Whatsapp
Chat 24 jam Hubungi Kami

Table of Content

    • Solusi
    • Knowledge
    • 6+ Cara Meningkatkan Produktivitas. Nomor 4 Bikin Gemes!

    6+ Cara Meningkatkan Produktivitas. Nomor 4 Bikin Gemes!

    Cara meningkatkan produktivitas karyawan

    Saat mendengar kata “produktivitas kerja”, yang mungkin langsung terbayang di kepala kita adalah kerja keras tanpa lelah bagai seekor kuda. Padahal, sejatinya produktivitas tenaga kerja adalah kemampuan tenaga kerja dalam menghasilkan barang produksi. Semakin produktif pekerja di sebuah negara, maka barang atau output yang dihasilkan pun akan semakin besar.

    Dengan kata lain, produktivitas kerja adalah rasio kualitas dan kuantitas dari seorang tenaga kerja untuk mencapai hasil kerja secara efektif dan efisien dengan sumber daya yang digunakan. Hal ini tergambar melalui satuan waktu yang dibutuhkan dalam proses kerja untuk mencapai kuantitas dan kualitas dari hasil kerja (output).

    Tujuan dari produktivitas kerja adalah menghasilkan atau meningkatkan hasil barang dan jasa setinggi mungkin dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien. Oleh karena itu, setiap perusahaan akan berupaya secara maksimal untuk meningkatkan produktivitas sumber daya manusianya. Hal tersebut merupakan salah satu faktor penentu untuk mencapai kesuksesan sebuah organisasi atau perusahaan.

    Baca Juga: Pengertian Manajemen Operasional, Fungsi, serta Contohnya

    Bicara tentang produktivitas kerja, persentase produktivitas tenaga kerja Indonesia berada di angka 74,4 persen. Hal ini disampaikan oleh Kementerian Ketenagakerjaan pada Jumat, 13 November 2020 silam. Tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia berada di bawah rata-rata anggota ASEAN, yakni 78,2 persen.

    Kita kalah dari negara-negara tetangga seperti Filipina (86,3 persen), Singapura (82,7 persen), Thailand (80,1 persen), dan Vietnam (80 persen). Indonesia juga masih kalah dibandingkan dengan negara lain yang produktivitasnya di bawah rata-rata ASEAN, seperti Laos yang produktivitasnya mencapai 76,7 persen dan Malaysia 76,2 persen.

    Di level dunia, berdasarkan data Organisasi Perburuhan Internasional (ILO), produktivitas tenaga kerja di Indonesia hanya sebesar US$ 13,1 per jam. Jumlah tersebut menempatkan Indonesia berada di urutan ke-107 dari 185 negara bersama dengan Maladewa.

    Negara dengan produktivitas tenaga kerja tertinggi di dunia adalah Luksemburg sebesar US$ 128,1 per jam. Artinya, satu pekerja di Luksemburg dapat berkontribusi sebesar US$ 128,1 per jam pada perekonomian negara.

    Irlandia menempati urutan kedua negara dengan produktivitas tenaga kerja tertinggi sebesar US$ 122,2 per jam. Singapura berada di urutan berikutnya dengan produktivitas sebesar US$ 73,7 per jam.

    Data tersebut memang cukup membuat kita miris dan sedih. Namun, apakah dengan rendahnya produktivitas tenaga kerja Indonesia dapat diartikan bahwa orang Indonesia adalah orang yang malas? Belum tentu. Sebab, ada beberapa faktor yang memengaruhi produktivitas kerja dan beberapa cara meningkatkan produktivitas. Simak lebih lanjut dalam artikel majoo di bawah ini.

    Faktor-Faktor yang Memengaruhi Produktivitas Kerja

    Dari buku berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia (2003), Ambar Teguh Sulistiyani dan Rosidah menyatakan ada beberapa faktor yang memengaruhi produktivitas, antara lain:

    1. Pengetahuan (Knowledge)

    Akumulasi dari proses pendidikan, baik formal maupun informal, akan menghasilkan pengetahuan. Pengetahuan akan menghasilkan keterampilan yang dapat memberikan kontribusi dalam bekerja, seperti pemecahan masalah, daya cipta, termasuk dalam menyelesaikan pekerjaan.

