasi dari networking.

    Cara Membangun Networking Bisnis

    Contoh Networking Dalam Aktivitas Bisnis

    Berikut adalah langkah-langkah penting dalam membangun jejaring dalam bisnis. Yuk, disimak!

    1. Tentukan Tujuan Networking

    Beda tujuan, beda juga proses yang akan kamu terapkan saat membangun networking. Jadi, tentukan terlebih dahulu tujuanmu: apakah untuk belajar, apakah untuk mencari peluang baru, atau apakah sedang mencari rekanan untuk berkolaborasi?

    2. Siapkan Elevator Pitch yang Menarik

    Elevator pitch adalah perkenalan singkat tentang dirimu. Hal ini sangat penting karena sangat menentukan kesan pertama orang lain terhadapmu.

    Hindari perkenalan yang terlalu panjang dan bertele-tele. Pastikan kamu menonjolkan keunikan bisnismu agar mereka tertarik untuk membangun jejaring denganmu.

    3. Hubungi Koneksi Terdekatmu

    Networking adalah kegiatan yang bisa kamu mulai dari lingkungan sekitar. Jadi, sebelum mencari koneksi atau relasi di luar circle-mu, kamu bisa melihat kembali koneksi yang saat ini sudah kamu miliki.

    Hubungi teman-temanmu, rekan kerja, mantan atasan, bahkan anggota keluarga. Setelah itu, kamu bisa ajak mereka mengobrol dan mendiskusikan bisnismu. Siapa tahu, mereka bisa membantumu menjangkau circle yang lebih luas.

    4. Bergabung pada Komunitas Lokal dan Nasional

    Lakukanlah riset untuk membuat daftar komunitas yang sesuai dengan minat atau tujuan pengembangan bisnismu. Setelah itu, bergabunglah dengan mereka dan bangun koneksi lebih jauh dengan para anggotanya.

    5. Gunakan Media Sosial untuk Memperluas Jaringan

    Dalam membangun networking bisnis, kamu bisa memanfaatkan media sosial, lho. Ikuti akun-akun wirausahawan muda atau entrepreneur coach dan berinteraksilah dengan mereka.

    Tips Networking untuk Introvert

    Tapi aku orangnya introvert. Bagaimana mungkin bisa berjejaring dan bersosialisasi?”

    Pertanyaan tersebut kerap muncul dari mereka yang mengklaim dirinya sebagai seorang introvert. Arti introvert sendiri sering diasosiasikan sebagai sosok pemalu, antisosial, dan berperilaku dingin. Namun, sebenarnya introvert adalah tipe kepribadian yang menyukai waktu dan energi untuk sendiri.

    Oleh karena itu, mereka selalu merasa sulit untuk membangun jejaring dengan pihak lain. Konsep berjejaring seringkali menjadi hal yang menakutkan bagi para introvert. Mereka akan kehabisan energi saat bersosialisasi.

    Tapi, kamu tidak perlu takut dan panik. Kamu tetap harus beradaptasi dan kompromi. Berikut beberapa tips penting yang membuat proses berjejaring dalam bisnis mudah bagi semua orang, termasuk kamu yang introvert. 

    1. Persiapkan Diri Sebaik-baiknya

    Bagi introvert, kegiatan berjejaring memang bisa mengintimidasi. Nah, mempersiapkan diri bisa menekan perasaan tersebut. Misalnya, kamu menyiapkan berbagai pertanyaan dan jawaban sebagai “bekal” saat mengobrol. Kamu juga bisa menyiapkan nama-nama yang ingin kamu ajak untuk berkoneksi sehingga tidak perlu mengobrol dengan banyak orang.

    2. Cobalah untuk Rileks

    Siapkan senyuman terbaikmu. Tunjukkan sikap terbuka dan hangat. Ini akan membuat orang-orang menyapamu terlebih dahulu sehingga kamu bisa menjalin pembicaraan.

    3. Didampingi oleh Teman

    Jika kamu khawatir kehabisan energi atau merasa terintimidasi saat bersosialisasi di sebuah acara, ajaklah teman atau rekan untuk pergi bersama-sama menemanimu. Tidak hanya membantu meredam ketegangan, mereka justru bisa membantumu membuka koneksi baru.