    Oleh karena itu, seseorang diharapkan memiliki pengetahuan yang luas dan pendidikan yang tinggi agar ia mampu melakukan pekerjaannya dengan baik dan produktif.

    2. Keterampilan (Skill)

    Keterampilan atau skill merupakan salah satu faktor yang memengaruhi produktivitas kerja. Dengan memiliki kemampuan dan penguasaan teknis operasional mengenai bidang tertentu, seseorang diharapkan mampu menyelesaikan pekerjaan secara produktif.

    Skill diperoleh melalui proses belajar dan berlatih selama bertahun-tahun, serta berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan pekerjaan-pekerjaan bersifat teknis.

    3. Kemampuan (Abilities)

    Kemampuan terbentuk dari sejumlah kompetensi yang dimiliki oleh seorang individu. Pengetahuan dan keterampilan termasuk faktor pembentuk kemampuan. Jika seseorang memiliki pengetahuan dan keterampilan yang tinggi, maka ia diharapkan memiliki kemampuan yang tinggi pula.

    4. Sikap (Attitude)

    Attitude merupakan pola dari suatu kebiasaan. Apabila seseorang memiliki kebiasaan yang baik, maka hal tersebut dapat menjamin bahwa ia memiliki perilaku kerja yang baik pula.

    5. Perilaku (Behaviors)

    Sikap yang baik akan berbanding lurus dengan perilaku. Dengan perilaku yang baik, produktivitas kerja akan tercipta dengan efisien.

    Cara Meningkatkan Produktivitas Karyawan

    Setelah mengetahui faktor-faktor yang memengaruhi produktivitas kerja, mari kita membahas berbagai cara meningkatkan produktivitas kerja bagi karyawan. Dengan adanya situasi yang mendukung produktivitas kerja dalam suatu perusahaan, karyawan akan mampu bekerja secara konsisten, serta menghasilkan kinerja yang baik.

    Selain itu, produktivitas karyawan juga akan memengaruhi perkembangan perusahaan itu sendiri. Karyawan yang profesional, terampil dan memiliki etos kerja yang tinggi tentunya akan menjadi keuntungan bagi perusahaan.

    Lalu, bagaimana cara meningkatkan produktivitas karyawan di suatu perusahaan? Berikut di antaranya.

    1. Memberikan pekerjaaan sesuai dengan kemampuan dan minat karyawan

    Memberikan pekerjaan sesuai dengan kemampuan, minat, dan karakter karyawan akan membuat semangat karyawan tumbuh. Alasannya, seseorang akan merasa sulit mencapai produktivitasnya ketika mereka diminta mengerjakan tugas yang tidak sesuai dengan kemampuannya.

    Sebagai contoh, seorang karyawan yang berjiwa kreatif, berkarakter ekstrovert, dan lebih sering menggunakan otak kanan biasanya akan kesulitan jika diberi tugas yang berorientasi pada detail. Tipe karyawan seperti itu akan lebih cocok diberikan tugas yang berhubungan dengan kreativitas. Ia pasti akan mampu melakukan pitching atau presentasi dengan sangat baik kepada klien.

    2. Mengizinkan karyawan bekerja secara remote

    Survei yang dilakukan oleh Global Workplace Analytic menunjukkan bahwa bekerja secara cara remote dianggap sukses meningkatkan produktivitas karyawan menjadi 103 persen selama satu dekade terakhir. Bahkan, saat pandemi terjadi, perusahaan-perusahaan mengizinkan karyawan untuk bekerja secara remote. Hasilnya, karyawan dianggap menjadi lebih inisiatif dan perusahaan bisa menekan biaya operasional.

    Selain itu, beberapa penelitian lain juga menunjukkan bahwa dengan mengizinkan karyawan bekerja secara remote bisa menekan angka cuti karena sakit. Oleh karena itu, bekerja secara remote dianggap menjadi solusi meningkatkan produktivitas karyawan.

    Tidak dapat dimungkiri, tidak semua jenis pekerjaan bisa dilakukan secara remote. Beberapa pekerjaan seperti operator pabrik tidak memungkinkan bekerja dengan sistem remote. Alternatifnya adalah dengan memberikan cuti tambahan kepada karyawan.

    Baca Juga: Kenali Serba-Serbi Remote Working Lebih Dalam, Di Sini!

    3. Menciptakan lingkungan kerja yang baik

    Salah satu cara meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan menciptakan keberadaan lingkungan kerja yang nyaman. Lingkungan kerja yang baik akan berdampak dalam peningkatan produktivitas para karyawan.

    Tempat kerja dengan tekanan dan beban kerja yang berat seringkali membuat karyawan tidak nyaman. Oleh karena itu, menciptakan lingkungan kerja yang baik bukan sekadar menyediakan fasilitas kerja yang lengkap. Namun, juga termasuk mengakomodasi suasana kerja yang aman dan nyaman, interaksi yang menyenangkan dengan sesama karyawan, serta adanya jaminan keamanan dan keselamatan kerja.

    Hal-hal tersebut akan membuat karyawan selalu merasa nyaman dan optimis dalam bekerja. Lebih jauh lagi, strategi tersebut akan mengurangi angka angka turnover karyawan.

    4. Membuat acara kebersamaan

    Membangun kebersamaan untuk meningkatkan produktivitas karyawan

    Membuat acara bersama adalah salah satu cara meningkatkan produktivitas karyawan, lho. Alasannya, produktivitas karyawan dipengaruhi oleh cara mereka membangun relasi dan berinteraksi.

    Mengadakan acara-acara kecil namun menyenangkan dapat memberikan nilai kebersamaan. Sebagai contoh, acara makan bersama, town hall meeting, atau outbound ke tempat wisata.

    Dengan acara-acara tersebut, karyawan akan berpartisipasi dan dapat membangun relasi. Selain itu, perusahaan dapat menyampaikan visi dan misinya, serta mendengarkan curahan hati dari karyawan. Hasilnya, hubungan kekeluargaan dan kebersamaan antara perusahaan dan karyawannya akan semakin lekat, sehingga menunjang produktivitas karyawan.

    5. Menyiapkan insentif untuk merayakan keberhasilan karyawan

    Cara lain untuk meningkatkan produktivitas karyawan adalah dengan memberikan insentif khusus. Ini merupakan salah satu motivasi paling efektif dalam meningkatkan produktivitas karyawan.

    Insentif tidak harus berupa kenaikan gaji, kok. Ada berbagai jenis insentif menarik yang dapat ditawarkan. Misalnya, memberikan cuti tambahan, memberikan kupon makan siang gratis kepada karyawan yang berhasil memenuhi target dengan baik, membagikan kupon taksi gratis, pemberian uang lembur, pemberian asuransi kesehatan untuk karyawan dan keluarga, dan lain-lain.

    Pemberian insentif akan membuat karyawan merasa sangat dihargai dan diapresiasi segala bentuk pencapaiannya. Ini akan membantu meningkatkan kepercayaan diri dan semangat mereka dalam bekerja, sehingga mereka termotivasi untuk mencapai hasil yang lebih tinggi lagi di kemudian hari.

    Baca Juga: Kompensasi Adalah: Jenis, Dampak, dan Tujuannya

    6. Melibatkan dan mendengarkan karyawan

    Keterlibatan dan interaksi antarindividu di dalam sebuah perusahaan adalah salah satu kunci penting demi tercapainya produktivitas karyawan. Beberapa hal dapat dilakukan untuk membangun keterlibatan karyawan.

    Salah satu contohnya adalah dengan menanamkan pemahaman yang mendalam tentang strategi bisnis perusahaan kepada seluruh karyawan. Kemudian, ajak mereka untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah kalian ada ide agar klien atau masyarakat mau membeli produk kita?” atau “Apa sih yang dilakukan kompetitor utama kita saat ini? Bagaimana produk kita secara signifikan dapat mendiferensiasi produk-produk sejenis yang sudah ada?”