    4. Jadikan sebuah Tantangan

    Networking sejatinya merupakan sebuah tantangan. Ini bisa membuatmu terpacu dan termotivasi untuk terus berjejaring. Selain kenalan baru, kamu juga bisa mendapat kepuasan karenanya.

    5. Lakukan Berjejaring Empat Mata

    Jika kamu merasa kesulitan untuk hadir di suatu acara, kamu bisa memilih untuk berjejaring empat mata atau one-on-one networking. Kamu bisa meminta pada seorang teman untuk memperkenalkanmu pada orang baru. Setelahnya, kamu bisa bertemu dan mengobrol dengannya.

    6. Pilih Networking Secara Online

    Pandemi telah mengubah kebiasaan komunikasi dari luring menjadi daring. Artinya, kamu tidak perlu keluar rumah untuk membangun koneksi.

    Ikuti berbagai webinar kewirausahaan atau mencari koneksi baru melalui media sosial. Dengan demikian, kamu bisa menghemat energi diri sambil membangun jejaring.

    Kesimpulan

    Demikian pembahasan mengenai networking atau berjejaring. Pada dasarnya, networking adalah salah satu cara yang bisa kita tempuh untuk mencapai tujuan tertentu.

    Bagi pemula, kamu pasti menemukan banyak tantangan ketika mencoba membangun jaringan. Nah, setelah membaca ini, kamu bisa mempersiapkan diri dan menentukan strategi terbaik untuk memperluas koneksimu.

    Dalam networking untuk bisnis, rutinlah untuk menghadiri pertemuan bisnis. Dari sana, kamu bisa membangun koneksi sebanyak mungkin. Jangan ragu untuk berkenalan dengan para pengusaha atau profesional di sana.

    Dalam hal ini, kamu perlu bersikap sopan dan percaya diri dalam perkenalan. Kamu juga dapat bertukar kartu nama saat berkenalan dengan mereka.

    Setelah beberapa percakapan, kamu dapat mengemukakan masalah bisnis yang dihadapi dan meminta bantuan mereka. Bahkan, jika mereka membuka diskusi terlebih dahulu, kamu bisa bertukar informasi, mencari pengetahuan, atau bertukar ide.

    Jika kamu adalah seorang introvert, kamu tetap bisa berjejaring, kok. Jadi, meskipun kamu merasa terintimidasi saat bertemu dan bersosialisasi dengan orang-orang baru, ada acara-cara alternatif yang bisa kamu coba agar kamu tidak kehilangan kesempatan dan pengetahuan baru di dunia bisnis. Dengan begitu, kamu bisa merasa terdorong untuk terus membangun koneksi.

    Selain networking, kunci sukses sebuah bisnis adalah pencatatan keuangan. Dengan menggunakan aplikasi majoo, kamu akan mendapatkan laporan keuangan yang rapi dan detail.

    Ayo membangun networking seluas-luasnya dimulai dengan menghubungi majoo sekarang juga!

    Upcoming Event

    Ikuti event-event yang sangat bermanfaat buat kamu.

    Lihat semua event

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Quick Ratio adalah: Kelebihan dan Kekurangannya
    Quick ratio adalah rasio yang digunakan untuk mengukur likuiditas jangka pendek suatu perusahaan. Apa saja kelebihan dan kekurangan quick ratio?
    Newsletter adalah: Definisi, Manfaat, dan Tips Newsletter
    Newsletter adalah tools yang dapat menjembatani perusahaan dengan pelanggan untuk berbagi informasi penting dan menarik terkait perusahaan secara rutin.
    Benarkah Termin adalah Istilah untuk Cicilan atau Uang Muka?
    Termin adalah sistem pembayaran dengan jangka waktu berdasarkan kesepakatan, atau terkait syarat yang telah disepakati saat akad jual secara kredit.
    Payback Period Adalah: Dari Rumus Sampai Contohnya
    Sederhananya, pengertian payback period adalah jangka waktu yang diperlukan untuk mengembalikan nilai investasi yang telah dikeluarkan.