    Dengan demikian, setiap karyawan akan merasa dibutuhkan dan didengarkan oleh perusahaan, sehingga menggunakan keterampilan yang dimiliki semaksimal mungkin agar dapat memenuhi target perusahaan.

    Baca Juga: Memperbaiki Leadership Dengan Penetapan Tujuan Lebih Baik

    Kesimpulan

    Produktivitas karyawan merupakan salah faktor paling penting dalam menunjang keberlangsungan bisnis. Maka dari itu, penting bagi perusahaan untuk mengetahui tingkat kenyamanan dan kebahagiaan karyawan, kemudian mencari formula cara meningkatkan produktivitas karyawan. Pasalnya, karyawan yang nyaman dan bahagia bisa meningkatkan produktivitas kerja.

    Perusahaan profesional bukan hanya memberikan beban kerja, tetapi juga memikirkan cara meningkatkan produktivitas, serta semangat kerja karyawan. Karyawan yang memiliki kinerja tinggi dan memiliki keterikatan dapat meningkatkan level perusahaan.

    Tingkat produktivitas dapat diukur menggunakan parameter-parameter tertentu. Misalnya efisiensi waktu dalam menyelesaikan pekerjaan, jumlah penjualan, hingga kualitas pekerjaan itu sendiri.

    Bila perusahaan ingin perubahan yang signifikan dalam proses meningkatkan produktivitas karyawan, mulailah dengan menggunakan aplikasi karyawan dari majoo. Aplikasi ini dilengkapi dengan fungsi manajemen data karyawan, serta pengaturan hak akses karyawan sesuai dengan tugas dan fungsinya masing masing.

    Aplikasi karyawan dari majoo juga memudahkan perusahaan dalam menghitung komisi untuk karyawan. Komisi langsung dicatat berdasarkan produk terjual atau total transaksi. Karyawan senang, perusahaan tenang.

    Ayo gunakan majoo sekarang juga!

     

    Pertanyaan Terkait

    • Secara umum, produktivitas adalah kemampuan menghasilkan atau mengerjakan sesuatu dengan memanfaatkan sumber daya yang ada. Salah satu cara meningkatkan produktivitas adalah dengan Menyusun prioritas kerja dan bersikap proaktif dengan memberikan ide atau strategi baru di timmu. Tak jarang sikap proaktif tersebut menjadi awal dari relasi yang baik antardivisi yang membuat kerja sama semakin terjalin erat.
    • Insentif terbukti menjadi penyemangat bagi karyawan untuk meningkatkan produktivitasnya. Selain insentif, penting untuk meningkatkan keterikatan karyawan dengan perusahaan agar mereka merasa diakui, sehingga akan selalu berupaya memberikan performa terbaik bagi perusahaan.

    Download Majalah

    Cover majalah wirausaha Indonesia
    Lihat semua edisi

    Download Ebook

    Cover Ebook
    Lihat semua edisi

    Related Article

    Valuasi adalah: Pengertian dan Cara Menghitungnya
    Valuasi adalah perhitungan nilai sebuah perusahaan dengan mempertimbangkan berbagai faktor. Besar maupun kecil, valuasi menjadi hal yang sangat penting.
    Fair Value adalah: Tujuan dan Cara Menghitung
    Nilai Wajar atau Fair Value adalah alat yang sangat berguna untuk membantu pengguna memahami keuangan perusahaan, terutama situasi keuangan saat ini.
    Daftar UMKM Online: Syarat dan Manfaatnya
    Daftar UMKM online bisa dilakukan dengan praktis. Manfaatnya antara lain agar mudah mengembangkan usaha dan untuk mendapatkan bantuan dana dari pemerintah.
    9 Contoh Surat Izin Tidak Masuk Kerja Singkat
    Berikut beberapa contoh surat izin tidak masuk kerja yang dibuat secara singkat dan ringkas. Bisa digunakan sebagai referensi.